My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 70. H - 1



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


.......


Sang mentari mulai memancarkan sinarnya menyinari bumi.


Cahayanya masuk di sela - sela gorden kamar bernuansa abu - abu.


Terlihat tiga gadis sedang menyelami mimpi masing - masing diatas ranjang sembari memeluk guling dan boneka.


Mereka masih terlelap disaat jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.


Sepertinya tak ada satupun dari mereka berniat untuk membuka mata dan memulai aktifitas hari ini.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Pagi ini Rafa bangun tepat pukul 05.25 wib. ia tak langsung beranjak dari ranjang. melainkan memainkan game online di handphone nya.


Tak terasa karena asik memainkan game online, waktu pun tampak berjalan cepat bagi Rafa.


" Cepet banget udah jam setengah tujuh ."


" Ini jam gue salah apa ya ."


Rafa segera meletakkan handphone di atas meja nakas lalu dirinya beranjak dari ranjang.


Melangkah dan langsung memasuki kamar mandi guna membersihkan sekaligus menyegarkan badan untuk memulai aktifitas pagi ini.


Tak berapa lama Rafa sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Ia segera memasuki walk in closed untuk berpakaian.


Setelah selesai berpakaian, ia segera menyisir dan menggunakan gel rambut untuk menata rambutnya.


Lalu melangkah keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan bersama keluarga.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Too tok tok


Tok tok tok


" Dek ."


" Sya ."


Mami mengetuk dan memanggil Nesya dari balik pintu kamar.


Namun tak ada jawaban apapun dari kamar tersebut.


Cklek


Mami pun membuka pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.


Matanya langsung tertuju pada ketiga gadis yang masih terlelap diatas ranjang.


" Ini anak bertiga pasti habis begadang ."


" Kelakuannya dari dulu ngak berubah ." ucap Mami menggerutu.


Mami melangkah mendekati ranjang.


" Bangunnnnn ."


" Ayo nonton konser...ayo buruan ... ." teriak Mami dengan vokal yang melebihi vokal Chen.


" Hah apa konser ." ucap Vina yang langsung saja membuka matanya karena kaget.


" Konser konser siapa yang konser ? ." ucap Nesya yang juga kaget dan langsung mendudukkan diri di ranjang.


" Apa ? konser ! ." ucap Zura yang juga membuka matanya .


" Hahahahahahahaha." Tawa Mami menggema di seluruh ruangan.


" Ah Mami Mah ." ucap Nesya ketika tau jika apa yang didengarnya tidak benar.


" Mami is kan ." ucap Vina kesal.


" Mami lo ah ngak seru ." Zura juga kesal.


" Udah ayo turun kebawah ."


" Sarapan pagi ." ucap Mami dan langsung melangkah keluar kamar.


" Hoammm ." Nesya menguap efek masih mengantuk.


" Eughhh ." Gumam Vina sembari mengeratkan guling nya.


" Yuk turun ."


" Gue udah laper ." ucap Zura mengajak keduanya.


" Bentar Ra, ngumpulin nyawa dulu ." jawab Vina ala kadarnya.


" Heeh...nyawa gue juga masih berceceran dimana mana ini ." Nesya menimpali ucapan Vina.


" Lima menit ."


" Kalau lebih gue seret kalian berdua ." ancam Zura. efek laper ya gini.


" Heem ." gumam keduanya berbarengan.


Tak terasa lima menit sudah berlalu .


" Ayok kebawah, udah lima menit ini ."


" Heem ." gumam Vina dan Nesya.


Dengan tanpa aba - aba Zura pengasung menarik tangan keduanya agar bangkirt dari rebahan ternyaman mereka.


" Iya iya ini bangun ." ucap Nesya yang hampir terjatuh dari ranjang karena tarikan Zura.


" Gue hampir nyium lantai ini Ra ." ucap Vina.


" Makanya cepetan ayok ." Zura.


Zura pun melangkah diikuti keduanya keluar kamar menuju meja makan.


Dengan langkah terpaksa Nesya dan Vina mengikuti Zura, menuruni tangga dengan enggan karena harus menahan rasa kantuk yang masih tersisa.


Sedangkan Zura melangkah dengan terburu buru karena cacing - cacing diperutnya yang sudah berdemo ria meminta asupan.


Ketiganya sampai di meja makan dan duduk di kursi masing - masing.


" Kalian berdua kenapa ? ." tanya Rui yang melihat keduanya duduk di kursi dengan bertopang dagu dan memejamkan mata.


" Ngantuk banget nget nget ini Bang ." jawab Vina tanpa membuka matanya.


