
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Karena hari ini Nesya tidak memiliki jadwal apa - apa, dan dirinya juga belum berniat untuk melanjutkan revisi skripsi nya setelah sidang, maka dari itu ia berniat untuk mengikuti Rafa ke kantor, ngikutin suami biar ngak diambil sama lalat - lalat diluaran sana .
Cklek
Rafa baru saja keluar dari walk in closed, keluar dengan setelan jas rapi, namun dengan dasi yang masih berada di tangannya, karena kalau masalah dasi, selagi ada Nesya, maka Nesya yang bertugas untuk memakaikan dasi suami tercintanya ini, juga calon Daddy dari buah hati mereka.
" Jadi ikut ke kantor ? ." tanya Rafa sembari memberikan dasi kepada sang istri .
" Jadi dong. "
" Daripada di apartemen sendiri ."
" Mendingan ikut Mas ke kantor ." jawab Nesya, lebih baik ngintilin suami bukan, ia juga berniat untuk kulineran di kantin kantor Rafa, ketika ada makanan, Nesya pasti betah, yakin deh .
" Tunggu lima menit ."
" Mau dandan bentar ."
" Biar ngak malu maluin jalan bareng Mas. " ucap Nesya yang kemudian beranjak dari sofa menuju meja rias .
Memoleskan bedak tipis dan teman - temannya di wajah mulus bak poselen, ya gimana ngak mulus, biaya perawatannya mahal guys, untung dapat suami seperti Rafa gini, yang dompetnya sudah pasti tebal .
" Kamu ngak make up aja udah cantik yang ." perkataan Rafa yang pasti juga di benarkan oleh orang - orang, istrinya itu sudah cantik tanpa polesan make up, tapi kalau ditambah make up ya memang tambah cantik sih, Rafa tak memungkiri hal itu .
" Tapi pasti lebih cantik kalau make up kan ? ."
" Iyakan ? ."
" Jawab jujur ." tanya Nesya, karena ia sendiri juga mengakui bahwa dirinya akan lebih cantik beberapa persen ketika dipoles make up .
Rafa melihat ke arah sang istri dengan kerlingan mata dan senyum manisnya, manis banget, senyuman Haechan kalah deh, maaf Chan .
" I..iya. "
" Hehe ..." kekeh Rafa, istrinya ini tau aja deh, Nesya ada jiwa - jiwa cenanyang kah .
" Nah kan ."
" Mas juga nge iya in ." ucap Nesya sembari memulai memoles alisnya dengan fokus, memang ya, buat alis itu harus fokus, kalau enggak ya bisa miring sana sini .
Rafa memainkan game online di handphone nya sembari menunggu sang istri memoles wajah dengan berbagai macam produk dan peralatan yang ntah apa itu, Rafa ngak paham soal begituan, tapi wajar kan ya, ia kan cowok, paling yang ia tahu hanya bedak dan lipstik .
Lima menit
Sepuluh menit
" Masih lama yang ? " tanya Rafa, perasaan tadi bilangnya lima menit deh, kenapa nambah ya.
" Bentar ."
" Tinggal lipstick ." jawab Nesya yang baru saja akan memoles kan lipstik ke bibir yang sudah pink alami .
" Huhh..." Rafa menghela nafasnya, oke, ia harus sabar menghadapi bumil satu ini .
" Ini yang dibilang jangan percaya kata sebentar kalau cewek lagi make up. " gumamnya pelan, jangan sampai terdengar ke telinga sang istri .
Tak lama
" Yuk berangkat ." ajak Nesya yang sudah berdiri di hadapan Rafa dengan raut wajah cerah, secerah langit blue sky pagi ini .
Rafa pun beranjak dari sofa, mengambil kunci mobil beserta dompet .
" Titip yang ." Rafa menyerahkan dompet beserta handphone nya.
Nesya menerima dompet dan handphone Rafa, lalu memasukkan ke dalam tasnya yang tak terlalu besar, membuat tas nya seketika penuh.
Ya, tas istri memang mempunyai fungsi tambahan sebagai tempat penyimpanan barang milik suami, menurut Rafa ya gitu .
Rafa melingkarkan tangannya tepat di pinggang sang istri .
" Yuk berangkat ."
" Hari ini spesial ngantor ditemanin istri. " ucap Rafa disela langkah mereka .
πππ
Keduanya masuk ke mobil, Rafa menghidupkan mobilnya dan memanaskan mesin mobil sejenak.
