
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Sepulangnya dari memeriksakan perkembangan baby twins, keduanya menuju kerumah baru .
Sebelum niatnya besok mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Rafa, dan minggu depan bergantian mengunjungi rumah orang tua Nesya .
Harus adil yakan .
" Yang berhentii ." ucap Nesya dengan keras sembari menepuk lengan sang suami .
Rafa yang lumayan kaget itupun menghentikan mobilnya .
" Kenapa yang ? ."
" Perutnya sakit ? ." tanya nya sembari memandang ke arah sang istri .
" Ish ...enggak ."
" Itu tu ." tunjuk Nesya ke arah yang ia maksud .
" Apa ? ." tanya Rafa yang tidak mengerti maksud sang istri .
Cewek yang hobinya kode - kode an, diberikan suami yang kurang peka seperti Rafa, ya gini jadinya .
" Itu ada yang jual telur gulung ."
" Oh...mau ? ." tawar Rafa yang sudah sedikit mengerti .
" Ya mau ."
" Beliin yaa ..." pinta Rafa dengan menampilkan puppy eyes nya .
" Iya sayang ."
" Apa sih yang enggak buat kamu ."
Rafa pun keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat penjual telur gulung .
" Bang, beli telur gulung nya tiga puluh ribu ."
" Oke, sebentar ya Mas ." jawab Mas - mas penjual telur gulung itu .
Telur gulung merupakan jajanan yang disukai banyak orang, termasuk Nesya tentunya .
" Harumnya sampai sini ."
" Jadi pengen cepat - cepat makan tu telur gulung ." ucap Nesya sembari melihat ke arah dimana Rafa sedang membeli telur gulung untuknya .
Tak lama .
Rafa sudah berjalan kembali menuju mobil dengan kantong plastik di tangannya .
Melihat hal itu, mata Nesya seketika berbinar, yang ditunggu tunggu sudah dekat .
" Telur gulung spesial buat bumil ." ucap Rafa sembari memberikan plastik tersebut kepada sang istri .
" Makasih Mas suami ." balas Nesya dengan raut bahagianya .
" Bajagia in istri gue gampang banget ."
" Beliin telur gulung aja udah bahagia ." gumam Rafa sembari mulai melajukan mobilnya .
Sedangkan Nesya sudah sibuk menikmati telur gulung nya .
" Emmm..."
" A..." ucap Nesya sembari menyodorkan se tusuk telur gulung ke depan Rafa .
Dengan cepat Rafa pun melahapnya .
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Rafa memasuki sebuah gerbang yang menjulang tinggi, ia memarkirkan mobilnya di pelataran rumah nan asri yang sudah di tanami dengan bunga .
Namun tak banyak, hanya beberapa bunga saja, karena Nesya tak menyukai rumah yang terlalu banyak bunga .
" Rumah kaca yang dibelakang udah jadi ? ." tanya Nesya yang baru saja teringat meminta dibuatkan rumah kaca .
" Udah ."
" Tinggal beli tanaman buah yang kamu mau aja ." jawab Rafa, tentunya ia menuruti permintaan istrinya itu .
Hanya meminta dibuatkan rumah kaca, pasti ia buatkan .
" Besok mau order strawberry sama anggur ah ."
" Pohon apel ."
" Jambu madu ."
" Kelengkeng ."
" Rambutan ."
" Mangga arum manis ."
" Matoa ."
" Eh durian jangan sampai lupa ." Nesya menyebutkan beberapa jenis pohon buah - buahan sembari menghitung dengan jarinya .
" Pesan sirsak sama markisa yang ." pinta Rafa menambahi jumlah pohon buah - buahan yang akan Nesya order esok hari .
" Okey ."
" Mau beli bibit yang gimana ? ." tanya Rafa .
" Yang udah berbuah ."
" Biar ngak kelamaan nunggu ."
" Soalnya nunggu itu ngak enak ." ucap Nesya, emang ya, cewek tu gini, paling ngak mau kalau disuruh nunggu .
" Yaudah kalau gitu ."
" Nanti biar aku minta tolong ke Pak Dodi buat tata tanaman buah kamu ."
" Kamu istirahat aja dirumah yang ." ucap Rafa yang sangat - sangat memperhatikan kesehatan istrinya .
Bumil tidak boleh terlalu lelah .
" Strawberry sama anggurnya aja yang ditaruh dirumah kaca ."
" Yang lainnya jangan ."
" Taruh diluar aja ya ."
" Ditaruh agak jauhan dikit ."
" Eh, iya pot nya jangan lupa beli yang besar ."
" Biasanya kan kalau kita beli dapat pot nya ngak terlalu besar ." Ucap Nesya dengan segala keribetannya .
Ini buat taman buah - buahan berasa merencanakan pernikahan saking ribetnya.
" Sekalian order potnya aja yang. " ucap Rafa mengintruksikan agar Nesya sekalian membeli pot yang diinginkan.
" Besok kalau bisa aku bantuin Pak Dodi tata pohon buah kamu ."
" Tapi pohon durian nya ngak di pot in kan yang ? ." tanya Rafa, memastikan agar besok ia tidak membuat kesalahan .
" Ya enggak ."
" Pohon durian nya langsung ditanam di tanah ."
" Jaraknya lebih jauh dari pohon - pohon lain. " jawab Nesya .
Harus diberi tahu yang jelas ini, kalau ngak nanti salah, kan repot .
" Iya sayang ."
" Besok aku vc deh kalau mau ditanam ."
" Biar ngak salah ."
" Okeyy ." balas Nesya .
πππ
Nesya baru saja duduk di sebelah Rafa, yang saat ini sedang fokus menonton pertandingan sepak bola di televisi .
Berniat menemani sang suami menonton, ia membawa piring berisi buah anggur dan alpukat .
Memasukkan potongan - potongan buah kedalam mulutnya, sembari sesekali menyuapkannya ke Rafa .
Sepuluh menit pun berlalu, piring ditangan Nesya sudah tak berisi, membuat ia menghela nafasnya .
" Huhh ..."
" Enaknya ngapain ya ."
" Ikutan nonton bola tapi gue ngak paham ."
" Taunya cuma bola ditendang - tendang trus masuk gawang ."
" Itupun kalau bisa masuk ." gumam Nesya .
Biasa lah ya kalau cewek tidak tahu bagaimana pertandingan bola, cewek kan tahunya tentang drama - drama, Makanya hidup cewek itu banyak drama nya .
Upss...benar lagi .
Akhirnya Nesya mengambil satu novel dari dalam laci meja dekat sofa .
Walaupun ia suka membaca novel di aplikasi online, namun tetap mengoleksi novel dalam wujud nyata .
Karena terkadang yang nyata lebih menarik .
" Besok kerumah Mama pagi aja ya yang ." pinta Nesya yang berhenti sejenak dari kegiatan membacanya .
" Mau jam berapa ? ." tanya Rafa sembari fokus pada layar televisi di depan .
" Jam setengah tujuh ."
" Mau sarapan dirumah Mama ." ucap Nesya .
" Oke ." Rafa pun meng iya kan tanpa bertanya lebih lanjut .
" Hp kamu mana yang ? ." lagi - lagi Nesya bertanya pada Rafa yang sedang fokus menonton itu.
Dengan cepat Rafa mengambil handphone nya yang tadi tak sengaja ia duduki .
Iya ngak sengaja, beneran deh .
Serius ...
" Nih ." Rafa pun memberikan handphone nya dengan santai .
Iya santai, tanpa ada beban, karena memang Rafa tidak mempunyai sesuatu yang harus ditutup tutupi dari sang istri .
Alias tidak mempunyai sesuatu yang aneh - aneh di handphone nya, seperti chat atau log panggilan dengan lawan jenis .
Rafa tidak akan dan tidak berniat sedikitpun untuk melakukan hal tersebut, karena hal seperti itu hanya dilakukan oleh para pria murahan, yang tidak mengerti arti dari kesetiaan kepada pasangan .
Benar bukan ...
...Mama...
^^^Ma, boleh minta masakin gulai ayam ?^^^
Boleh banget
Besok jadi kesini kan ?
Jam berapa kalian kesini ?
^^^Jadi dong Ma^^^
^^^Pagi Ma, mau sarapan masakan mama soalnya^^^
Oke
Besok pagi Mama masak gulainya
^^^Makasih Ma^^^
^^^Sayang Mama β€^^^
Setelah selesai men chat sang Mama mertua agar di masak kan gulai ayam, Nesya pun berlanjut membuka sosial media milik sang suami .
Stalk dikit ngak papa la ya .
Suami sendiri ini, bukan suami bersama seperti Do Kyungsoo .
" Lah ."
" Ini anak kampus banyak yang follow ."
" Sayang ngak di follback ." gumam Nesya sembari lanjut men scroll .
Rafa menoleh sekilas ke samping mendengar gunakan Nesya, melihat sang istri, takut - takut istrinya hilang .
" Astaga !!! ."
..........β£..........
...Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...Maaf Yaa Update Nya Lama...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Selasa, 15 Agustus 2023
Pukul 21.25 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...