My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 114 . ATM Suami



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Ting


Ting


Notifikasi pemberitahuan di handphone Rafa ketika ia sedang berada di kelas saat ini, membimbing jalannya presentasi para mahasiswa, namun tadi ia lupa mengheningkan ponselnya .


Saat ini Rafa masih berada dikampus, sebelum nanti lanjut ke kantor, suami Nesya satu ini memang mempunyai jadwal yang padat .


Mengambil ponsel dan melihat notifikasi .


" Lagi shopping ternyata ." gumamnya pelan ketika membaca pesan notifikasi yang berisi transaksi di ATM nya .


Rafa menggengengkan kepalanya melihat nominal yang tertera disana, cewek kalau shopping tu gini ya, berasa borong satu mall .


Tapi Rafa tidak masalah akan hal itu selagi ia mampu itu tidak masalah, nyenengin istri dapat pahala, asal jangan istri orang aja, bukannya pahala, malah masuk neraka .


Setelah sesi presentasi mahasiswa selesai, Rafa pun melanjutkan sesi mengajar nya, ia menghubungkan ponselnya ke layar proyektor di dalam kelas, cara ini lebih simple menurutnya .


Rafa pun menerangkan isi materi kepada mahasiswanya .


Namun


Ting


Notifikasi pembayaran kembali muncul, dan tanpa sengaja Rafa membukanya, membuat mahasiswa yang melihat jumlah nominal yang tertera disitu tercengang .


Ya gimana enggak, nominal diatas Rp. 400.000.000 sekali transaksi .


Pasti membuat para mahasiswanya ngiler, pengen rupiah juga kan ya .


" Transaksinya lebih dari 400 juta guys ."


" Sekali transaksi segitu ."


" Pasti si Nesya nih yang transaksi ."


" Pak Rafa kan daritadi ngajar ."


" Dan ini transaksinya baru aja ."


" Ngak mungkin juga ATM Pak Rafa dipegang selain sama istri sendiri ."


" Gue jadi penasaran berapa isi rekeningnya Pak Rafa ."


" Gue pengen daftar jadi istri kedua kalau gini ."


" Sejahtera banget hidup Nesya punya suami modelan Pak Rafa ."


" Gue mau buka lowongan jadi selirnya, mana tau lulus seleksi ."


" Kalau lo buka lowongan jadi pelakor, namanya bukan buka lowongan ."


" Tapi buka terowongan ."


" Yee...sirik aja lo ."


Itulah bisik - bisik mahasiswa yang tak sengaja melihat notifikasi pembayaran .


" Cukup sekian pertemuan kita kali ini ."


" Assalamualaikum ."


" Waalaikumsalam ." jawab mahasiswa dikelas dengan kompak .


Rafa membereskan barang - barangnya dan kemudian melangkah keluar kelas .


Ia masih memiliki pekerjaan yang harus ia kerjakan dikantor, memiliki dua pekerjaan memang cukup menguras energi .


Tapi tenang, ketika pulang kerumah, Rafa bisa men charger energinya dengan kasih sayang istri.


Sementara Rafa sedang dalam perjalanan menuju kantor .


Lain halnya dengan Nesya yang baru saja keluar dari toko tas .


" Kemana lagi ? ." tanya Zura sembari melihat ke sekitar .


" Langsung nonton aja yuk ." ajak Vina .


" Yuk la ."


" Kaki gue juga udah pegal ."


" Pengen duduk santai ." Nesya meng iyakan ajakan Vina .


" Gue taruh belanjaan di mobil dulu kalau gitu ." Ucap Vina yang diangguki keduanya .


Nesya dan Zura pun memberikan paper bag di tangan mereka ke Zura .


" Gue sama Zura pesan tiket dulu ." Nesya dan Zura pun menuju lantai dimana bioskop berada .


" Lo duduk aja disitu ." tunjuk Zura ke kursi tunggu yang tersedia .


" Biar gue yang pesan ."


Tanpa bertanya apa film yang ingin Vina dan Nesya tonton, Zura sudah memesan tiga tiket film horor .


Karena biasanya jika mereka bertiga ke bioskop, pasti menonton film horor, terkecuali ada film para bias kesayangan, pastinya film horor di skip dulu .


Tak lama, Zura sudah berjalan mendekat ke arah meja dimana Nesya duduk, sembari membawa tiga buat tiket di tangannya .


" Popcorn sama hot chocolate mana ? ." tanya Nesya ketika melihat Zura yang hanya membawa tiket di tangannya .


