My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 121 . Rafa VS luke



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Ting


...Universitas Dirgantara...


Mahasiswa saya ada yang melihat kucing seperti foto diatas Pak .


Tapi ...


Sebentar ya Pak


Saya minta tolong fotoin keadaan kucingnya sekarang sama mahasiswa saya


^^^Saya tunggu^^^


Mahasiswa saya sudah tidak berada ditempat Pak


Katanya kucingnya masih berada diatas pohon


Dibujuk beberapa orang tetap ngak mau turun


Kucingnya ada di pohon mangga samping fakultas pertanian Pak


^^^Terimakasih infonya^^^


" Yang ." panggil Rafa .


Membuat Nesya menghentikan sesi makanannya sejenak .


" Kenapa ? ." tanya Nesya sembari melihat Rafa .


" Luke ketemu ." Rafa memberi informasi, informasi yang sedari tadi Nesya tunggu - tunggu .


" Hah ."


" Dimana ? ."


" Gimana keadaannya ? ."


" Luke nya gpp kan ? ." pertanyaan beruntun yang Nesya lontarkan .


" Gpp ."


" Luke nya baik - baik aja ." jawab Rafa, iya baik - baik aja Luke nya, cuma lagi diatas pohon aja .


Mungkin Luke lagi pengen cosplay jadi monyet .


" Trus sekarang dimana ? ." tanya Nesya lagi .


" Di Fakultas pertanian ."


" Ayo cepat kesana ." ajak Nesya, padahal nyatanya makanan di hadapannya masih bersisa .


" Habiskan dulu makanan nya ."


" Baru kita susul Luke nya. " ucap Rafa dengan santai .


Karena ia tahu, jika Luke sudah berada di atas pohon, itu tandanya Luke lagi mode ngambek, harus dibujuk mati - matian agar mau turun .


Dan tidak mungkin Luke akan turun jika dibujuk oleh orang yang tak ia kenal dan tak ada sogokan berupa snack kucing tentunya .


" Oke ." Nesya kembali menikmati makanannya dengan sedikit lebih cepat, agar ia bisa cepat - cepat menyusul Luke .


Tak berselang lama, keduanya sudah berjalan keluar dari kantin .


Keduanya menuju pohon mangga yang berada di samping fakultas pertanian, dimana Luke berada diatas pohon tersebut .


" Punya kucing gini amat ." Rafa menggelengkan kepalanya setelah melihat ke atas pohon, terlihat disana Luke sedang tidur lelap .


Bisa - bisanya tu kucing ngak takut jatuh pas tidur .


Tapi kalau jatuh kan gpp, bukankah nyawa kucing ada sembilan, eh emang iya beneran ada sembilan .


" Luke. "


" Luke..." panggil Nesya sembari melihat ke arah atas .


" Aku pergi beli snack kucing bentar ya yang. "


" Si Luke kalau mau cepat turun harus dibujuk pakai makanan ." ucap Rafa .


" Ini Luke kenapa mirip istri gue ya ."


" Kalau ngambek dibujuknya pakai makanan ." batin Rafa berkata, kalau berkata - kata secara langsung bisa bahaya .


" Iya, aku tunggu disini ."


" Jangan lama - lama ." balas Nesya .


" Kamu duduk di kursi itu aja sambil nunggu aku. " tunjuk Rafa pada kursi yang tak jauh dari mereka .


" Iya ."


" Aku pergi bentar ." Rafa pun berlalu dari sana .


Sementara Nesya masih berusaha membujuk Luke untuk turun .


" Luke..."


" Turun yuk ."


" Nanti aku beliin snack yang enak deh ."


" Yuk turun yuk ."


Tak berapa lama, Rafa sudah kembali dengan membawa beberapa kemasan snack kucing .


" Loh ..." kaget Rafa .


" Kok udah turun ." heran Rafa melihat Luke sudah berada di pangkuan Nesya dengan nyaman .


" Udah la ."


" Kan aku yang bujuk ." bangga Nesya, bangga dong ya bisa bujuk Luke buat turun .


Kan katanya, Rafa kalau bujuk aja harus mati - matian atau dengan snack, la ia hanya melontarkan kata - kata saja Luke sudah mau turun .


" Dasar kucing jantan ."


" Giliran dibujuk cewek aja mau langsung turun ." gerutu Rafa dengan kesal .


" Ciri - ciri kucing jelmaan buaya ya gini. "


" Udah ngomelnya ."


" Yok pulang ."


" Keburu Luke kabur lagi ." ajak Nesya yang langsung menggendong Luke bak bayi .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Setelah dua hari yang lalu Rafa dan Nesya tidak jadi kerumah Mama karena beberapa keperluan, akhirnya malam ini keduanya sepakat untuk berkunjung kerumah Mama .


Dan sekalian untuk mengembalikan Luke, karena selama beberapa hari Luke berada dirumah, Rafa jadi uring - uring an .


