My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 48. Simulasi Honeymoon



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Tak terasa sudah lebih dari dua jam Rafa menyetir dan sesuai maps diperkirakan sekitar dua puluh menit lagi mereka sampai di lokasi tujuan.


Susana di dalam mobil hening, karena ketiga perempuan yang ada di dalamnya sudah tertidur pulas, sedangkan Rui sedang sibuk dengan pekerjaannya sembari memangku laptop.


Rafa hanya fokus melihat jalanan di depannya dan juga peta yang ada di handphone tepat di depannya.


" Bang, lo libur ngantor berapa hari ? ." tanya Rafa kepada Rui guna memecah keheningan.


" Belum tau gue, tergantung dia tuh " ucap Rui sembari menunjuk kebelakang ke arah dimana Nesya duduk.


" Nesya kalau liburan biasanya berapa lama ? ." tanya Rafa kembali.


" Biasanya tiga harian, kemungkinan besok kita pulang. " jawab Rui sembari membuka tutup botol dan meneguk teh di dalamnya.


" Semoga besok kita pulang ." Rafa.


" Lo mau pulang cepat ? kerjaan lo lagi padat atau gimana ? ." Rui.


Rui pun mematikan laptop di pangkuannya dan memasukkannya kedalam tas karena pekerjaannya sudah selesai.


" Lumayan padat Bang ."


" Gue sampai lupa, kerjaan lo kan dua , jadi dosen sama CEO, pastinya lo lebih sibuk dari gue. " Rui.


" Gue lumayan sibuk karena lagi ngejar beresin semua kerjaan sebelum cuti ini Bang ."


" Emang lo mau ambil cuti berapa minggu ? ."


" Mungkin dua mingguan, sekalian mana tau Nesya mau honeymoon ." jawab Rafa


" Udah mikirin honeymoon aja lo Raf ."


" Liburan ini kayaknya jadi simulasi honeymoon lo ."


" Gue masih ngak nyangka bentar lagi adek kecil gue nikah ." Rui.


" Sebagai kakak gue cuma pesen sama lo, tolong jaga dia baik - baik, kalau ada masalah selesaikan baik - baik dan jangan sampai berlarut larut, kalau dia ada salah, lo tegur secara halus, jangan sakiti dia dan kalau sampai lo udah ngak bisa lagi sama dia, pulangkan dia secara baik ke gue ya ." Ucap Rui panjang lebar kepada calon suami adiknya itu.


Rui berharap Rafa bisa menjaga adik kesayangannya dengan baik.


" Iya Bang, gue bakalan jaga dia baik - baik ."


" Gue mau jujur sama lo, gue udah suka sama Nesya dari beberapa tahun lalu Bang ."ucap Rafa kepada Rui.


" Serius Raf ? ." tanya Rui agak kaget dengan ucapan Rafa.


" Iya Bang, Nesya itu cewek yang selalu ikut arisan sama Mami, dia sering main bareng gue. "


" Tapi gue kan pernah pindah rumah, jadinya ngak ketemu dia lagi ."


" Trus gue baru ketemu dia pas gue gantiin Pak Bagas jadi dosen di fakultasnya ."


" Gue seneng banget bisa ketemu dia lagi, jadinya ya karena gue ngak mau sampai kehilangan dia lagi, gue minta Papa Mama buat ngejodohin gue sama Nesya ."


" Mereka setuju sama permintaan gue, jadinya ya kayak sekarang ini, bentar lagi Nesya jadi milik gue seutuhnya ." Rafa menjelaskan panjang lebar.


" Gue kira perjodohan lo sama adek gue karena kemauan orang tua kita , ternyata atas permintaan lo ." ucap Rui, ternyata perkiraannya salah tentang asal mula adanya perjodohan tersebut.


" Trus Nesya tau kalau lo yang minta perjodohan ini ada ? . " Rui.


" Gue belum kasih tau dia, mungkin ngak lama lagi gue bakalan cerita ke dia ." Rafa.


Pembicaraan mereka pun berhenti ketika Rafa memarkirkan mobilnya di parkir khusus pengunjung objek wisata tersebut.


" Biar gue aja yang bangunin mereka Raf ."


" Dek bangunnn ." Teriak Rui sembari memencet hidung adiknya itu .


" Ihh Abang loh ." ucap Nesya sembari berusaha menghempaskan tangan Rui dari hidungnya.


" Main asal pencet hidung aja, kalau aku ngak bisa napas gimana ." Nesya masih menggerutu.


" Ya ngak gimana gimana Dek ." ucap Rui ketika tangannya sudah dihempaskan oleh adiknya itu.


Dan jika kalian bertanya apakah Zura dan Vina sudah bangun, jawabannya adalah sudah, mereka sudah bangun bersamaan dengan Nesya, dan juga terbangun akibat teriakan Rui.


" Ayo turun ." ajak Rafa.ia lalu membuka pintu mobil dan segera keluar.


Keempat orang di dalam mobil juga keluar sesuai ajakan Rafa.


" Wihh bagus banget pemandangannya ." Ucap Nesya dengan nada senangnya.


