My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 72. SAH



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


Hari ini adalah hari yang paling Rafa tunggu, hari dimana ia akan menikahi gadisnya.


Gadis yang selama ini diidamkannya menjadi pendamping di hidupnya.


Saat ini Rafa susah siap dengan setelan jas berwarna hitam.


Ia sedang berdiri di depan kaca guna memastikan penampilannya sudah sempurna atau belum.


" Bang, udah belum ? ." ucap Mama yang baru saja membuka pintu kamar Rafa


" Udah Ma ." jawab Rafa.


" Ayo berangkat ."


Rafa pun melangkah mengikuti langkah sang Mama keluar kamar.


οΏΌ


Penampakan jas yang dikenakan Rafa.


Keluarga dirgantara yang terdiri atas Papa Mama Nenek Kakek , Rafa dan Fisya pun memasuki mobil .


Rafa menyetir mobil sendiri ditemani Fisya yang duduk di kursi samping kemudi.


Sedangkan Papa Mama Nenek Kakek berada di satu mobil yang dikendarai Papa Nathan.


Mereka melajukan mobil membelah jalanan yang lumayan padat pagi ini menuju hotel tempat akan diadakan akad dan resepsi.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Pagi ini di kediaman Xavier sungguh sangat sibuk sedari pukul 03.00 wib.


Mereka sibuk bersiap.


Nesya duduk di kursi dengan muka yang sedang dipoles make up oleh MUA.


Di kamar juga tampak Vina, Aura dan Mami yang sedang dalam keadaan yang sama dengan Nesya. yaitu duduk sembari menunggu MUA menyelesaikan sesi makeup.


Dan jangan lupakan sang Nenek yang sudah selesai di makeup dan sedang sarapan di balkon kamar Nesya.


Saat ini yang santai hanyalah Papi dan Kakek, mereka hanya berganti pakaian saja tanpa poles sana sini.


Tak terasa waktu pun cepat berlalu.


Dan saat ini jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.30 wib.


Dimana sesi make up baru saja berakhir, polesan make up membuat wajah mereka tampak lebih cantik dari biasanya yang hanya dipoles bedak tipis beserta lipbalm.


" Udah siap semua kan ? ." tanya Mami.


" Udah Mi ." jawab mereka bersamaan.


" Yu berangkat ." ajak Papi.


Mereka semua pun berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah.


Nesya menuruni tangga dengan pelan, dibantu Oleh Vina dan Zura yang memegangi ekor kebaya agar tidak terinjak.


Nesya memasuki mobil yang dikendarai Papi, di dalamnya hanya ada Mami, Papi dan Nesya.


Sedangkan Vina dan Zura memasuki mobil yang dikendarai oleh supir bersama Kakek dan Nenek.


Kedua mobil tersebut pun melaju menuju hotel.


Tak berapa lama kedua mobil tersebut sudah sampai di hotel, karena jarak rumah dari hotel lumayan dekat, maka dari itu kedua keluarga tidak ada yang menginap di hotel pada malam sebelum acara pernikahan.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Mobil yang dikendarai Rafa dan Papa Nathan sudah sampai di parkiran hotel.


" Dek ." panggil Rafa.


" Apa Bang ." Fisya.


" Jangan keluar dulu."


" Lah kenapa sih Bang ."


" Abang mau nenangin diri dulu bentar aja ." pinta Rafa.


" Di dalam aja nenangin dirinya Bang ."


" Udah ditunggu Papa Mama itu ." ucap Fisya yang menunjuk kearah dimana Mama Papa beserta Kakek Nenek yang sedang menunggu mereka keluar dari mobil.


" Huhhh ." helaan nafas Rafa terdengar berat.


Terdiam beberapa saat.


" Yaudah ayo keluar ." ucap Rafa pada akhirnya.


Rafa dan Fisya pun keluar dari mobil.


" Udah ditungguin daritadi juga ."


" Ngak keluar - keluar dari mobil ." ucap Mama menggerutu.


" Ini ni karena Abang Ma ."


" Minta jangan keluar dulu ."


" Katanya mau nenangin diri ." jawab Fisya.


" Yaudah ayo masuk kedalam dulu."


" Nenangin dirinya di dalam aja sekalian kamu hafal - hafal lagi ijab qobulnya ." ucap Mama.


Mereka semua melangkahkan kakinya memasuki hotel, memasuki lift menuju lantai 15 dimana disana terdapat kamar pribadi yang akan ditempati mereka sebelum acara dimulai.


