My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 109 . Fotografer Premium



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Mobil yang dikendarai Rafa memasuki gerbang kampus, membelokkannya ke gedung FISIPOL, memarkirkan mobilnya di parkir khusus dosen .


Sebelum keluar mobil, Nesya melihat ke arah kaca terlebih dahulu, memeriksa penampilan pastinya, kebiasaan cewek emang gini, yakannnn .


Rafa keluar terlebih dahulu, berjalan membuka bagasi untuk mengambil dua buah buket yang tadi dibeli sang istri, namun pastinya menggunakan uang suami, kan pada prinsipnya gini " uang suami adalah uang istri, uang istri ya uang istri ."


Tok tok tok


Rafa mengetuk kaca mobil tepat di sebelah Nesya .


" Udah Mom ? ." tanya Rafa ketika kaca mobil sudah turun setelah .


" Bentar ." jawab Nesya yang kemudian memasukkan handphone nya kedalam tas, karena tadi ia mengeluarkan handphone untuk sekedar melanjutkan drachin walau sejenak .


" Yuk ." ajak Nesya ketika ia sudah keluar dari mobil .


Keduanya berjalan beriringan, dengan Nesya yang hanya melenggang memakai tas selempang berukuran kecil, sedangkan Rafa membawa tas berisi keperluan mengajarnya dan juga dua buah buket .


Langkah keduanya diiringi oleh beberapa pasang mata yang melihat mereka .


" Ya Allah pengen jodoh yang seperti Pak Rafa ."


" Tukar posisi bisa kali Sya ."


" Sekarang doa gue cuma minta laki - laki yang wajah sama sifat kayak Pak Rafa ."


" Yang dingin - dingin ngangenin gitu ."


Nah nah, kenapa banyak yang ber angan - angan menjadi Nesya .


Tukar posisi yuk Sya sama author


" Sini buketnya Mas ." pinta Nesya ketika keduanya sudah berada di depan ruang ujian Vina dan Zura .


Rafa menyerahkan buket yang berada di tangannya ke tangan dang istri .


" Mas ke ruangan dulu ." ucap Rafa yang kemudian berlalu dari hadapan Nesya .


Berjalan menuju ruangannya, karena jadwal ujian masih sekitar setengah jam lagi, jadi ia memutuskan untuk duduk sejenak di ruangannya .


" Hay guys ..." ucap Nesya dengan sedikit keras ketika memasuki ruang ujian, yang disana hanya ada Vina dan Zura .


" Akhirnya datang juga ni bumil satu ."


" Datang dong ..."


" Yakali lo berdua sidang gue ngak datang ." jawab Nesya sembari mendudukkan diri ke kursi yang memang di sediakan untuk menonton jalannya sidang .


Tak lama, kursi penonton sudah full ditempati oleh para penonton sidang, dan baru saja penguji, pembimbing dan notulen memasuki ruang sidang, dan pastinya Rafa juga termasuk di dalamnya .


" Sya ." panggil Gilsya pelan, ia duduk tepat di samping kanan Nesya .


" Apa Gi ."


" Pak Rafa kalau di rumah killer sama dingin ngak sih ? ."


" Kan dikampus begitu tu ." tanya Gilsya penuh rasa penasaran, mana langsung tanya ke istri dosennya pula, yang juga kebetulan adalah teman satu kelasnya .


" Tu orang beda 180Β° kalo dikampus sama dirumah ." jawab Nesya, yakan memang iya .


Sidang berlangsung selama satu jam, dan akhirnya Vina mendapat nilai A, alhamdulillah .


" Selamat S.IP Vin ." ucap Nesya seraya memberikan buket tersebut ke tangan Vina .


" Selamat juga bestie, akhirnya dapat gelar S.IP juga ." kini giliran Zura yang memberi selamat, namun hanya dengan pelukan, karena Vina dan Zura sepakat saling memberikan buket setelah keduanya selesai sidang, buket keduanya pun belum diambil dari tempat pemesanan .


" Doa in gue ya guys ."


" Mana nervous juga lagi ." ucap Zura mengeluarkan isi hatinya dari lubuk terdalam .


" Doa dulu lo sebelum sidang. " Nesya mengingatkan .


" Jangan doa buat menggapai bias aja lo ." Vina menambahi, ini Vina lagi dalam mode tidak sadar diri, padahal kelakuan mereka sama .


" Suami lo buat gue makin deg deg an Sya. " bisik Zura .


" Tenang aja ."


" Suami tercinta gue ngak bakalan gigit kok ."


" Kan pawangnga ada di pihak lo ." ucap Nesya, beneran kan ya, kan pawangnya ada di ruangan ini, ngak bakalan macam - macam dong .


Kalau Rafa membantai Vina atau Zura, nanti dirumah gantian ia akan dibantai sang istri dengan siraman rohani sepanjang jalan kenangan .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


" Fotoinnya jangan sampai kelihatan gendut ya Mas ." pinta Nesya ketika Rafa yang menjadi juru foto hari ini .


Turut prihatin ya Raf


" Fotografer kita premium ya Sya ." ucap Vina .


" Heeh...limited edition ngak tuh ."


" Fotografer khusus kita gitu ." Nesya .


