My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 82. Morning



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Sang fajar mulai menampakkan sinarnya menembuh celah tirai kamar hotel sepasang pengantin baru itu .


Menyambut pagi di Negeri ginseng .


Rafa yang sedari sepuluh menit lalu sudah bangun memainkan handphone membuka media sosialnya sembari mengelus pucuk kepala Nesya yang masih tertidur pulas, ntah apa mimpi yang sedang Nesya selami sehingga tidurnya sungguh nyenyak .


" Ganteng juga gue walaupun difoto dari belakang ."


" Emang orang ganteng difoto dari berbagai angle tetap ganteng ." puji nya pada diri sendiri ketika melihat fotonya yang di post di sosial media pribadi sang istri .


Rafa pun me like foto itu, dan tidak lupa ia juga men follow akun sang istri . karena perlu kalian ketahui, selama mereka kenal hingga saat ini keduanya tidak saling follow . hebat bukan .


Takut ketahuan dispatch atau gimana ini, sampai ngak saling follow .


Eughhh


Nesya bergumam dengan mata yang masih tertutup . enggan membuka mata namun semakin mendekatkan tubuh dengan Rafa guna menambah kenyamanan .


Rafa yang melihat tingkah sang istri hanya terkekeh geli .


" Gemes banget istri gue ." ucap Rafa pelan .


Ide jahil Rafa menyeruak keluar .


Ia mengelus pelan pipi sang istri, kemudian mencubit hidung Nesya .


Membuat sang empu kesulitan bernafas dan seketika terbangun .


" Ihhh susah nafas tau ." gerutu Nesya sembari berusaha melepaskan jemari tangan Rafa dari hidungnya .


Nesya menampilkan wajah kesal dan ingin meledakkan emosi .


Dan dengan terpaksa Rafa melepaskan tangannya yang menjepit hidung Nesya . ia takut sang istri semakin mengeluarkan taringnya .


Rafa langsung memeluk pinggang sang istri . meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya itu.


" Udah pagi sayang ."


" Udah jam 7 pagi ."


" Bangun yuk, kita sarapan dulu ." ucap Rafa pelan. berusaha bersikap semanis mungkin agar tidak menerima sirahan rohani .


" Masih ngantuk ." adu Nesya masih dengan suara serak bangun tidur .


" Mau tidur lagi ? ."


" Ngak jadi jalan - jalan ? ." tanya Rafa .


" Eh jalan - jalan."


" Harus jadi kalau itu." ucap Nesya ketika ia tersadar tentang jadwal jalan - jalan hari ini .


" Yaudah ayo bangun ."


" Mandi terus sarapan."


" Habis itu baru otw jalan ." Rafa .


" Okeee ." jawab Nesya semangat, seketika kantuknya terhempas ntah kemana .


Ia melepaskan pelukan Rafa dan langsung beranjak dari ranjang .


Melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi .


Rafa yang melihat hal itu hanya geleng geleng kepala sembari terkekeh geli.


Bisa bisanya ia bucin kepada perempuan seperti istrinya itu, yang terkadang marah, bahagia, dan juga absurd .


Namun semua itu membuat hari - harinya lebih berwarna dari sebelumnya .


Rafa menelfon layanan kamar, memesan sarapan untuk mereka berdua .


Sepuluh menit berlalu .


Cklek


Nesya keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit tubuhnya . dengan santai mengambilbaju ganti dan mengenakannya .


Dan pemandangan indah itu membuat Rafa terpaku, terdiam menikmati serta menahan diri untuk tidak menerkam istrinya saat ini .


Karena ia tahu sang istri pastinya akan marah besar jika ia melakukan itu yang akan membuat jadwal jalan - jalan mereka tertunda .


Setelah selesai mengenakan pakaian, Nesya pun menghampiri Rafa yang masih terdiam di atas ranjang sembari bersandar di kepala ranjang .


" Mas gantian mandi ." ucapnya .yang seketika membuat kesadaran Rafa kembali .


Rafa beranjak dari ranjang, mendekatkan diri pada sang istri, berbisik di telinga istrinya .


" Pagi - pagi udah menggoda iman ."


" Kalau mau menggoda Mas nanti malam aja ya sayang ."


" Biar bisa langsung Mas terkam kamunya ."


