
...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa......
...Happy Reading...
..........β£..........
Tok tok tok...
Beberapa saat kemudian...
Cklek...
"Loh Mas. kok ngak bilang kalau mau kesini? ". tanya Nesya yang sedikit terkejut karena tiba tiba Rafa datang tanpa memberi tahu nya.
" Sengaja. Papi sama Mami dirumah? ".Tanya Rafa.
Belum sempat Nesya menjawab dan mempersilahkan Rafa masuk. suara lain menginterupsi pembicaraan mereka.
" Sya. Siapa yang datang? ". Suara laki laki terdengar dari dalam rumah.
Mendengar ada suara laki laki yang tidak Rafa kenali.
" Siapa? ". Tanya Rafa datar.
" Eh..itu Farrel Mas." Ucap Nesya.
" Baby Sya. siapa yang datang? ". ucap Farrel dari dalam rumah.
Dia langsung menatap tajam dan langsung merubah raut wajahnya menjadi dingin kearah Nesya.
" Masuk Mas. " Nesya mempersilahkan Rafa masuk.
" Mampus gue. kayaknya di kulkas satu lagi mode galak." batin Nesya berkata.
Kemudian Nesya masuk dan diikuti Rafa dibelakangnya.
Disofa ruang tengah ada laki laki yang bersama Nesya di kantin kemarin.
Rafa melihat Farrel dengan tatapan tajam mematikan.
" Duduk dulu Mas. aku buatin minum bentar." ucap Nesya.
" Hmm." jawab Rafa hanya dengan gumaman.
Nesya pun berjalan kearah dapur guna membuatkan minuman untuk Rafa.
" Sya. gue pulang dulu. Mau jemput Mama di spa." pamit Farrel.
" Iya Rel. hati - hati." balas Nesya dari dapur.
" Duluan bro." ucap Farrel kepada Rafa. yang dibalas anggukan singkat.
Nesya kembali ke ruang tengah sambil membawa segelas jus dan juga sepiring churros.
Lalu meletakkannya di meja tepat di hadapan Rafa.
" Diminum Mas ". ucap Nesya yang sedikit merinding dengan sikap datar Rafa.
" Duduk sini " ucap Rafa singkat sambil menepukkan tangannya ke bantalan sofa di sampingnya.
Nesya langsung duduk.
" Dia siapa? ". Tanya Rafa masih dengan nada bicara datar.
" Farrel. sahabat aku Mas." jawab Nesya.
" Sahabat manggilnya Baby? ". Tanya Rafa sarkas.
" Ehmm...dia udah kebiasaan gitu dari dulu." Jawab Nesya. hatinya masih dag dig dug menjawab pertanyaan Rafa.
" gue berasa di sidang mendadak." Batin Nesya berkata.
" Dari dulu? ". Rafa.
" Iya Mas. dari pas kita SMP emang gitu dia manggilnya." Nesya.
" Trus sampai sekarang kamu santai aja dia panggil gitu? ". Tanya Rafa lagi.
" Ya ngak gitu." Jawab Nesya
" Dia tau kamu udah punya tunangan? ". Rafa masih bertanya terus menerus. pertanyaannya masih berlanjut.
" Aku belum sempat kasih tau." Nesya.
" Kalau boleh jujur. aku ngak suka ada cowok lain yang manggil kamu seperti gitu."
" Iya. besok aku bilang ke Farrel biar ngak manggil gitu lagi." Nesya.
" Yaudah." jawab Rafa masih dengan nada datarnya.
Sejenak mereka hening setelah pembicaraan barusan.
Otak Rafa sedang berfikir bagaimana cara mengajak Nesya ke acara reuni.
" Sya.." Panggil Rafa.
Nesya langsung meoleh ke samping.
" Iya Mas."
" Aku dapat undangan reuni." ucap Rafa.
" Iya. " Nesya bingung harus menjawab apa. yasudah dia iyain aja.
" Disitu disuruh membawa partner." ucap Rafa lagi.
" Undangan sekarang memang selalu ditulis bla bla bla dan partner." jawab Nesya.
" Kamu bisa nemenin aku ke acara reuni? ". akhirnya keluar juga ajakan untuk datang reuni dari bibir seorang Rafa.
" Hmm...emang acaranya kapan Mas? ". tanya Nesya. oke sekarang gantian Nesya yang mengajukan beberapa pertanyaan.
" Minggu depan. sabtu malam minggu."
" Yang dateng ramai ngak? " .
" Ya setahu aku cuma angkatan aku aja ". Jawab Rafa.
" Yaudah aku temenin kamu." ucap Nesya yang akhirnya bersedia menemani Rafa ke acara reuni.
" Akhirnya punya partner buat ke acara reuni. kalau kamu ngak mau ya aku ngak dateng." ucap Rafa.
