
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Nesya mendudukkan diri di sofa ruang kerja Rafa.
" Ini camilannya nyonya ."
" Suaminya izin kerja dulu ya ." ucap Rafa sembari meletakkan beberapa bungkus kripik ke atas meja, tepat di hadapam Nesya .
" Iya ."
" Kerja yang baik ."
" Istrinya butuh rupiah yang banyak ." jawab Nesya sembari berusaha membuka bungkus kripik, nah kan, baru juga tu kripik ditaruh diatas meja, udah mau di eksekusi aja .
" Kalau ngak bisa buka minta tolong ." Rafa mengambil bungkus kripik dari tangan sang istri dan membukanya dengan mudah .
" Yakan usaha dulu ."
" Kalau ngak bisa baru minta tolong ." benar sekali bukan perkataan Nesya, harus usaha dulu yakan.
" Iya iya ."
" Kamu benar kok sayang ." Rafa tidak ingin berdebat untuk saat ini, ia harus sabar menghadapi bumil tersayang dan satu - satunya, yang pastinya milik Rafa .
Rafa memberikan bungkus keripik yang sudah terbuka ke sang istri .
" Suami kamu yang tampan menawan ini mau kerja dulu ."
Kraukk
Rafa menggigit keripik yang baru saja Nesya masukkan ke mulutnya .
Namun setengahnya masih berada di luar, dan bagian setengah keripik itulah yang Rafa gigit .
Setelah melakukan itu, dengan santai Rafa berlalu menuju meja kerjanya .
" Sukanya kok barengan sama istri ." gerutu Nesya, karena itulah kebiasaan Rafa, apalagi ketika Nesya sedang memakan wafer, pasti Rafa akan melakukan hal yang sama seperti barusan .
Krauk
Krauk
Krauk
Irama kunyahan keripik yang dikunyah menemani Rafa bekerja pada hari ini, irama yang langka sekali bukan .
" Nah kan gini bagus ."
" Pelakornya endingnya pindah alam ." gumam Nesya ketika menonton ending drama china terbaru .
Rafa yang mendengar samar - sama ucapan sang istri hanya geleng - geleng kepala, ntah drama apa yang di tonton oleh istrinya itu .
Karena sedari tadi Nesya terlihat fokus sekali menonton dengan hardphone berbentuk telinga kucing di kepalanya dengan warna lampu di telinga yang berubah ubah, membuat kesan imut Nesya bertambah beberapa persen .
Tok tok tok
" Masuk ."
Cklek
" Permisi Pak ."
" Lima menit lagi rapat dimulai ." Beritahu sekretaris Rafa .
" Sebentar lagi saya kesana ." Rafa menjawab ucapan sekretarisnya .
" Baik Pak ."
" Saya permisi ."
Cklek
Rafa beranjak dari kursi kebesarannya, lalu melangkah menuju sofa, dimana Nesya masih asik menonton dengan mode senggol bacok, tidak bisa diganggu, lagi menghayati banget soalnya.
" Sayang ." panggil Rafa sembari mengelus rambut sang istri .
" Em ..." Jawab Nesya, yang kemudian mem pause drama .
" Mas rapat dulu ."
" Kalau kamu laper ."
" Telfon aja nomer yang nama kontaknya makan kantor ." beritahu Rafa sembari meletakkan handphonenya di atas meja .
" Kamu tinggal pesan ."
" Nanti diantar ke sini. "
Nesya mengangguk mengerti, dan Rafa pun berlalu keluar ruangan menuju ruang rapat .
πππ
Cklek
Rafa membuka pintu ruangannya dan melangkah masuk, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan .
" Istri gue mana ."
Ia pun berjalan menuju pintu kamar pribadinya .
Cklek
" Kosong ."
Ia memutar badannya dan kembali melangkah menuju sofa, mencari keberadaan handphone tentunya .
Mengambil handphone yang letaknya masih sama seperti tadi, yaitu di atas meja tepat di depan sofa .
Membuka handphone dan mencari kontak sang istri .
" Dimana sayang ? ." Rafa langsung mengutarakan pertanyaan ketika panggilannya diterima .
" Anak kamu minta makan ."
" Laper katanya ." jawab Nesya dengan candaan .
" Bisa aja alasannya ."
" Bentar lagi aku kes ... ."
Tut tut tut
Sambungan telepon pun terputus, disaat Rafa belum selesai berbicara, kelakuan istri yang baik gini nih, suami bel selesai bicara udah dimatiin aja telfon nya .
