My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 96 . Rumput Tetangga



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Kamu hamil ."


" Aku calon Daddy ." jawab Rafa sembari menatap tepat mata sang istri.


Matanya sudah berair, pertanda sebentar lagi air itu akan turun menganak sungai menggambarkan betapa bahagianya Rafa saat ini .


Nesya terpaku setelah telinganya pendengar ucapan sang suami .


Otaknya mencoba mencerna informasi yang baru saja ia dapatkan itu .


" Hamil ? ."


" Aku hamil Mas ? ." tanya Nesya . ia memastikan lagi pendengarannya yang baru saja mendengar perkataan Rafa .


" Iya sayang ."


" Kamu hamil anak kita ." jawab Rafa meyakinkan sang istri .


Mengucapkan itu sembari tersenyum lebar


Tes


Air mata Rafa akhirnya jatuh .


Bersamaan dengan air mata Nesya yang juga menetes saat itu juga .


Ia sungguh bahagia mendengar ucapan sang suami .


Melihat keterdiaman sang istri, Rafa kemudian memeluk Nesya yang masih berada di atas ranjang dengan erat .


Mengusap punggung Nesya yang sedikit bergetar sembari menangis bahagia .


Pemandangan itu juga menjadi pemandangan kedua pasangan suami istri yang berstatus calon kakek nenek .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Jarum jam dinding di ruang inap Nesya sudah menunjukkan pukul delapan malam .


Dengan keadaan ruang inap yang sunyi, karena kedua orang tua mereka sudah kembali kerumah setelah Nesya selesai diperiksa oleh dokter obgyn .


Kini tinggal lah Nesya dan Rafa diruangan itu .


Kedua orang itu sama - sama berada di atas ranjang yang lumayan sempit jika diisi oleh dua orang .


Rafa yang bersandar di kepala ranjang dan Nesya yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Rafa .


Sembari menonton drama di handphone milik Rafa, karena handphone miliknya sedang di charger .


Rafa juga ikut menonton drama itu, walaupun ia harus kesusahan membaca subtitle .


Bayangkan saja, drama chine, subtitle inggris, yang menonton orang indonesia .


Itu membuat lumayan pusing .


" Mendingan nonton naruto atau power rangers ." batin Rafa berkata .


" Atau ngak sekalian nonton dua anak TK dengan kepala botak ." batinnya kembali berkata .


Namun apalah daya, daripada ia bingung harus berkegiatan apa, lebih baik ia menonton tontonan yang berada di depan mata .


" Ganteng banget CEO nya ."


" Jadi pengen dikarungin trus bawa pulang ."ucap Nesya gemas sendiri sembari tersenyum senyum .


" CEO di sebelah kamu juga ganteng yang ." ucap Rafa .


Ini sang istri sibuk memuji muji CEO yang berada di dalam drama , padahal di sebelahnya jelas - jelas ada seorang CEO ganteng yang sudah pasti miliknya seorang .


" Yang di drama lebih ganteng ." jawab Nesya .


" Memang terkadang rumput tetangga lebih cantik dari milik sendiri ." gumam Rafa sembari menggeleng pelan .


Tik tok tik tok


Waktu terus berlalu, detik, menit, bahkan jam .


" Udah jam sepuluh ."


" Kamu harus tidur yang ." ucap Rafa menginterupsi Nesya yang sedang fokus dengan dramanya .


" Bentar lagi boleh ? ."


" Habisin satu episode ini ."


" Ya ya ." pinta Nesya dengan puppy eyes andalannya .


" Enggak ."


" Tidur sekarang ."


" Kamu lagi sakit ."


" Kasian baby butuh istirahat ." jawab Rafa tegas sembari mengelus perut rata sang istri .


Kemudian ia mengambil handphone nya dari tangan Nesya .


Dan akan beranjak dari ranjang . berusaha memindahkan kepala dang istri yang bersandar padanya .


" Jangan pergi ." cegah Nesya sembari mencekal tangan sang suami .


" Ngak pergi yang ."


" Cuma mau ke sofa ."


" Ngak mungkin tidur di ranjang pasien sama kamu ." ucap Rafa lembut .


" Mungkin aja ."


" Tidur di ranjang sama aku ."


" Muat kok ."


" Barusan juga muat ." pinta Nesya .


" Yaudah ." Rafa kembali ke posisi semula .


Nesya langsung memeluk Rafa dan merebahkan kepalanya di dada bidang Rafa .


Kemudian mulai memejamkan mata .


Rafa pun ikut menutup matanya, mengistirahatkan tubuh yang terasa lelah, namun dengan hati bahagia .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membangunkan tidur nyenyak Rafa .


Ia dengan segera beranjak dari ranjang .


" Masuk ." ucap Rafa setelah mendudukkan diri di sofa .


Cklek


" Permisi ." seseorang masuk kedalam rawat inap sembari membawa troli berisi makanan khusus pasien .


" Saya mengantar sarapan untuk pasien ." ucap seseorang tersebut , kemudian meletakkan sarapan di atas meja nakas .


" Makasih ." ucap Rafa .


" Sama - sama Pak ."


" Saya permisi ." seseorang tersebut kemudian berlalu dari ruang inap Nesya .


Rafa beranjak dari sofa, memasuki kamar mandi guna membasuh wajahnya .


Setelah selesai dengan itu, ia keluar kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang sang istri . berniat membangunkan Nesya untuk segera sarapan .


" Sayang." panggil Rafa sembari meniup mata sang istri .


Cara membangunkan versi baru Rafa . meniup mata tersebut seperti sedang meniup lilin ulang tahun .


