
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Setelah selesai sarapan dan quality time sejenak dengan keluarga.
Dan sang Papi Arga beserta Bang Rui telah berangkat ke kantor, dan Mami sedang mandi dikamarnya.
Sedangkan Nesya sedang duduk di sofa ruang keluarga sembari menonton kartun larva kesukaannya.
Mumpung masih pagi fikirnya, jadi ia masih sempat bersantai sembari menonton kartun.
Ia juga sedang menunggu kabar dari Rafa mengenai waktu dan tempat bimbingan.
Menonton kartun larva berwarna kuning dan merah sembari terkadang tertawa sendiri.
" Dek, ngak ke kampus ? ." tanya Mami yang baru saja duduk di sofa sebelahnya.
" Ha, eh iya lupa ."
Karena terlalu asik menonton, Nesya pun lupa akan waktu.
" Aduh udah jam berapa ini ."
Nesya pun membuka handphone guna melihat jam.
Disitu tertera sudah pukul 08.00 Wib.
" Udah jam delapan, haduh gimana ini ." ucap Nesya panik.
" Eh tapikan Pak Rafa belum ngabarin mau bimbingan jam berapa trus dimana ."
Disaat Nesya panik dan berbicara sendiri, Mami malah asik menonton kartun juga, memang dua perempuan ini sama - sama menyukai kartun tersebut.
" Udah jam delapan, tapi masih belum ngabarin."
" Tumben banget ."
" Kamu mau bimbingan sama Rafa Dek ? ." tanya Mami ketika kartun nya sedang iklan.
" Iya Mi ."
" Tapi Rafa nya belum ngabarin ." jawab Nesya.
" Yaudah telfon aja Rafa nya, mana tau dia lupa ngabarin kamu ."
" Iya Mi, bentar Adek telfon Rafa ."
Nesya pun mencari kontak Rafa dan menelfonnya.
Tapi yang menjawab adalah suara operator.
Yang menandakan nomer Rafa sedang tidak aktif.
" Ngak aktif Mi ." Adu Nesya ke pada Mami nya itu.
" Tunggu aja Dek, mungkin Rafa lagi sibuk ."
Ini Mami ngak tau aja kalau calon menantunya lagi sibuk tidur karena semalam habis dari club bersenang - senang.
" Dek, mau ikut Mami ngak ? ."
" Kemana Mi ? ."
" Kepasar ."
" Mami mau beli cumi sama pete, trus sama jengkol ." ucap Mami.
" Loh bukannya kemarin bibi kepasar ya, kenapa Mami ngak nitip aja kemarin ? ."
" Kemarin kan Mami belum ingin, sekarang baru ingin makan cumi pete trus rendang jengkol ."
" Tadi pagi Mami tu nonton youtube nya Dian Bara, dia masak cumi pete, ada rendang jengkol juga, kan Mami jadi kepingin ."
" Ooh ."
" Tapi Mi, kalau nanti pas kita dipasar trus tiba - tiba Rafa nelfon ngajak bimbingan gimana ? ."
" Ya bilang aja lagi dipasar nemenin Mami ."
" Mana bisa gitu Mi, nanti adek yang kena marah ."
" Yaudah nanti kalau Rafa yang nelfon, biar Mami yang jawab, pasti ngak bakalan marah, Mami jamin deh. "
" Ayo temenin Mami aja, jarang - jarang kan kamu kepasar sama Mami, bentar lagi juga kamu nikah, makin jarang bisa kepasar sama Mami ."
" Nanti kita beli Mie goreng kesukaan kamu deh ." Mami mulai mengeluarkan jurus andalannya, yaitu menyogok Nesya dengan makanan kesukaannya.
" Bentar Mikir dulu Mi ."
" Nanti beli kue pukis juga ."
" Terus sama beli es cincau hijau ."
" Pasti enak banget itu dek, makan mie goreng, camilannya pukis pandan pakai meses, trus minumnya es cincau hijau ."
" Mami bayanginnya aja jadi pengen sendiri ."
" Yaudah iya ayok Adek temenin Mami kepasar." putus Nesya final, dirinya sungguh lemah kalau digoda dengan makanan.
Jiwa - jiwa ngemil nya tidak bisa menolak makanan enak.
" Tapi janji ya Mi, kalau Rafa nelfon harus Mami yang angkat ." Nesya memberikan jari kelingkingnya .
" Iya janji ." Mami pun menakutkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Nesya, tanda berjanji.
Ini Nesya berasa kayak anak umur lima tahun janji pakai jari kelingking.
" Adek keatas dulu, mau ganti baju ."
