
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Ting
Rafa dan Nesya segera memasuki lift yang akan membawa keduanya menuju lobi .
Nesya meremas tangan Rafa dengan tiba - tiba ketika keduanya masih berada di dalam lift .
" Kenapa sayang ? ." tanya Rafa panik ketika tangannya tiba - tiba diremas dengan kuat oleh sang istri .
" Ss...sakit ." ucap Nesya disela rintihannya .
Rafa langsung menggendong sang istri yang tampaknya sudah tak kuat menahan tubuhnya .
Ia khawatir dengan keadaan sang isti yang sekarang sedang merintih sembari meremas kemeja bagian depannya .
Ting
Lift terbuka .
Rafa langsung berjalan cepat keluar lift menuju mobilnya .
Ia mendudukkan Nesya di kursi penumpang dan langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi .
Sebelah tangannya menggenggam tangan sang istri dan satunya lagi ia gunakan untuk menyetir menuju rumah sakit .
Ya rumah sakit .
Karena ia menduga ini bukan efek dari menstruasi .
Namun hal lainnya yang membuat Rafa khawatir Rafa semakin memuncak ketika mendengar suara rintihan yang tiada henti .
Rafa mengendarai mobil dengan kecepatan lumayan tinggi, ia masih memikirkan keselamatan keduanya .
Tak lama mobil Rafa sampai di pelataran rumah sakit .
Ia segera turun dan memutari mobil, menggendong sang istri bridal style .
Langsung melangkah menuju IGD .
πππ
Rafa berjalan hilir mudik di depan pintu IGD setelah melakukan pendaftaran atas nama Nesya . Ia berharap harap cemas mengenai keadaan sang istri yang sedang ditangani dokter di dalam sana .
Beberapa saat kemudian
Cklek
Dokter yang tadi menangani Nesya keluar dari pintu .
" Wali dari pasien Nesya Xavier ."
" Saya suaminya ." jawab Rafa .
" Mari ikut saya ke ruangan ."
" Saya akan menjelaskan bagaimana kondisi pasien ." ucap Dokter itu lalu melangkah pergi diikuti Rafa .
Cklek
Dokter tersebut masuk ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya .
Rafa yang baru saja dipersilakan duduk, ia mendudukkan diri disana .
" Bagaimana kondisi istri saya dok ? ." tanya Rafa dengan hati yang masih dilanda khawatir .
" Kondisi pasien saat ini sudah stabil ."
" Untung saja pasien hanya pendarahan ringan ."
" Janin dalam kandungannya alhamdulillah dapat kami selamatkan ."
" Janin dok ? ." tanya Rafa dengan beribu rivu pertanyaan diotaknya .
" Iya, istri Bapak hamil ."
" Menurut perkiraan sudah sekitar lima minggu ." ucap dokter tersebut menjelaskan kepada Rafa . Memberi jawaban akan pertanyaan yang sedari tadi hinggap dikepala Dosen kita yang tampan ini .
Seketika senyum cerah terbit di wajah Rafa .
Ya iya sungguh sangat bahagia ketika mengetahui sang istri sedang mengandung buah cinta mereka .
Itu tandanya beberapa bulan lagi ia akan menjadi seorang Daddy .
Ini adalah hal yang luar biasa bagi Rafa .
" Apakah setelah ini perlu pemeriksaan lanjutan dok ? ." Rafa hanya ingin memastikan kembali apakah sang istri perlu diperiksa lebih lanjut kedepannya .
" Setelah istri Bapak dipindahkan ke ruang rawat inap akan ada pemeriksaan USG ."
" Nanti dokter obgyn yang akan ke ruang inap Pak ."
" Nanti dokter Annisa yang akan memeriksa istri Bapak ." ucap Dokter tersebut kepada calon Papa muda ini . eh ngak muda - muda kali yakan .
" Baik dok ."
" Terimakasih banyak ." ucap Rafa berterimakasih kepada dokter di hadapannya .
" Itu saja yang dapat saya sampaikan Kepada bapak ."
" Kemungkinan sekitar dua jam lagi istri Bapak sudah sadarkan diri ."
"Baik dok ."
" Kalau begitu saya permisi ." pamit Rafa .
Dokter itu mengangguk .
Rafa pun berlalu dari ruangan dokter tersebut .
Ia berjalan menuju ruangan inap tempat Nesya berada .
" Sampai lupa belum ngabarin Mami Papi Papa sama Mama. " gumam Rafa di tengah langkahnya .
Karena tadi fikiran nya sedang kacau, sampai - sampai ia lupa menelfon kedua orang tua mereka .
Ia menelfon Kedua orang tua mereka, mengabarkan jika Nesya sedang dirawat di rumah sakit .
Setelah selesai menelepon, Rafa melanjutkan langkahnya .
Cklek
Membuka pintu ruangan perlahan , ia takut mengganggu sang istri .
Padahal nyatanya Nesya masih tertidur akibat pengaruh obat tidur yang diberikan dokter .