Cklek


Mereka memasuki kamar tersebut.


Rafa membuka pintu balkon, menduduk kan diri di kursi yang tersedia disana.


Kemudian membuka kertas yang baru saja ia bil dari dalam saku jasnya.


Kertas yang berisikan tulisan bacaan ijab qobuo yang akan di ucapkan nya nanti untuk menghalalkan Nesya.


Di halalin, emang Nesya haram , pake segala di halalin Raf Raf.


Sedangkan anggota keluarga yang lain asik bercengkrama di dalam kamar .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


" Ini kebaya nya kenapa berasa sempit ya ." ucap Nesya yang sedang duduk di sofa kamar.


" Kebaya nya yang ngecilin apa gue yang makin gendut ."


" Menurut gue opsi nomor dua yang bener ." jawab Vina.


" Serius ? ." Nesya


" Gue gendut banget apa ? ."


" Ya ngak juga ." Zura.


" Palingan cuma naik dua kiloan ."


" Mi ."


" Adek gendut banget ya ? ."


" Enggak, cuma agak berisi sedikit ."


" Beneran ? ." tanya Nesya mencoba memastikan .


" Bener Dek bener ."


" Lo tu ngak gendut ."


" Kurus gitu juga ." kali ini Rui yang mengeluarkan suaranya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Tepat pukul 08.00 Wib. kedua keluarga besar Dirgantara dan Xavier sudah berada di ballroom hotel dimana tempat akan diadakan akad nikah beserta resepsi.


Nesya pun sudah duduk di kursi sebelah Rafa.


Keduanya sama - sama diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Nesya yang memang bingung harus berbicara apa, dan Rafa yang gugup hingga tangannya terasa sedingin es.


Eh kok gugupnya sampai sedingin es , kan Rafa kulkas, harusnya kalau gugup panas yakan....hahahaha


Papi Arga juga sudah duduk sebagai orang yang akan menikahkan putri satu - satunya dengan Rafa.


" Baiklah acara akad nikah akan kita mulai ."


" Astaghfirullahal'adzim ."


" Astaghfirullahal'adzim ."


" Astaghfirullahal'adzim ."


" Astaghfirullahal'adzim alladzi la Ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih ."


" Asyhadu an laa Ilaha illallah ."


" Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah ."


" Asyhadu an laa Ilaha illallah ."


" Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah ."


" Asyhadu an laa Ilaha illallah ."


" Wa asyhadu anna muhammadar rasulullah ."


" Uzawwijuka 'ala Ma Amara Allahu bihi min Imsakun bi Ma'rufin aw Tasrihun bi Ihsan " ucap penghulu.


Arga berjabat tangan dengan Rafa yang sebentar lagi akan menjadi suami putrinya.


" Ananda Rafardhan Dirgantara putra dari Bapak Nathan Dirgantara ."


" Saya ."


" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Rafardhan Dirgantara bin Nathan Dirgantara dengan anak kandung saya yang bernama Nesya Xavier dengan maskawinnya berupa logam mulia 2201 gram , tunai.”


" Saya terima nikah dan kawinnya Nesya Xavier binti Arga Xavier dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai." ucap Rafa lantang .


" Bagaimana saksi ."


" Sah ? ." tanya penghulu.


" Sah ."


" Sah ."


" Alhamdulillah ."


Selanjutnya mereka berdua bersama - sama untuk Rafa dan Nesya yang telah sah menjadi suami istri.


Keduanya kemudian menandatangani buku nikah.


Fisya memberikan kotak beludru berisi cincin nikah kepada Rafa.


Rafa segera membuka dan memasangkan cincin di jari Nesya, dan Nesya juga bergantian memasang kan cincin di jari Rafa.


Setelah itu Nesya menyalami tangan Rafa dan menciumnya.


Lalu Rafa pun mencium kening Nesya dan setelahnya memegang puncak kepala Nesya sembari melafalkan doa. berharap pernikahannya sakinah mawadah warrohmah hingga akhir hayat.


..........❣..........


...Bab Tersulit, Nulisnya Butuh Tenaga Extra...


...Maklum La Yaa, Kan Authornya Belum Nikah...


...Jadi Kalau Nulis Bab Ijab Qabul Masih Harus Belajar...


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter ...


.......


Rengat Barat


Minggu, 22 Januari 2023


Pukul 19.49 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...