Karena terganggu oleh Rafa, Nesya mulai membuka matanya perlahan .


" Bangun yang ."


" Sarapan dulu ."


" Nanti lanjut tidur lagi kalau masih ngantuk ." ucap Rafa sembari menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Nesya .


" Duduk dulu ."


" Mas suapin ." Rafa mengambil sarapan dari atas meja nakas .


Nesya pun mendudukkan diri sembari bersandar di kepala ranjang .


Rafa mulai menyuapi sang istri tanpa protes dari Nesya . ya Nesya memang lagi lapar, ngak mungkin protes .


Walaupun rasanya Nesya ingin protes karena makanan rumah sakit tidak sesuai dengan selera nya .


Bisa dibilang ngak enak, ngak pakai licin soalnya, ngak gurih .


Ya gimana , jangankan licin, garam sama gule aja ada takaran nya .


" Bersyukur lah kamu Sya, ketika tidak mendapatkan makanan berupa bubur saring dari rumah sakit yang penampakannya seperti kotoran bayi ."


Beberapa suap sudah masuk kedalam pencernaan Nesya .


" Udah Mas ." ucap Nesya dikala ia baru saja menelan makanan di mulutnya .


" Emang udah kenyang ? ." tanya Rafa .


" Udah ." Sebenarnya Nesya belum kenyang, namun ia sudah enek dengan makanan rumah sakit .


Rafa meletakkan kembali makanan tersebut ke atas meja nakas .


" Mas sarapan dulu sana ." perintah Nesya . karena pastinya sang suami juga merasa lapar saat ini .


" Iya ."


" Mas ke kantin RS dulu ya ."


" Kalau ada apa - apa telfon aja ." ucap Rafa sembari memberikan handphone Nesya yang baru saja ia lepas dari charger .


" Iyaa ."


Rafa pun berlalu dari ruangan menuju kantin untuk menikmati sarapan .


Ia memesan nasi goreng dengan potongan ayam goreng dan telur mata sapi setengah matang .


Dan tentu saja tak lupa ia juga memesan secangkir kopi .


Memakan sarapannya tanpa memperdulikan keadaan sekitar .


Padahal saat ini ada beberapa pasang mata kaum hawa melihatnya dengan perasaan mendamba .


" Gila, itu cowok ganteng banget ." ucap Lala sembari menyiapkan mie goreng kemulutnya .


" Lagi makan aja ganteng yakan La ." Vivi menimpali ucapan teman yang juga se profesi dengannya sebagai perawat di rumah sakit ini .


" Heem ."


" Kira - kira tu cowok lagi ngapain ya di RS ? ."


" Pagi - pagi gini lagi ." Lala.


Srekk


Vallen baru saja menarik kursi , meletakkan makanannya kemudian duduk di hadapan Vivi dan Lala .


" Lo pada lagi ngomongin apaan ? ."


" Kayaknya seru banget ." tanya Allen pada keduanya .


" Lo liat cowok di sana yang lagi sarapan ."


" Yang pakai kemeja putih ." Vivi mberitahu sembari menunjukkan dengan arah pandangnya .


" Ooo yang itu ."


" Kenapa sama cowok itu ? ." Allen .


" Genteng tau ."


" Tipe - tipe boyfriend material banget ." ucap Lala .


" Ngak usah ngehalu lo pada ."


" Tu cowok udah punya istri ." ucap Allen kepada keduanya .


" Hah.." Vivi dan Lala kaget .


" Tu cowok beneran udah punya istri ."


" Istrinya lagi di rawat di ruangan tulip ."


" Dengar - dengar juga tu cowok CEO Dirgantara ." Allen memberikan informasi yang lumayan akurat .


" Yahhhh ...." kedua orang di hadapannya mengehela nafas kecewa .


" Jangan niat jadi pelakor lu pada ."


" Sebagai perempuan terhormat tidak akan merebut kebahagiaan wanita lain ." Allen memberikan siraman rohani pagi ini .


" Ingat karma sebelum niat buat jadi pelakor ."


" Takutnya karma tujuh turunan ."


" Kan kasian anak cucu besok ." Allen .


" Eh tapi gue pernah denger desas desus di akun gosip kalau CEO Dirgantara belum beristri ." ucap Vivi . ia kan selalu melihat gosip gosip yanh bersedar .


" Iya, gue juga pernah dengar Vi ." Lala menimpali ucapan Vivi barusan .


Vivi mencari berita mengenai CEO Dirgantara melalui handphonenya .


" Nih kan ."


" Benar sama mukanya sama cowok yang kita lihat sekarang ."


" Coba kalian lihat ."


Ketiganya menyamakan wajah lelaki di foto dengan seorang yang sedang memakan sarapan tersebut .


" Di biodatanya dia masih berstatus lajang, tapi ada juga kabar yang bilang kalau dia udah nikah ." ucap Vivi sembari menunjukkan artikel tersebut .


" Tapi kabarnya ngak ada yang tahu siapa istrinya ."


" Makanya pada ngak percaya kalau CEO dirgantara udah nikah ." Vivi .


" Ya mana gue tau ."


" Yang gue dengar perempuan yang di ruang tulip memang istrinya ."


" Tadi aja waktu gue ganti infus di ruangan itu ."


" Tu cowok ada disana ." ucap Allen . karena memang saat semalam ia ke ruangan tulip untuk mengganti infus, Rafa berada disana .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Selasa, 28 Maret 2023


Pukul 22.00 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...


..." Maaf Author lama update, tangannya lagi susah ngetik akibat digigit kucing tetangga, mohon dimaklumi ya readers tersayang ." ...