My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 64. Sleep Call



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Cklek


Rafa melangkah memasuki kamar setelah selesai makan malam dan quality time bersama keluarga.


Ia segera merebahkan diri di ranjang.


Matanya memandang langit - langit kamar.


" Dia sedang apa sekarang ." gumam Rafa.


" Kan jadi pengen dengar suaranya ."


Lalu tangannya dengan segera mengambil handphone diatas meja nakas samping ranjang.


Rafa membuka handphonenya dan mencari kontak Nesya.


Segera ia meng klik call


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya sedang merebahkan diri diatas ranjang sembari membaca novel di aplikasi Noveltoon.


Dengan air mata yang mengalir lumayan deras karena terlalu menghayati cerita di novel tersebut.


" Pliss balikan aja, kasian bryan loh Cellyin ." gumam Nesya dengan sedih.


Sembari air mata mengalir, Nesya masih terus melanjutkan membaca novel tersebut.


Ketika sudah sampai episode 90, novel belum ada kelanjutannya.


" Ini kenapa ngak update lagi sih ." gerutu Nesya


" Ngak tau apa kalau aku penasaran banget ."


" Ini authornya kemana coba ."


" Pliss dong update wahai author ."


" Oke aku bakalan buat permintaan update biar authornya cepat update kelanjutannya ."


Disela ucapan Nesya, tiba - toba ponsel ditangannya mendapat panggilan.


Ting ting ting


" Kutub Utara ."


Nama kontak yang memanggilnya.


Yupss kalian semua pasti tau siapa gerangan yang menelfon dengan nama kontak " Kutub Utara ."


Sudah pasti calon suami Nesya yang beberapa hari lagi sah menjadi suaminya. jadi imam nya eh.


Nesya segera mengangkat panggilan tersebut.


" Hallo, Assalamualaikum Mas ."


" Waalaikumsalam sayang ."


" Kenapa Mas ? ."


" Tumben nelfon jam segini ." ucap Nesya dengan nada sedikit serak kerena habis menangis.


" Sayang ." ucap Rafa dari balik telfon.


" Iya Mas kenapa ? ."


" Kok suara kamu beda ? ."


" Kamu habis nangis ? ."


" Iya ."


" Kamu nangis kenapa ? cerita sama Mas ." tanya Rafa dengan wajah khawatir di seberang sana.


" Novelnya sedih, kan aku jadi nangis ."


" Ya Allah Mas kira kenapa ." ucap Rafa sembari menepuk dahinya.


" Sedih banget Mas, kan akunya jadi nangis ini. "


" Yaudah jangan sedih lagi ."


" Heem ."


" Sayang ."


" Iya Mas ." jawab Nesya


" Mas mau tanya ."


" Mau tanya apa ? ." nesya.


" Habis nikah mau honeymoon ? ."


" Jelas mau kalau itu. "


" Mau honeymoon kemana ? biar Mas bisa persiapkan semuanya ."


" Ke Korea boleh ? ." tanya Nesya.


" Boleh, Mas ikut kamu aja ."


" Ya iyalah Mas ikut, kan honeymoon, ngak mungkin kan honeymoon sendiri ."


" Mas ada - ada aja deh ."


" Jadi ke Korea ini ? udah fiks ? ." tanya Rafa memastikan.


" Heem...ke Korea."


" Yaudah nanti Mas siapin tiket dan yang lainnya ."


" Eh Mas ."


" Kenapa Sayang ? ."


" Ngak usah beli tiket ."


" Loh kenapa sayang ? ."


" Trus kita kesananya gimana ? ."


" Ya naik pesawat la, gimana sih Mas ."


" Ya maksudnya gimana cara naik pesawatnya kalau ngak beli tiket ."


" Atau mau pakai jet pribadinya Papa aja ."


" Ngak mau pakai jet pribadi ." Nesya.


" Nih ya Mas, dengerin dulu. "


" Iya ini di dengerin sayang ."


" Jadi.."


" Jadi apa ? ."


" Jadi apa prok prok prok ..." ucap Nesya.


" Kan malah bercanda, orang udah serius dengerin ini. " gerutu Rafa dibalik telfon.


" Yaudah yaudah serius ni serius ."


" Bang Rui yang mau beliin tiket ke Korea nya ."


" Kok bisa Bang Rui yang beliin ? ."


" Kata Bang Rui buat hadiah pernikahan ."


" Gitu katanya Mas ."


" Yaudah kalau gitu ."


" Berarti Mas tinggal siapin hotel dll ."


" Kan tiket udah Bang Rui ."


" Okee Mas ."


" Hotelnya harus yang strategis ya, biar enak kalau mau kemana - mana. "


" Iya sayang iya ."


" Ngomongin pergi honeymoon, jadi ngak sabar buat halalin kamu ."


" Cepetan di halalin kalau gitu ." ucap Nesya


" Tunggu aja beberapa hari lagi juga halal sayang ."


" Kalau udah halal."


" Tidur ada yang nemenin, bisa peluk guling hidup , kan Mas jadi bahagia ngebayanginnya."


" Jadi di nikahin cuma buat jadi guling hidup ? ." Nesya.


" Ya enggak ."


Nesya memegang dadanya ketika mendengar ucapan Rafa barusan.


