
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Rafa pun berjalan sembari mengengenggam tangan Nesya menuju kursi terssebut, meninggalkan Vina dan Zura yang sedang berfoto ria dan Rui yang sedang fokus memainkan handphonenya.
Mereka duduk di kursi kayu tersebut sembari menikmati pemandangan yang tersaji di depan sana.
" Sayang ."
" Iya, kenapa ? ."
" Aku mau buat pengakuan ."
" Pengakuan ? kamu ada buat salah Mas ? ."
" Em...sebenarnya ..."
" Sebenarnya apa ? kamu mau pengakuan dosa atau apa ? ." Nesya.
" Ya bisa dibilang pengakuan dosa, eh tapi ngak dosa juga ."
" Udah cepetan bilang, keburu aku marah nih ."
" Yang, sebenarnya aku yang minta perjodohin ini dilaksanakan ." ucap Rafa.
" Hah...beneran kamu yang minta ? ." tanya Nesya dengan rasa tak percaya.
" Iya beneran, aku yang minta dijodohin sama kamu ."
" Alasannya ? ." Nesya bertanya lagi karena rasa penasaran yang semakin melambung tinggi.
" Ya karena aku suka sama kamu, sayang sama kamu, trus pengen milikin kamu seutuhnya buat aku ."
" Perasaan kamu baru kenal aku deh, kan kita juga pertama ketemu pas kamu jadi dosen aku, ceritanya cinta pada pandangan pertama gitu ? ."
" Aku udah kenal kamu lama, kamunya aja yang lupa. " Rafa.
" Hah, udah kenal aku lama ! , tapi kok aku ngak kenal kamu Mas ? ." Nesya semakin dibuat bingung dengan kata - kata yang keluar dari bibir Rafa.
" Kamunya aja yang lupa, coba diinget inget, dulu kamu punya teman cowok yang selalu nemenin kamu main kalau mami lagi arisan ." Rafa mencoba mengingatkan Nesya akan kenangan masa kecilnya dulu.
" Tapi setahu aku dulu teman mainku namanya Bang Dan, bukan Rafa ." Nesya mulai sedikit mengingat.
" Yakan nama aku Rafardhan yang, dulu kamu mau nya panggil aku Bang Dan bukan Rafa ." ucap Rafa sedikit kesal.
" Ooo...tapi seinget aku muka Bang Dan ngak mirip sama kamu sekarang deh ."
" Yakan dulu aku gendut, sekarang udah perfect lo ini ." Rafa membanggakan dirinya yang sekarang sudah six pack
" Iya sih, ngak gendut lagi ."
" Sekarang udah ganteng, baik, mapan,udah bisa halalin kamu sebentar lagi ."
" Iya udah ganteng, tapi baik nya masih diragukan kalau dikampus, mapan iya udah, halalin aku,emang dikira aku haram pakai acara dihalalin segala ." Nesya.
" Yakan dikampus harus profesional yang, kalau kamu buat salah ya aku marahin, yakali kamu haram, aneh - aneh aja kalau ngomong ." Rafa.
" Aku masih ngak nyangka kalau kamu itu Bang Dan loh ,soalnya beda banget ."
" Tapo kenyataannya aku mang Bang Dan nya kamu ."
" Aaa Bang Dan nya aku ." ucap Nesya girang sembari mencubit kedua pipi Rafa.
Sedangkan Rafa hanya bisa pasrah, nanti kalau dilarang malah marah, kan jadi berabe, dia yang bakalan repot sendiri ujung - ujung nya.
Grep
Nesya memeluk Rafa, menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Rafa .
Tangan Rafa mengelus pucuk kepala Nesya dengan lembut.
" Kayaknya tangan kamu emang dari dulu kebiasaan ngelus rambut ya kalau lagi dipeluk ." Nesya.
" Masak iya ? ."
" Iya, dulu setiap aku peluk kamu selalu elus kepala aku ."
" Ciee yang dulu suka peluk - peluk aku ." Rafa sedikit menggodanya.
" Soalnya ntah kenapa suka aja peluk kamu ." Nesya menjawab seadanya.
" Ini mau berapa lama peluknya ? ngak malu dilihatin temen kamu kalau kamunya peluk - peluk aku gini ." ucap Rafa yang menyadari kedua sahabat Nesya sedang memperhatikan mereka.
" Enggak, biarin aja dilihatin, palingan mereka iri karena ngak ada yang dipeluk ." jawab Nesya tidak perduli ketika menjadi perhatian kedua sahabatnya.
" Kamu ini ." ucap Rafa sembari tangan jahilnya mencubit hidung Nesya pelan. pelan loh ya pelan.
" Ish, ngak usah cubit - cubit, nanti tambah mancung. " Ucap Nesya menggerutu kesal ketika hidungnya dicubit pelan oleh tangan jahil Rafa.
" Yakali tambah mancung ." ucap Rafa yang tidak percaya akan istilah kalau hidung sering dijepit bisa tambah mancung.
" Pengakuannya udah selesai atau belum ? kalau belum ya silahkan dilanjutkan ." Nesya berbicara masih dengan memeluk Rafa, ia berbicara sembari mendongakkan kepalanya ke arah wajah Rafa.
" Udah ngak ada lagi sayang ."
" Yakin ? ." tanya Nesya .
" Yakin la, seyakin aku buat ngehalalin kamu sepuluh hari lagi ." Jawab Rafa.
" Sepuluh hari lagi ? masak iya sepuluh hari lagi Mas ? ."
