
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
Semalam adalah hari pertama masa pingitan, dimana Rafa sudah merasa galau tingkat dewa.
" Rindu itu berat, efeknya bisa membuat badan lemah lesu, tapi nyatanya timbangan badan lebih berat dan membuat stres tiba - tiba ."
Pagi ini setelah sarapan Rafa menyempatkan diri untuk berolahraga.
Ia memilih olahraga dengan treatmill.
Berolahraga guna menyehatkan badan. tapi tidak untuk mengurangi rasa galau.
Sudah tiga puluh menit Rafa berolahraga, keringat pun sudah mulai membasahi keningnya.
Tetapi ia masih akan melanjutkan olahraga nya hingga lima belas menit kedepan. karena biasanya ia akan berolahraga treatmill empat puluh lima menit.
Rafa masih melangkahkan kakinya di atas treatmill.
Dan tak terasa lima belas menit pun berlalu. dan Rafa mematikan treatmill kemudian melangkahkan kaki menuruni treadmill.
Tangannya langsung menyambar botol air mineral yang berada di atas meja kecil di ruangan olahraga.
Meminum airnya hingga tandas tak bersisa.
Lalu membuang botol kosong ke tong sampah.
Kemudian mengambil handuk dan langsung mengelap keringan di wajah , leher beserta tangannya.
Setelahnya mengambil secangkir americano yang baru saja di antar oleh bibi. dirumah Rafa memang ada mesin untuk membuat kopi, ia membeli khusus karena ia adalah pecinta kopi.
Membawa cangkir ditangannya menuju balkon.
Duduk di kursi sembari mengesap americano secara perlahan dengan di suguhi pemandangan taman hijau dan angin yang berhembus menerpa wajahnya .
Menikmati suasana pagi yang cerah dengan langit blue sky.
πππ
Rafa sedang menyehatkan badan dengan berolahraga pagi, lain halnya dengan Nesya yang berjiwa mageran.
Ia sedang berbaring diatas ranjang sembari membawa novel online.
Setelah sarapan tadi, ia merasa sakit perut, dan ternyata tamu bulanan nya yang datang.
Disaat tamu bulanan datang, jiwa magerannya pun seketika datang menghampiri.
Di barengi dengan perut yang tidak bersahabat dan mood yang berubah ubah.
Sudah dua jam Nesya hanya berdiam diatas ranjang membaca novel.
Namun dirinya belum merasa bosan akan hal itu.
Ia pun menggerakkan tangannya mengambil permen susu rasa melon di atas meja dengan mata yang masih menatap ke layar handphone.
Membuka bungkus permen lolipop tersebut dengan gigi dan memasukkan ke dalam mulut.
Melanjutkan kegiatan membacanya dengan mulut yang mengemut permen.
" Yess happy ending ." ucap Nesya ketika ia selesai membaca episode terakhir novel yang sedari tadi dibacanya.
" Nah kalau gini kan senang ."
" Endingnya happy ."
" Kalau sad kan bikin sedih ."
Setelah selesai membaca novel, Nesya mencari novel yang akan dia baca lagi, namun ia tak menemukannya.
Akhirnya Nesya pun beranjak dari ranjangnya ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.15 wib.
Dirinya merasa bosan .
" Ha ." ide pun terlintas di kepala Nesya.
" Telfon Vina sama Zura aja ."
" Trus suruh kesini ."
Nesya pun segera membuka grup chat mereka, dan melakukan panggilan grup.
" Ada apakah gerangan menelfon grup ? ." ucap Vina dari balik telfon.
" Ada maunya pasti ." jawab Zura.
" Hehe tau aja kalian berdua ." ucap Nesya sembari terkekeh.
" Lagi pada free ngak ? ."
" Kalau lagi free ya silahkan wahai kedua hamba Allah untuk otw kerumah gue ."
" Kalau lagi ngak free ya juga harus otw juga sih ."
" Tidak menerima alasan dalam bentuk apapun ."
" Gue tunggu dirumah ." ucap Nesya dengan berucap berkecepatan 100 kata per menit.
Tut...
Ketika selesai berbicara Nesya langsung mematikan panggilannya, tanpa menunggu jawaban dari kedua orang itu.
" Belum juga gue jawab bisa apa enggak ."
" Udah dimatiin aja ."
" Emang tu anak akhlaknya luar biasa ." ucap Vina menggerutu.
Lain halnya dengan Zura di ujung belahan dunia sana.
" Untung gue sabar Sya ."
