
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
" Kamu hamil ."
" Aku calon Daddy ." jawab Rafa sembari menatap tepat mata sang istri.
Matanya sudah berair, pertanda sebentar lagi air itu akan turun menganak sungai menggambarkan betapa bahagianya Rafa saat ini .
Nesya terpaku setelah telinganya pendengar ucapan sang suami .
Otaknya mencoba mencerna informasi yang baru saja ia dapatkan itu .
" Hamil ? ."
" Aku hamil Mas ? ." tanya Nesya . ia memastikan lagi pendengarannya yang baru saja mendengar perkataan Rafa .
" Iya sayang ."
" Kamu hamil anak kita ." jawab Rafa meyakinkan sang istri .
Mengucapkan itu sembari tersenyum lebar
Tes
Air mata Rafa akhirnya jatuh .
Bersamaan dengan air mata Nesya yang juga menetes saat itu juga .
Ia sungguh bahagia mendengar ucapan sang suami .
Melihat keterdiaman sang istri, Rafa kemudian memeluk Nesya yang masih berada di atas ranjang dengan erat .
Mengusap punggung Nesya yang sedikit bergetar sembari menangis bahagia .
Pemandangan itu juga menjadi pemandangan kedua pasangan suami istri yang berstatus calon kakek nenek .
πππ
Jarum jam dinding di ruang inap Nesya sudah menunjukkan pukul delapan malam .
Dengan keadaan ruang inap yang sunyi, karena kedua orang tua mereka sudah kembali kerumah setelah Nesya selesai diperiksa oleh dokter obgyn .
Kini tinggal lah Nesya dan Rafa diruangan itu .
Kedua orang itu sama - sama berada di atas ranjang yang lumayan sempit jika diisi oleh dua orang .
Rafa yang bersandar di kepala ranjang dan Nesya yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Rafa .
Sembari menonton drama di handphone milik Rafa, karena handphone miliknya sedang di charger .
Rafa juga ikut menonton drama itu, walaupun ia harus kesusahan membaca subtitle .
Bayangkan saja, drama chine, subtitle inggris, yang menonton orang indonesia .
Itu membuat lumayan pusing .
" Mendingan nonton naruto atau power rangers ." batin Rafa berkata .
" Atau ngak sekalian nonton dua anak TK dengan kepala botak ." batinnya kembali berkata .
Namun apalah daya, daripada ia bingung harus berkegiatan apa, lebih baik ia menonton tontonan yang berada di depan mata .
" Ganteng banget CEO nya ."
" Jadi pengen dikarungin trus bawa pulang ."ucap Nesya gemas sendiri sembari tersenyum senyum .
" CEO di sebelah kamu juga ganteng yang ." ucap Rafa .
Ini sang istri sibuk memuji muji CEO yang berada di dalam drama , padahal di sebelahnya jelas - jelas ada seorang CEO ganteng yang sudah pasti miliknya seorang .
" Yang di drama lebih ganteng ." jawab Nesya .
" Memang terkadang rumput tetangga lebih cantik dari milik sendiri ." gumam Rafa sembari menggeleng pelan .
Tik tok tik tok
Waktu terus berlalu, detik, menit, bahkan jam .
" Udah jam sepuluh ."
" Kamu harus tidur yang ." ucap Rafa menginterupsi Nesya yang sedang fokus dengan dramanya .
" Bentar lagi boleh ? ."
" Habisin satu episode ini ."
" Ya ya ." pinta Nesya dengan puppy eyes andalannya .
" Enggak ."
" Tidur sekarang ."
" Kamu lagi sakit ."
" Kasian baby butuh istirahat ." jawab Rafa tegas sembari mengelus perut rata sang istri .
Kemudian ia mengambil handphone nya dari tangan Nesya .
Dan akan beranjak dari ranjang . berusaha memindahkan kepala dang istri yang bersandar padanya .
" Jangan pergi ." cegah Nesya sembari mencekal tangan sang suami .
" Ngak pergi yang ."
" Cuma mau ke sofa ."
" Ngak mungkin tidur di ranjang pasien sama kamu ." ucap Rafa lembut .
" Mungkin aja ."
" Tidur di ranjang sama aku ."
" Muat kok ."
" Barusan juga muat ." pinta Nesya .
" Yaudah ." Rafa kembali ke posisi semula .
Nesya langsung memeluk Rafa dan merebahkan kepalanya di dada bidang Rafa .
Kemudian mulai memejamkan mata .
Rafa pun ikut menutup matanya, mengistirahatkan tubuh yang terasa lelah, namun dengan hati bahagia .
πππ
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membangunkan tidur nyenyak Rafa .
Ia dengan segera beranjak dari ranjang .
" Masuk ." ucap Rafa setelah mendudukkan diri di sofa .
Cklek
" Permisi ." seseorang masuk kedalam rawat inap sembari membawa troli berisi makanan khusus pasien .
" Saya mengantar sarapan untuk pasien ." ucap seseorang tersebut , kemudian meletakkan sarapan di atas meja nakas .
" Makasih ." ucap Rafa .
" Sama - sama Pak ."
" Saya permisi ." seseorang tersebut kemudian berlalu dari ruang inap Nesya .
Rafa beranjak dari sofa, memasuki kamar mandi guna membasuh wajahnya .
Setelah selesai dengan itu, ia keluar kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang sang istri . berniat membangunkan Nesya untuk segera sarapan .
" Sayang." panggil Rafa sembari meniup mata sang istri .
Cara membangunkan versi baru Rafa . meniup mata tersebut seperti sedang meniup lilin ulang tahun .
