My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 57. Tepar



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Keempat pria masih berada di bar ketika waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi .


Dengan Keenan dan Kevin yang sudah kobam , sedangkan Rafa dan Dimas masih menikmati dengan santai suasana club.


Kevin dan Keenan sudah kobam karena mereka sudah menghabiskan sekitar lima belas gelas belimbing vodka dan wiski. ini akibat battle yang mereka lakukan.


Jangan ditiru ya guys kelakuan Kevin dan Keenan, ngak baik buat kesehatan. terkadang juga ngak baik untuk masa depan, karena bisa saja ia tanpa sadar berbuat kesalahan yang tak terduga, seperti membungkus seorang wanita.


" Yok cabut, si Kevin sama Keenan harus dibawa pulang, keburu tu anak ngebungkus cewek disini, bisa berabe urusannya . " ucap Dimas kepada Rafa.


" Heem, lo bawa Kevin, gue bawa Keenan ke mobil ." Jawab Rafa.


" Mereka ke sini bawa mobil ngak ? ." tanya Rafa.


" Mereka bawa mobil, nanti biar mobilnya di titip disini dulu ."


" Okelah ."


Jangan heran jika mereka bisa dengan santai meninggalkan mobil di club, karena mereka sudah kenal dan berteman dekat dengan anak pemilik club ini.


Dan pastinya mobil mereka aman berada di parkir club.


Rafa dan Dimas segera menarik Kevin dan Keenan.


Memapah kedua orang yang sudah mabuk untuk keluar dari club. Membawa keduanya masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai bawah.


Sesampainya dibawah Rafa dan Dimas masih bersusah payah memapah kedua orang yang sudah mabuk tersebut.


" Ke mobil gue aja ." Ucap Rafa.


Dimas hanya mengangguk.


Mereka memasukkan Kevin dan Keenan ke kursi belakang, lalu Rafa dan Dimas ikut masuk ke mobil.


Rafa pun menyalakan mobilnya dan mulai melakukan mobil di jalanan yang sudah sepi, ya iya sudah sepi, jam setengah tiga pagi ini, hampir jam tiga malahan.


" Nginep apartemen lo aja Raf ."


" Oke, yakali kita pulangin ni anak ke rumahnya, lo mau dengerin siraman rohani ." jawab Rafa.


Karena suatu hal yang tidak mungkin jika mereka mengantarkan kedua makhluk yang berbentuk manusia yang sedang mabuk itu ke rumah mereka, dan disana terdapat kedua orangtua mereka juga.


Bisa - bisa mereka berempat terkena siraman rohani dadakan dan berkepanjangan.


" Yakan gue bilang buat jaga - jaga, mana tau lo mau bawa pulang ni anak dua kerumahnya ." ucap Dimas.


" Biasanya juga kalau kita dari club pasti nginep apartemen gue ." Rafa.


" Trus harus nginep dimana kalau ngak apartemen lo, masalahnya kita bertiga tinggal bareng ortu."


" Kalau ketahuan pulang dari club apalagi udah kobam ya bisa habis ." Dimas.


Tak berapa lama mobil Rafa sudah terparkir di parkir apartemen. tugas mereka selanjutnya adalah memapah kedua mahkluk Allah yang tidak baik karena kobam ini menuju unit Rafa.


Langsung saja mereka berdua memapah Kevin dan Keenan, membawa mereka memasuki lift yang akan membawa menuju unit Rafa.


Dengan susah payah, akhirnya mereka ber empat sampai di depan unit Rafa.


Dimas segera memasukkan pin apartemen Rafa.


Clek


Mereka berempat pun masuk ke dalam unit Rafa.


Kalau kalian bertanya kenapa Dimas yang memasukkan pin apartemen Rafa, karena Rafa sedang memapah Kevin yang sudah benar - benar mabuk, ribet kalau dia yang harus memasukkan pin.


Dan juga karena Dimas sudah tahu pin apartemen Rafa . karena Kevin, Dimas dan Keenan sudah sering hilir mudik di apartemen Rafa yang merupakan basecamp bagi mereka.


Rafa dan Dimas segera membawa kedua manusia tersebut ke dalam kamar, membanting tubuh keduanya ke atas ranjang.


Kemudian Rafa dan Dimas pun keluar dari kanar tersebut menuju kamar Rafa. meninggalkan dua manusia yang sudah kobam tersebut di dalam kamar.


Clek


Rafa dan Dimas memasuki kamar Rafa.