" Mau mampir beli snack dulu ? ." Rafa menawarkan kepada sang istri, ya walaupun stock snack Nesya masih ada beberapa di mobil .
" Mau keripik ." nah kan, Nesya maniak keripik memang sekarang, semenjak hamil memang suka banget sama keripik .
" Eh ... di kantor ada cemilan ngak ? ." Nesya .
" Masih ada yang ."
" Tapi ngak ada keripik ."
" Adanya wafer, coklat sama ice cream ." jawab Rafa sembari mengingat di dalam kulkas ruangannya ada snack apa saja .
" Ooke ."
Rafa mulai melajukan mobilnya ke jalanan yang yang ramai di pagi hari, pemandangan kendaraan - kendaraan berlalu lalang di sepanjang jalan .
Tiga puluh menit berlalu, Rafa memarkirkan mobilnya seperti biasa, yaitu di depan lobi, emang ya, kebiasaan susah diubah .
Walaupun begitu, tidak ada seorang pun yang berani protes, terkecuali Nesya pastinya .
" Ini kebiasaan parkir di lobi ." nah kan, kena omel istri di pagi hari .
" Iya yang ."
" Besok - besok parkir di tempat parkir deh ." jawab Rafa, iya in aja dulu biar istrinya ini berhenti ngomel .
Ya di iyain aja, ngak tau deh besok - besok bakalan di lakukan atau tidak, ya liat besok .
Rafa keluar mobil terlebih dahulu, tentunya sembari membawa sekantong plastik berukuran besar berisi kripik, iya beneran deh, isinya keripik semua, udah bisa buat buka stand keripik di depan kantor .
Ia kemudian memutari mobil dan membukakan pintu untuk sang nyonya tersayang .
" Awas kalau besok - besok ngak parkir di tempat parkir ." ancam Nesya dengan raut wajah dibuat semenakut kan mungkin .
" Baik nyonya ." jawab Rafa dengan bernada .
" Bukannya seram ."
" Malah gemesin ." batin Rafa .
Rafa melingkarkan tangannya di pinggang sang istri, mungkin ini sudah menjadi kebiasaan Rafa .
Keduanya melangkah memasuki kantor .
" Pagi Pak ."
" Pagi Pak Rafa ."
" Pagi Bu ."
" Pagii ..." jawab Nesya dengan ramah, sembari menampilkan senyum manisnya .
Sapaan dari beberapa karyawan Rafa yang tanpa sengaja berpapasan dengan keduanya.
Rafa mengajak Nesya memasuki lift khusus .
" Mas ngak pernah pakai lift bareng karyawan ? ." tanya Nesya penasaran .
" Ngak yang ." Rafa menggelengkan kepalanya.
" Padahal enak tau kalau di lift ada temannya ."
" Bisa sambil ngobrol bentar. " ucap Nesya.
Ini Nesya lagi amnesia apa gimana, kan suaminya ini kutub berjalan, walaupun memakai lift bersama beberapa orang, pasti hanya akan ada keheningan .
" Apa yang mau di dibicarain di lift ."
" Cuma beberapa menit udah sampai ." itulah menurut Rafa, mendingan diem aja yakan .
" Nih, obrolan kayak kita sekarang ." jawab Nesya, bukankah mereka berdua sedang mengobrol di dalam lift saat ini.
" Beda yang ."
" Ini kan lagi sama istri. "
" Bisa ngobrol in apa aja ." Kalau sama istri mah ngobrol sehari semalam juga sanggup, karena ntah kenapa, bahan obrolannya ngak habis - habis .
" Alasan aja Bapak Dosen satu ini. "
" Eh ...Bapak CEO ." ralat Nesya .
" Soalnya kan lagi di kantor sekarang ."
Ting
Pintu lift terbuka .
Keduanya melangkah keluar, berjalan sejenak menuju pintu ruangan Rafa .
Cklek
Pintu ruangan terbuka setelah Rafa men scan sidik jari .
" Silakan masuk nyonya ." ucap Rafa mempersilakan sang istri untuk masuk terlebih dahulu .
" Baik paduka ." jawab Nesya .
Ini nyonya sama paduka, agak aneh ngak sih, beneran aneh deh kayaknya .
..........β£..........
...Maaf Ya Author Lama Update...
...Efek Cuaca Buat Badan Meriang Terus Menerus...
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Selasa, 13 Juni 2023
Pukul 21.24 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...