Karena terganggu oleh Rafa, Nesya mulai membuka matanya perlahan .
" Bangun yang ."
" Sarapan dulu ."
" Nanti lanjut tidur lagi kalau masih ngantuk ." ucap Rafa sembari menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Nesya .
" Duduk dulu ."
" Mas suapin ." Rafa mengambil sarapan dari atas meja nakas .
Nesya pun mendudukkan diri sembari bersandar di kepala ranjang .
Rafa mulai menyuapi sang istri tanpa protes dari Nesya . ya Nesya memang lagi lapar, ngak mungkin protes .
Walaupun rasanya Nesya ingin protes karena makanan rumah sakit tidak sesuai dengan selera nya .
Bisa dibilang ngak enak, ngak pakai licin soalnya, ngak gurih .
Ya gimana , jangankan licin, garam sama gule aja ada takaran nya .
" Bersyukur lah kamu Sya, ketika tidak mendapatkan makanan berupa bubur saring dari rumah sakit yang penampakannya seperti kotoran bayi ."
Beberapa suap sudah masuk kedalam pencernaan Nesya .
" Udah Mas ." ucap Nesya dikala ia baru saja menelan makanan di mulutnya .
" Emang udah kenyang ? ." tanya Rafa .
" Udah ." Sebenarnya Nesya belum kenyang, namun ia sudah enek dengan makanan rumah sakit .
Rafa meletakkan kembali makanan tersebut ke atas meja nakas .
" Mas sarapan dulu sana ." perintah Nesya . karena pastinya sang suami juga merasa lapar saat ini .
" Iya ."
" Mas ke kantin RS dulu ya ."
" Kalau ada apa - apa telfon aja ." ucap Rafa sembari memberikan handphone Nesya yang baru saja ia lepas dari charger .
" Iyaa ."
Rafa pun berlalu dari ruangan menuju kantin untuk menikmati sarapan .
Ia memesan nasi goreng dengan potongan ayam goreng dan telur mata sapi setengah matang .
Dan tentu saja tak lupa ia juga memesan secangkir kopi .
Memakan sarapannya tanpa memperdulikan keadaan sekitar .
Padahal saat ini ada beberapa pasang mata kaum hawa melihatnya dengan perasaan mendamba .
" Gila, itu cowok ganteng banget ." ucap Lala sembari menyiapkan mie goreng kemulutnya .
" Lagi makan aja ganteng yakan La ." Vivi menimpali ucapan teman yang juga se profesi dengannya sebagai perawat di rumah sakit ini .
" Heem ."
" Kira - kira tu cowok lagi ngapain ya di RS ? ."
" Pagi - pagi gini lagi ." Lala.
Srekk
Vallen baru saja menarik kursi , meletakkan makanannya kemudian duduk di hadapan Vivi dan Lala .
" Lo pada lagi ngomongin apaan ? ."
" Kayaknya seru banget ." tanya Allen pada keduanya .
" Lo liat cowok di sana yang lagi sarapan ."
" Yang pakai kemeja putih ." Vivi mberitahu sembari menunjukkan dengan arah pandangnya .
" Ooo yang itu ."
" Kenapa sama cowok itu ? ." Allen .
" Genteng tau ."
" Tipe - tipe boyfriend material banget ." ucap Lala .
" Ngak usah ngehalu lo pada ."
" Tu cowok udah punya istri ." ucap Allen kepada keduanya .
" Hah.." Vivi dan Lala kaget .
" Tu cowok beneran udah punya istri ."
" Istrinya lagi di rawat di ruangan tulip ."
" Dengar - dengar juga tu cowok CEO Dirgantara ." Allen memberikan informasi yang lumayan akurat .
" Yahhhh ...." kedua orang di hadapannya mengehela nafas kecewa .
" Jangan niat jadi pelakor lu pada ."
" Sebagai perempuan terhormat tidak akan merebut kebahagiaan wanita lain ." Allen memberikan siraman rohani pagi ini .
" Ingat karma sebelum niat buat jadi pelakor ."
" Takutnya karma tujuh turunan ."
" Kan kasian anak cucu besok ." Allen .
" Eh tapi gue pernah denger desas desus di akun gosip kalau CEO Dirgantara belum beristri ." ucap Vivi . ia kan selalu melihat gosip gosip yanh bersedar .
" Iya, gue juga pernah dengar Vi ." Lala menimpali ucapan Vivi barusan .
Vivi mencari berita mengenai CEO Dirgantara melalui handphonenya .
" Nih kan ."
" Benar sama mukanya sama cowok yang kita lihat sekarang ."
" Coba kalian lihat ."
Ketiganya menyamakan wajah lelaki di foto dengan seorang yang sedang memakan sarapan tersebut .
" Di biodatanya dia masih berstatus lajang, tapi ada juga kabar yang bilang kalau dia udah nikah ." ucap Vivi sembari menunjukkan artikel tersebut .
" Tapi kabarnya ngak ada yang tahu siapa istrinya ."
" Makanya pada ngak percaya kalau CEO dirgantara udah nikah ." Vivi .
" Ya mana gue tau ."
" Yang gue dengar perempuan yang di ruang tulip memang istrinya ."
" Tadi aja waktu gue ganti infus di ruangan itu ."
" Tu cowok ada disana ." ucap Allen . karena memang saat semalam ia ke ruangan tulip untuk mengganti infus, Rafa berada disana .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Selasa, 28 Maret 2023
Pukul 22.00 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...
..." Maaf Author lama update, tangannya lagi susah ngetik akibat digigit kucing tetangga, mohon dimaklumi ya readers tersayang ." ...