" Lain kali kalau pakai baju jangan di depan Mas kalau ngak mau langsung Mas terkam ." ucap Rafa tepat ditelinga sang istri . lalu meniup leher Nesya . yang mana langsung membuat seluruh tubuh Nesya merinding .


Setelah membisikkan itu Rafa langsung melanjutkan langkahnya dan memasuki kamar mandi .


Huhhhh


" Jantung lemah banget, baru digituin udah disko aja ." gumam Nesya .


Ia melangkah dan duduk di meja rias yang disana sudah tertata rapi skincare beserta make up nya .


Ia menyisir rambut dan menjepinta menjadi satu agar tidak mengganggunya ketika memakai skincare .


Mengoleskan skincare diwajahnya, tak lupa juga ia memakai make up tipis diwajahnya agar telihat fresh .


Kemudian melepas jepit rambutnya dan mencatok rambut agar terlihat rapi .


Terakhir ia memakai parfum di beberapa titik .


Finish


Nesya lalu beranjak dari kursi tersebut, membuka pintu baklon .


Kemudian menuju balkon menikmati pemandangan pagi hari di seoul .


Rasanya bahagia bisa satu Negara dengan bujang - bujang tercinta .


Cklek


Rafa sudah selesai mandi, keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit pinggang, seperti bisa pemandangan itu sungguh menggoda iman .


Melihat sekitar, ia tak menemukan sosok yang istri disana .


Rafa segera mengenakan pakaiannya . setelah itu merapikan rambut , tak lupa mengoleskan gel rambut dan memakai parfum andalannya .


Pandangannya meneliti sekitar, terlihat disana pintu balkon yang terbuka, ia menduga dang istri berada di balkon .


Tok tok tok


Rafa segera menuju pintu setelah mendengar ketukan tersebut, karna ia tahu bahwa pasti itu adalah pegawai yang mengantarkan sarapan untuk mereka berdua .


Cklek


Rafa membuka pintu dan menerima nampan yang berisi sarapan.


Tak lupa mengucapkan terima kasih dan langsung kembali memasuki kamar dengan nampan yang berada di tangannya .


Meletakkan nampan tersebut ke meja sofa depan TV yang berada di ruangan yang berbeda dengan kamar mereka . karena Rafa memsan kamar yang seperti apartemen .


Rafa kembali memasuki kamar dan segera menuju balkon .


Dan benar dugaannya , Nesya sedang berdiri di balkon sembari menikmati pemandangan pagi disana .


Rafa langsung memeluk sang istri dari belakang .


" Eh ." kaget Nesya ketika tiba - tiba seseorang memeluknya .


Rafa menumpukan dagunya ke pundak sang istri, menghirup aroma istrinya yang sungguh membuat ka candu dua hari ini . ya dua hari ini, karena sebelum halal Rafa tidak berani melakukan hal seperti ini .


" Yuk sarapan yang ." ajak Rafa .


" Loh Mas pesan sarapan ."


" Aku kira kita mau sarapan dibawah ." Nesya .


" Kalau dibawah nanti lama ."


" Makanya Mas pesen makan trus diantar ke kamar aja ."


" Yuk " . Rafa melepaskan pelukannya dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri .


Mengajak Nesya untuk menuju ruang TV dengan mode jalan suami yang posesif terhadap istri tercinta .


Itu istri ngak bakalan di lirik laki - laki lain juga Rafa, kan kalian lagi dikamar .


Di dalam kamar aja gini, waktu jalan - jalan nanti gimana .


Keduanya duduk di sofa depan TV dan langsung memakan sarapan mereka guna meredakan cacing - cacing yang sudah berdemo ria .


Selesai sarapan Nesya langsung menuju kamar, mengambil tas dan memasukkan beberapa barang yang dibutuhkan .


Tak lupa mengambil dompet beserta kunci mobil, tak lupa handphone Rafa yang tergeletak di meja nakas samping Ranjang .


Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal, Nesya segera menghampiri sang suami yang sedang menunggunya di ruang TV sembari menonton berita .


" Yuk Mas ." ucap Nesya .


Rafa langsung mematikan TV dan beranjak dari sofa .


Menggenggam tangan sang istri dan keluar dari kamar hotel, tak lupa juga membawa kartu kamar, karena kalau sampai tertinggal nanti repot .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter ...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Sabtu, 11 Februari 2023


Pukul 21.30 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...