
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Nesya menuruni satu persatu anak tangga . ia langsung menuju dapur, karena ia sedang mencari sang mama yang tampaknya di jam jam seperti ini sedang berada di dapur .
Nah kan benar
Mami sedang membuat es buah di dapur .
Siang - siang gini minum es buah enak banget sepertinya .
" Mi ." Panggil Nesya menghampiri sang mMami yang tengah sibuk memasukkan es ke dalam tempat yang berisi potongan buah .
" Iya Dek ."
" Kamu mau es buah ngak ? ."
" Sekalian panggil Rafa ."
" Siang siang minum es buah sambil kumpul di gazebo taman enak nih ." ucap Mami . ia sudah membayangkan bagaimana nikmatnya .
" Ini author nulis perkara es buah dihari pertama puasa , kan jadi pengen ."
" Tapi Adek sama Rafa ngak bisa lama Mi ."
" Loh kenapa ? ."
" Kira Mami kalian bakalan nginep disini ." Ucap Mami sedikit kecewa . karena ia masih merindukan putrinya itu .
" Rafa bentar lagi ke kantor ."
" Besok kan juga ngantor Mi ."
" Kalau weekend kami nginep disini deh ." Nesya membujuk sang Mami agar mengurangi rasa kecewanya .
" Janji ya weekend nginap sini ? ." Mami memastikan lagi .
" Iya Mi ."
" Nanti Adek bilang Mas Rafa ."
πππ
Keempat manusia sedang menikmati es buah di gazebo belakang rumah, tepatnya di samping kolam renang .
Dengan dilengkapi taman yang asri milik Mami tentunya .
Kan semua milik Mami, Mami sudah pasti miliknya Papi .
" Mami lihat semenjak nikah kamu makin berisi ya Dek ." Celetuk Mami . ya menurutnya putrinya itu bertambah subur saja . efek punya suami atau gimana .
Namun dalam hati Mami merasa sedikit curiga jika putrinya itu sedang berbadan dua .
" Masak iya Mi ? ."
" Heeh ."
" Perkiraan Mami paling sedikit kamu naik dua kilo ."
Nesya melihat pergelangan tangannya, ia sih menurut nya berat badannya bertambah soalnya cincin di jarinya sedikit ketat .
" Kayaknya beneran deh Adek gendutan Mi ."
" Cincin nikahnya aja agak sempit sekarang ." Nesya tidak merasa tersinggung atau bagaimana ketika sang Mami membicarakan soal berat badan .
Karena bahasan ini sering keduanya lakukan sejak dulu .
Bahkan ketika keduanya sama - sama merasa gendut, mereka akan diet bersama .
" Coba kamu beli tespack ."
" Mami curinga bentar lagi dapat cucu ." ucapan Mami seketika membuat ketiga orang yang berada disana langsung melihat ke arah Mami .
" Hah ..."
" Ya ini cuma tebakan Mami doang ."
" Tapi ngak ada salahnya di tes dulu ."
" Mana tau tebakan Mami benar " ucap Mami melanjutkan perkataannya .
" Tapi Adek hari ini halangan Mi ."
" Ya kali hamil ."
Ya hari ini adalah hari pertama Nesya berhalangan, namun ia tidak berhalangan seperti biasa, hanya berupa flek darah sedikit saja .
Kalau yang lainnya ya seperti halangan biasa, dengan rasa sedikit nyeri di perut .
πππ
Nesya terdiam memikirkan perkataan sang Mama tadi sembari melihat jalanan di depan .
Sedangkan Rafa fokus menyetir menuju kantor siang ini .
" Kamu kenapa sayang ? ." tanya Rafa yang sedaei tadi memperhatikan keterdiaman sang istri .
" Gpp ."
" Lagi ngak mood aja ."
" Perut juga lagi ngak enak ." adunya kepada sang suami .
" Nanti sebelum pulang kita beli kunyit asam buat kamu ." Rafa sedikit mengerti karena ia mempunyai adik perempuan . yang setiap sedang berhalangan selalu ia yang diminta membelikan kunyit asam yang dijual di dekat kantor Rafa .
" Mas kok tau kalau lahi halangan minumnya kunyit asam ? ." heran Nesya. karena biasanya laki - laki tidak tau akan hal itu .
" Tau lah."
" Orang tiap bulan Mas beli ."
" Hah ."
" Mas beli buat siapa ? ." ini Nesya kepo . fikiran nya sudah menebak yang bukan bukan .
Lagi halangan tambah sensitif perasaannya .
" Jangan mikir aneh - aneh ." peringat Rafa .
" Ya gimana ngak mikir aneh ."
" Mas bisa bisanya beli kunyit asam setiap bulan ."
" Buat siapa ? ."
" Ngak mungkin buat Mas kan ? ." Cerca Nesya dengan beberapa pertanyaan yang ia ajukan kepada sang suami .
" Buat Fisya sayang ."
