
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Tak terasa beberapa hari telah berlalu, dan tibalah hari senin, hari yang paling tidak dinanti oleh sebagian banya orang . hari dimana diharuskan memulai aktivitas seperti semua setelah hari libur .
Dan jadwal Nesya hari ini adalah meminta tanda tangan pembimbing dan yang lainnya untuk pengajuan ujian skripsi .
Ia telah mempersiapkan berkas yang diperlukan .
Cklek
Rafa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya, menampilkan pemandangan roti sobek yang dialiri air yang masih menetes .
Ini pemandangan halal bagi Nesya, namun haram bagi yang lainnya .
Bayangin aja Rafa sekarang lagi seperti Jhonny suh . sungguh pemandangan cuci mata yang sesungguhnya .
Rafa langsung memasuki walk in closed untuk berpakaian .
Tak lama Rafa sudah keluar dari walk in closed dengan berpakaian lengkap, eh belum lengkap, karena ia belum memakai dasi yang .asih berapa di tangannya .
" Yang ." Rafa memberikan dari kepada sang istri yang sedang memasukkan beberapa berkas kedalam tas .
" Nunduk ."
" Mas ketinggian ."
Mendengar titah sang istri, Rafa langsung menundukkan badannya .
Lalu Nesya dengan cekatan menyimpulkan dasi dileher sang suami .
"Udah ."
"Makasih sayang ."
" Muachhh ." yups ini morning kiss Rafa untuk sang istri .
Nesya hanya membiarkan saja tanpa menggerutu, ya ia harus gimana, mau marah ngak mungkin, masa iya marah kepada sang suami tercinta hanya karena ciuman , bukannya marah, ia malah tersipu .
Terkecuali jika sang suami belum mandi, ia pasti akan menggerutu jika dicium .
" Mas bisa ttd di berkas pembimbing sekarang ? ."
" Lagi mode istri yang ."
"Bukan mahasiswa ."
" Urusan ttd dikampus aja ya ."
" Biar sportif sama yang lain ."
" Ya sayang ." ucap Rafa yang kemudian mengelus pucuk kepala Nesya .
Ya gimana, Rafa harus adil yakan walaupun dengan istri sendiri .
Mahasiswa yang lain harus menemuinya dikampus , baik di ruangannya ataupun di ruang tempat ia mengajar pada saat itu .
Akan membuat suatu perbedaan jikalau ia menandatangi berkas Nesya saat ini .
Nesya yang mendapatkan perlakuan seperti iru hanya mendengus kesal .
" Apa salahnya coba berbaik hati sama istri sendiri. " gerutu Nesya dalam hati .
" Mas berangkat dulu ya yang ." ucap Rafa yang sebelah tangannya sudah menenteng tas kerjanya.
Nesya kemudian menyalami tangan sang suami walaupun masih kesal, bersikap menjadi istri yang baik walaupun ia sedang kesal .
" Jangan ngambek ."
" Kamu tambah gemesin kalau lagi ngambek gini ."
" Au ah kesel ." Nesya .
Cuppp
" Manis yang bibirnya ." ucap Rafa kemudian berlalu pergi .
" Orang lagi ngambek main cium cium ."
" Kan susah mau lanjutin ngambeknya ." susah banget emang buat ngambek lama - lama sama seorang Rafa .
Nesya kemudian menuju meja rias dan duduk dikursinya .
Ia memoles tipis bedak dan lip tint hanya agar terlihat lebih fresh . kali ini ia juga memakai maskara, lagi pengen aja gitu .
Kemudian berlalu mengambil tas selempang kecil dan memasukkan handphone kedalamnya .
Tak lupa ia juga mengambil tas yang berisi berkas - berkas pengajuan ujian skripsi .
Dan terakhir mengambil kunci mobilnya diatas meja nakas samping ranjang .
Selesai dengan itu semua, dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal . Nesya pun keluar dari apartemen .
πππ
Kedua tangannya memegang setir guna mengemudikan mobilnya membelah jalanan yang padat pada pagi ini .
Tak berapa lama Nesya sudah memarkirkan mobilnya di parkir fakultas khusus mahasiswa .
Ia segera keluar membawa tas berisi berkas dan tas selempang kecilnya . lalu keluar dari mobil .
Nesya berjalan di lorong fakultas yang belum terlalu ramai pagi ini . mungkin jadwal kelas pagi di fakultasnya pada hari ini tidak ramai seperti biasanya .
Nesya kemudian menuju tangga untuk naik ke lantai dua ruangan Rafa . ini adalah hal yang membuang buang waktu menurut Nesya . ketika ia harus menemui suaminya dikampus, padahal dirumah bisa, namun dengan alasan agar adil ia harus menerima .
Kedua kakinya dengan enggan menaiki satu persatu anak tangga .
" Harusnya buat istrinya itu spesial ."
" Kayak nasi goreng yang karetnya dua ." gerutu Nesya pelan sembari menaiki tangga .
" Huhhh ."
" Baru satu lantai aja udah capek ."
" Resiko remaja jompo ya gini ."
" Gerak dikit capek, temenan ya sama koyo dan balsem lang ."
Ini Nesya sadar ngak pas nyebut dirinya remaja, sepertinya ia sedang tidak sadarkan diri .
Tok tok tok
" Assalamualaikum Pak ."
" Masuk ."
Cklek
" Assalamualaikum Mas , eh Pak ." Nesya menepuk bibirnya karena tanpa sengaja ia hampir salah memanggil Rafa .
Hampir aja salah sebut ketika Rafa sedang tidak sendiri di dalam ruangannya .
Karena di ruangan Rafa sedang ada Pak Kevin dan Pak Panca .
