
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β€..........
.......
Disaat mentari sudah menampakkan sinarnya pertanda hari sudah pagi dan orang - orang mulai melakukan aktivitasnya masing - masing.
Disaat itu pula tiga orang gadis masih berada di dalam mimpi indahnya.
Tanpa ada satupun yang terusik akan sinarentari yang menembus celah - celah gorden kamar hotel mereka.
Mereka masih mengarungi mimpi dikarenakan ketiganya baru saja tidur sekitar jam 01.30 pagi.
Dan sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.
πππ
Dikamar hotel yang berada di lantai 14, kedua laki - laki sedang berkutat dengan pekerjaannya, dan matanya fokus melihat laptop di hadapan mereka. mereka mengerjakan pekerjaan yang tertunda karena semalam harus menemani ketiga gadis yang masih tertidur nyenyak di kamar yang berada satu lantai diatas.
Mereka berdua sama - sama diam tanpa ada suara, hanya suara ketik an keyboard.
Kurang lebih sudah satu jam mereka fokus pada pekerjaannya.
Rafa pun melihat jam yang tertera di ujung sebelah kanan laptop. disana menunjukkan pukul 07.15 Wib. Sudah lumayan siang fikirnya.
Ia dengan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Dua puluh lima menit kemudian Rafa pun sudah selesai dengan pekerjaannya. ia pun mematikan laptopnya dan memasukkannya kedalam tas.
Sedangkan Rui sudah menyelesaikan pekerjaannya sekitar lima menit yang lalu, sekarang Rui sedang menyegarkan diri dikamar mandi.
Disaat Rui sedang mandi. Rafa pun berjalan ke arah pintu balkon sembari memegang secangkir kopi yang baru saja dibuatnya.
Cklek
Dibukanya pintu tersebut, lalu ia duduk di kursi yang tersedia disana. meletakkan gelas kopinya di meja.
Ia menikmati pemandangan pagi dari ketinggian empat belas lantai.
Paru - parunya menghirup udara segar dan matanya dimanjakan oleh pemandangan indah ciptaan sang kuasa.
" Raf, coba lo telfon Nesya, tanyain mau otw jam berapa " ucap Rui yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya dan menampakkan roti sobek yang terpampang nyata.
Untung saja Rafa seorang pria dan juga sama - sama memiliki roti sobek yang menggoda iman, kalau sampai Rafa cewek kan jadi terasa pemandangan yang memanjakan mata.
" Bentar Bang gue tanyain ." jawab Rafa yang masih setia duduk di kursi balkon.
Rafa pun beranjak dari kursinya kemudian melangkah masuk ke kamar, mengambil handphonenya yang tergeletak di meja depan televisi.
Lalu membuka dan mencari kontak Nesya. segera ia melakukan panggilan.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar tujuan, cobalah beberapa saat lagi ." panggilan Rafa dibalas oleh operator.
" Nesya nomernya ngak aktif Bang ." ucap Rafa kepada Rui yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
" Coba lo telfon Vina sama Zura ."
Rafa kemudian menelfon Vina terlebih dahulu, namun tidak diangkat.
Lalu ia mencoba menelfon Zura, namun Zura juga tidak aktif.
" Vina gue telfon ngak diangkat, Zura nomernya ngak aktif ." Rafa.
" Mereke bertiga kebiasaan atau gimana , suka banget ngak aktif atau ngak angkat telfon ." Rui menggerutu.
" Ntah la Bang ."
" Kita nyusul kesini juga karena mereka bertiga ditelfon ngak aktif ." Rui.
" Kita tunggu mereka telfon, daripada kita harus ke kamar mereka ." Rui.
" Kan otw pulang juga terserah mereka, kita cuma ngikut aja. "
" Iya Bang ."
" Gue mau sarapan kebawah, lo ikut ngak ? ." Tanya Rui kepada Rafa yang sedang duduk disofa sembari menonton berita di televisi.
" Gue ikut Bang, laper soalnya ." jawab Rafa, ia segera beranjak dari sofa.
Mereka berdua pun keluar kamar untuk menuju tempat dimana mereka akan sarapan.
