My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 93 . Cool And Hot



...Jangan Lupa Like Dan Comment Ya...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Nesya mengikuti sang Mami mengecek cookies yang masih di dalam oven .


" Kayaknya udah matang deh Dek ." ucap Mami dan langsung mengambil sarung tangan kemudian membuka oven .


" Udah matang kok Mi ."


" Iya udah pas ini matang nya ." Mami mengangkat loyang cookies dan mengeluarkannya dari oven .


Mami meletakkan loyang yang baru saja diangkat ke atas meja .


" Aw...."


" Ha kena kan ."


" Adek itu suka buru - buru ." ucap Mami .


" Cepat sana siram pakai air mengalir ." saran Mami . ya biasanya untuk sedikit mengurangi sakit akibat tersentuh benda panas adalah dengan air mengalir .


Belum sempat Nesya beranjak dari tempatnya ke wastafel.


" Kenapa sayang ? ." tanya Rafa yang baru saja sampai di dapur . tadi ia baru saja ke toilet sebentar .


Ketika mendengar pekikam sang istri ia langsung buru - buru menuju dapur .


" Kena loyang panas ."


" Istri kamu ini ngak sabaran makan cookies ." adu Mami kepada sang menantu .


Sedangkan Nesya tidak menjawab, ia sibuk meniup tangannya kemudian melangkah menuju wastafel .


Rafa mengikuti sang istri . ia segera menghidupkan air dan menarik tangan Nesya kemudian menaruhnya di bawah air yang mengalir .


" Sttt ." Nesya meringis karena tangannya terasa perih .


" Besok - besok harus hati - hati ."


" Jangan buru - buru ya sayang ."


" Kan jadi merah gini ." ucap Rafa sembari melihat tangan sang istri yang memerah .


Sedangkan Mami hanya diam sembari melihat anak dan menantunya .


Ia bersyukur putrinya mendapat pasangan yang perhatian seperti Rafa .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Setelah tragedi loyang panas dan Papi sudah pulang kerumah pada siang hari .


Keempat orang itu sekarang sedang menikmati makan siang bersama .


Setelah beberapa saat keempat orang itu selesai makan, sekarang saatnya menikmati camilan dan berbincang ringan .


" Gimana skripsi Dek ? ."


" Udah selesai atau belum ? ." tanya Mami .


" Mami kalau mau tanya skripsi silakan tanya sama orang di depan Papi ." jawab Nesya yang sedang menikmati ice cream sebagai dessert .


" La kan skripsi kamu ."


" Kenapa tanya ke Rafa ." heran Mami . ini yang buat skripsi kan putrinya, bukan suaminya .


" Mami lupa ya kalau Rafa itu dosen pembimbing Adek ."


" Oiya Mami lupa ."


" Gimana Raf skripsi putri Papi satu satunya itu ? ." tanya Papi mewakili pertanyaan sang istri kepada menantunya .


" Udah finish Pi ."


" Tinggal daftar ujian aja ."


" Kemungkinan minggu depan ujiannya Pi ." jawab Rafa untuk pertanyaan dari Papi mertua .


" Alhamdulillah kalau udah selesai ." Papi mengucap syukur .


" Semoga lancar ujiannya Dek ."


" Setelah ujian kita pesan baju keluarga buat wisuda ya ."


" Sekalian ajak Mama sama Papa kamu ya Raf ." Mami .


" Iya Mi ."


" Besok Rafa bilang ke Mama sama Papa ."


Perbincangan pun berlanjut di ruang TV . dengan Papi yang berbincang dengan Rafa sembari bermain catur . catur everytime pokoknya .


Sedangkan Mami dan Nesya sibuk foto memilih beberapa referensi model baju keluarga untuk wisuda Nesya .


" Ini bagus kayaknya Dek ." tunjuk Mami.


" Tapi warnanya buat agak mint gitu Mi ."


" Lebih bagus kayaknya ."


" Heeh Mami setuju ."


" Coba nanti kamu tanya Mama mertua ."


" Mana tau dia ada referensi model yang lebih bagus ." ucap Mami .


" Iya nanti Adek tanyain Mi ."


Setelah perbincangan dan permainan catur antara Papi dan Rafa usai, kedua pasangan berbeda gender itu beranjak dan menuju kamar masing - masing untuk mengistirahatkan badan di siang hari yang cerah ini .


Cklek


Nesya membuka pintu kamarnya dan melangkah masuk diikuti Rafa .


" Aaa kangennya ." teriaknya senang . ia sangat rindu dengan kamarnya yang merupakan zona ternyaman untuk nya .


