My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 99 . Depan Komplek



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


Dua hari berlalu dengan cepat .


Dan hari ini , hari dimana Nesya akan mengikuti sidang skripsi .


Sejak ayam mulai berkokok, disaat mentari mulai menampakkan sinarnya, Nesya sudah membuka mata .


Ia bangun pagi untuk sekedar mempelajari kembali skripsi nya .


Lalu saat ini Nesya sudah berada di dapur membantu Mami memasak sarapan .


Mulai dari ayam bumbu, sup ayam hingga cah kangkung, tak lupa beberapa menu pelengkap lain .


Beberapa saat kemudian semua menu sudah tersedia di atas meja makan .


Tak lupa Nesya membuatkan kopi untuk sang suami , Papi dan Bang Rui .


Ntah kenapa para lelaki dirumah ini suka meminum kopi setiap pagi .


Walaupun sebenarnya itu tidak baik bagi pencernaan .


Setelah dirasa semua urusan dapur sudah selesai, Nesya meninggalkan dapur menuju kamar untuk membangunkan Rafa .


Cklek


Ketika Nesya memasuki kamar, ternyata sang suami sudah berpakaian rapi dan sedang duduk di balkon sembari memangku laptopnya .


Nesya pun menghampiri Rafa .


" Mas ..." panggil Nesya, yang membuat Rafa mengalihkan pandangannya dari layar laptop .


" Iya sayang ."


Nesya mendudukkan diri di kursi sebelah Rafa .


" Ke depan komplek yuk Mas ." ajak Nesya .


" Loh mau ngapain yang pagi - pagi kedepan komplek ." tanya Rafa agak heran, tidak biasanya Nesya mengajaknya keluar pagi - pagi .


" Pengen lontong pecal tapi ngak pakai sayur sama gorengan ."


" Kayaknya enak banget sarapan itu pagi - pagi gini." ucap Nesya . ntah kenapa air liurnya seakan menetes membayangkan makanan itu .


" Sesi ngidam dimulai ." Batin Rafa .


" Yaudah ayo kita jalan ke depan komplek ."


" Eh mau jalan atau bawa mobil yang ? ." tanya Rafa kepada sang istri .


" Bawa motor aja ."


" Di garasi ada motor matic ."


Rafa mematikan laptop di pangkuannya, lalu beranjak , lalu tangan kanannya menggandeng tangan istrinya .


Sedangkan tangan kiri membawa laptopnya .


Keduanya masuk ke kamar, Rafa segera menaruh laptopnya di mena .


Lalu mereka keluar dari kamar dengan wajah Nesya yang simringah .


Mereka menuruni tangga bersama, dengan tangan Rafa yang melingkar di pinggang sang istri .


Sebenarnya Rafa sudah mengusulka. kepada Nesya untuk mereka pindah ke kamar yang ada di lantai satu agar Nesya tidak naik turun tangga, namun ditolak mentah - mentah oleh Nesya .


Dengan jawaban seperti ini .


" Ngak mau ah pindah kamar ."


" Udah nyaman sama kamar sendiri ."


" Nanti kalau pindah ke kamar bawah trus disana ada hantu nya gimana ."


" Kan hantu nya belum kenal sama aku ."


" Masak iya harus kenalan dulu ."


" Males ah ."


" Kalau dikamar aku yang sekarang ."


" Walaupun mungkin ada hantu nya ."


" Kan hantu nya udah kenal ."


" Udah jadi bestie malah ."


Itulah jawaban yang keluar dari mulut Nesya .


Jawaban yang sangat aneh menurut Rafa .yakali bestie an sama hantu .


Rafa dan Nesya menuju ruang makan .


" Mi ." panggil Nesya kepada Mami yang baru sjaa menuangkan susu di gelas .


" Iya Dek ."


" Kenapa ? ." tanya Mami .


" Adek sama Rafa sarapan di depan komplek boleh ? ." tanya Nesya . padahal tadi ia dan Mami sudah memasak sarapan bersama .


" Loh kenapa ngak sarapan dirumah aja ? ."tanya Mami heran .


" Pengen sarapan lontong pecal sama gorengan Mi ."


" Enak banget kayaknya ."


" Oo...lagi nyidam ternyata ." tebak Mami .


" Emang ngidam gini Mi ? ." tanya Nesya . ya fia kan baru pertama kali hamil, mana ngerti .


Karena kan biasanya Nesya juga suka makan, ingin makan ini itu juga .


" Ya iya ."


" Yaudah sana Raf turutin ngidam istri kamu ."


" Keburu siang trus ngak kebagian lontong pecalnya ." perintah Mami .


" Iya Mi ."


" Kami pergi dulu Mi ."


" Eh Mami mau pesan sesuatu ngak ? ."


"Biar sekalian dibeliin ." tawar Rafa kepada sang Mami mertua .


" Kamu mau gorengan deh ."


" Gorengan apa Mi ? ." tanya Nesya .


" Apa aja ."