Kedua laki - laki itupun sampai ditempat yang menyediakan sarapan, mereka memilih tempat sarapan yang letaknya di depan hotel tempat mereka menginap.
Mereka berdua sarapan disini atas kemauan Rui, katanya makanan disini enak. sedangkan Rafa hanya mengikuti saja. soalnya Rafa tipe orang yang tidak pilih - pilih kalau soal makanan.
Mereka berdua pun sarapan sembari mengobrol ringan.
" Raf, lo kenapa belum publish soal hubungan lo sama adek gue ? ." tanya Rafa setelah sedari tadi mereka membahasa soal pekerjaan keduanya.
" Adek lo belum mau publish Bang ." Jawab Rafa sembari meminum americano 6 shot nya.bisa dibayangkan seperti apa rasa pahit kopi tersebut.
" Alasannya ? ."
" Katanya karena takut di bully sama fans gue, padahal gue ngak punya fans. "
" Padahal kan belum tentu di bully juga Bang ." ucap Rafa mengeluarkan pendapatnya.
" Ya iya, ngak yakin juga gue ada yang berani bully tu anak satu ." Rui.
" Kalau sampai ada yang bulu adek gue, pastinya Zura langsung turun tangan, pada kabur semua yang ada karena lihat Zura yang ganas mematikan ." Rui berbicara lalu dirinya bergidik ngeri membayangkan hal tersebut. membayangkan ketika Zura sedang marah.
Kalau Zura sedang marah, bagaikan singa.
" Emang Zura se menyeramkan itu Bang ? ." tanya Rui penasaran.
" Serem Raf, dulu pernah ada kakel yang marah ke Vina karena gebetan nya nembak si Vina eh langsung dibantai habis sama si Zura. gue sih ngak lihat langsung, cuma lihat dari video aja ." ucap Rui menjelaskan.
" Gue jadi serem bayangin nya Bang ."
Ting ting ting
Hanphone Rafa berbunyi dan menginterupsi pembicaraan keduanya.
" Nesya ? ." tanya Rui.
" Hem ." jawab Rafa dengan anggukan.
Ia segera mengangkat telfon tersebut, kalau kelamaan bisa - bisa sang ibu ratu marah besar.
" Halo Mas, lagi dimana ? " tanya Nesya dari seberang telfon sana.
" Di tempat makan depan hotel, kenapa ? ."
" Gpp, cuma tanya, kita otw pulang jam berapa ? ." Nesya.
" Ya Mas terserah kamu sayang mau otw jam berapa ."
" Mas ngikut aja. "
" Yaudah kalau gitu, otw jam 09.00 aja ya Mas, soalnya baru bangun, belum packing juga ."
" Iya, nanti kabarin aja kalau udah siap ."
" Oke Mas, yaudah aku mau siap - siap packing dulu ."
" Assalamualaikum ." Nesya.
" Waalaikumsalam ."
tutu tut
Telfon pun terputus.
" Apa katanya Raf ? kita otw jam berapa ? ." tanya Rui pada sang calon adik iparnya itu.
" Otw jam 09.00, soalnya adek lo baru bangun Bang, belum packing juga katanya ." jawab Rui sembari menyeruput kembali americanonya.
" Masih sekitar satu jam an lagi. " Rui.
" Lo ngak ngopi dulu Bang ? ." Tanya Rafa karena tadi Rui hanya memesan hot chocolate.
" Bentar lagi gue pesen espresso, tunggu ngabisin hot chocolate dulu ." jawab Rui.
" Lambung lo gpp itu minum americano 6 shot ? ."
" Sejauh ini lambung gue masih aman - aman aja ."
" Gue minum americano 4 shot aja udah maksimal banget ."
" Gue udah kebiasaan 6 shot, kalo minum yang 4 shot ngak puas Bang ."
Merekapun melanjutkan kembali obrolannya sembari Rui menikmati espresso yang baru saja disajikan di mejanya.
Setelah beberapa saat dan kedua gelas kopi di hadapan keduanya sudah habis tak bersisa.
Keduanya pun memutuskan untuk kembali ke hotel dan mem packing barang - barang mereka.
..........β£..........
.......
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye byeee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 18 Desember 2022
Pukul 19.30 Wib
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Haechanie β€...