Kan jadi salting Nesya. bahkan wajahnya sudah memerah saat ini.


Untung saja Rafa tidak bisa melihat itu.


" Mau punya anak berapa sayang ? ." tanya Rafa setelah beberapa saat tidak mendapat jawaban apapun dari Nesya.


" Mas maunya berapa ? ." Nesya bertanya kembali.


" Kalau Mas maunya dua, ngak perlu banyak - banyak ."


" Soalnya kasihan kalau kamu harus ngerasain sakit berkali kali ."


" Mas ngebayangin nya aja ngak tega ."


" Kalau dua anak , berarti ngerasain sakitnya juga berkali kali, kan dua kali itu Mas ." ucap Nesya.


" Ya kalau bisa buat kembar aja yang, biar sakitnya sekali aja ."


" Kembar cowok cewek, kan gemes tu yang ."


" Tapi bukannya keluarga kita ngak ada keturunan kembar ya Mas ."


" Biasanya kalau ngak ada keturunan kembar, susah buat punya anak kembar ." Nesya.


" Kan yang penting usaha dulu yang ." ucap Rafa.


" Iyain, terserah Mas aja la ." Nesya.


" Ganti ke video call ya ."


" Pengen lihat kamu ."


" Kangen ."


" Bapak dosen lagi mode bucin apa gimana ini ? ." tanya Nesya.


" Iya lagi mode bucin ."


" Lagi pengen isi tenaga dengan lihat kamu, vitamin buat beberapa hari kedepan. "


" Sebagai mahasiswa yang baik dan rendah hari, saya akan menuruti keinginan Bapak dosen yang terhormat ."


Nesya pun mengganti panggilan suara ke video call.


" Sayang ."


" Nggeh Mas ."


" Kamu makin gemes lo yang kalau lagi bicara pakai bahasa jawa gini. "


" Kan aku memang gemesin Mas ."


" Baru tau yaaa. "


" Enggak sih, udah tau dari lama kalau kamu emang gemesin ."


" Dan ngangenin juga kan ? ." tanya Nesya.


" Iya ngangenin, pengen dipeluk terus jadinya. " ucap Rafa.


" Ini ceritanya kita sleep call apa gimana Mas ? ."


" Anggap aja sleep call ."


" Sesekali gpp la ."


" Iya gpp, hari ini aku turutin deh Mas. "


" Kan besok udah ngak bisa gini lagi ."


" Besok aku udah ngak pegang handphone ."


" Besok handphone aku bakalan ada ditangan nyonya besar Xavier. "


" Huhhh ." terdengar suara helaan nafas Rafa di seberang sana.


" Besok bakalan kangen banget sama kamu sayang ." ucap Rafa.


" Kalau kangen ya tinggal disamperin kerumah ." ucap Nesya dengan entengnya.


" Kalau aku samperin kamu, yang ada bakalan di usir pakai sapu lidi sama Mami . " ucap Rafa.


" Pasti itu Mas ."


" Coba deh bayangin Mami lagi pegang sapu lidi di tangannya sambil ngusir kamu ."


" Hahahahaha....pasti lawak banget. " tawa Nesya membayangkan hal tersebut.


" Bahagia banget kayaknya kalau aku lagi menderita. " ucap Rafa dengan wajah kesalnya.


" Yang sabar ya Bapak dosen ."


" Mas selalu sabar kalau sama kamu ."


" Yakin selalu sabar ? ." tanya Nesya .


" Iya sayang selalu sabar ."


" Tapi kalau dikampus ngak sabar tuh, kerjanya marah - marah mulu ." Nesya


" Kan dikampus beda yang ."


" Dikampus aku sebagai dosen kamu ."


" Harus profesional ."


" Iyain deh yang profesional ."


Hoammm


" Udah ngantuk ? ." tanya Rafa.


" Heem... ."


" Yaudah tidurlah ."


" Iya, aku matiin ya video call nya ." ucap Nesya.


" Jangan dimatiin ." ucap Rafa cepat.


" Trus gimana? masa ngak dimatiin ."


" Kamu taruh handphonenya menghadap ke kamu ."


" Serius ? mas mau liatin aku lagi tidur gitu ? ." Nesya.


" Iya, biar Mas bisa lihat kamu lebih lama ."


" Ish mulai kata - kata manisnya keluar. "


" Beneran ini yang bukan gombal. "


" Pengen lihatin kamu lebih lama aja ."


" Yaudah kalau gitu aku ambil tempat buat taruh handphone nya dulu ."


Nesya pun beranjak dari ranjang mengambil benda tersebut.


Kemudian ia kembali ke ranjang dan memposisikan handphonenya dengan benar.


Memeluk guling dan menarik selimut sebatas dada.


" Wan 'an Mas ."


" Waan itu apa sayang ? ."


" Selamat malam Mas ."


" Malam juga ."


" Selamat tidur sayang ."


" Heem ."


Nesya pun mulai memejamkan mata dengan video call yang masih menyala menampakkan wajah Rafa yang masih setia memandangi nya.


Kok romantis banget Bapak Dosen satu ini. jadi pengen diromantisin juga kan.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Jumat, 06 Januari 2023


Pikul 21.30 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...


...Semoga Lekas Sembuh Baby Pudu Kesayanganku...