" Heem ." Mami menjawab dengan anggukan kepala.
Nesya lalu mengambil tasnya dan membawanya serta menuju kamar.
Ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Cklek
Ia segera memasuki walk in closed untuk berganti pakaian.
Berganti dengan celana kain hitam panjang dan kaos berwarna putih, dan dipadu padankan dengan cardingan abu - abu. Ya Nesya memang suka warna yang netral, dirinya tidak menyukai warna - warna cerah.
Setelah selesai berganti pakaian, ia pun keluar dari walk in closed.
Lalu mengambil tas selempang kecil dari dalam lemari kaca dan memasukkan handphonenya kedalam tas kecil tersebut.
Dan melangkah keluar kamar berjalan dan menuruni tangga menuju ruang tamu dimana Mami sudah menunggunya.
" Yok Mi berangkat. " ucap Nesya ketika dirinya sudah berjarak tak jauh dari sofa yang diduduki Mami.
" Udah siap ? ." tanya Mami setelah menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
" Udah, ayo berangkat Mi, takut makanannya habis kalau kesiangan ."
" Kamu ini, fikiran nya makanan terus ."
" Yakan makanan enak Mi ."
" Ayo kita berangkat ."
Mami dan anak gadisnya tersebut berjalan beriringan keluar rumah. Mereka menuju garasi mobil.
" Kamu yang nyetir Dek ." ucap Mami ketika mereka sudah berada di dekat mobil Mami.
" Loh kok Adek, minta supirin Mang Abdi aja Mi ."
" Udah Adek aja yang nyetir, sekali kali ."
" Yaudah la Adek yan nyetir ." Setelah menjawab itu, Nesya lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.
Mami pun langsung masuk dan duduk di kursi sebelah kemudi.
Nesya segera menyalakan mobilnya, memanaskan mobilnya sebentar lalu melajukannya menyusuri jalanan pagi ini menuju pasar.
💚💚💚
" Woy Raf, bangun lo ." ucap Dimas sembari menepuk bahu Rafa agak keras, kalau ngak keras ngak afdol. menyiksa sahabat itu menyenangkan.
" Hah, apaan , pagi - pagi udah ribut lo ." jawab Rafa masih dengan mata terpejam.
" Pagi apaan, udah hampir jam sembilan lo bilang pagi ."
" Jam sembilan ? ." tanya Rafa dengan kaget nya.
Ia segera membuka matanya, mendudukkan diri di ranjang dan mengambil handphone diatas nakas guna mengecek jam.
" Beneran udah hampir jam sembilan, gue harus buru - buru ke kantor ."
Rafa beranjak dari ranjang secepat kilat dan sedikit berlari memasuki kamar mandi.
" Buru - buru banget tu anak, cuma ngantor aja segitunya, kantor milik sendiri pula ." gumam Dimas sembari menggelengkan kepalanya.
" Eh ngantor ."
" Hah gue kan harus ngantor juga ." Ucap Dimas.
" Raf, buruan, gue juga harus ngantor ." teriak Dimas agar terdengar oleh Rafa dari dalam kamar mandi.
Disaat Dimas sedang menunggu Rafa selesai mandi.
Disaat itu pula terdengar bunyi
Gubrakk
" Aduhh ." Keenan mengelus keningnya yang baru saja mencium lantai.
" Hahahahahaha....lo ngapain nyiumin lantai ." tawa Kevin sungguh mencerminkan sahabat yang sesungguhnya. tertawa dulu, nolonginnya ntar aja.
" Yakali gue nyium lantai, keg ngak ada cewek aja yang bisa gue cium ." jawab Keenan.
Cklek
Pintu kamar yang dihuni manusia ciptaan Allah yang semalam baru saja membuat dosa itu terbuka.
" Lo pada ngapain ? habis baku hantam atau gimana ? ."
" Noh si Keenan habis ciuman sama lantai , udah bosen nyium cewek keg nya ." Jawab Kevin.
" Lo kalo ngomong suka ngasal ."
" Udah diem lo berdua ." Dimas.
" Buruan cuci itu muka lo berdua yang kucel nauzubillah ."
" Trus buruan keluar, gue udah pesenin sarapan ." Ucap Dimas.
Dimas itu bagaikan ibu bagi mereka bertiga, dengan sifat yang penuh perhatian.
..........❣..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...Jangan Lupa Untuk Ditambahkan Ke Daftar Favorit ...
...See You Next Chapter...
...Bye Bye...
.......
Rengat Barat
Senin, 26 Desember 2022
Pukul 22.05 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan❤...