
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Srutt
Rafa menyeruput americano yang tersisa di gelas nya.
Setelah itu ia beranjak masuk kembali ke apartemennya dengan membawa cangkir kopi dan piring sandwich yang sudah dihabiskannya.
Ia memasuki kamarnya dan mengambil handphone, dompet beserta kunci mobil.
Lalu melangkah keluar kamarnya dan menuju pint apartemen.
Cklek
Ia pun keluar dari unitnya guna menuju parkir.
Tak berapa lama ia pun sampai di parkir, segera memasuki mobilnya dan mulai melajukannya membelah jalanan yang lumayan padat hari ini.
Pagi ini ia bersama Nesya akan melakukan fitting , siangnya ia harus pergi ke kantor.
Diperjalanan Rafa sempat mampir ke toko cake guna membelikan beberapa pie beserta brownies coklat. ini buat calon mertua ya, yakali kerumah mertua ngak bawa sesuatu.
Setelah beberapa saat Rafa menyetir, sampailah ia di rumah gadisnya itu. Rafa memang selalu menyebut Nesya gadisnya. yakan bener masih gadis, belum di unboxing sama Rafa.
Rafa segera keluar dari mobilnya sembariembawa paper bag berisi pie dan brownies tersebut.
Tok tok
Cklek
" Masuk dulu Raf." ucap Mami yang baru saja membukakakn pintu.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju meja makan dikarenakan semua keluarga Xavier sedang menikmati sarapan pagi minus Nesya pastinya. karena sang empu baru saja meninggalkan meja makan untuk mandi. sedangkan yang lainnya sedang menikmati beberapa potong buah.
Ya gimana ngak lagi pada sarapan. Rafa aja datangnya jam 07.00 pagi. bahkan tadi sewaktu ia mengambil pesanan brownies, tokonya baru saja buka disaat Rafa menelfon guna mengambil pesanannya.
" Duduk dulu Raf ."
Rafa pun duduk di kursi yang berada disamping Rui
" Udah sarapan Raf ? kalau belum biar Mama ambilin ." ucap Mami menawarkan sarapan kepada calon menantunya yang terlihat lebih tampan pagi ini.
" Udah Ma, Rafa udah sarapan ." jawab Rafa sopan.
" Mau minum kopi atau susu ngak ? Mama buatin kalau mau. " Mami masih berusaha menawarkan sesuatu.
" Susu boleh Mi ." jawab Rafa menerima tawaran dari calon mertuanya itu.
" Mami buatin sebentar ya ." jawab Mami yang kemudian beranjak pergi dari meja makan menuju dapur.
" Ngak ngantor Raf ? ." tanya Papi Arga.
" Ngantor Pi, tapi agak siangan ."
" Ooh, Mau keluar sama anak Papi yang satu itu ya ? ."
" Iya Pi, mau fitting baju hari ini ." jawab Rafa kepada calon Papa mertuanya itu.
" Bang, adek kamu mau fitting baju pengantin, kamu kapan ? ." tanya Papi kepada putranya itu.
" Bentar lagi , tunggu aja Pi ." Rui menjawab
pertanyaan yang terlontar dari Papinya. yang tersirat seperti pertanyaan " kapan nikah ."
" Buruan, keburu punya ponakan, masak nanti ponakan kamu punya oom tapi ngak punya tante ." ucap Papi lagi.
" Sebelum punya ponakan Rui pasti udah nikah, tunggu bentar lagi deh Pi ."
" Tunggu apalagi sih Bang ? ." Papi.
" Kalau boleh jujur , Abang bingung gimana cara ngelamar Qia Pi, takut ditolak ."
" Ya Allah Bang, kirain nunggu apaan ."
" Raf, kamu ada saran ngak buat Rui gimana cara ngelamar yang baik supaya diterima ? ." Tanya Papi kepada Rafa.
" Rafa ngak begitu ngerti gimana cara ngelamar Pi ." jawab Rafa yang sedari tadi hanya melihat pembicaraan antara Papi dan Rui.
" Yakk Papi, kok malah tanya ke calon menantu Papi yang satu ini, dia aja minta jodohin bukannya ngedeketin adek, jadiin pacar trus baru nikahin. " Ucap Rui.
" Loh, jadi kamu yang minta jodohin Raf ? ." tanya Papi.
" Iya Pi, Rafa yang minta dijodohin sama Nesya ." Rafa.
" Tuh Pi, Papi salah besar kalau minta Rafa ngasih saran ke aku m" ucap Rui.
" Yaudah biar Papi aja yang ngasih saran ."
" Apa Pi ? harus yang bener ya, biar Abang ngak ditolak pas ngelamar anak orang ."
" Kalau saran Papi ya kamu harus datang kerumahnya baik - baik, minta dia ke orangtuanya ." itulah saran dari Papi. saran yang baik bukan. ya iyalah yang baik. ngak mungkin saran yang sesat, kan bisa repot urusannya kalau sampai lamaran anaknya ditolak dan jadi perjaka tua.