"Campur aja Dek ." pesan Mami .


" Oke Mi ."


" Kami pergi dulu ." Rafa .


Rafa membuka pintu garasi dan mengeluarkan motor matic yang akan mereka naiki menuju depan komplek sana .


Keduanya segera menaiki motor tersebut, dengan tangan Nesya yang melingkar di pinggang sang suami .


Kelebihan naik motor ya gini, bisa sambil peluk .


Naik motor di pagi hari, saat udara masih terasa dingin, sembari memeluk suami .


Nikmat mana lagi yang engkau dustakan .


Rafa mengendarai motor dengan pelan, ya gimana ngak pelan, ia sedang membawa dua nyawa yang ia sayang .


" A itu mbah Simpen udah buka Mas di depan sana ." ucap Nesya sembari menunjuk dimana tempat penjual lontong pecal langganannya dulu sebelum menikah .


" Duh udah ngak sabat makan disana ."


" Makan sama peyek pasti enak banget ." ucap Nesya .


Tak berapa lama Rafa sudah memarkirkan motornya di depan penjual itu .


Keduanya segera turun .


Nesya langsung menghampiri mbah Simpen yang sedang melayani pembeli .


" Mbah ." panggilnya .


" Eh koe toh nduk ."


" Wes sui mbah ora ketok awakmu ."ucap Mbah Simpen .


" Iya Mbah ."


" Udah dua bulanan ngak tinggal dirumah ." jawab Nesya .


" Ikut suami Mbah ."


" Ooo...wes mbojo toh ."


" Iyo Mbah ." jawab Nesya tersenyum .


" Pesen lontong pesel e kaleh mbah ."


" Setunggal ora nganggo kulupan .."


" Nganggo mie ae ." ucap Nesya memberitahukan pesanannya .


" Iyo, dienteni disek yo ."


" Iyo mbah ."


Ia mengambil piring dan meletakkan beberapa gorengan ke piring itu, setelah dirasa cukup .


Nesya pun duduk di kursi yang disediakan disana, dimana di kursi sebelahnya Rafa sudah menunggunya sedari tadi sembari memakan peyek yang disediakan dimeja .


" Peyeknya enak yang ." beritahu Rafa sembari mengunyah peyek teri .


" Memang enak ."


" Di komplek ini peyek Mbah simpen paling enak ."


" Belum ada saingannya ." ucap Nesya .


Ia mengambil sebungkus peyek dan membukanya .


Krauk


Menggigit peyek dan mengunyahnya .


Peyek dengan cita rasa gurih dan renyah .


Tak lama mereka menunggu sembari menikmati peyek, dua piring lontong pecal baru sjaa tersaji di meja keduanya .


Rafa mulai menyuapkan lontong ke mulutnya dan mengunyahnya .


" Emang ya kalau yang jualan itu mbah - mbah, semua makanannya enak ." batin Rafa berkata .


Karena memang biasanya begitu, mungkin karena faktor pengalaman memasak mbah - mbah sudah terbilang lama .


Keduanya menikmati makanan masing - masing hingga piring di hadapan mereka bersih tak bersisa .


Dan diakhiri dengan meminum teh manis hangat .


" Besok kita kesini lagi ya yang ." pinta Rafa .la ini malah Rafa yang jadi ketagihan .


" Sipp."


" Tapi selain hari minggu ."


" Soalnya hari minggu mbah Simpen libur ." ucap Nesya sembari menikmati tempe goreng yang baru saja di letakkan mbah simpen diatas meja .


Tempe goreng dengan disiram bumbu pecal yang tadi Nesya pesan dan baru datang sekarang karena tadi tempe goreng nya masih dibuat .


" Besok masih Kamis yang ."


" Masih tersisa tiga hari buat sarapan disini sebelum libur ." ucap Rafa .bisa - bisa Rafa sarapan disini terus kalau begini .


" Iya iya ." Nesya geleng - geleng kepala. kan tadi ia yang ngidam, eh malah sang suami yang keterusan .


Nesya beranjak dari kursi untuk membayar .


Ia menghampiri mbah Simpen untuk menanyakan berapa barga semua makanan yang mereka makan .


Ya walaupun tanpa bertanya Nesya bisa menghitung sendiri, udah hafal banget Nesya sama harganya .


Tak lupa Nesya juga memesan beberapa gorengan pesanan sang Mami .


" Piro kabehane mbah ? ." tanya Nesya .


" Kabehane entek xxxxx nduk ."


Nesya pun membuka dompet milik Rafa yang saat ini berada di tangannya .Ia mengeluarkan selembar uang berwarna merah dari dompet tersebut .


Lalu menyerahkannya .


Setelahnya ia mendapat beberapa lembar kembalian dan kembali memasukkannya ke dalam dompet milik sang suami .


Setelah selesai sarapan dan membayar semuanya .


Keduanya beranjak dari situ dan kembali menaiki motor untuk pulang kerumah .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Rabu, 05 April 2023


Pukul 20.08 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...