" Bapak Panca Setyo Prihatin namanya, author terinspirasi dari nama pembimbing author sendiri , pembimbing yang super duper baik . "
" Permisi Pak ."
" Saya ingin meminta tanda tangan pembimbing ." ucap Nesya .
Kemudian ia meletakkan map yang sudah terbuka dan berisi surat persetujuan pembimbing ke atas meja Rafa .
Dengan segera Rafa menandatanganinya .
" Maaf Pak Kevin ."
" Boleh sekalian minta tanda tangan Bapak selaku pembimbing kedua saya ? ." pinta Nesya . ya biar sekalian gitu, jadi ia tidak perlu mengatur janji dengan Pak Kevin guna meminta tanda tangan .
" Boleh Sya ."
Kevin segera menandatangani nya .
" Terimakasih Pak Rafa ."
" Terimakasih Pak Kevin ."
" Saya permisi dulu Pak ."
" Assalamualaikum ."
" Waalaikumsalam ." jawab ketiganya .
Nesya kemudian keluar dari ruangan sang suami eh ralat sang dosen pembimbing .
Cklek
Tak lupa Nesya menutup pintu itu kembali .
Nesya kemudian menuju ruangan dosen - dosen yang namanya tercantum di berkas miliknya untuk meminta tanda tangan .
Satu jam kemudian berkas tersebut sudah komplit ditandatangani .
Iya satu jam , singkat bukan, biasanya kalau lagi apes bisa sampai satu minggu, karena dosen yang sedang berada diluar kota atau diluar negeri, dengan sabar harus menunggu lama .
Nesya harus bersyukur kali ini .
Ia duduk di kursi yang berada di di depan ruangan dosen . mengecek berkas nya satu persatu .
" Eh belum ada materainya ."
" Bisa bisanya lupa ."
Nesya bergegas memasukkan kembali berkas berkas nya dan berjalan menuju koperasi untuk membeli materai .
Ketika ia hampir sampai koperasi, ia membuka tas berniat mengambil dompet .
" Loh dompetnya mana ." Nesya tidak menemukan dompetnya di dalam tas .
Ia kembali mencari di dalam tas namun nihil,
" ini tas kecil Sya, dicari sekali ngak ada ya tetap ngak ada, ngak mungkin juga nyelip ."
Ia segera berjalan cepat menuju parkir, memasuki mobil guna mencari dompetnya, mana tau tadi dompetnya terjatuh di mobil .
" Fix sih ini pasti ketinggalan di apartemen ."
" Gue harus gimana ."
" Vina sama Zura lagi ngak dikampus ."
Nesya berfikir sejenak, berharap ide cemerlang muncul diotaknya yang selalu dibawa rebahan .
" Mas Rafa ."
Mengambil handphone dari dalam tas lalu menelfon Rafa .
Tak lama telfonpun tersambung .
" Assalamualaikum Mas ."
" Waalaikumsalam Sayang ."
" Mas lagi dimana ? ."
" Lagi dijalan mau masuk kelas ."
" Kenapa yang ? ." Rafa .
" Mau minta uang ." Nesya to the point .
" Uang bulanan udah habis yang ? ."
" Nanti Mas tf kalau gitu ."
" Ish bukannn ."
" Trus apa ? ." Tanya Rafa bingung . ia ia bingung dengan ucapan sang istri .
" Aku lupa bawa dompet ."
" Ooh ."
" Kamu dimana sekarang ? ." tanya Rafa .
" Biar Mas kesana sebelum masuk kelas ."
" Di parkir ."
" Yaudah tunggu bentar ." Rafa .
" Oke Mas ."
" Assalamualaikum ."
" Waalaikumsalam ."
Telfonpun terputus, Rafa bergegas menuju parkir mahasiswa .
Sesampainya di parkir, Rafa melihat sekitar, mencari keberadaan mobil sang istri .
Setelah terlihat dimana posisi mobil Nesya, Rafa segera menuju kesana .
Tok tok tok
Nesya membuka kaca mobil .
" Ini yang ." Rafa mengerahkan dompetnya kepada sang istri dan langsung diterima Nesya .
" Bawa aja dompet Mas ." ucap Rafa dan langsung berlalu pergi . karena ia harus segera memasuki kelas .
Setelah menerima dompet dari sang suami, Nesya pun keluar mobil sembari membawa berkas nya .
Berjalan menuju koperasi untuk membeli materai .
" Pak materai sepuluh ribu nya satu ."
Nesya lalu membuka dompet Rafa, terlihat disana beberapa lembar kertas berwarna merah .
Ia menyerahkan satu lembar untuk membayar materai .
" Ini kak kembaliannya ."
Nesya menerima uang kembalian dan memasukkannya kedalam dompet .
Tanpa sengaja Nesya melihat ada fotonya di dalam dompet Rafa .
Ia tersenyum geli melihat itu .
" Bucin banget ternyata ."
" Jangan sampai orang lain liat ." gumam Nesya .
Nesya lalu menempelkan materai tersebut, tak lupa menandatanganinya . kemudian ia melangkahkan kakinya memasuki TU , tempat dimana ia akan mendaftarkan ujian skripsi nya .
Memasuki TU lalu menuju tempat kakak TU Prodi Ilmu Pemerintahan . yang kakaknya terkenal galak bernama xxxxx.
Jika kepo siapa nama kakak TU nya, silakan bertanya kepada mahasiswa Fisipol Prodi Ilmu Pemerintahan di U*R
Nesya menyerahkan berkas berkas nya yang sudah komplit kepada kakak TU tersebut .
Setelah beberapa saat , pendaftaran pun selesai, Nesya keluar dari TU dengan perasaan lega .
..........β£..........
.......
...Jangan Lupa Like , Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Sabtu, 11 Maret 2023
Pukul 21.25 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...