
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
Dua hari berlalu dengan cepat .
Dan hari ini , hari dimana Nesya akan mengikuti sidang skripsi .
Sejak ayam mulai berkokok, disaat mentari mulai menampakkan sinarnya, Nesya sudah membuka mata .
Ia bangun pagi untuk sekedar mempelajari kembali skripsi nya .
Lalu saat ini Nesya sudah berada di dapur membantu Mami memasak sarapan .
Mulai dari ayam bumbu, sup ayam hingga cah kangkung, tak lupa beberapa menu pelengkap lain .
Beberapa saat kemudian semua menu sudah tersedia di atas meja makan .
Tak lupa Nesya membuatkan kopi untuk sang suami , Papi dan Bang Rui .
Ntah kenapa para lelaki dirumah ini suka meminum kopi setiap pagi .
Walaupun sebenarnya itu tidak baik bagi pencernaan .
Setelah dirasa semua urusan dapur sudah selesai, Nesya meninggalkan dapur menuju kamar untuk membangunkan Rafa .
Cklek
Ketika Nesya memasuki kamar, ternyata sang suami sudah berpakaian rapi dan sedang duduk di balkon sembari memangku laptopnya .
Nesya pun menghampiri Rafa .
" Mas ..." panggil Nesya, yang membuat Rafa mengalihkan pandangannya dari layar laptop .
" Iya sayang ."
Nesya mendudukkan diri di kursi sebelah Rafa .
" Ke depan komplek yuk Mas ." ajak Nesya .
" Loh mau ngapain yang pagi - pagi kedepan komplek ." tanya Rafa agak heran, tidak biasanya Nesya mengajaknya keluar pagi - pagi .
" Pengen lontong pecal tapi ngak pakai sayur sama gorengan ."
" Kayaknya enak banget sarapan itu pagi - pagi gini." ucap Nesya . ntah kenapa air liurnya seakan menetes membayangkan makanan itu .
" Sesi ngidam dimulai ." Batin Rafa .
" Yaudah ayo kita jalan ke depan komplek ."
" Eh mau jalan atau bawa mobil yang ? ." tanya Rafa kepada sang istri .
" Bawa motor aja ."
" Di garasi ada motor matic ."
Rafa mematikan laptop di pangkuannya, lalu beranjak , lalu tangan kanannya menggandeng tangan istrinya .
Sedangkan tangan kiri membawa laptopnya .
Keduanya masuk ke kamar, Rafa segera menaruh laptopnya di mena .
Lalu mereka keluar dari kamar dengan wajah Nesya yang simringah .
Mereka menuruni tangga bersama, dengan tangan Rafa yang melingkar di pinggang sang istri .
Sebenarnya Rafa sudah mengusulka. kepada Nesya untuk mereka pindah ke kamar yang ada di lantai satu agar Nesya tidak naik turun tangga, namun ditolak mentah - mentah oleh Nesya .
Dengan jawaban seperti ini .
" Ngak mau ah pindah kamar ."
" Udah nyaman sama kamar sendiri ."
" Nanti kalau pindah ke kamar bawah trus disana ada hantu nya gimana ."
" Kan hantu nya belum kenal sama aku ."
" Masak iya harus kenalan dulu ."
" Males ah ."
" Kalau dikamar aku yang sekarang ."
" Walaupun mungkin ada hantu nya ."
" Kan hantu nya udah kenal ."
" Udah jadi bestie malah ."
Itulah jawaban yang keluar dari mulut Nesya .
Jawaban yang sangat aneh menurut Rafa .yakali bestie an sama hantu .
Rafa dan Nesya menuju ruang makan .
" Mi ." panggil Nesya kepada Mami yang baru sjaa menuangkan susu di gelas .
" Iya Dek ."
" Kenapa ? ." tanya Mami .
" Adek sama Rafa sarapan di depan komplek boleh ? ." tanya Nesya . padahal tadi ia dan Mami sudah memasak sarapan bersama .
" Loh kenapa ngak sarapan dirumah aja ? ."tanya Mami heran .
" Pengen sarapan lontong pecal sama gorengan Mi ."
" Enak banget kayaknya ."
" Oo...lagi nyidam ternyata ." tebak Mami .
" Emang ngidam gini Mi ? ." tanya Nesya . ya fia kan baru pertama kali hamil, mana ngerti .
Karena kan biasanya Nesya juga suka makan, ingin makan ini itu juga .
" Ya iya ."
" Yaudah sana Raf turutin ngidam istri kamu ."
" Keburu siang trus ngak kebagian lontong pecalnya ." perintah Mami .
" Iya Mi ."
" Kami pergi dulu Mi ."
" Eh Mami mau pesan sesuatu ngak ? ."
"Biar sekalian dibeliin ." tawar Rafa kepada sang Mami mertua .
" Kamu mau gorengan deh ."
" Gorengan apa Mi ? ." tanya Nesya .
" Apa aja ."
"Campur aja Dek ." pesan Mami .
