My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 29. Dag Dig Dug Eh



...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa.....


...Happy Reading...


..........❣..........


Rafa masih setia mengetik kan balasan pesan kepada Mama dan sekretarisnya mengenai masalah kantor.


" Masih chat sama Mama Mas? ". tanya Nesya yang melihat Rafa masih sibuk mengerikan pesan di handphonenya.


" Enggak. ini lagi chat sama sekretaris Mas Sayang ". jawab Rafa.


" Habis ini mampir ke kantor sebentar ya. ada yang perlu mas urus ". ucap Rafa.


" Iya Mas ".


Nesya lalu membuka handphonenya dan mulai men scroll ig melihat update an para bujang untuk menghilangkan rasa bosan menunggu pesanannya tiba.


Tak lama pesanan mereka pun datang. pelayan menyajikan makanan mereka dimeja.


" Silahkan dinikmati Kak ". ucap pelayan yang baru saja selesai menyajikan makanan.


" Iya. makasih ". jawab Nesya.


Mereka berdua pun menikmati makan siang tersebut.


" Hay Raf ." panggil seorang wanita yang menghampiri meja mereka dengan gaya centil dan pakaian yang seksi.


" Hmm ." Rafa hanya menjawab dengan deheman singkat.


" Sayang. jangan cuek gitu dong sama aku ? ." tanya perempuan tersebut.


" .... ." Rafa hanya diam.


Sedangkan Nesya hanya diam memperhatikan gerak gerik perempuan itu dan Rafa.


" Kamu harusnya senang dong ketemu pacar ."


" Lo bukan pacar gue ." jawab Rafa datar.


Aghnia terdiam sebentar. melirik perempuan yang sedang duduk semeja dengan Rafa.


" Eh ini Fisya kan ? hai Fis. kenalin gue Aghnia. panggil aja Nia. calon kakak ipar lo ". Nia mengulurkan tangannya kepada Nesya.


" Oh hai. pacarnya Rafa ya, kenalin gue Nesya. Calon istrinya Rafa ". ucap Nesya sambil tersenyum mengejek.


Sebenarnya Nesya cemburu. tapi dia berusaha tidak menampilkan kecemburuannya. ya siapa yang ngak cemburu coba kalau tiba tiba ada perempuan yang mengaku sebagai pacar tunangannya.


" Raf. dia bohong kan ? calon istri lo kan gue ."


" Dia memang calon istri gue ."


" Yuk kita pulang Sayang ". ucap Rafa mengajak Nesya untuk pulang.


Mereka pun beranjak dari duduknya dan Rafa menggenggam jemari Nesya kemudian mereka berjalan menuju kasir meninggalkan Aghnia yang menghentakkan kakinya kesal.


" Kalau mau ke mobil duluan gpp Sayang ". ucap Rafa.


" Enggak. aku tungguin kamu aja ". jawab Nesya.


Tak berapa lama Rafa selesai melakukan pembayaran. mereka berdua keluar cafe dan menuju mobil.


Rafa membukakan pintu mobil untuk Nesya. dan kemudian berjalan memutar memasuki mobil.


Tanpa mereka sadari. Aghnia melihat itu semua dengan perasaan kesal.


" Ish susah banget dapetin Rafa ". ucap Nia sambil mengentak hentakkan kakinya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Mereka berdua sudah masuk kedalam mobil. Rafa mulai melajukan mobilnya membelah jalanan.


Situasi di dalam mobil saat ini hening. Rafa fokus menyetir dan Nesya sibuk dengan fikiran nya.


" Dia teman SMA dan kuliah Mas " ucap Rafa memberitahu.


" Mas pernah dekat sma dia ? ." tanya Nesya mulai membuka suara.


" Enggak . cuma teman biasa ." ya karena Rafa hanya menganggapnya teman biasa tapi Nia nya aja yang ter obsesi dengan Rafa.