" Udaranya seger banget guys ." Vina berkata sembari mengangkat kedua tangannya dengan senang, bisa kalian bayangkan Vina seperti sedang beradegan di film Titanic.


" Masih asri banget tau ." Zura.


" Eh kita naik bukit itu yuk ." ajak Vina.


" Yuk, kayaknya pemandangan dari atas bukit lebih bagus ." Nesya.


" Gue beli tiketnya dulu Bang ." ucap Rafa ke Rui yang berdiri di sebelahnya.


Rafa pun berjalan menuju loker pembelian tiket guna membeli tiket untuk mereka berlima.


Tak berapa lama Rafa sudah berjalan mendekati mereka sembari membawa lima tiket ditangannya.


" Yuk masuk ." ucap Rafa mengajak keempat orang tersebut.


" Yuk guys jalan ." ucap Vina sembari menggandeng tangan Nesya dan Zura.


Ketiga gadis itu berjalan sembari bergandengan tangan meninggalkan dua laki - laki yang berjalan di belakang mereka.


Kedua lelaki tersebut hanya mengikuti gadis - gadis itu, dan perlu diingat, mereka berdua tidak bergandengan seperti ketiga orang di depannya.


Yakali sesama cowok gandengan, kan aneh.


Tapi kenapa kalau cewek yang gandengan biasa aja, aneh juga kan.


" Tong sampah aja ada isinya, masa hati lo enggak ." ini author cuma nambahin ya...hahahaha.


Rafa pun memberikan tiket mereka berlima kepada petugas yang berjaga di pintu masuk.


" Kalian bertiga yakin mau naik ke atas bukit ? lumayan tinggi itu ." ucap Rafa ketika melihat bukit tinggi yang berada di depan sana.


" Yakin, demi pemandangan yang bagus harus ada effort ." ucap Nesya dengan yakin.


Merekapun mulai berjalan mendaki bukit tersebut.


Setelah perjalan sekitar sepuluh menit.


" Huhhh...capek banget ." Nesya menghentikan langkahnya.


" Kaki gue pegel ." Ucap Zura sembari mendudukkan diri di kursi yang tersedia disitu. ya memang disediakan dursi di beberapa area jalan menuju atas bukit.


" Mana masih lumayan jauh lagi ." Zura ikut mengeluh.


Rafa yang mendengar itu lalu berjongkok menampilkan punggungnya di hadapan Nesya.


" Naik ." Ucapnya.


" Naik ke punggung Mas ? ." tanya Nesya yang masih loading efek capek.


" Iya, Mas gendong kamu ."


" Yakin ? ." Nesya.


" Yakin la, cepat naik ."


Nesya pun naik ke punggung Rafa, mereka berlima pun kembali berjalan mendakienuju puncak bukit.


" Akhirnya sampai juga ." Teriak Vina ketika mereka sudah sampai diatas bukit.


" Gila sih ini bagus banget, ngak sia - sia usaha gue buat naik tadi ." Zura.


" Mas, turunin ." ucap Nesya yang masih berada di gendongan Rafa.


Rafa pun segera menurunkan Nesya dari gendongannya.


Sedangkan Rui, ketika sampai diatas bukit, ia langsung duduk di kursi dan memainkan ponselnya untuk memotret pemandangan dan mengirimkannya kepada Qia.


" Mas, fotoin ." ucap Nesya sembari memberikan handphonenya kepada Rafa.


" Pakai handphone Mas aja ."


" Oke ."


Nesya pun berjalan ke depan kemudian berpose untuk menghasilkan foto yang bagus.


" Satu dua tiga ." hitung Rafa.


Ckrekk


" Lagi Mas ."


" heeh ." Rafa mengangguk.


" Satu dua tiga ."


Ckrek


" Yang banyak Mas ."


Ckrek ckrek ckrek


" Belum, sekali lagi ya Mas, aku mau foto dari belakang ."


Rafa hanya mengangguk mengiyakan.


Diperkirakan Rafa sudah mengambil lebih dari dua puluh foto.


Ya begitulah cewek, ngak bisa kalau cuma foto sekali, harus beberapa kali, nanti ujung - ujungnya yang di post ya cuma satu, dipilih yang menurutnya paling cantik. kebiasaan cewek emang gitu.


" Udah yuk, kita duduk dulu disana ." ajak Rafa sembari menunjuk kursi yang tak jauh dari mereka.


Rafa pun berjalan sembari mengengenggam tangan Nesya menuju kursi terssebut, meninggalkan Vina dan Zura yang sedang berfoto ria dan Rui yang sedang fokus memainkan handphonenya.


Mereka duduk di kursi kayu tersebut sembari menikmati pemandangan yang tersaji di depan sana.


" Sayang ."


" Iya, kenapa ? ."


" Aku mau buat pengakuan ."


" Pengakuan ? kamu ada buat salah Mas ? ."


" Em...sebenarnya ..."


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Rabu, 14 Desember 2022


Pukul 20.52 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Fullsun...


...Wo Ai Ni Lee Dong Hyuck...


...❤...