Rafa membuka laci meja depan sofa, mengambil kotak berisi susu ibu hamil rasa strawberry, yang memang ia beli dengan tujuan jika istrinya ke kantor, tidak akan melupakan jadwal rutin minum susu ibu hamil .
Ia beranjak menuju pantry mini di sudut ruangan, mengambil botol minum dengan merk kesayangan emak - emak, memasukkan beberapa sendok susu, kemudian mengisi botol tersebut dengan air hangat, lalu mengaduknya dengan sendok kecil hingga merata .
Selesai dengan kegiatan menjadi pembuat susu, Rafa melangkah keluar ruangan, dengan tujuan utama, yaitu kantin .
Ting
Lift khusus yang dipakai Rafa sudah sampai di lantai ruangan dimana kantin berada, ia keluar dari lift dan menuju kantin .
Ketika memasuki kantin, Rafa mengedarkan pandangannya, mencari sosok istri tercinta yang katanya berada di kantin untuk mengisi perut, eh salah, untuk memberi nutrisi ke anak mereka .
Setelah mengetahui dimana Nesya berada, Rafa pun menghampiri sembari membawa botol yang terasa hangat di telapak tangannya .
Rafa mendudukkan diri ke kursi yang berhadapan dengan Nesya, tindakannya itu mendapat lirikan singkat dari sang istri yang sedang asik menikmati makan pagi menjelang siang .
" Enak kayaknya yang ." Rafa memperhatikan Nesya yang sedang lahap memakan soto .
" Ngak enak ." balas Nesya .
" Beneran ngak enak ? ."
" Tapi kenapa kamu lahap banget. " heran Rafa, ngak mungkin kan istrinya ini mau makan makanan yang terasa tidak cocok di lidahnya dengan lahap .
" Ngak enak kalau cuma satu porsi ."
" Mau tambah lagi ah ." Nesya mengutarakan keinginannya, sementara soto di hadapannya masih belum habis .
Apakah memang selera makan bumil seperti ini, Rafa pun tak tahu.
" Biar aku pesankan ." Rafa beranjak dari kursinya.
" Eh..bentar ." Cegah Nesya ketika Rada hendak melangkah pergi.
" Kenapa yang ? ."
" Ada pesanan lain lagi ? ." tanya Rafa, mana tau kan istrinya ini mau pesan dua porsi gitu, atau mau tambah menu lainnya.
" Sotonya ngak mau daging sapi atau ayam ."
" Mau nya kulit ayamnya aja ." request Nesya .
" Kulitnya aja ? ."
" Iya, tadi aku dapat kulit satu biji di sotonya ."
" Tapi mau lagi ." beritahu Nesya .
" Oke yang ."
" Sebentar ya ." Rafa pun berlalu menuju tempat pemesanan .
" Mau soto yang isinya kulit ayamnya aja satu ."
" Soto ayam biasanya satu ."
" Bawang goreng sama seledrinya double ."
" Nasi dua porsi ." pesan Rafa .
" Saya tunggu disini ." Rafa menunggu di depan tempat pemesanan, karena pastinya jika bos besar yang memesan, dapat dipastikan pesanan akan datang secepat kilat .
" Baik Pak ."
" Ditunggu sebentar ." ucap pelayan kantin, ia lalu memberitahukan rekannya untuk segera menyiapkan pesanan bos nya itu .
Pesanan soto spesial, walaupun begitu, tidak ada seorang pun yang berani menolak pesanan soto limited edition Rafa yang pastinya akan membuat pelayan kerepotan memilah kulit satu persatu .
Emang ya, bumil satu ini ada aja maunya, untung ngak minta ayam goreng dengan saus mintchoco .
Tak lama, iya beneran ngak lama .
Pesanan Rafa selesai dibuat dan sudah berada di atas nampan yang di pegang oleh bos besar titisan kutub utara .
Rafa melangkah perlahan menuju meja dimana Nesya berada, pemandangan langka, seorang Rafa membawa sendiri nampan berisi makan siang, moment seperti ini perlu di abadikan.
" Sesuai pesanan ."
" Soto kulit ayam ditambah bawang goreng dan seledri double ."
Ia sengaja memesan bawang goreng dan seledri dengan porsi double, karena Nesya menyukai itu, so sweet sekali bukan Dosen yang merangkap menjadi CEO ini.
" Makasih Mas suami ." binar senang terlihat jelas dimata Nesya .
Senang banget Nesya tu kalau dihadapkan dengan makanan, makanan number one .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Minggu, 18 Juni 2023
Pukul 20.55 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...