" Aku liat dia suka sama Mas ." Nesya.


" Hemm...dia nembak mas beberapa kali ." Rafa.


" Mas terima ? ." tanya Nesya.


" Enggak ."


" Baguslah ." Nesya.


" Kamu cemburu ? ." tanya Rafa.


" Ya iyalah gue cemburu. pake ditanya segala. dasar dosen ngak ada akhlak ". batin Nesya berkata.


Ingat ya Nesya hanya berbicara dalam hati. dia tidak seberani itu untuk mengumpati Rafa di depan orangnya.


" Enggak. ngapain juga cemburu ."


" Bilang aja kalau cemburu ." ucap Rafa mulai jahil.


" Udahlah Mas fokus nyetir aja ." jawab Nesya.


" Kan ngak lucu kalau ada berita ' terjadi kecelakaan akibat sang sopir tidak fokus karena pacarnya sedang cemburu '." ucap Nesya.


" ehhh ".


" Nah kan benar kamu cemburu. udah jujur aja sayang ." ucap Rafa.


" Enggak ya. pokoknya enggak ." jawab Nesya kesal.


" Iya iya enggak ." ucap Rafa.


Rafa memfokuskan diri mengendarai mobilnya menuju kantor .


Tak butuh waktu lama, merekapun sampai di kantor dirgantara.


Rafa langsung memberhentikan mobilnya di depan pintu lobi seperti biasa.


Rafa keluar dari mobilnya dan memutari mobil guna membukakan pintu untuk Nesya.


" Aku tunggu dimobil aja ya. Mas cuma sebentar kan ? ". ucap Nesya.


" Mas lumayan lama sayang. kamu ikut masuk sama Mas . ngak terima penolakan ."


" Ayo ." ucap Rafa sembari mengulurkan tangannya kepada Nesya.


Nesya menerima uluran tangan itu dan mengikuti langkah Rafa memasuki perusahaan.


" Mas. bisa dilepas ngak tangannya? aku ngak biasa dilihatin gini sama karyawan Mas ." Nesya.


" Dibiasakan Sayang. mereka juga harus terbiasa sama kamu. kan sebentar lagi kamu jadi nyonya Rafardhan ."


" Masih lama Mas. ngak perlu dibiasakan dari sekarang ." Nesya.


" Oh jadi pengen dicepetin? ayo otw KUA sekarang ." Ucap Rafa. emang kalau ngak ngeselin bukan Rafa namanya.


Tingg...


Lift terbuka. mereka berdua pun berjalan masuk ke lift yang terdapat tiga orang di dalamnya.


" Siang Pak ." sapa mereka secara serentak kepada Rafa.


" Hmm ." Rafa.


' Kulkas mode ON '.


Ya Nesya memilih menggunakan lift karyawan daripada lift khusus Presdir dan Rafa hanya mengikuti kemauannya.


Aaaaa....lampu lift tiba tiba padam. semua yang di dalam lift berteriak. terkecuali Rafa.


" Massss ."


Rafa langsung memeluk Nesya dengan erat guna menenangkan nya.


" Tenang Sayang . Mas disini ."


" Takutt ." cicit Nesya pelan.


Situasi di dalam lift saat ini sangat mencekam . mereka semua berdoa dalam diam .


Selama dua menit jantung mereka serasa berhenti .


Ctakk... lampu lift menyala lagi dan lift berjalan normal kembali.


Tapi Nesya belum melepaskan pelukannya. seakan tidak peka bahwa saat ini mereka berdua sedang ditatap ketiga karyawan Rafa dengan bingung.


Tingg...


Lift pun sampai dilantai 12 . lantai yang di klik pertama oleh karyawan Rafa .


" Sayang ." panggil Rafa.


" Ayo keluar . Takutnya nanti lift nya mati lagi ."


" Hemm.." Nesya melepaskan pelukannya . membuka matanya dan langsung melihat kedepan dimana beberapa karyawan Rafa menatapnya .