" Nanti dulu pesannya ."


" Film ya juga masih setengah jam an lagi ."


" Sekalian tunggu Vina ." jawab Zura, yang kemudian mendudukkan diri di kursi .


Satu menit


Lima menit


Sepuluh menit


" Capek guys ." adu Vina ketika ia baru saja mendudukkan diri sembari megatur nafasnya .


" Baru juga ke parkir udah capek lo ."


" Efek tambah tua apa gimana ? ." tanya Zura meledek .


" Maklumin Ra ."


" Heh...jiwa gue masih muda ya ."


" Cuma udah sering bestie an sama balsem dan salonpas aja ."


" Jadi mahasiswa tingkat akhir buat penyakitan tau ." jawab Vina .


" Mau dibilang remaja jompo ."


" Tapi udah ngak bisa dibilang remaja ." ucap Nesya .


" Pesan minum sama popcorn gih ." ucap Nesya pada keduanya .


" Biasa kan ? ." tanya Zura .


Nesya pun mengangguk, kalau udah bestie an lama ya gini, udah paham semuanya .


Hanya pakai kode saja sudah paham .


" Yuk pesan ." Zura menarik tangan Vina, mengajak Vina untuk memesan .


Ya hitung - hitung Vina bisa membantunya membawa tiga hot chocolate dan dua popcorn .


Hanya dua popcorn, karena kalau tiga kebanyakan, kan sayang kalau ngak habis .


Setelah membeli pop corn, dan film sudah akan dimulai .


Ketiganya masuk kedalam bioskop, duduk di kursi yang pastinya dipesan bersebelahan .


Beberapa puluh menit berlalu, film yang mereka tonton pun usai .


" Makan malam dibawah dulu ya guys ." ucap Nesya sembari melangkahkan kaki menuruni anak tangga diantara kursi bioskop .


" Heeh...gue juga udah laper ." jawab Vina yang berjalan di belakang Nesya .


" Gue juga butuh asupan nutrisi ." Zura .


Keluar dari bioskop, mereka langsung menuju tempat makan yang pastinya menyediakan nasi .


Karena kalau ngak makan nasi, namanya ngak makan .


Indonesia banget kan .


" Cumi bakar nya satu ."


" Cah kangkung satu ."


" Udang saus padang nya satu ."


" Kepiting saus asam manisnya satu ."


" Nasinya tiga ."


" Sama minumnya lemon tea tiga ." pesan Zura seperti biasa, dengan menu yang biasa mereka pesan, jiwa emak - emaknya bekerja ketika melihat buku menu .


Pesan makanan harus ada sayur nya, itu kalau kata Zura .


" Mau tambah menu lain ngak ? ." tanya Zura .


Mana tau Nesya dan Vina ingin memesan menu lainnya .


" Enggak ." jawab Vina dan Nesya bersamaan sembari menggelengkan kepala .


Selesai dengan sesi memesan makanan, ketiganya lanjut bergibah ria .


" Habis ini langsung pulang atau gimana ? ." tanya Vina .


" Gue tanya Mas suami dulu ." Nesya mengambil handphone nya dari dalam tas .


" Gue sih ngikut aja ." jawab Zura, rim ngikut kemanapun keduanya pergi .


Asal ngak ngajak ke alam lain aja .


Nesya mengetikkan pesan dan mengirimkannya kepada Mas suami tercinta .


Tak lama


Ting


...Suami orang ❤...


Bentar lagi Mas jemput


^^^Istrinya makan bentar^^^


^^^Anaknya kelaperan^^^


^^^Nanti selesai makan aku kabarin Mas^^^


Oke sayang


" Gue langsung pulang ."


" Nanti Mas Rafa jemput pas kita udah selesai makan ." beritahu Nesya .


" Oke deh ."


" Berarti gue cuma ngantar ni anak satu aja ke habitat asalnya ." ucap Vina sembari melirik ke arah Zura .


" Dikira gue spesies fauna kali ke habitat ." jawab Zura .


" Lah, kan lo temennya dinosaurus Ra ." Nesya tentunya tidak ketinggalan bersuara .


" Dinosaurus udah punah ."


" Lo berdua ngira gue fosil di museum apa gimana ." heran Zura pada kedua sahabatnya ini .


Kalau ngomong suka nyeleneh .


..........❣..........


^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Jum'at, 07 Juli 2023


Pukul 22.20 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...