
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Ting
...Universitas Dirgantara...
Mahasiswa saya ada yang melihat kucing seperti foto diatas Pak .
Tapi ...
Sebentar ya Pak
Saya minta tolong fotoin keadaan kucingnya sekarang sama mahasiswa saya
^^^Saya tunggu^^^
Mahasiswa saya sudah tidak berada ditempat Pak
Katanya kucingnya masih berada diatas pohon
Dibujuk beberapa orang tetap ngak mau turun
Kucingnya ada di pohon mangga samping fakultas pertanian Pak
^^^Terimakasih infonya^^^
" Yang ." panggil Rafa .
Membuat Nesya menghentikan sesi makanannya sejenak .
" Kenapa ? ." tanya Nesya sembari melihat Rafa .
" Luke ketemu ." Rafa memberi informasi, informasi yang sedari tadi Nesya tunggu - tunggu .
" Hah ."
" Dimana ? ."
" Gimana keadaannya ? ."
" Luke nya gpp kan ? ." pertanyaan beruntun yang Nesya lontarkan .
" Gpp ."
" Luke nya baik - baik aja ." jawab Rafa, iya baik - baik aja Luke nya, cuma lagi diatas pohon aja .
Mungkin Luke lagi pengen cosplay jadi monyet .
" Trus sekarang dimana ? ." tanya Nesya lagi .
" Di Fakultas pertanian ."
" Ayo cepat kesana ." ajak Nesya, padahal nyatanya makanan di hadapannya masih bersisa .
" Habiskan dulu makanan nya ."
" Baru kita susul Luke nya. " ucap Rafa dengan santai .
Karena ia tahu, jika Luke sudah berada di atas pohon, itu tandanya Luke lagi mode ngambek, harus dibujuk mati - matian agar mau turun .
Dan tidak mungkin Luke akan turun jika dibujuk oleh orang yang tak ia kenal dan tak ada sogokan berupa snack kucing tentunya .
" Oke ." Nesya kembali menikmati makanannya dengan sedikit lebih cepat, agar ia bisa cepat - cepat menyusul Luke .
Tak berselang lama, keduanya sudah berjalan keluar dari kantin .
Keduanya menuju pohon mangga yang berada di samping fakultas pertanian, dimana Luke berada diatas pohon tersebut .
" Punya kucing gini amat ." Rafa menggelengkan kepalanya setelah melihat ke atas pohon, terlihat disana Luke sedang tidur lelap .
Bisa - bisanya tu kucing ngak takut jatuh pas tidur .
Tapi kalau jatuh kan gpp, bukankah nyawa kucing ada sembilan, eh emang iya beneran ada sembilan .
" Luke. "
" Luke..." panggil Nesya sembari melihat ke arah atas .
" Aku pergi beli snack kucing bentar ya yang. "
" Si Luke kalau mau cepat turun harus dibujuk pakai makanan ." ucap Rafa .
" Ini Luke kenapa mirip istri gue ya ."
" Kalau ngambek dibujuknya pakai makanan ." batin Rafa berkata, kalau berkata - kata secara langsung bisa bahaya .
" Iya, aku tunggu disini ."
" Jangan lama - lama ." balas Nesya .
" Kamu duduk di kursi itu aja sambil nunggu aku. " tunjuk Rafa pada kursi yang tak jauh dari mereka .
" Iya ."
" Aku pergi bentar ." Rafa pun berlalu dari sana .
Sementara Nesya masih berusaha membujuk Luke untuk turun .
" Luke..."
" Turun yuk ."
" Nanti aku beliin snack yang enak deh ."
" Yuk turun yuk ."
Tak berapa lama, Rafa sudah kembali dengan membawa beberapa kemasan snack kucing .
" Loh ..." kaget Rafa .
" Kok udah turun ." heran Rafa melihat Luke sudah berada di pangkuan Nesya dengan nyaman .
" Udah la ."
" Kan aku yang bujuk ." bangga Nesya, bangga dong ya bisa bujuk Luke buat turun .
Kan katanya, Rafa kalau bujuk aja harus mati - matian atau dengan snack, la ia hanya melontarkan kata - kata saja Luke sudah mau turun .
" Dasar kucing jantan ."
" Giliran dibujuk cewek aja mau langsung turun ." gerutu Rafa dengan kesal .
" Ciri - ciri kucing jelmaan buaya ya gini. "
" Udah ngomelnya ."
" Yok pulang ."
" Keburu Luke kabur lagi ." ajak Nesya yang langsung menggendong Luke bak bayi .
πππ
Setelah dua hari yang lalu Rafa dan Nesya tidak jadi kerumah Mama karena beberapa keperluan, akhirnya malam ini keduanya sepakat untuk berkunjung kerumah Mama .
Dan sekalian untuk mengembalikan Luke, karena selama beberapa hari Luke berada dirumah, Rafa jadi uring - uring an .