Tempat dimana ia berkeluh kesah hingga menumpahkan air mata . ntah utu bahagia atau sedih .


Nesya langsung merebahkan diri di atas ranjang dan memeluk boneka teddy bear berwarna coklat . karena yang hitam putih ia bawa ke apartemen .


" Mas sini ." ucap Nesya sembari menepuk space sebelah ia berbaring .


" Peluk ." rengerk Nesya .


" Rafa pun memeluk pinggang sang istri ."


Namun Nesya tidak memeluk balik, ia sibuk memeluk teddy bear nya .


Lalu mulai memejamkan mata untuk menikmati tidur siang .


Sudah lumayan lama ia tidak tidur di kamarnya ini . suasananya terasa berbeda, lebih nyaman . apalagi sambil dipeluk suami .tambah nyaman dong .


Rafa juga memejamkan mata mengikuti sang istri . ini Rafa semang doyan banget ngikutin istrinya . udah bucin akut sepertinya .


Dua jam berlalu .


Eughhh


Nesya membuka matanya perlahan lalu mengerjapkannya beberapa kali.


Kemudian terpejam lagi . ia mengumpulkan nyawa dulu sebelum benar - benar bangun .


Kurang lebih lima menit Nesya mengumpulkan nyawa yang berceceran .


Ia menoleh ke samping, langsung bertatapan dengan wajah sang suami yang masih memejamkan mata .


Tangannya terulur mengambil handphone di meja nakas .


" Udah jam satu lewat empat puluh ." ucapnya .


" Mas ." panggil Nesya sembari mencubit hidung mancung Rafa yang seperti perosotan anak TK .


" Heem ." Rafa mulai terbangun akibat ulah Nesya barusan .


" Bangun ."


" Udah hampir jam dua ."


" Mas katanya mau ke kantor ." Nesya mengingatkan . takut Rafa lupa jika ia harus ke kantor .


" Lima menit lagi ." ucap Rafa kemudian mengeratkan pelukannya dan mencium leher putih sang istri .


Nesya yang mendapat perlakuan seperti itu tubuhnya seketika merrinding .


Lima menit berlalu, namun Rafa belum beranjak sedikitpun .


" Yuk bangun ."


" Udah lima menit lebih loh Mas ." Nesya mengingatkan lagi .


" Heem ."


Rafa melepas pelukannya dari pinggang ramping sang istri dan beranjak dari ranjang .


Lalu melangkah memasuki kamar mandi untuk sekedar mencuci muka agar terlihat fresh .


Tak lama Rafa sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan rapi .


Iya segera mengganti bajunya dengan kemeja beserta jas .


Nesya yang masih berada di ranjang melihat pemandangan Rafa mengganti baju .


Terlihat perubahan yang sangat ketara ketika Rafa hanya memakai kaos biasa dengan ketika memakai kemeja beserta jas .


Terlihat lebih berwibawa ketika memakai pakaian kerja . lebih hot juga . wihh hot ya Sya .


" Kenapa yang ? ."


" Kok lihat Mas gitu ? ." heran Rafa melihat sang istri yang memandangnya dengan intens .


" Mas beda banget kalau lagi pakai baju rumah sama pakai baju kantor ."


" Baju rumah kelihatan cool ."


" Baju kantor hot ..."


" Ehh ..." Nesya keceplosan . ia menutup mulutnya dengan tangan .


Mendengat ucapan sang istri Rafa tersenyum smirk . ia mendekati ranjang .


" Cool gini bisa ngangetin kalau kamu lupa yang ."


" Kalau hot kamu pasti udah paham dong letak hot nya ." Bisik Rafa ditelinga sang istri .


Lagi - lagi Nesya dibuat merinding oleh Rafa , dan juga pipinya dibuat memerah karenanya .


" Kamu siap - siap ."


" Ikut Mas ke kantor dulu sebelum pulang ." ucap Rafa kemudian ia melangkah keluar kamar .


" Huhhh ."


" Ni bibir pakai acara keceplosan lagi ." Nesya menepuk bibirnya pelan . bibirnya suka bicara jujur banget . bikin repot .


" Perlu digembok kayaknya biar bicara pas dibutuhkan aja ." gerutu Nesya .


Ini konsepnya menyalahkan bibir sendiri . Nesya lagi agak demam atau gimana .


Efek ucapan Rafa memang luar biasa .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Senin, 20 Maret 2023


Pukul 20.37 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...


..." Bonus Foto Lumba - Lumba Kesayangan Author πŸ˜™ " ...