My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 95 . Daddy



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Ting


Rafa dan Nesya segera memasuki lift yang akan membawa keduanya menuju lobi .


Nesya meremas tangan Rafa dengan tiba - tiba ketika keduanya masih berada di dalam lift .


" Kenapa sayang ? ." tanya Rafa panik ketika tangannya tiba - tiba diremas dengan kuat oleh sang istri .


" Ss...sakit ." ucap Nesya disela rintihannya .


Rafa langsung menggendong sang istri yang tampaknya sudah tak kuat menahan tubuhnya .


Ia khawatir dengan keadaan sang isti yang sekarang sedang merintih sembari meremas kemeja bagian depannya .


Ting


Lift terbuka .


Rafa langsung berjalan cepat keluar lift menuju mobilnya .


Ia mendudukkan Nesya di kursi penumpang dan langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi .


Sebelah tangannya menggenggam tangan sang istri dan satunya lagi ia gunakan untuk menyetir menuju rumah sakit .


Ya rumah sakit .


Karena ia menduga ini bukan efek dari menstruasi .


Namun hal lainnya yang membuat Rafa khawatir Rafa semakin memuncak ketika mendengar suara rintihan yang tiada henti .


Rafa mengendarai mobil dengan kecepatan lumayan tinggi, ia masih memikirkan keselamatan keduanya .


Tak lama mobil Rafa sampai di pelataran rumah sakit .


Ia segera turun dan memutari mobil, menggendong sang istri bridal style .


Langsung melangkah menuju IGD .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Rafa berjalan hilir mudik di depan pintu IGD setelah melakukan pendaftaran atas nama Nesya . Ia berharap harap cemas mengenai keadaan sang istri yang sedang ditangani dokter di dalam sana .


Beberapa saat kemudian


Cklek


Dokter yang tadi menangani Nesya keluar dari pintu .


" Wali dari pasien Nesya Xavier ."


" Saya suaminya ." jawab Rafa .


" Mari ikut saya ke ruangan ."


" Saya akan menjelaskan bagaimana kondisi pasien ." ucap Dokter itu lalu melangkah pergi diikuti Rafa .


Cklek


Dokter tersebut masuk ke ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya .


Rafa yang baru saja dipersilakan duduk, ia mendudukkan diri disana .


" Bagaimana kondisi istri saya dok ? ." tanya Rafa dengan hati yang masih dilanda khawatir .


" Kondisi pasien saat ini sudah stabil ."


" Untung saja pasien hanya pendarahan ringan ."


" Janin dalam kandungannya alhamdulillah dapat kami selamatkan ."


" Janin dok ? ." tanya Rafa dengan beribu rivu pertanyaan diotaknya .


" Iya, istri Bapak hamil ."


" Menurut perkiraan sudah sekitar lima minggu ." ucap dokter tersebut menjelaskan kepada Rafa . Memberi jawaban akan pertanyaan yang sedari tadi hinggap dikepala Dosen kita yang tampan ini .


Seketika senyum cerah terbit di wajah Rafa .


Ya iya sungguh sangat bahagia ketika mengetahui sang istri sedang mengandung buah cinta mereka .


Itu tandanya beberapa bulan lagi ia akan menjadi seorang Daddy .


Ini adalah hal yang luar biasa bagi Rafa .


" Apakah setelah ini perlu pemeriksaan lanjutan dok ? ." Rafa hanya ingin memastikan kembali apakah sang istri perlu diperiksa lebih lanjut kedepannya .


" Setelah istri Bapak dipindahkan ke ruang rawat inap akan ada pemeriksaan USG ."


" Nanti dokter obgyn yang akan ke ruang inap Pak ."


" Nanti dokter Annisa yang akan memeriksa istri Bapak ." ucap Dokter tersebut kepada calon Papa muda ini . eh ngak muda - muda kali yakan .


" Baik dok ."


" Terimakasih banyak ." ucap Rafa berterimakasih kepada dokter di hadapannya .


" Itu saja yang dapat saya sampaikan Kepada bapak ."


" Kemungkinan sekitar dua jam lagi istri Bapak sudah sadarkan diri ."


"Baik dok ."


" Kalau begitu saya permisi ." pamit Rafa .


Dokter itu mengangguk .


Rafa pun berlalu dari ruangan dokter tersebut .


Ia berjalan menuju ruangan inap tempat Nesya berada .


" Sampai lupa belum ngabarin Mami Papi Papa sama Mama. " gumam Rafa di tengah langkahnya .


Karena tadi fikiran nya sedang kacau, sampai - sampai ia lupa menelfon kedua orang tua mereka .


Ia menelfon Kedua orang tua mereka, mengabarkan jika Nesya sedang dirawat di rumah sakit .


Setelah selesai menelepon, Rafa melanjutkan langkahnya .


Cklek


Membuka pintu ruangan perlahan , ia takut mengganggu sang istri .


Padahal nyatanya Nesya masih tertidur akibat pengaruh obat tidur yang diberikan dokter .