Merogoh kantong celana guna mengambil handphone beserta dompet dan menaruhnya.di atas meja nakas.


Lalu mereka langsung merebahkan diri diatas ranjang.


Setelah beberapa saat, Rafa pun bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Ia harus membersihkan dirinya dari bau alkohol sebelum tidur. karena baginya anti tidur sebelum tubuh bersih dan fresh. bisa - bisa ia tidak bisa tidur semalaman karena hal itu.


Sepuluh menit kemudian Rafa sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Segera ia berjalan menuju walk in closed guna memakai pakaian.


Setelah selesai berpakaian, ia segera merebahkan diri di ranjang dan mulai memejamkan mata memasuki alam mimpi.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya membuka matanya, tangannya meraba meja nakas disamping ranjang, mengambil handphone yang terletak diatas nakas.


Menghidupkan handphone guna melihat jam.


Ternyata sudah jam 06.00 pagi. ia segera mendudukkan diri di atas ranjang. mengucek mata dan masih berusaha mengumpulkan nyawa yang berceceran.


Matanya masih mengantuk akibat ia sedikit bergadang semalam mengerjakan skripsi.


Selama kurang lebih lima menit ia hanya duduk di atas ranjang sambil termenung, ntah apa yang di fikirkan nya .


Lalu ia beranjak dari atas ranjang, berjalan memasuki kamar mandi.


Mandi guna membersihkan diri dan membuat tubuh menjadi segar.


Tak sampai lima belas menit, Nesya sudah keluar dari kamar mandi dan langsung memasuki walk in closed, ia mengenakan pakaian yang cocok untuk pergi ke kampus hari ini.


Walaupun ia tidak tahu akan ke kampus atau ke kantor Rafa untuk bimbingan. kalau Rafa ada di kantor ya ia harus menemui Rafa dikantornya.


Setelah selesai berpakaian dan memoles tipis wajahnya dengan bedak dan sedikit lip tint, ia segera mengambil tas yang berisi skripsi dan yang lainnya.


Segera berjalan keluar dari kamar dan menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah.


Berjalan menuju meja makan, menaruh tasnya di meja dan segera menghampiri sang Mami yang pastinya sedang memasak untuk sarapan pagi keluarga.


" Mi ." panggil Nesya ketika melihat sang Mami sedang berada di depan kompor menggoreng kerupuk.


" Eh adek, bantuin Mami goreng telur dek ."


" Oke Mi."


" Menu sarapannya apa Mi ? ." tanya Nesya.


" Nasi kuning, itu nasinya udah matang, kering tempe sama tahunya juga udah, ayam goreng juga udah siap, tinggal telurnya aja ."


" Mantap Mi, sarapan favorit adek banget ini ." ucap Nesya seraya menunjukkan jempol tanda oke.


Nesya pun mulai menggoreng telur guna menjadi pelengkap nasi kuning buatan Mami.


Setelah semuanya selesai, Mami dan Nesya pun membawa makanan tersebut dan menyusunnya diatas meja makan.


Tak lupa juga membuatkan dua gelas kopi dan susu.


Disaat semua menu beserta yang lainnya sudah tersusun rapi di meja.


Saat itu pula kedua pria yang berada dirumah ini datang dan segera duduk di meja makan.


Keluarga Papi Arga pun sarapan pagi dengan hikmat.


Setelah selesai sarapan, mereka berbincang bincang.


Istilahnya quality time bersama keluarga walau hanya sejenak sebelum Papi, Rui dan Nesya pergi ke kantor dan kampus.


Sedangkan Mami tetap dirumah, terkadang juga Mami pergi ke arisan atau berjalan jalan.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Disaat Nesya sudah bangun , mandi dan sarapan pagi.


Berbeda dengan dua orang lelaki yang masih bergelut dengan mimpi mereka di satu ranjang yang sama.


Belum menunjukkan tanda - tanda akan membuka mata, keduanya bahkan tidak terusik sedikitpun dengan cahaya matahari yang menembus gorden apartemen.


Mungkin efek lelah bekerja seharian dan ditambah pula lelah akibat semalam menghabiskan waktu bersantai di club hingga pagi.


..........❣..........


.......


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Author Menyempatkan Diri Di Hari Ulang Tahun...


...Untuk Menulis Bab 57 Ini...


...Sorry Kalau Bab Nya Pendek Ya...


...See You Next Chapter Readers Tersayang...


...Bye Bye...


.......


Rengat Barat


Minggu, 25 Desember 2022


Pukul 22. 21 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...


^^^.^^^