" Punya bestie modelan kek lo ." ucap Zira sembari mengelus dadanya.
πππ
Mobil yang dikendarai Vina dan Zura pun sampai di rumah Nesya.
Vina segera memarkirkan mobilnya di garasi bukan di tempat parkir .
Karena mereka berniat akan menginap dirumah Nesya malam ini.
Vina dan Zura segera turun dari mobil dengan membawa tas berisi baju dan perlengkapan lainnya untuk penginap malam ini.
Mereka pun berjalan beriringan menuju pintu rumah.
Tok tok tok
" Assalamualaikum ."
Tak lama
Cklek
" Waalaikumsalam ." ucap Bibi yang membukakan pintu.
" Mari masuk ."
" Nesya ada bi ? ." tanya Zura.
" Yaudah kalau gitu Bi ."
" Kami ke kamarnya ya Bi ." ucap Zura
" Iya non silahkan ."
Keduanya pun melangkah dan menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai dua.
Cklek
Membuka pintu kamar Nesya tanpa mengetuk dan langsung melangkah masuk.
" Main nyelonong masuk aja lo pada ." ucap Nesya yang sedang duduk di sofa sembari bernyanyi mengikuti lirik lagu korea yang sedang ia putar menggunakan speaker.
Vina langsung merebahkan diri di ranjang setelah melemparkan tasnya ke sofa.
Sedangkan Zura langsung mendudukkan diri di sebelah Nesya.
" Ngetuk pun percuma, ngak bakalan lo bukain ." ucap Vina.
" Biasanya juga cuma dijawab gini ."
" Masuk ." ucap Zura meniru ucapan Nesya.
" Yakan biasasanya, mana tau gue lagi berbaik hati trus bukain pintu ." ucap Nesya.
" Mustahil banget ." Vina.
" Kun fayakun itu mah ." Zura.
" Karaokean yuk ." ajak Vina.
" Ke tempat karaoke ? ." tanya Nesya.
" Gue lagi ngak boleh keluar tau sama Mami ."
" Karaokean disini aja ." Zura.
" Kan bisa pinjem peralatan karaoke punya Bang Rui ." ucap Zura.
" Heeh , pinjem punya Bang Rui aja ." tambah Vina.
" Bang Rui lagi ngak dirumah ." ucap Nesya.
" Gampang itu ."
Vina pun membuka ponselnya, meng klik call.
" Hallo Vin ." jawab Rui dari seberang sana.
" Bang ."
" Hem ."
" Pinjam peralatan karaoke ya ."
" Buat apa ? ."
" Ya buat karaoke la, yakali buat dangdutan keliling komplek ." jawab Vina asal.
" Yaudah iya pakai aja ."
" Oke Bang, makasih."
" Bye byee Abang ."
tutt
" Nah udah dibolehin, gas ke kamar Bang Rui ." Vina
" Kita karaokean disana aja la ."
" Mau pindahin alat " nya gue mager ." ucap Nesya.
" Yaudah gas karaokean disana ." Zura.
Ketiga gadis itupun melangkahkan kaki keluar kamar Nesya .
Memegang handle pintu kamar Rui yang pintunya berseberangan dengan kamar Nesya.
Cklek
Membuka pintu kamar Rui yang memang jarang dikunci. ketiganya langsung masuk kedalam kamar yang berbau parfum cowok.
" Parfum Bang Rui langsung kecium ." ucap Zura.
" Ntah kenapa gue suka sama wangi parfum Bang Rui ." ucap Nesya.
" Wanginya enak sih ." Vina ikut bersuara.
Vina pun langsung mempersiapkan peralatan karaoke.
" Gue mau ambil cemilan ." ucap Zura.
Zura segera memutar tubuhnya dan keluar kamar untuk menuju dapur mengambil camilan yang akan menemani mereka karaoke.
Sedangkan Nesya sudah memeluk guling di atas ranjang.
Menunggu sampai semuanya tersedia dan langsung karaoke bersama.
Tak berapa lama
Cklek
Zura masuk ke dalam kamar dengan membawa keranjang kecil berisi snack beserta minuman kaleng.
Dan meletakkannya di meja.
" Lets go karaoke ." ucap Vina setelah persiapannya selesai.
" Lets go ." jawab Nesya dan Zura kompak.
Mereka bertiga pun memulai karaoke .
Menghabiskan waktu dengan menyenangkan diri bersama bestie . eilah bestie.
..........β£..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...Double Up Malam Ini...
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Jum'at, 13 Januari 2023
Pukul 21.59 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Dong Hyuck β€...