Penyebabnya karena Nesya lebih memperhatikan Luke daripada dirinya .
Sama kucing aja cemburu, agak aneh memang dosen satu ini .
Semoga saja esok Rafa tidak cemburu dengan anaknya sendiri, tapi ntah la, kita lihat kedepannya gimana .
" Assalamualaikum ." ucap keduanya memasuki rumah Papa Mama .
" Mantu Mama udah datang ." Mama memeluk menantu kesayangannya itu .
" Aa...kangen Mama ."
" Tapi kangen masakan Mama juga ." balas Nesya sembari berada di pelukan Mama mertuanya itu .
" Aku bagaikan anak tiriii...." Rafa bernyanyi sembari melangkah pergi dengan tujuan utamanya, yaitu dapur .
" Sabar - sabar ya kamu ngadepin anak Mama yang satu itu. " ucap Mama pada menantunya .
" Iya Ma, Nesya sabar kok ."
" Kalau capek, kamu jual juga gpp Sya .*
" Mama ikhlas lahir batin ." Mama .
" Kalau Nesya capek ."
" Ya paling tinggal disuruh tidur diluar Ma ." ucap Nesya dengan bercanda .
Tenang - tenang, kedua perempuan ini tidak berbicara dengan serius kok .
" Eh, Fisya mana Ma ? ." tanya Nesya yang tidak melihat keberadaan adik ipar satu - satunya itu .
" Ya biasa ."
" Lagi dikamar sambil nonton in suami - suaminya yang banyaknya melebihi warga se rt ."
" Ooo..."
" Aku ke kamar Fisya dulu ya Ma ." Nesya .
" Iya ."
" Bentar lagi ajak Fisya turun ."
" Kita makan malam ." ucap Mama .
" Okey Ma ." Nesya pun berlalu meninggalkan Mama menuju kamar Fisya .
Ia berniat untuk mengikuti jejak Fisya yang pastinya sedang berhalu ria .
Karena halu bersama - sama itu lebih terasa menyenangkan, bisa saling dukung kehaluan masing - masing .
Tok tok tok
" Caa..." panggil Nesya tepat di depan pintu kamar adik iparnya itu .
" Masuk Kak ." jawab Fisya dari dalam kamar .
Cklek cklek
" Gimana masuknya ."
" Kamu kunci loh Ca ." ucap Nesya setelah berusaha membuka pintu .
" Oiya lupa kalau pintunya dikunci ." Fisya pun beranjak dari ranjang untuk membuka pintu .
" Masuk Kak ."
Setelah Nesya masuk, Fisya kembali mengunci pintu .
" Tumben kamu kunci pintu Ca ." ucap Nesya .
" Lagi nonton drama Kak ."
" Jadinya aku kunci ."
" Takut tiba - tiba ada yang masuk kan repot. " Fisya .
" Hayoo...takut pas adegan 18 + tiba - tiba ada yang masuk ya ." ucap Nesya, ia paham banget kalau masalah ini ni .
" Nah benar banget Kak ."
" Kalau dikunci gini kan bisa nonton dengan tenang ." Fisya .
Pada akhirnya keduanya menonton bersama layaknya sahabat, padahal nyatanya mereka adik dan kakak ipar .
Tapi hubungan keduanya sudah sangat dekat bak adik kakak kandung karena hobi mereka yang sama .
Sama - sama suka nge halu .
Tak terasa beberapa puluh menit berlalu .
Tok tok tok
" Ca, Sya ."
" Ayo turun ."
" Makan malam dulu ." ucap Mama menginterupsi kegiatan kedua perempuan yang sedang berada di atas ranjang .
" Iya Ma ."
" Bentar lagi kami turun ." balas Fisya .
" Mama tunggu ."
" Jangan lama - lama ." Mama .
" Yah, harus di pause dulu deh ."
" Padahal lagi seru kan Ca ." ucap Nesya .
" Lagi mau adegan romantis juga ." tambah Fisya .
" Yaudah yuk makan dulu kita ."
" Nanti lanjut lagi Ca ."
" Okelah Kak ."
" Yok turun. "
" Udah laper juga ." balas Fisya sembari mengusap perutnya yang sudah berdemo .
Setelah selesai makan malam, Nesya dan Rafa masuk kedalam kamar .
Dengan segera Nesya mengambil bantal dan memeluknya .
" Mas tidur sendiri malam ini ." setelah mengucapkan itu, Nesya langsung berlalu dari kamar .
Meninggalkan Rafa yang terdiam sembari membulatkan mulutnya .
" Gue salah apa ? ." tanya Rafa pada diri sendiri .
Apakah ia ada berbuat salah hari ini, tapi perasaan ia tidak ada berbuat salah apapun hari ini .
..........β£..........
^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Sabtu, 14 Oktober 2023
Pukul 21.15 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...