My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 94 . Dugaan Mami



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Nesya menuruni satu persatu anak tangga . ia langsung menuju dapur, karena ia sedang mencari sang mama yang tampaknya di jam jam seperti ini sedang berada di dapur .


Nah kan benar


Mami sedang membuat es buah di dapur .


Siang - siang gini minum es buah enak banget sepertinya .


" Mi ." Panggil Nesya menghampiri sang mMami yang tengah sibuk memasukkan es ke dalam tempat yang berisi potongan buah .


" Iya Dek ."


" Kamu mau es buah ngak ? ."


" Sekalian panggil Rafa ."


" Siang siang minum es buah sambil kumpul di gazebo taman enak nih ." ucap Mami . ia sudah membayangkan bagaimana nikmatnya .


" Ini author nulis perkara es buah dihari pertama puasa , kan jadi pengen ."


" Tapi Adek sama Rafa ngak bisa lama Mi ."


" Loh kenapa ? ."


" Kira Mami kalian bakalan nginep disini ." Ucap Mami sedikit kecewa . karena ia masih merindukan putrinya itu .


" Rafa bentar lagi ke kantor ."


" Besok kan juga ngantor Mi ."


" Kalau weekend kami nginep disini deh ." Nesya membujuk sang Mami agar mengurangi rasa kecewanya .


" Janji ya weekend nginap sini ? ." Mami memastikan lagi .


" Iya Mi ."


" Nanti Adek bilang Mas Rafa ."


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Keempat manusia sedang menikmati es buah di gazebo belakang rumah, tepatnya di samping kolam renang .


Dengan dilengkapi taman yang asri milik Mami tentunya .


Kan semua milik Mami, Mami sudah pasti miliknya Papi .


" Mami lihat semenjak nikah kamu makin berisi ya Dek ." Celetuk Mami . ya menurutnya putrinya itu bertambah subur saja . efek punya suami atau gimana .


Namun dalam hati Mami merasa sedikit curiga jika putrinya itu sedang berbadan dua .


" Masak iya Mi ? ."


" Heeh ."


" Perkiraan Mami paling sedikit kamu naik dua kilo ."


Nesya melihat pergelangan tangannya, ia sih menurut nya berat badannya bertambah soalnya cincin di jarinya sedikit ketat .


" Kayaknya beneran deh Adek gendutan Mi ."


" Cincin nikahnya aja agak sempit sekarang ." Nesya tidak merasa tersinggung atau bagaimana ketika sang Mami membicarakan soal berat badan .


Karena bahasan ini sering keduanya lakukan sejak dulu .


Bahkan ketika keduanya sama - sama merasa gendut, mereka akan diet bersama .


" Coba kamu beli tespack ."


" Mami curinga bentar lagi dapat cucu ." ucapan Mami seketika membuat ketiga orang yang berada disana langsung melihat ke arah Mami .


" Hah ..."


" Ya ini cuma tebakan Mami doang ."


" Tapi ngak ada salahnya di tes dulu ."


" Mana tau tebakan Mami benar " ucap Mami melanjutkan perkataannya .


" Tapi Adek hari ini halangan Mi ."


" Ya kali hamil ."


Ya hari ini adalah hari pertama Nesya berhalangan, namun ia tidak berhalangan seperti biasa, hanya berupa flek darah sedikit saja .


Kalau yang lainnya ya seperti halangan biasa, dengan rasa sedikit nyeri di perut .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya terdiam memikirkan perkataan sang Mama tadi sembari melihat jalanan di depan .


Sedangkan Rafa fokus menyetir menuju kantor siang ini .


" Kamu kenapa sayang ? ." tanya Rafa yang sedaei tadi memperhatikan keterdiaman sang istri .


" Gpp ."


" Lagi ngak mood aja ."


" Perut juga lagi ngak enak ." adunya kepada sang suami .


" Nanti sebelum pulang kita beli kunyit asam buat kamu ." Rafa sedikit mengerti karena ia mempunyai adik perempuan . yang setiap sedang berhalangan selalu ia yang diminta membelikan kunyit asam yang dijual di dekat kantor Rafa .


" Mas kok tau kalau lahi halangan minumnya kunyit asam ? ." heran Nesya. karena biasanya laki - laki tidak tau akan hal itu .


" Tau lah."


" Orang tiap bulan Mas beli ."


" Hah ."


" Mas beli buat siapa ? ." ini Nesya kepo . fikiran nya sudah menebak yang bukan bukan .


Lagi halangan tambah sensitif perasaannya .


" Jangan mikir aneh - aneh ." peringat Rafa .


" Ya gimana ngak mikir aneh ."


" Mas bisa bisanya beli kunyit asam setiap bulan ."


" Buat siapa ? ."


" Ngak mungkin buat Mas kan ? ." Cerca Nesya dengan beberapa pertanyaan yang ia ajukan kepada sang suami .


" Buat Fisya sayang ."


" Yakali buat Mas ."


