
...Jangan Lupa Like Dan Comment Ya...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Nesya mengikuti sang Mami mengecek cookies yang masih di dalam oven .
" Kayaknya udah matang deh Dek ." ucap Mami dan langsung mengambil sarung tangan kemudian membuka oven .
" Udah matang kok Mi ."
" Iya udah pas ini matang nya ." Mami mengangkat loyang cookies dan mengeluarkannya dari oven .
Mami meletakkan loyang yang baru saja diangkat ke atas meja .
" Aw...."
" Ha kena kan ."
" Adek itu suka buru - buru ." ucap Mami .
" Cepat sana siram pakai air mengalir ." saran Mami . ya biasanya untuk sedikit mengurangi sakit akibat tersentuh benda panas adalah dengan air mengalir .
Belum sempat Nesya beranjak dari tempatnya ke wastafel.
" Kenapa sayang ? ." tanya Rafa yang baru saja sampai di dapur . tadi ia baru saja ke toilet sebentar .
Ketika mendengar pekikam sang istri ia langsung buru - buru menuju dapur .
" Kena loyang panas ."
" Istri kamu ini ngak sabaran makan cookies ." adu Mami kepada sang menantu .
Sedangkan Nesya tidak menjawab, ia sibuk meniup tangannya kemudian melangkah menuju wastafel .
Rafa mengikuti sang istri . ia segera menghidupkan air dan menarik tangan Nesya kemudian menaruhnya di bawah air yang mengalir .
" Sttt ." Nesya meringis karena tangannya terasa perih .
" Besok - besok harus hati - hati ."
" Jangan buru - buru ya sayang ."
" Kan jadi merah gini ." ucap Rafa sembari melihat tangan sang istri yang memerah .
Sedangkan Mami hanya diam sembari melihat anak dan menantunya .
Ia bersyukur putrinya mendapat pasangan yang perhatian seperti Rafa .
πππ
Setelah tragedi loyang panas dan Papi sudah pulang kerumah pada siang hari .
Keempat orang itu sekarang sedang menikmati makan siang bersama .
Setelah beberapa saat keempat orang itu selesai makan, sekarang saatnya menikmati camilan dan berbincang ringan .
" Gimana skripsi Dek ? ."
" Udah selesai atau belum ? ." tanya Mami .
" Mami kalau mau tanya skripsi silakan tanya sama orang di depan Papi ." jawab Nesya yang sedang menikmati ice cream sebagai dessert .
" La kan skripsi kamu ."
" Kenapa tanya ke Rafa ." heran Mami . ini yang buat skripsi kan putrinya, bukan suaminya .
" Mami lupa ya kalau Rafa itu dosen pembimbing Adek ."
" Oiya Mami lupa ."
" Gimana Raf skripsi putri Papi satu satunya itu ? ." tanya Papi mewakili pertanyaan sang istri kepada menantunya .
" Udah finish Pi ."
" Tinggal daftar ujian aja ."
" Kemungkinan minggu depan ujiannya Pi ." jawab Rafa untuk pertanyaan dari Papi mertua .
" Alhamdulillah kalau udah selesai ." Papi mengucap syukur .
" Semoga lancar ujiannya Dek ."
" Setelah ujian kita pesan baju keluarga buat wisuda ya ."
" Sekalian ajak Mama sama Papa kamu ya Raf ." Mami .
" Iya Mi ."
" Besok Rafa bilang ke Mama sama Papa ."
Perbincangan pun berlanjut di ruang TV . dengan Papi yang berbincang dengan Rafa sembari bermain catur . catur everytime pokoknya .
Sedangkan Mami dan Nesya sibuk foto memilih beberapa referensi model baju keluarga untuk wisuda Nesya .
" Ini bagus kayaknya Dek ." tunjuk Mami.
" Tapi warnanya buat agak mint gitu Mi ."
" Lebih bagus kayaknya ."
" Heeh Mami setuju ."
" Coba nanti kamu tanya Mama mertua ."
" Mana tau dia ada referensi model yang lebih bagus ." ucap Mami .
" Iya nanti Adek tanyain Mi ."
Setelah perbincangan dan permainan catur antara Papi dan Rafa usai, kedua pasangan berbeda gender itu beranjak dan menuju kamar masing - masing untuk mengistirahatkan badan di siang hari yang cerah ini .
Cklek
Nesya membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk diikuti Rafa .
" Aaa kangennya ." teriaknya senang . ia sangat rindu dengan kamarnya yang merupakan zona ternyaman untuk nya .