Ckrek


Ckrek


Ckrek


Beberapa puluh foto, bukan hanya beberapa buah, melainkan puluh, yang nanti pasti akan di sortir hingga menghasilkan pilihan satu foto .


" Liat dulu Mas ." Nesya mendekat ke arah sang suami .


" Ini kelihatan gendut ."


" Ini lumayan la ." ucap Nesya sembari men scroll beberapa foto .


" Fotoin lagi Mas ."


" Mana tau lebih bagus hasilnya ." pinta Nesya yang kembali melangkah mendekati Vina dan Zura, ini bumil satu benar - benar deh.


" Untung istri ." gumam Rafa .


Kedua gadis dan satu istri orang sedang asik berfoto, dengan juru kamera sang dosen berparas rupawan yang merupakan suami dari salah satu perempuan itu .


Ckrek


Ckrek


Ckrek


" Mana yang di fotoin banyak maunya ." Rafa menggerutu .


" Awas aja nanti malam ."


" Gue bakalan minta bayaran buat hari ini. " batin Rafa sembari tersenyum penuh arti .


Satu


Sepuluh


Dua puluh


Oke cukup sudah tugas Rafa untuk mem foto ketiga perempuan itu.


" Makasih Pak udah fotoin kita ." ucap Zura .


" Makasih ya Pak ." Vina ikut bersuara .


" Makasih Daddy ." bisik Nesya, bisikan Nesya membuat bulu kuduk Rafa berdiri, dikira setan kali ya.


" Sama - sama ."


" Ini ngak gratis Mommy ."


" Bayarannya bisa diangsur dari malam sampai pagi ." Rafa membalas bisikan Nesya juga dengan bisikan, bisa bahaya kalau kedengaran orang, kalau kedengaran sama jomblo kan kasian .


Rafa masih memikirkan nasib para jomblo soalnya, juga yang masih belum menikah, kasian kan kalau mereka jadi ingin.


" Jangan lupa kirim ke grup ya Sya ." ucap Vina .


" Okee ..."


" Yaudah yuk pulang ." ajak Zura, ya mau ngapain lagi dikampus, mendingan tidur di kos atau rumah .


" Yuk ." jawab Nesya dan Vina bersamaan .


Ajakan pulang itu membuat Rafa lega, pertanda penderitaannya menjadi fotografer dadakan sudah berakhir.


" Gue duluan guys ." pamit Nesya, berbelok ke sebelah kanan dimana letak parkiran khusus dosen berada, sedangkan parkir mahasiswa masih berada di depan sana .


" Byeee ..."


" Bye bye Sya ."


Rafa dan Nesya memasuki mobil .


" Mas ..." panggil Nesya setelah melepas tas selempang nya dan menaruh ke kursi belakang.


" Iya yang ." jawab Rafa yang baru saja menghidupkan mesin mobilnya.


" Mau es oyen ."


" Panas - panas gini minum es enak pasti ." ucap Nesya yang sudah membayangkan betapa segarnya es oyen di cuaca yang panas ini.


" Oke ..."


" Kita cari ." jawab Rafa, apasih yang enggak buat bumil kesayangan .


Rafa melajukan mobilnya keluar kampus, dengan kecepatan lumayan lambat sembari melihat kanan kiri menjadi tempat penjual es oyen, karena tempat penjual es yang biasanya berada di depan kampus belum buka, ya iyalah bel buka, ini kan masih belum terlalu siang .


" Itu mas itu ."


" Itu tu depan sana ." beritahu Nesya dengan heboh, melebihi hebohnya emak - emak yang lagi senam .


" Iya yang iya ."


Rafa memberhentikan mobilnya tepat di depan stand penjual es oyen .


" Mas aja yang beli ." Rafa menawarkan diri, kasihan jika bumil yang keluar.


Nesya hanya mengangguk tanda setuju .


Rafa membeli dua cup es oyen lalu kembali masuk ke dalam mobil .


" Ni yang ."


" Spesial buat bumil tersayang ." ucap Rafa sembari menyerahkan es ke tangan Nesya.


" Makasih Mas suami ." menerima es tersebut sembari menampilkan senyum manis khas Nesya .


Bumil jadi senang kalau gini nih .


" Mas nanti ke kampus lagi ? ." tanya Nesya sembari menikmati es nya.


" Enggak ."


" Tapi ke perusahaan ."


" Habis antar kamu pulang ."


" Mas ke perusahaan ."


" Kemungkinan pulang sekitar jam empat an ."


" Ooo ..." Nesya membulatkan bibirnya .


" Kamu pilih furniture yang belum lengkap buat rumah baru ya sayang ."


" Foto katalog nya udah Mas kirim kan semalam. " ucap Rafa, ya sebentar lagi keduanya akan pindah dari apartemen ke rumah .


" Iya nanti aku pilih. "


" Tinggal beberapa aja kok yang belum ." jawab Nesya, karena tinggal furniture ruang tamu dan ruang keluarga yang belum, sedangkan dapur dan kamar sudah komplit semua.


Kemungkinan besar sebulan lagi keduanya akan pindah.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Jum'at, 3 Juni 2023


Pukul 22.53 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan...