My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 117 . Taman Buah



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Sepulangnya dari memeriksakan perkembangan baby twins, keduanya menuju kerumah baru .


Sebelum niatnya besok mereka akan berkunjung ke rumah orang tua Rafa, dan minggu depan bergantian mengunjungi rumah orang tua Nesya .


Harus adil yakan .


" Yang berhentii ." ucap Nesya dengan keras sembari menepuk lengan sang suami .


Rafa yang lumayan kaget itupun menghentikan mobilnya .


" Kenapa yang ? ."


" Perutnya sakit ? ." tanya nya sembari memandang ke arah sang istri .


" Ish ...enggak ."


" Itu tu ." tunjuk Nesya ke arah yang ia maksud .


" Apa ? ." tanya Rafa yang tidak mengerti maksud sang istri .


Cewek yang hobinya kode - kode an, diberikan suami yang kurang peka seperti Rafa, ya gini jadinya .


" Itu ada yang jual telur gulung ."


" Oh...mau ? ." tawar Rafa yang sudah sedikit mengerti .


" Ya mau ."


" Beliin yaa ..." pinta Rafa dengan menampilkan puppy eyes nya .


" Iya sayang ."


" Apa sih yang enggak buat kamu ."


Rafa pun keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat penjual telur gulung .


" Bang, beli telur gulung nya tiga puluh ribu ."


" Oke, sebentar ya Mas ." jawab Mas - mas penjual telur gulung itu .


Telur gulung merupakan jajanan yang disukai banyak orang, termasuk Nesya tentunya .


" Harumnya sampai sini ."


" Jadi pengen cepat - cepat makan tu telur gulung ." ucap Nesya sembari melihat ke arah dimana Rafa sedang membeli telur gulung untuknya .


Tak lama .


Rafa sudah berjalan kembali menuju mobil dengan kantong plastik di tangannya .


Melihat hal itu, mata Nesya seketika berbinar, yang ditunggu tunggu sudah dekat .


" Telur gulung spesial buat bumil ." ucap Rafa sembari memberikan plastik tersebut kepada sang istri .


" Makasih Mas suami ." balas Nesya dengan raut bahagianya .


" Bajagia in istri gue gampang banget ."


" Beliin telur gulung aja udah bahagia ." gumam Rafa sembari mulai melajukan mobilnya .


Sedangkan Nesya sudah sibuk menikmati telur gulung nya .


" Emmm..."


" A..." ucap Nesya sembari menyodorkan se tusuk telur gulung ke depan Rafa .


Dengan cepat Rafa pun melahapnya .


Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Rafa memasuki sebuah gerbang yang menjulang tinggi, ia memarkirkan mobilnya di pelataran rumah nan asri yang sudah di tanami dengan bunga .


Namun tak banyak, hanya beberapa bunga saja, karena Nesya tak menyukai rumah yang terlalu banyak bunga .


" Rumah kaca yang dibelakang udah jadi ? ." tanya Nesya yang baru saja teringat meminta dibuatkan rumah kaca .


" Udah ."


" Tinggal beli tanaman buah yang kamu mau aja ." jawab Rafa, tentunya ia menuruti permintaan istrinya itu .


Hanya meminta dibuatkan rumah kaca, pasti ia buatkan .


" Besok mau order strawberry sama anggur ah ."


" Pohon apel ."


" Jambu madu ."


" Kelengkeng ."


" Rambutan ."


" Mangga arum manis ."


" Matoa ."


" Eh durian jangan sampai lupa ." Nesya menyebutkan beberapa jenis pohon buah - buahan sembari menghitung dengan jarinya .


" Pesan sirsak sama markisa yang ." pinta Rafa menambahi jumlah pohon buah - buahan yang akan Nesya order esok hari .


" Okey ."


" Mau beli bibit yang gimana ? ." tanya Rafa .


" Yang udah berbuah ."


" Biar ngak kelamaan nunggu ."


" Soalnya nunggu itu ngak enak ." ucap Nesya, emang ya, cewek tu gini, paling ngak mau kalau disuruh nunggu .


" Yaudah kalau gitu ."


" Nanti biar aku minta tolong ke Pak Dodi buat tata tanaman buah kamu ."


" Kamu istirahat aja dirumah yang ." ucap Rafa yang sangat - sangat memperhatikan kesehatan istrinya .


Bumil tidak boleh terlalu lelah .


" Strawberry sama anggurnya aja yang ditaruh dirumah kaca ."


" Yang lainnya jangan ."


" Taruh diluar aja ya ."


" Ditaruh agak jauhan dikit ."


" Eh, iya pot nya jangan lupa beli yang besar ."