" Boleh juga saran Papi, tapi kalau minta ke kedua orangtuanya Abang harus bawa Papi Mami sekalian atau datang sendiri ? ."
" Apa yang datang sendiri Bang ? ." tanya Kamu yang baru saja sampai di meja makan sembari meletakkan susu di hadapan Rafa.
" Diminum dulu susunya Raf ."
" Iya, Makasih Mi ."
" Sama - sama ."
" Ini loh Mi, Abang mau ngelamar anak gadis orang ." Papi menjawab pertanyaan Mami.
" Qia Mi Qia bukan Dia ." ucap Rui membenarkan.
" Ah iya itulah, beneran Abang mau ngelamar ? ."
" Iya Mi ." jawab Rui.
" Yaudah cepetan dilamar Bang, keburu ke duluan orang ."
" Ini juga mau Mi ."
" Abang coba ngelamar sendiri dulu aja ke orangtuanya, kalau udah dapat restu, baru Papi Mami dampingin Bang buat ngelamar secara resmi ke orang tuanya ." Ucap Papi .
" Abang coba Pi, doain Abang ya Pi Mi ."
" Iya, Mami doain yang terbaik buat Abang ."
" Lagi ngobrolin apa sih, kayaknya serius banget ." tanya Nesya yang baru sampai di meja makan.
Dan segera mendudukkan diri di kursi samping Rui, karena disamping Rafa tidak ada kursi.
" Ini Abang kamu mau ngelamar pacarnya ."
" Cieeee....yang mau ngelamar pacarnya ." ucap Maaf mengejek abangnya itu. suatu kesenangan tersendiri jika bisa mengejek abang satu satunya itu.
" Jangan di ejek gitu dek, nanti ngak jadi ngelamar gimana ." ucap Mami yang mengikuti jejak Nesya berusaha membuat putranya kesal.
" Harus romantis ya Bang cara ngelamarnya ."
" Ya saran aja sih dari aku, mana tau kan kalau cara ngelamarnya romantis bisa diterima sama Kak Qia ." Nesya.
" Sok sok an tau romantis lo dek, lo aja ngak dilamar pakai cara romantis sama yang duduk di sebelah gue ." ucap Rui.
" Ngak perlu yang romantis, lebih baik ketemu orang tuanya langsung, lebih gentle ." ucap Rafa berusaha membela diri.
" Iyain Raf iya ."
" Makin pusing yang ada kalau lama lama disini ."
" Berangkat ke kantor ajalah kalau gini ."
" Assalamualaikum ." ucap salam Rui dan kemudian beranjak lalu berlalu dari meja makan.
" Rafa izin bawa Nesya pergi fitting dulu ya Pi Mi ." Rafa berpamitan kepada keduanya.
" Iya Raf, jagain anak gadis Papi ya ."
" Iya Pi ."
" Adek pergi dulu ."
" Assalamualaikum ." ucap Nesya dan Rafa bersamaan. ini nih yang namanya jodoh, bisa barengan terus.
" Waalaikumsalam ." jawab Papi dan Mami .
Keduanya pun berlalu.
Rafa membukakakn pintu mobil untuk Nesya terlebih dahulu. setelah itu baru ia membuka pintu untuknya sendiri lalu masuk dan duduk di kursi kemudi.
" Seatbeal nya sayang ." ucap Rafa setelah ia memasang seatbeal untuk dirinya sendiri.
" Oh iya ." kebiasaan Nesya adalah lupa memakai seatbeal. jangan ditiru ya para readers tersayang.karena menjaga keselamatan itu penting.
Tanpa Ba bi bu Rafa pun mendekatkan diri ke arah Nesya.
Saat itu pula Nesya terdiam dengan jantung yang berpacu cepat.
Deg deg an la ya, soalnya jarak antara keduanya sangat dekat, bahkan Nesya bisa mencium wangi parfum Rafa .
Rafa segera memasang seatbeal tersebut.
Lalu mengarahkan bibirnya ke ketinga Nesya.
" Jangan gugup gitu, detak jantung kamu sampai kedengeran ditelinga Mas sayang ." ucap Rafa. lalu ia kembali ke posisi duduknya.
Pipi Nesya bersemu merah setelah mendengar ucapan Rafa barusan. beneran merah ini. ucapan Rafa sangat berpengaruh sekali ternyata.
Rafa segera mengemudian mobilnya dengan kecepatan lumayan rendah. karena membawa orang tersayang harus hati - hati. dan jangan lupa juga karena ia sedang membawa anak gadis kesayangan Papi Arga.
Rafa memarkirkan mobilnya di depan sebuah butik.
Keduanya pun keluar dari mobil dan berjalan memasuki butik.
Mereka di bimbing oleh karyawan butik memasuki ruangan yang di dalamnya sudah tersedia tiga buah gaun yang telah di persiapkan oleh tante miranda.
..........❣..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Jumat, 23 Desember 2022
Pukul 20.57 Wib.
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...