Tempat dimana ia berkeluh kesah hingga menumpahkan air mata . ntah utu bahagia atau sedih .
Nesya langsung merebahkan diri di atas ranjang dan memeluk boneka teddy bear berwarna coklat . karena yang hitam putih ia bawa ke apartemen .
" Mas sini ." ucap Nesya sembari menepuk space sebelah ia berbaring .
" Peluk ." rengerk Nesya .
" Rafa pun memeluk pinggang sang istri ."
Namun Nesya tidak memeluk balik, ia sibuk memeluk teddy bear nya .
Lalu mulai memejamkan mata untuk menikmati tidur siang .
Sudah lumayan lama ia tidak tidur di kamarnya ini . suasananya terasa berbeda, lebih nyaman . apalagi sambil dipeluk suami .tambah nyaman dong .
Rafa juga memejamkan mata mengikuti sang istri . ini Rafa semang doyan banget ngikutin istrinya . udah bucin akut sepertinya .
Dua jam berlalu .
Eughhh
Nesya membuka matanya perlahan lalu mengerjapkannya beberapa kali.
Kemudian terpejam lagi . ia mengumpulkan nyawa dulu sebelum benar - benar bangun .
Kurang lebih lima menit Nesya mengumpulkan nyawa yang berceceran .
Ia menoleh ke samping, langsung bertatapan dengan wajah sang suami yang masih memejamkan mata .
Tangannya terulur mengambil handphone di meja nakas .
" Udah jam satu lewat empat puluh ." ucapnya .
" Mas ." panggil Nesya sembari mencubit hidung mancung Rafa yang seperti perosotan anak TK .
" Heem ." Rafa mulai terbangun akibat ulah Nesya barusan .
" Bangun ."
" Udah hampir jam dua ."
" Mas katanya mau ke kantor ." Nesya mengingatkan . takut Rafa lupa jika ia harus ke kantor .
" Lima menit lagi ." ucap Rafa kemudian mengeratkan pelukannya dan mencium leher putih sang istri .
Nesya yang mendapat perlakuan seperti itu tubuhnya seketika merrinding .
Lima menit berlalu, namun Rafa belum beranjak sedikitpun .
" Yuk bangun ."
" Udah lima menit lebih loh Mas ." Nesya mengingatkan lagi .
" Heem ."
Rafa melepas pelukannya dari pinggang ramping sang istri dan beranjak dari ranjang .
Lalu melangkah memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci muka agar terlihat fresh .
Tak lama Rafa sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan rapi .
Iya segera mengganti bajunya dengan kemeja beserta jas .
Nesya yang masih berada di ranjang melihat pemandangan Rafa mengganti baju .
Terlihat perubahan yang sangat ketara ketika Rafa hanya memakai kaos biasa dengan ketika memakai kemeja beserta jas .
Terlihat lebih berwibawa ketika memakai pakaian kerja . lebih hot juga . wihh hot ya Sya .
" Kenapa yang ? ."
" Kok lihat Mas gitu ? ." heran Rafa melihat sang istri yang memandangnya dengan intens .
" Mas beda banget kalau lagi pakai baju rumah sama pakai baju kantor ."
" Baju rumah kelihatan cool ."
" Baju kantor hot ..."
" Ehh ..." Nesya keceplosan . ia menutup mulutnya dengan tangan .
Mendengat ucapan sang istri Rafa tersenyum smirk . ia mendekati ranjang .
" Cool gini bisa ngangetin kalau kamu lupa yang ."
" Kalau hot kamu pasti udah paham dong letak hot nya ." Bisik Rafa ditelinga sang istri .
Lagi - lagi Nesya dibuat merinding oleh Rafa , dan juga pipinya dibuat memerah karenanya .
" Kamu siap - siap ."
" Ikut Mas ke kantor dulu sebelum pulang ." ucap Rafa kemudian ia melangkah keluar kamar .
" Huhhh ."
" Ni bibir pakai acara keceplosan lagi ." Nesya menepuk bibirnya pelan . bibirnya suka bicara jujur banget . bikin repot .
" Perlu digembok kayaknya biar bicara pas dibutuhkan aja ." gerutu Nesya .
Ini konsepnya menyalahkan bibir sendiri . Nesya lagi agak demam atau gimana .
Efek ucapan Rafa memang luar biasa .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Senin, 20 Maret 2023
Pukul 20.37 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...
..." Bonus Foto Lumba - Lumba Kesayangan Author π " ...