" Emang selama ini kamu ngak punya partner Mas? tanya Nesya sedikit heran. dengan sosok Rafa yang begini gantengnya ngak punya partner. WHAT !
" Trus kan pasti Mas sering dong dapat undangan pernikahan dari rekan bisnis atau sesama dosen. itu ngak datang juga? ". Nesya mulai menanyakan panjang lebar.
" Kalau undangan dari rekan bisnis Mas sering ajak Fisya. kalau dari sesama dosen pergi bareng Kevin." Jawab Rafa.
" Trus kenapa ngak ajak Fisya aja ke acara reuni? ". Tanya Nesya.
" Kan sekarang udah ada kamu. masak masih ajak Fisya."
" Kamu kayak ngak niat banget nemenin aku ke acara reuni." ucap Rafa.
" Ya niat Mas. kan barusan cuma tanya." Jawab Nesya selembut mungkin. takut akan memancing amarah Rafa yang masih belum terlalu reda.
" Oiya Mas sampai lupa. Mami sama Papi kemana? bang Rui juga? kok sepi banget." Tanya Rafa yang memang sedari tadi mereka duduk tidak ada melihat tiga orang itu.
" Mami lagi nemenin Papi di kantor. bang Rui juga ke kantor ". Jawab Nesya.
Krucukk...
" Ini perut ngak bisa diajak kompromi banget. buat malu aja ". Batin Nesya berkata.
" Kamu belum sarapan? ". Tanya Rafa yang baru saja mendengar bunyi perut Nesya.
" Malu banget gue. malah suaranya keras lagi." Batin Nesya.
" Belum Mas. tadi cuma minum yougurt. "
" Kenapa ngak sarapan? ". Tanya Rafa.
" Bibi ngak masak."
" Kenapa bibi ngak masak? kamu ngak minta bibi masak buat kamu? ". Cecar Rafa.
" Tadi niatnya sarapan bubur ayam yang biasa lewat depan rumah. ditungguin ngak datang - datang ".
" Yaudah ayo keluar beli makan." Ajak Rafa
" Tapi ganti baju kamu dulu. ganti yang lebih tertutup." ucap Rafa. karena saat ini Nesya hanya menggunakan celana panjang dan kaos lengan pendek.
Tanpa pikir panjang Nesya langsung menyetujui perintah Rafa.
" Oke. aku ke kamar dulu ."
" Hmm..". Jawab Rafa hanya dengan deheman singkat.
Nesya berlalu pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Dia memutuskan untuk memakai jaket saja lebih simple menurutnya.
Disaat Nesya berganti pakaian. Rafa menunggu sambil memainkan handphonenya.
Dia membuka aplikasi chatnya.
" Gue datang ke acara reuni." tulisnya. dan langsung dikirimkan ke Kevin.
Tanpa menunggu lama balasan pesan pun diterima Rafa.
" Oke. ingat harus bawa partner." Pesan Kevin yang mengingatkan agar Rafa jangan lupa membawa partner.
" Iya." tulis Rafa singkat dan langsung dikirim.
" Mas. yuk berangkat." ucap Nesya yang baru sampi di belakang Rafa. dan menepuk pundaknya pelan.
Rafa menolehkan kepalanya kearah belakang
meneliti terlebih dahulu penampilan Nesya. dilihatnya Nesya memakai celana panjang dan jaket.
" Oke Tertutup."
" Udah tertutup kan. ayuk berangkat. cacing diperut udah pada demo ini."
" Yaudah yuk." Rafa langsung berdiri dan mengambil handphonenya.
" Bentar ya Mas. lupa mau pamit sama bibi. takutnya nanti bibi nyariin." ucap Nesya.
" Sekalian tanyain bibi mau makan apa." ucap Rafa.
Nesya melangkah menuju dapur untuk menemui bibi
" Bi bibi.." Panggil Nesya yang baru sampai di dapur.
" Iya Non."
" Aku mau keluar beli makan sama Rafa. bibi mau makan apa? biar sekalian dibeliin." ucap Nesya menawarkan.
" Bubur ayam atau nasi kuning kalau ada non ." jawab bibi.
Ya memang dirumah ini antara bibi dan majikan sudah seperti keluarga. jadi cara berbicara mereka pun santai.
" Oke. nanti aku cariin."
" Pergi dulu ya bi." pamit Nesya.
" Iya. hati - hati non."
Nesya kemudian kembali ke ruang tengah menemui Rafa.
" Udah? ". tanya Rafa.
" Udah. Yuk."
Mereka langsung berjalan keluar rumah untuk membeli sarapan Nesya.
.......β£.......
...Jangan Lupa Like dan Comment Ya......
...Jangan Lupa Follow Juga......
Rengat Barat
Jumat, 11 November 2022
Pukul 10.00 Wib.
^^^Salam Sayang Dari Namja Chingu Lee Haechan.^^^
Haechan versi anak bandung emang ngak ada obat πππ