Ia melangkah mendekati ranjang, mendudukkan diri di kursi samping ranjang dan memegang tangan sang istri .
Mengelusnya pelan .
Ia masih merasa ini seperti hadiah paling indah dalam hidupnya .
" Sehat - sehat ya sayang diperut Mommy." ucap Rafa sembari tangan yang satunya mengelus perut Nesya yang terlihat rata . ya iiya masih rata, kan baru lima minggu .
Rafa kemudian menumpukan kepalanya di tepi ranjang sang istri , dengan tangannya yang masih setia menggenggam tangan Nesya .
Kemudian mulai memejamkan matanya sekedar untuk beristirahat sejenak .
Namun ternyata Rafa malah berlanjut menyusuri alam mimpi.
Dua jam berlalu, Nesya membuka matanya perlahan .
Ia menolehkan kepalanya ke samping, terlihat Rafa masih tertidur pulas ,namun genggaman tangannya masih terasa erat .
Cklek
Pintu terbuka .
" Asalamualaikum ."
Mami dan Papi beserta Papa Mama datang berbarengan .
Mereka memasuki ruang inap Nesya .
" Waalaikumsalam ." u
jawab Nesya pelan . jujur ia masih lemas saat ini.
Nesya jugamenarub jari telunjuknya di bibir, pertanda jangan berisik, soalnya sang suami masih tertidur lelap .
" Kamu sakit apa Dek ? ."
" Perasaan baru beberapa jam kamu pulang dari rumah Mami ." tanya sang Mami khawatir terhadap putrinya itu.
" Mantu Mama sakit apa ? ."
" Kamu buat Mama khawatir aja ."
" Rafa tadi cuma bilang kamu dirawat ." Mama .
Disaat kedua perempuan paruh baya sibuk bertanya kepada Nesya .
Lain halnya dengan kedua suami mereka yang saat ini sedang duduk di sofa membicarakan bisnis .
Papa Papi memang klop banget . Bertie banget pokoknya .
" Tadi Adek sakit perut Mi. "
" Trus Mas Rafa bawa ke RS ."
" Habis itu Adek ngak tau lagi ." cerita Nesya . ya setelah sampai di depan IGD, Nesya sudah tak sadarkan diri .
" Rafa belum bilang kami sakit apa ? ." anak Mama ini belum bilang kamu sakit apa ? ." tanya Mama sembari menunjuk ke arah putranya yang masih setia dengan mimpinya .
" Nesya baru aja bangun."
" Pas bangun Mas Rafa masih tidur ."
" Mau dibangunin kasian ."
" Pasti dia lelah karena khawatir tadi ." jawab Nesya Kepada mama dan Mami .
Ya selama perjalanan dari kantor ke Rs, terlihat jelas dimana Nesya bagaimana khawatirnya Rafa .
" Iya pasti anak Mama satu ini khawatir banget sama kamu Sya ."
" Bucin banget soalnya ." ucap Mama kemudian terkekeh pelan.
" Perutnya masih sakit Dek ? ." gantian Mama yang bertanya .
" Udah enggak terlalu Mi ." jawab Nesya. ya perutnya sudah terasa tidak terlalu sakit, hanya terkadang sedikit nyeri .
Eughhh
Lenguh Rafa sembari membuka matanya perlahan dan pengerjap beberapa kali.
" Bangun Bang ."
" Istrinya sadar malah kamu yang tidur ."ucap Mama sembari mengelus kepala sang putra .
" Loh Mama sama Mami udah disini "
"Baru sampai ? ." tanya Rafa dengan suara bangun tidur .
" Kenapa suara serak bangun tidurnya aja selalu buat gue salting sih." gerutu Nesya dalam hati.
" Iya, Mama sama Mami baru sampai ."
" Berdua aja ? ." tanya Rafa yang masih belum melihat sekeliling ruangan .
" Tuh sama yang lagi duduk di sofa ." jawab Mama sembari menunjuk ke arah dimana dua orang pria paruh baya sibuk mengobrol ringan .
" Ooo."
"Kata dokter aku sakit apa Mas ? ."tanya Nesya. ia agak takut jika misalkan tiba - tiba ia di nyatakan mempunyai penyakit serius . soalnya tadi perutnya benar - benar sakit .
" Kamu ngak sakit." jawab Rafa dmsembari menampilkan senyum manisnya .
Ketiga wanita itu mengerutkan kening mendengar jawaban Rafa .
" Tapi tadi perutnya aku sakit banget ."
" Ngak mungkin kalau aku ngak sakit apa - apa Mas ."
" Jawab jujur ." ucap Nesya . ia mempersiapkan diri jika sebentar lagi Rafa akan berkata bahwa ia menderika suatu penyakit .
" Beneran kamu ngak sakit sayang ."
" Kamu hamil ."
" Aku calon Daddy ." jawab Rafa sembari menatap tepat mata sang istri.
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 26 Maret 2023
Pukul 22.02 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...