" Tapi kadang Mas juga minum ."


" Soalnya kata Mama itu baik buat lambung ." Rafa meminumnya walaupun terasa sedikit aneh pada awalnya, namun lama kelamaan ia mulai menyukainya .


" Oo..."


Tak lama Rafa memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu lobi .


Ini kebiasaan Rafa ni, suka parkir sembarangan, untung itu kantor miliknya .


" Yuk sayang ."


Keduanya turun dari mobil dan memasuki kantor dengan tangan Rafa yang melingkari pinggang ramping sang istri .


" Kenapa suami orang ganteng banget ."


" Pak Rafa setelah nikah tambah hot ."


" Gue jadi yang kedua rela deh ."


" Ngak usah mimpi jadi yang kedua ."


" Pak Rafa aja kelihatan bucin banget sama istrinya ."


Itulah percakapan beberapa karyawan disana .


Cklek


Rafa membuka ruangannya , Nesya langsung masuk ke dalam mendahuluinya dan merebahkan diri di sofa .


Rafa yang melihat tingkah sang istri hanya geleng - geleng kepala .


" Mas keluar dulu ya sayang ."


" Ada urusan bentar trus lanjut rapat ." pamit Rafa yang masih berdiri di depan pintu .


" Heem ." jawab Nesya yang sudah memejamkan mata sembari meringkuk di sofa .


Ia berushaa tertidur sembari menahan rasa sakit diperutnya .


" Jadi perempuan gini amat ."


" Tiap bulan harus ngalamin menstruasi ." gumam Nesya pelan .


Tak lama ia bangkit dan melangkah menuju pintu kamar pribadi Rafa .


Cklek


Suara pintu terbuka setelah Nesya memasukkan kode .


Ia langsung melangkah menuju ranjang . mengambil remote ac di atas nanas dan menyalakannya . Nesya ingin mendinginkan tubuhnya .


Dan langsung merebahkan diri di ranjang .


Mencari posisi nyaman dan mulai terlelap mengarungi lautan mimpi .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Cklek


Rafa memasuki ruangannya, melihat sekitar, ia tidak menemukan keberadaan sang istri .


Ia langsung melangkah menuju kamar pribadinya .


Memasukkan pin dan seketika pintu ia buka.


Pandangannya langsung tertuju ke ranjang, yang disana terdapat Nesya yang sedang tertidur lelap .


" Tidur ternyata."


Rafa pun menghampiri ranjang .


Mengelus kepala sang istri dengan sayang, tak lupa menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nesya .


" Sayang." panggil Rafa . karena ia harus membangunkan sang istri untuk diajak pulang .


Disaat jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah lima sore .


" Eughhh ."


" Yuk bangun ."


" Nanti lanjut tidur lagi ."


Nesya membuka matanya perlahan .


" Mas udah selesai ? ." tanyanya dengan suara paraw .


" Udah ."


" Yuk pulang ."


" Nanti kita mampir bentar beli kunyit asam ."


" Sampai apartemen langsung diminum ."


" Mas lihat kamu pucat banget sayang ." Rafa memperhatikan wajah sang istri sedari tadi yang nampak pucat dan lemas .


" Mungkin efek sedang menstruasi ." batin Rafa .


Nesya pun beranjak dari ranjang, keduanya keluar dari kamar .


Rafa mengambil handphone , dompet beserta kunci mobil dan tas kecil milik sang istri yang berada di meja sofa ruangannya .


Rafa kembali melingkarkan tangannya di pinggang sang istri . ia khawatir sebenarnya dengan keadaan Nesya saat ini .


Kemudian keduanya melangkah keluar ruangan Rafa .


Ting


Rafa dan Nesya segera memasuki lift yang akan membawa keduanya menuju lobi .


Nesya meremas tangan Rafa dengan tiba - tiba ketika keduanya masih berada di dalam lift .


" Kenapa sayang ? ." tanya Rafa panik ketika tangannya tiba - tiba diremas dengan kuat oleh sang istri .


" Ss...sakit ." ucap Nesya disela rintihannya .


Rafa langsung menggendong sang istri yang tampaknya sudah tak kuat menahan tubuhnya .


Ia khawatir dengan keadaan sang isti yang sekarang sedang merintih sembari meremas kemeja bagian depannya .


Ting


Lift terbuka .


Rafa langsung berjalan cepat keluar lift menuju mobilnya .


Ia mendudukkan Nesya di kursi penumpang dan langsung memutari mobil dan duduk di kursi kemudi .


Sebelah tangannya menggenggam tangan sang istri dan satunya lagi ia gunakan untuk menyetir menuju rumah sakit .


Ya rumah sakit .


Karena ia menduga ini bukan efek dari menstruasi .


Namun hal lainnya yang membuat Rafa khawatir Rafa semakin memuncak ketika mendengar suara rintihan yang tiada henti .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote, Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Kamis, 23 Maret 2023


Pukul 18.15 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...