My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 37. Bouquet



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


.......


Nesya pun sampai di parkiran dosen, matanya melihat sekitar guna mencari dimana letak mobil Rafa.


Ketika sudah menemukan keberadaan mobil Rafa, ia pun menghampiri mobil tersebut.


Tok tok..


Nesya mengetuk kaca mobil Rafa.


Rafa pun membuka kaca mobilnya setelah mengetahui Nesya mengetuk kaca mobilnya.


" Masuk ." Ucap Rafa dengan nada dan ekspresi kelewat datar.


Nesya pun segera masuk menuruti perintah Rafa yang bersifat multak.


Rafa lalu memutar tubuhnya ke arah kursk belakang, mengambil buket mawar yang ukurannya lebih besar dari buket yang diberikan David.


" Buat kamu ." ucap Rafa sembari mengerahkan buket tersebut.


" Makasih ." ucap Nesya ketika Rafa memberikan buket tersebut.


" Besok dan seterusnya kamu hanya boleh terima buket dari Mas ." Rafa berucap seperti itu karena rasa cemburunya terhadap laki - laki yang tadi memberikan buket mawar kepada tunangannya itu, dan sialnya diterima dengan senang hati oleh Nesya.


" Iya, mas cemburu aku terima buket dari David ? ." ntah keberanian dari mana Nesya melontarkan pertanyaan itu dari bibirnya .


" Enggak, ngak perlu kamu sebut namanya depan Mas ." Rafa mengelak tuduhan Nesya bahwa dia cemburu pada laki - laki bernama David tersebut.


" Iya percaya kalau Mas ngak cemburu ." Nesya berusaha tidak melanjutkan perdebatan mereka.


" Hari sabtu sibuk ngak ? ." tanya Rafa.


" Emm...enggak sih, kenapa Mas ? ." Nesya


" Sabtu Mas jemput kamu buat fitting ."


" Pagi ? ."


" Jam 9 mas jemput ."


" Oke ."


" Kamu tadi ke kampus bawa mobil sendiri atau ngak? kalau ngak biar mas anter kamu pulang sekarang ." Rafa.


" Tadi ke kampus diantar Bang Rui ."


" Mas ngak usah antar aku pulang, soalnya aku mau pergi bareng Vina sama Zura. "


" Pergi kemana? ."


" Ke tempat buket, soalnya kan aku beliin buket buat Vina, jadi ajak Vina ke tempat buket buat pilih sendiri buket yang dia suka ." Nesya menjelaskan pada Rafa panjang lebar.


" Oo ." Rafa.


" Udah kan Mas ? aku pergi sekarang gpp ? ." tanya Nesya.


" Iya Gpp ."


" Bye Mas, makasih buketnya ." ucap Nesya lalu segera keluar dari mobil Rafa lalu berjalan riang.


Muahhh...Nesya mencium buket mawar yang baru di dapatnya dari Rafa.


Dan pemandangan itu dilihat Rafa dari kaca spion, senyum pun langsung tersungging dari bibirnya. memperhatikan Nesya yang berjalan menuju mobil temannya hingga mobil tersebut meninggalkan area parkir.


Rafa segera mengambil handphonenya dan mengetik kan pesan.


" Hanya buket dari Mas yang boleh kamu bawa pulang, yang lain jangan, Mas cemburu sayang ."


Selesai mengetik kan pesan tersebut, Rafa segera mengirimkannya kepada tunangan tersayang, tercinta ter ter lah pokoknya.


Kemudian ia bergegas menyalakan mobilnya dan melajukannya membelah jalanan menuju kantor untuk memulai pekerjaannya sebagai CEO Dirgantara Group.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya berjalan menuju parkir dan menghampiri mobil Zura. mengetuk kacanya dan kaca itupun langsung terbuka menampakkan wajah Vina yang duduk dikursi kemudi.


" Masuk Sya ."


Nesya pun langsung masuk ke mobil dan duduk di kursi barisan kedua. meletakkan buket dari Rafa di kursi samping. buket tersebut bersebelahan dengan buket yang diberikan David.


" Ada yang dapet buket dari Pak Rafa nih ." ucap Zura karena melihat Nesya yang baru saja meletakkan buket tersebut di kursi.


" Pak Rafa ngak mau kalah saing sama David kayaknya ." Vina ikut menambahi.


" Gimana Sya pas ketemu Pak Rafa ? masih datar kayak tadi ? ." Jiwa kepo Zura mulai menyeruak.


" Awalnya sih iya, tapi udah enggak kok ."


" Dia tau lo dapet buket dari David? ." Vina.


" Tau ."


" Tu apa kata Pak Rafa ? ." Zura.


" Besok dan seterusnya kamu hanya boleh terima buket dari Mas ." gitu katanya.


" Fix Pak Rafa pasti cemburu ." Vina


" Dari kata - katanya aja tersirat ada kecemburuan disana ." Zura.


" Ntah la, tadi gue tanya cemburu atau enggak, dia bilangnya ngak cemburu tuh ." Nesya.


" Yakali Pak Rafa terang terangan bilang kalau dia cemburu, gengsi la pasti, tapi kayaknya gemes banget ngak sih kalau Pak Rafa beneran bilang dia cemburu ."


" Iya pasti gemes banget deh ."