" Yakali buat Mas ."
" Tapi kadang Mas juga minum ."
" Soalnya kata Mama itu baik buat lambung ." Rafa meminumnya walaupun terasa sedikit aneh pada awalnya, namun lama kelamaan ia mulai menyukainya .
" Oo..."
Tak lama Rafa memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu lobi .
Ini kebiasaan Rafa ni, suka parkir sembarangan, untung itu kantor miliknya .
" Yuk sayang ."
Keduanya turun dari mobil dan memasuki kantor dengan tangan Rafa yang melingkari pinggang ramping sang istri .
" Kenapa suami orang ganteng banget ."
" Pak Rafa setelah nikah tambah hot ."
" Gue jadi yang kedua rela deh ."
" Ngak usah mimpi jadi yang kedua ."
" Pak Rafa aja kelihatan bucin banget sama istrinya ."
Itulah percakapan beberapa karyawan disana .
Cklek
Rafa membuka ruangannya , Nesya langsung masuk ke dalam mendahuluinya dan merebahkan diri di sofa .
Rafa yang melihat tingkah sang istri hanya geleng - geleng kepala .
" Mas keluar dulu ya sayang ."
" Ada urusan bentar trus lanjut rapat ." pamit Rafa yang masih berdiri di depan pintu .
" Heem ." jawab Nesya yang sudah memejamkan mata sembari meringkuk di sofa .
Ia berushaa tertidur sembari menahan rasa sakit diperutnya .
" Jadi perempuan gini amat ."
" Tiap bulan harus ngalamin menstruasi ." gumam Nesya pelan .
Tak lama ia bangkit dan melangkah menuju pintu kamar pribadi Rafa .
Cklek
Suara pintu terbuka setelah Nesya memasukkan kode .
Ia langsung melangkah menuju ranjang . mengambil remote ac di atas nanas dan menyalakannya . Nesya ingin mendinginkan tubuhnya .
Dan langsung merebahkan diri di ranjang .
Mencari posisi nyaman dan mulai terlelap mengarungi lautan mimpi .
πππ
Cklek
Rafa memasuki ruangannya, melihat sekitar, ia tidak menemukan keberadaan sang istri .
Ia langsung melangkah menuju kamar pribadinya .
Memasukkan pin dan seketika pintu ia buka.
Pandangannya langsung tertuju ke ranjang, yang disana terdapat Nesya yang sedang tertidur lelap .
" Tidur ternyata."
Rafa pun menghampiri ranjang .
Mengelus kepala sang istri dengan sayang, tak lupa menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nesya .
" Sayang." panggil Rafa . karena ia harus membangunkan sang istri untuk diajak pulang .
Disaat jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore .
" Eughhh ."
" Yuk bangun ."
" Nanti lanjut tidur lagi ."
Nesya membuka matanya perlahan .
" Mas udah selesai ? ." tanyanya dengan suara paraw .
" Udah ."
" Yuk pulang ."
" Nanti kita mampir bentar beli kunyit asam ."
" Sampai apartemen langsung diminum ."
" Mas lihat kamu pucat banget sayang ." Rafa memperhatikan wajah sang istri sedari tadi yang nampak pucat dan lemas .
" Mungkin efek sedang menstruasi ." batin Rafa .
Nesya pun beranjak dari ranjang, keduanya keluar dari kamar .
Rafa mengambil handphone , dompet beserta kunci mobil dan tas kecil milik sang istri yang berada di meja sofa ruangannya .
Rafa kembali melingkarkan tangannya di pinggang sang istri . ia khawatir sebenarnya dengan keadaan Nesya saat ini .
Kemudian keduanya melangkah keluar ruangan Rafa .
Ting
Rafa dan Nesya segera memasuki lift yang akan membawa keduanya menuju lobi .
Nesya meremas tangan Rafa dengan tiba - tiba ketika keduanya masih berada di dalam lift .
" Kenapa sayang ? ." tanya Rafa panik ketika tangannya tiba - tiba diremas dengan kuat oleh sang istri .
" Ss...sakit ." ucap Nesya disela rintihannya .
Rafa langsung menggendong sang istri yang tampaknya sudah tak kuat menahan tubuhnya .
Ia khawatir dengan keadaan sang isti yang sekarang sedang merintih sembari meremas kemeja bagian depannya .
Ting
Lift terbuka .
Rafa langsung berjalan cepat keluar lift menuju mobilnya .
Ia mendudukkan Nesya di kursi penumpang dan langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi .
Sebelah tangannya menggenggam tangan sang istri dan satunya lagi ia gunakan untuk menyetir menuju rumah sakit .
Ya rumah sakit .
Karena ia menduga ini bukan efek dari menstruasi .
Namun hal lainnya yang membuat Rafa khawatir Rafa semakin memuncak ketika mendengar suara rintihan yang tiada henti .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Kamis, 23 Maret 2023
Pukul 18.15 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...