" Iya sayang, coba hitung deh ."
" Satu dua tiga .....sepuluh ." Nesya mulai menghitung seperti anak tk yang menggunakan jarinya.
" Eh bener sepuluh hari lagi, kok cepat banget ya, perasaan baru kemarin tunangannya ."
" Trus kalau ngak pakai perasaan pakai apa ? ." tanya Nesya seraya melepaskan pelukan mereka.
" Pakai micin biar tambah gurih. " jawab Rafa asal, ia merasa gemas dengan gadisnya ini .
" Wihh mantap tu, tambah yummy..ah mantap ." ucap Nesya melanjutkan kata - kata Rafa dengan menggunakan nada seperti iklan.
" Udah cocok jadi bintang iklan kayaknya ."
" Jadi bintang iklan kopi , niar bisa bareng sama Lucas, iihh pasti kiyowok deh, simulasi minum kopi suami istri dipagi hari ." ucap Nesya dengan nada girangnya, iyalah girang, ngebayangin minum kopi berdua sama Lucas, siapa sih yang ngak senang .
" Yang bakalan jadi suami aku itu kamu bukan si Mas kopi itu ya ."
" Aku pernah nonton potcast ."
" Disitu ada dua laki - laki lagi cerita ."
Nesya hanya diam mendengarkan dan tidak berusaha menyela ucapan Rafa yang tiba - tiba berbicara mengenai podcast.
" Kalau punya pacar yang Kpopers, kita ngak bakalan diselingkuhin ."
" Emang kenapa ? kok bisa gitu ? ." tanya Nesya yang sudah tidak sanggup dengan keterdiamannya tersebut.
" Ya gitu, karena kita yang jadi selingkuhannya ."
" Dan terbukti di aku sekarang, aku berasa jadi selingkuhan kamu ."
" Ululu Mas selingkuhan cemburu ya ." ucap Nesya dengan nada menggoda.
" Tenang - tenang, Suami lagi jauh diujung sana, jadi Mas yang nomer satu sekarang ." ucap Nesya seraya mengelus lengan Rafa.
" Kalau itu yang katanya suami kamu kesini, Mas jadi yang kedua lagi ? ."
" Ya...ya iyalah, masa enggak...hahahaha." ucap Nesya lalu tertawa senang.
Keduanya pun melanjutkan pembicaraan mengenai beberapa hal.
Mereka berlima bersantai menikmati keindahan alam yang terbentang luas di hadapan mereka.
Hingga jarum jam menunjukkan pukul 14.00 Wib merekapun memutuskan untuk berjalan menuruni bukit.
" Kalau naik turun gini tiap hari gue ngak perlu diet lagi kayaknya. ." ucap Nesya
Sembari melangkah menuruni bukit dengan tangan yang berpegangan dengan Rafa, Rafa memegangi Nesya karena takut gadisnya akan terpeleset dan jatuh. so sweet banget kan Pak dosen satu ini.
" Timbangan gue turun satu kilo kalau tiap hari gini ." Vina ikut menimpali ucapan Nesya.
" Ngak perlu takut makan donat, gorengan sama es krim lagi ." Zura ikut berbicara.
" Lo pake acara ngomong donat Ra, kan gue jadi pengen ." Nesya berucap sambil membayangkan donat dengan topping coklat dan tiramisu.
" Nanti kita beli pas pulang ." ucap Rafa ketika gadisnya berbicara menginginkan donat.
" Oke, kan jadi tambah sayang ." ucap Nesya sembari berucap dengan nada manja.
" Jalannya cepetan, keburu sore ." Rui menginterupsi keempat orang tersebut.
" Ini udah cepet Bang, langkah lo aja yang kegedean ." jawab Nesya.
" Lo yang kakinya kekecilan dek ." Rui.
" Mau Mas gendong lagi ? ." Tawar Rafa.
" Ngak usah, Nanti Mas capek ." Nesya.
" Udah ayo naik, nanti kamu kecapean trus sakit gimana ." ucap Rafa lalu ia membungkukkan badannya dihadapan Nesya.
" Nanti kalau Mas kecapean gimana ?." tanyanya lagi ragu - ragu untuk naik ke punggung Rafa.
" Ngak capek sayang, buruan naik ."
Nesya pun naik keatas punggung Rafa dan menyandarkan dagunya di pundak Rafa yang nyaman untuk bersandar, Rafa segera berdiri dan kembali berjalan menuruni bukit.
Setelah menuruni tangga dengan perjuangan, mereka berlima pun sampai di bawah.
Segera mereka berjalan ke arah parkir, lalu masuk kedalam mobil.
Rafa segera menghidupkan mobil dan melajukannya dengan kecepatan sedang.
" Kita makan dulu , kalian mau makan apa ? ." tanya Rafa kepada keempat orang yang berada di dalam mobil itu.
" Mau iga bakar ." Nesya berseru, sedangkan yang lainnya masih diam.
" Ngikut aja ." ucap Vina dan Zura bersamaan, emang kalau sahabat itu sering kompak jika menjawab.
" Apa aja yang penting makan " jawab Rui . dia mah simple aja, yang penting makan.
" Oke, kita jalan sambil nyari tempat makan iga bakar ."
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...Maaf Author Lama Update, Meriang Mulai Melanda. Merindukan Kasih Sayang Lee Haechan Sepertinya....
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Jumat, 16 Desember 2022
Pukul 19.25 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...