" Ngantuk berat, seberat cintaku ke Haechan. " jawab Nesya.


" Begadang semalem ? ." tanya Papi yang sedari tadi hanya melihat dan menyimak.


" Heem ." jawab keduanya.


" Makanya jangan begadang ."


Usai pembicaraan singkat itu, mereka memulai sarapan pagi bersama.


Nesya dan Vina memasukkan makanan ke mulutnya dan mengunyahnya dengan enggan.


Keduanya bisa dibilang masih setengah sadar, setengahnya lagi masih berada di alam antah berantah.


Tak lama sarapan pun selesai.


" Adek mau lanjut tidur "


" Bye semua ." ucap Nesya kepada semua orang dan langsung beranjak meninggalkan meja makan.


" Vina juga, bye bye ." ia langsung mengikuti langkah Nesya menuju kamar.


" Zura juga kalau gitu, bye semua ." ia pun mengikuti keduanya menuju kamar.


" Mereka bertiga kayak anak kembar ."


" Kelakuannya sama ." ucap Mami sembari melihat ketiganya berjalan meninggalkan meja makan.


" Ya namanya mereka selalu bareng Mi ."


" Ya gitu jadinya ." jawan Rui.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Rafa sedang memainkan ponselnya sembari duduk di ruang keluarga.


Di depannya terdapat tiga orang yang sedang memainkan play station dengan heboh.


Tak lain dan tak bukan ketiga pria itu adalah ketiga sahabatnya yaitu Keenan, Kevin dan Dimas.


Ketiga manusia berakhlak mulia, eh salah.


Ketiga manusia yang akhlaknya kurang setengah , nah gini baru benar.


" Siapa yang mau nemenin Mama belanja ." ucap Mama yang baru menginjakkan kaki di ruang keluarga.


" Kevin Ma Kevin ." ucap Kevin sembari mengangkat tangannya ."


" Ada yang mau ikut lagi ngak ? ." ucap Mama lagi.


" Enggak Ma ". jawab ketiganya bersamaan, ini orang bertiga udah di briefing dulu mungkin.


" Donat nya jangan lupa ya Ma ." ucap Kevin sang pencinta makanan manis terutama donat.


" Kalau lupa nanti Kevin ingetin ."


" Yakan kamu ikut Mama ."


" Gimana sih , pusing Mama punya anak bujang modelan kamu Vin ." ucap Mama sembari menepuk jidat nya sendiri.


" Kamu setiap Mama belanja nitipnya donat mulu ."


" Makanan manis terus yang dimakan ."


" Giginya sakit baru tahu ." ucap Mama.


" Ya kan enak ma....hehe ." ucap Kevin sembari terkekeh.


" Ini ada titipan ngak ? ."


" Wafer keju yang banyakkk ya Ma ." Dimas memberitahukan titipannya.


" Oke ."


" Kalian apa ? Ken Bang ."


" Yang gurih gurih Ma ." ucap Keenan.


" Micin di dapur noh gurih ." jawab Kevin.


" Gadoin aja itu micin di dapur ." Rafa ikut bersuara.


" Nanti Mama cariin yang gurih gurih ."


" Kalau ngak ada ya nanti Mama beliin micin aja yang banyak buat kamu " ucap Mami bercanda.


" Kamu nitip apa Bang ? ."


" Nitip rindu buat Nesya aja Ma ." jawab Rafa.


" Bucinnn ." ucap keempat orang yang mendengar ucapan Rafa barusan.


" Kan tadi disuruh nitip ."


" Ya ini kan nitip ." ucap Rafa.


" Mama itu mau belanja, nitip nya seharusnya makanan ."


" Bukan nitip rindu ."


" Titip rindu aja ke burung merpati, pakai surat ."


" Manatau sampai ke Nesya ." ucap Mama. ini Mami terinspirasi dari drama Indoxxxx apa ya.


" Ini zaman modern Ma ."


" Yakali nitip surat ke burung ." jawab Rafa kesal.


" Nitip ke kang paket Raf, kan udah modern. " ucap Kevin.


" Udah la ."


" Capek Mama Bang kalau kamu lagi mode kangen ayang ."


" Yuk Vin berangkat ."


" Yuk Ma otw belanja ." ucap Kevin sembari mengambil kunci mobil dari dalam sakunya.


Tak lupa ia juga mengambil handphone daru atas meja.


Mama dan Kevin berlalu dari ruang keluarga .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...Maaf Ya Telat Banget Update Nya...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Jumat, 20 Januari 2023


Pukul 21.53 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...