" Kita mau beli buket dimana Sya ? ." tanya Vina.


" Di simpang tiga , depan Indoapril, kan ada tempat buket tuh. " ucap Nesya memberi tahu.


" Oke, lets go ." Vina pun melajukan mobilnya ke tempat yang diberitahukan Nesya.


Ting


Chat dari seorang laki - laki, yaitu Rafa.


" Hanya buket dari Mas yang boleh kamu bawa pulang, yang lain jangan, Mas cemburu sayang ." itulah pesan yang Nesya terima.


Seketika wajahnya langsung memerah ketika selesai membaca chat tersebut.


Vina yang tak sengaja melihat Nesya dari kaca pun dibuat bertanya tanya.


" Lo kenapa Sya ? ."


" Rafa chat gue ." jawab Nesya.


" Chat apa ? ." Zura.


" Nih baca sendiri ." Nesya memberikan handphonenya kepada Zura.


Zura pun langsung menerimanya dan membacanya.


" Uhhh gemes banget ."


" Mas cemburu sayang ." Zura membaca chat tersebut dengan nada dibuat selimut mungkin.


" Serius Pak Rafa chat gitu ? mana sini liat ." Vina sedikit tidak percaya.


" Nih, gue aja yang pegangin handphone nya, lo kan lagi nyetir ." Zura pun memperlihatkan chat tersebut kepada Vina.


" Coba lo cubit gue, kayaknya gue lagi mimpi deh ."


" Yakali cowok model kulkas kayak pak Rafa chat gini ."


" Aww.." teriak Vina ketika zura mencubitnya dengan penuh kasih sayang dan dendam kesumat...hahahaha.


" Sakit Ra ." gerutu Vina.


" La kan lo yang minta cubit barusan ."


" Lo nyubitnya semangat banget, udah kayak membalaskan dendam ."


" Serah lo la Vin, cape gue. "


Sedangkan Nesya hanya menonton perdebatan kedua orang tersebut dengan diam, dalam hati Nesya suka melihatnya, karena seru aja gitu, emang Nesya itu modelan sahabat laknat sih.


Temen lagi berantem bukannya di damaikan, eh malah ditonton, harusnya di dukung dong, kalau perlu dikasih yel yel biar tambah semangat...hahahaha


" Hanya buket dari Mas yang boleh kamu bawa pulang, yang lain jangan, Mas cemburu sayang ." Vina membaca chay tersebut kemudian tertawa.


" Gemes banget , jadi pengen digituin sama Chenle ." Ucap Vina dengan nada alay nya.


" Jangan mimpi ketinggian, bias lo yang satu itu anti romantic ." ucap Zura yang langsung menjatuhkan mimpi sahabatnya tersebut.


" Lo bukannya ngasih semangat, ini malah berusaha buat gue sadar diri ." gerutu Vina kesal.


" Ya sebagai sahabat yang baik, gue hanya antisipasi agar lo ngak gila aja sih, kan kasian RSJ nya kalau ke tambahan lo ." Zura.


" Udah debatnya, kalian kalau dibiarin bisa debat sampai besok, udah kayak debat apaan aja, tuh tempat buket nya udah deket ." ucap Nesya mengeluarkan suaranya setelah sekian purnama.


" Oke bu bos ." jawab Vina.


Tak lama Vina pun memberhentikan mobilnya di depan toko khusus buket.


Mereka bertiga pun segera turun dari mobil dan memasuki tempat tersebut.


" Selamat datang ." sambut pegawai tempat tersebut.


" Iya ." jawab ketiganya bersamaan.


Mereka pun melihat lihat buket yang terpajang rapi tersebut.


" Mbak, bisa requst buket kan ? ." tanya Nesya ke pegawai tersebut.


" Bisa kak, mau request buket yang seperti apa ? ."


" Sebentar mbak, saya ada fotonya ." Nesya pun mengambil handphone dari dalam tas kemudian membuka galerinya.


" Yang seperti ini mbak, bisa ? ." Nesya menunjukkan foto buket tersebut.


" Bisa kak, itu fotonya dari kakak ? ." a


" Iya, fotonya nanti saya kirim, bisa kan mbak ? ."


" Bisa kak, sebentar saya ambil pena buat catat nomor kakak ."


" Biar saya aja yang save nomor kakak, berapa nomornya kak? ."


" 0822 2512 1999 ." ucap pegawai tersebut menyebutkan nomor handphonenya.


" Nanti saya kirim fotonya ya kak ." ucap Nesya.


" Iya kak ."


" Udah Sya ? " tanya Vina menghampiri Nesya.


" Udah Vin, lo udah ? ."


" Udah tadi sama kakak yang satu lagi ."


" Yaudah yuk ke kasir ." ajak Zura kepada keduanya.


Mereka pun ke kasir guna membayar buket tersebut.


Nesya membeli buket untuk Vina, Vina membeli buket untuk Nesya dan Aura membeli buket untuk keduanya. kasian author tu sama dompet Zura kalau harus beli double gini .


..........❣..........


^^^Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...^^^


...Follow Author Juga Jangan Lupa Yaa......


...See You Next Chapter...


Rengat Barat


Kamis, 30 November 2022


Pukul 21.36


...Salam Sayang Dari Namja Chingu Zhong Chenle yang gemoy tapi anti romantic 🐬...