" Oke Mi ."
" Kami pergi dulu ." Rafa .
Rafa membuka pintu garasi dan mengeluarkan motor matic yang akan mereka naiki menuju depan komplek sana .
Keduanya segera menaiki motor tersebut, dengan tangan Nesya yang melingkar di pinggang sang suami .
Kelebihan naik motor ya gini, bisa sambil peluk .
Naik motor di pagi hari, saat udara masih terasa dingin, sembari memeluk suami .
Nikmat mana lagi yang engkau dustakan .
Rafa mengendarai motor dengan pelan, ya gimana ngak pelan, ia sedang membawa dua nyawa yang ia sayang .
" A itu mbah Simpen udah buka Mas di depan sana ." ucap Nesya sembari menunjuk dimana tempat penjual lontong pecal langganannya dulu sebelum menikah .
" Duh udah ngak sabat makan disana ."
" Makan sama peyek pasti enak banget ." ucap Nesya .
Tak berapa lama Rafa sudah memarkirkan motornya di depan penjual itu .
Keduanya segera turun .
Nesya langsung menghampiri mbah Simpen yang sedang melayani pembeli .
" Mbah ." panggilnya .
" Eh koe toh nduk ."
" Wes sui mbah ora ketok awakmu ."ucap Mbah Simpen .
" Iya Mbah ."
" Udah dua bulanan ngak tinggal dirumah ." jawab Nesya .
" Ikut suami Mbah ."
" Ooo...wes mbojo toh ."
" Iyo Mbah ." jawab Nesya tersenyum .
" Pesen lontong pesel e kaleh mbah ."
" Setunggal ora nganggo kulupan .."
" Nganggo mie ae ." ucap Nesya memberitahukan pesanannya .
" Iyo, dienteni disek yo ."
" Iyo mbah ."
Ia mengambil piring dan meletakkan beberapa gorengan ke piring itu, setelah dirasa cukup .
Nesya pun duduk di kursi yang disediakan disana, dimana di kursi sebelahnya Rafa sudah menunggunya sedari tadi sembari memakan peyek yang disediakan dimeja .
" Peyeknya enak yang ." beritahu Rafa sembari mengunyah peyek teri .
" Memang enak ."
" Di komplek ini peyek Mbah simpen paling enak ."
" Belum ada saingannya ." ucap Nesya .
Ia mengambil sebungkus peyek dan membukanya .
Krauk
Menggigit peyek dan mengunyahnya .
Peyek dengan cita rasa gurih dan renyah .
Tak lama mereka menunggu sembari menikmati peyek, dua piring lontong pecal baru sjaa tersaji di meja keduanya .
Rafa mulai menyuapkan lontong ke mulutnya dan mengunyahnya .
" Emang ya kalau yang jualan itu mbah - mbah, semua makanannya enak ." batin Rafa berkata .
Karena memang biasanya begitu, mungkin karena faktor pengalaman memasak mbah - mbah sudah terbilang lama .
Keduanya menikmati makanan masing - masing hingga piring di hadapan mereka bersih tak bersisa .
Dan diakhiri dengan meminum teh manis hangat .
" Besok kita kesini lagi ya yang ." pinta Rafa .la ini malah Rafa yang jadi ketagihan .
" Sipp."
" Tapi selain hari minggu ."
" Soalnya hari minggu mbah Simpen libur ." ucap Nesya sembari menikmati tempe goreng yang baru saja di letakkan mbah simpen diatas meja .
Tempe goreng dengan disiram bumbu pecal yang tadi Nesya pesan dan baru datang sekarang karena tadi tempe goreng nya masih dibuat .
" Besok masih Kamis yang ."
" Masih tersisa tiga hari buat sarapan disini sebelum libur ." ucap Rafa .bisa - bisa Rafa sarapan disini terus kalau begini .
" Iya iya ." Nesya geleng - geleng kepala. kan tadi ia yang ngidam, eh malah sang suami yang keterusan .
Nesya beranjak dari kursi untuk membayar .
Ia menghampiri mbah Simpen untuk menanyakan berapa barga semua makanan yang mereka makan .
Ya walaupun tanpa bertanya Nesya bisa menghitung sendiri, udah hafal banget Nesya sama harganya .
Tak lupa Nesya juga memesan beberapa gorengan pesanan sang Mami .
" Piro kabehane mbah ? ." tanya Nesya .
" Kabehane entek xxxxx nduk ."
Nesya pun membuka dompet milik Rafa yang saat ini berada di tangannya .Ia mengeluarkan selembar uang berwarna merah dari dompet tersebut .
Lalu menyerahkannya .
Setelahnya ia mendapat beberapa lembar kembalian dan kembali memasukkannya ke dalam dompet milik sang suami .
Setelah selesai sarapan dan membayar semuanya .
Keduanya beranjak dari situ dan kembali menaiki motor untuk pulang kerumah .
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Rabu, 05 April 2023
Pukul 20.08 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...