Ia melangkah mendekati ranjang, mendudukkan diri di kursi samping ranjang dan memegang tangan sang istri .


Mengelusnya pelan .


Ia masih merasa ini seperti hadiah paling indah dalam hidupnya .


" Sehat - sehat ya sayang diperut Mommy." ucap Rafa sembari tangan yang satunya mengelus perut Nesya yang terlihat rata . ya iiya masih rata, kan baru lima minggu .


Rafa kemudian menumpukan kepalanya di tepi ranjang sang istri , dengan tangannya yang masih setia menggenggam tangan Nesya .


Kemudian mulai memejamkan matanya sekedar untuk beristirahat sejenak .


Namun ternyata Rafa malah berlanjut menyusuri alam mimpi.


Dua jam berlalu, Nesya membuka matanya perlahan .


Ia menolehkan kepalanya ke samping, terlihat Rafa masih tertidur pulas ,namun genggaman tangannya masih terasa erat .


Cklek


Pintu terbuka .


" Asalamualaikum ."


Mami dan Papi beserta Papa Mama datang berbarengan .


Mereka memasuki ruang inap Nesya .


" Waalaikumsalam ." u


jawab Nesya pelan . jujur ia masih lemas saat ini.


Nesya jugamenarub jari telunjuknya di bibir, pertanda jangan berisik, soalnya sang suami masih tertidur lelap .


" Kamu sakit apa Dek ? ."


" Perasaan baru beberapa jam kamu pulang dari rumah Mami ." tanya sang Mami khawatir terhadap putrinya itu.


" Mantu Mama sakit apa ? ."


" Kamu buat Mama khawatir aja ."


" Rafa tadi cuma bilang kamu dirawat ." Mama .


Disaat kedua perempuan paruh baya sibuk bertanya kepada Nesya .


Lain halnya dengan kedua suami mereka yang saat ini sedang duduk di sofa membicarakan bisnis .


Papa Papi memang klop banget . Bertie banget pokoknya .


" Tadi Adek sakit perut Mi. "


" Trus Mas Rafa bawa ke RS ."


" Habis itu Adek ngak tau lagi ." cerita Nesya . ya setelah sampai di depan IGD, Nesya sudah tak sadarkan diri .


" Rafa belum bilang kami sakit apa ? ." anak Mama ini belum bilang kamu sakit apa ? ." tanya Mama sembari menunjuk ke arah putranya yang masih setia dengan mimpinya .


" Nesya baru aja bangun."


" Pas bangun Mas Rafa masih tidur ."


" Mau dibangunin kasian ."


" Pasti dia lelah karena khawatir tadi ." jawab Nesya Kepada mama dan Mami .


Ya selama perjalanan dari kantor ke Rs, terlihat jelas dimana Nesya bagaimana khawatirnya Rafa .


" Iya pasti anak Mama satu ini khawatir banget sama kamu Sya ."


" Bucin banget soalnya ." ucap Mama kemudian terkekeh pelan.


" Perutnya masih sakit Dek ? ." gantian Mama yang bertanya .


" Udah enggak terlalu Mi ." jawab Nesya. ya perutnya sudah terasa tidak terlalu sakit, hanya terkadang sedikit nyeri .


Eughhh


Lenguh Rafa sembari membuka matanya perlahan dan pengerjap beberapa kali.


" Bangun Bang ."


" Istrinya sadar malah kamu yang tidur ."ucap Mama sembari mengelus kepala sang putra .


" Loh Mama sama Mami udah disini "


"Baru sampai ? ." tanya Rafa dengan suara bangun tidur .


" Kenapa suara serak bangun tidurnya aja selalu buat gue salting sih." gerutu Nesya dalam hati.


" Iya, Mama sama Mami baru sampai ."


" Berdua aja ? ." tanya Rafa yang masih belum melihat sekeliling ruangan .


" Tuh sama yang lagi duduk di sofa ." jawab Mama sembari menunjuk ke arah dimana dua orang pria paruh baya sibuk mengobrol ringan .


" Ooo."


"Kata dokter aku sakit apa Mas ? ."tanya Nesya. ia agak takut jika misalkan tiba - tiba ia di nyatakan mempunyai penyakit serius . soalnya tadi perutnya benar - benar sakit .


" Kamu ngak sakit." jawab Rafa dmsembari menampilkan senyum manisnya .


Ketiga wanita itu mengerutkan kening mendengar jawaban Rafa .


" Tapi tadi perutnya aku sakit banget ."


" Ngak mungkin kalau aku ngak sakit apa - apa Mas ."


" Jawab jujur ." ucap Nesya . ia mempersiapkan diri jika sebentar lagi Rafa akan berkata bahwa ia menderika suatu penyakit .


" Beneran kamu ngak sakit sayang ."


" Kamu hamil ."


" Aku calon Daddy ." jawab Rafa sembari menatap tepat mata sang istri.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Minggu, 26 Maret 2023


Pukul 22.02 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...