Rafa langsung menggandeng tangan Nesya dan berjalan keluar lift.


Jangan tanyakan bagaimana merahnya muka Nesya saat ini . walaupun Nesya tidak memakai blush on. tetapi saat ini wajahnya sudah merah padam .


" Kita naik tangga aja . " ucap Rafa disela langkahnya menuju tangga darurat.


" Bentar Mas. kaki aku masih lemes ." ucap Nesya menghentikan langkahnya.


Rafa ikut menghentikan langkahnya dan berjongkok tepat di hadapan Nesya.


" Naik ." ucap Rafa.


" Serius Mas ? tiga lantai ini ? ."


" Udah naik. percaya sama Mas ." ucap Rafa.


Nesya melihat ke sekitar . dilihatnya pada karyawan sedang sibuk dengan pekerjaan masing masing dan tidak memperhatikannya .


Grepp...


Nesya langsung naik ke punggung Rafa dan melingkarkan tangannya ke leher Rafa. ingat hanya melingkarkan. bukan mencekik. walau sebenarnya ingin juga mencekik dosen menyebalkan seperti Rafa.


Rafa langsung berdiri dan melangkah menaiki tangga satu persatu.


" Mas. aku turun aja ya ." ucap Nesya ketika mereka sudah menaiki dua lantai .


" Ngak usah. bentar lagi sampai ." ucap Rafa.


Keringat mulai membasahi kening Rafa. ya bagaimana tidak. menaiki dua lantai dengan menggendong seseorang yang beratnya kurang lebih 50 kg itu butuh efford yang besar.


Rafa masih melanjutkan menaiki tangga .


Tak berapa lama sampailah mereka di lantai 15 tempat ruangan Rafa berada.


" Mas Turun ."


Rafa segera menurunkan Nesya.


Nesya memasuki ruangan mendahului Rafa.


Nesya langsung menaruh tas nya di atas meja dan merebahkan tubuhnya di sofa, tubuhnya masih lemas akibat kejadian di lift . tanpa perduli jika ada yang tiba - tiba masuk dan melihatnya berbaring di sofa ruangan.


Rafa pun menghampiri Nesya yang sedang berbaring sambil memejamkan matanya.


Berjongkok dan merapikan rambut yang menutupi wajah Nesya.


" Istirahat dikamar aja sayang ." ucap Rafa disela merapikan rambut Nesya.


" Heem. ..."


Rafa berdiri dan langsung menggendong Nesya.


"Ehhhh...".


" Kamu istirahatnya dikamar aja. nanti badan kamu sakit semua kalau tidur disini ." ucap Rafa sambil melangkah menuju kamar.


Cklek...Nesya membuka handel pintu karena dia tahu Rafa akan kesusahan jika membukanya sendiri sedangkan kedua tangannya dipakai untuk menggendongnya.


Rafa langsung merebahkan Nesya di ranjang dan ikut merebahkan dirinya di ranjang.


Mendekap Nesya dengan erat.


" Ehh..." kaget Nesya saat tiba - tiba Rafa memeluknya dari belakang.


Rafa meletakkan kepalanya di ceruk leher Nesya.


" Mas ngak kerja ? tadi katanya mau ada yang diurus ? ."


" Enggak. Mas capek. mau istirahat dulu sambil peluk kamu ." jawab Rafa.


Kemudian Nesya hanya membiarkan Rafa memeluknya. tak lama terdengar hembusan nafas yang teratur.


" Cepet banget tidurnya ." gumam Nesya.


Lalu ia juga memejamkan mata menyusul Rafa ke alam mimpi .


..........❣..........


...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......


...Jangan Lupa Follow Juga......


...Maaf kalau author telat update...


Rengat Barat


Senin, 21 November 2022


Pukul 12.22 Wib.


...Salam Sayang Namja Chingu Haechanie......