" Biasanya kan kalau kita beli dapat pot nya ngak terlalu besar ." Ucap Nesya dengan segala keribetannya .


Ini buat taman buah - buahan berasa merencanakan pernikahan saking ribetnya.


" Sekalian order potnya aja yang. " ucap Rafa mengintruksikan agar Nesya sekalian membeli pot yang diinginkan.


" Besok kalau bisa aku bantuin Pak Dodi tata pohon buah kamu ."


" Tapi pohon durian nya ngak di pot in kan yang ? ." tanya Rafa, memastikan agar besok ia tidak membuat kesalahan .


" Ya enggak ."


" Pohon durian nya langsung ditanam di tanah ."


" Jaraknya lebih jauh dari pohon - pohon lain. " jawab Nesya .


Harus diberi tahu yang jelas ini, kalau ngak nanti salah, kan repot .


" Iya sayang ."


" Besok aku vc deh kalau mau ditanam ."


" Biar ngak salah ."


" Okeyy ." balas Nesya .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya baru saja duduk di sebelah Rafa, yang saat ini sedang fokus menonton pertandingan sepak bola di televisi .


Berniat menemani sang suami menonton, ia membawa piring berisi buah anggur dan alpukat .


Memasukkan potongan - potongan buah kedalam mulutnya, sembari sesekali menyuapkannya ke Rafa .


Sepuluh menit pun berlalu, piring ditangan Nesya sudah tak berisi, membuat ia menghela nafasnya .


" Huhh ..."


" Enaknya ngapain ya ."


" Ikutan nonton bola tapi gue ngak paham ."


" Taunya cuma bola ditendang - tendang trus masuk gawang ."


" Itupun kalau bisa masuk ." gumam Nesya .


Biasa lah ya kalau cewek tidak tahu bagaimana pertandingan bola, cewek kan tahunya tentang drama - drama, Makanya hidup cewek itu banyak drama nya .


Upss...benar lagi .


Akhirnya Nesya mengambil satu novel dari dalam laci meja dekat sofa .


Walaupun ia suka membaca novel di aplikasi online, namun tetap mengoleksi novel dalam wujud nyata .


Karena terkadang yang nyata lebih menarik .


" Besok kerumah Mama pagi aja ya yang ." pinta Nesya yang berhenti sejenak dari kegiatan membacanya .


" Mau jam berapa ? ." tanya Rafa sembari fokus pada layar televisi di depan .


" Jam setengah tujuh ."


" Mau sarapan dirumah Mama ." ucap Nesya .


" Oke ." Rafa pun meng iya kan tanpa bertanya lebih lanjut .


" Hp kamu mana yang ? ." lagi - lagi Nesya bertanya pada Rafa yang sedang fokus menonton itu.


Dengan cepat Rafa mengambil handphone nya yang tadi tak sengaja ia duduki .


Iya ngak sengaja, beneran deh .


Serius ...


" Nih ." Rafa pun memberikan handphone nya dengan santai .


Iya santai, tanpa ada beban, karena memang Rafa tidak mempunyai sesuatu yang harus ditutup tutupi dari sang istri .


Alias tidak mempunyai sesuatu yang aneh - aneh di handphone nya, seperti chat atau log panggilan dengan lawan jenis .


Rafa tidak akan dan tidak berniat sedikitpun untuk melakukan hal tersebut, karena hal seperti itu hanya dilakukan oleh para pria murahan, yang tidak mengerti arti dari kesetiaan kepada pasangan .


Benar bukan ...


...Mama...


^^^Ma, boleh minta masakin gulai ayam ?^^^


Boleh banget


Besok jadi kesini kan ?


Jam berapa kalian kesini ?


^^^Jadi dong Ma^^^


^^^Pagi Ma, mau sarapan masakan mama soalnya^^^


Oke


Besok pagi Mama masak gulainya


^^^Makasih Ma^^^


^^^Sayang Mama ❀^^^


Setelah selesai men chat sang Mama mertua agar di masak kan gulai ayam, Nesya pun berlanjut membuka sosial media milik sang suami .


Stalk dikit ngak papa la ya .


Suami sendiri ini, bukan suami bersama seperti Do Kyungsoo .


" Lah ."


" Ini anak kampus banyak yang follow ."


" Sayang ngak di follback ." gumam Nesya sembari lanjut men scroll .


Rafa menoleh sekilas ke samping mendengar gunakan Nesya, melihat sang istri, takut - takut istrinya hilang .


" Astaga !!! ."


..........❣..........


...Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...Maaf Yaa Update Nya Lama...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Selasa, 15 Agustus 2023


Pukul 21.25 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...