Penyebabnya karena Nesya lebih memperhatikan Luke daripada dirinya .


Sama kucing aja cemburu, agak aneh memang dosen satu ini .


Semoga saja esok Rafa tidak cemburu dengan anaknya sendiri, tapi ntah la, kita lihat kedepannya gimana .


" Assalamualaikum ." ucap keduanya memasuki rumah Papa Mama .


" Mantu Mama udah datang ." Mama memeluk menantu kesayangannya itu .


" Aa...kangen Mama ."


" Tapi kangen masakan Mama juga ." balas Nesya sembari berada di pelukan Mama mertuanya itu .


" Aku bagaikan anak tiriii...." Rafa bernyanyi sembari melangkah pergi dengan tujuan utamanya, yaitu dapur .


" Sabar - sabar ya kamu ngadepin anak Mama yang satu itu. " ucap Mama pada menantunya .


" Iya Ma, Nesya sabar kok ."


" Kalau capek, kamu jual juga gpp Sya .*


" Mama ikhlas lahir batin ." Mama .


" Kalau Nesya capek ."


" Ya paling tinggal disuruh tidur diluar Ma ." ucap Nesya dengan bercanda .


Tenang - tenang, kedua perempuan ini tidak berbicara dengan serius kok .


" Eh, Fisya mana Ma ? ." tanya Nesya yang tidak melihat keberadaan adik ipar satu - satunya itu .


" Ya biasa ."


" Lagi dikamar sambil nonton in suami - suaminya yang banyaknya melebihi warga se rt ."


" Ooo..."


" Aku ke kamar Fisya dulu ya Ma ." Nesya .


" Iya ."


" Bentar lagi ajak Fisya turun ."


" Kita makan malam ." ucap Mama .


" Okey Ma ." Nesya pun berlalu meninggalkan Mama menuju kamar Fisya .


Ia berniat untuk mengikuti jejak Fisya yang pastinya sedang berhalu ria .


Karena halu bersama - sama itu lebih terasa menyenangkan, bisa saling dukung kehaluan masing - masing .


Tok tok tok


" Caa..." panggil Nesya tepat di depan pintu kamar adik iparnya itu .


" Masuk Kak ." jawab Fisya dari dalam kamar .


Cklek cklek


" Gimana masuknya ."


" Kamu kunci loh Ca ." ucap Nesya setelah berusaha membuka pintu .


" Oiya lupa kalau pintunya dikunci ." Fisya pun beranjak dari ranjang untuk membuka pintu .


" Masuk Kak ."


Setelah Nesya masuk, Fisya kembali mengunci pintu .


" Tumben kamu kunci pintu Ca ." ucap Nesya .


" Lagi nonton drama Kak ."


" Jadinya aku kunci ."


" Takut tiba - tiba ada yang masuk kan repot. " Fisya .


" Hayoo...takut pas adegan 18 + tiba - tiba ada yang masuk ya ." ucap Nesya, ia paham banget kalau masalah ini ni .


" Nah benar banget Kak ."


" Kalau dikunci gini kan bisa nonton dengan tenang ." Fisya .


Pada akhirnya keduanya menonton bersama layaknya sahabat, padahal nyatanya mereka adik dan kakak ipar .


Tapi hubungan keduanya sudah sangat dekat bak adik kakak kandung karena hobi mereka yang sama .


Sama - sama suka nge halu .


Tak terasa beberapa puluh menit berlalu .


Tok tok tok


" Ca, Sya ."


" Ayo turun ."


" Makan malam dulu ." ucap Mama menginterupsi kegiatan kedua perempuan yang sedang berada di atas ranjang .


" Iya Ma ."


" Bentar lagi kami turun ." balas Fisya .


" Mama tunggu ."


" Jangan lama - lama ." Mama .


" Yah, harus di pause dulu deh ."


" Padahal lagi seru kan Ca ." ucap Nesya .


" Lagi mau adegan romantis juga ." tambah Fisya .


" Yaudah yuk makan dulu kita ."


" Nanti lanjut lagi Ca ."


" Okelah Kak ."


" Yok turun. "


" Udah laper juga ." balas Fisya sembari mengusap perutnya yang sudah berdemo .


Setelah selesai makan malam, Nesya dan Rafa masuk kedalam kamar .


Dengan segera Nesya mengambil bantal dan memeluknya .


" Mas tidur sendiri malam ini ." setelah mengucapkan itu, Nesya langsung berlalu dari kamar .


Meninggalkan Rafa yang terdiam sembari membulatkan mulutnya .


" Gue salah apa ? ." tanya Rafa pada diri sendiri .


Apakah ia ada berbuat salah hari ini, tapi perasaan ia tidak ada berbuat salah apapun hari ini .


..........❣..........


^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Sabtu, 14 Oktober 2023


Pukul 21.15 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...