My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 45. .....



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Keduanya pun berjalan sembari melihat sekitar, berharap menemukan Nesya dalam keadaan baik - baik saja.


Tiba - tiba penglihatan Rafa tertuju pada pendopo yang disitu terdapat tiga orang sedang bersantai .


Rafa langsung berlari ke arah pendopo.


Rui yang melihat Rafa berlari pun mengikuti Rafa.


" SAYANG ."


Teriak Rafa ketika sudah berjarak sekitar tujuh meter dari pendopo tersebut.


Nesya yang sedang memakan camilan pun seketika berhenti mengunyah ketika pendengar panggilan sayang yang tak asing di telinga nya.


Ia menoleh ke arah sumber suara, seketika ia terdiam karena kaget mendapati Rafa ada di tempat ia berada sekarang.


Nesya beranjak dari kursinya.


Grep...


Rafa memeluknya erat, sangat erat sampai - sampai ia susah bernafas saking eratnya.


" Mas.." panggil Nesya ketika dirinya masih dalam dekapan erat Rafa.


" Kamu kenapa? kenapa bisa disini ? ." ucap Nesya seraya berusaha melepaskan diri dari dekapan Rafa.


" Sebentar, aku mau peluk kamu dulu ." jawab Rafa yang tidak mau melepaskan pelukannya.


" Kamu peluknya erat banget, aku susah nafas ini ." Nesya.


Rafa tak menjawab, ia masih asyik memeluk kekasihnya dengan erat sembari mengucap syukur di dalam hatinya.


Setelah beberapa saat Rafa pun melepas pelukannya.


" Kamu kenapa Mas ? kenapa bisa disini ? ."


" Trus ini kenapa mata kamu merah ? kamu habis nangis ? , trus kenapa kamu berantakan banget gini ? ." tanya Nesya bertubi tubi.


" Dan kenapa juga Bang Rui bisa sama kamu ."


Rafa mengambil handphonenya dari dalam saku celana.


" Kamu lihat ini , aku kira kamu ada dalam kapal itu ." ucap Rafa sembari memperlihatkan berita ir kenapa Nesya.


" Ooh itu, tadi kami bertiga memang naik kapal itu, tapi sebelum kapal itu meledak ." ucap Nesya menjelaskan.


" Aku khawatir banget sayang , aku takut kamu ninggalin aku ." ucap Rafa sembari memeluk kembali kekasihnya itu.


Ah jadi pengen dipeluk juga sama Rafa, pasti hangat banget tuh, trus sandaran di dada bidangnya, uhh


Disaat Rafa masih senantiasa memeluk kekasihnya itu, Rui malah asik duduk dan memakan camilan yang tersedia, ya dirinya mau bucin juga sama siapa, kekasihnya jauh di ujung sana.


" Udah Mas lepas, engap ini, kamu ngak malu apa dilihatin sama dua mahasiswa kamu lagi bucin akut gini ."


" Dosen juga manusia sayang, bisa bucin juga kayak aku ." jawab Rafa yang kemudian melepas dekapannya.


" Duduk dulu sini ." Nesya.


Rafa pun duduk di kursi sebelah Nesya.


Disaat itu pula Vina dan Zura beranjak pergi meninggalkan mereka berdua yang menurut mereka membutuhkan waktu untuk menyelesaikan permasalahan diantaranya.


" Kamu tau darimana kalau aku liburan disini Mas ? ." tanya Nesya, karena setahunya ia tidak memberitahu Rafa soal liburannya.


" Dari Mama, Mami kamu cerita ke Mama kalau kamu pergi liburan ."


" Ooh...jadi kamu langsung nyusulin aku kesini pas lihat berita itu ? ."


" Aku langsung telfon kamu, tapi ngak aktif, trus telfon Vina sama Zura juga ngak aktif, jadinya aku dari kampus langsung ke kantor Bang Rui, aku sama Bang Rui langsung otw kesini ." jawab Rafa.


" Ini minum dulu ." ucap Nesya sembari memberikan sebotol minuman kepada Rafa.


" Kamu khawatir banget ya pas lihat berita itu, sampai langsung ngusulin aku ."


" Ya khawatir banget sayang ." jawab Rafa sembari menerima dan membuka botol tersebut.


" Tadi kamu bilang, kamu dari kampus langsung ke kantor Bang Rui, kamu ada jadwal hari ini Mas ? ."


" Ada, eh iya sampai lupa kalau ada jadwal sore, haduh lupa ngabarin siapapun lagi ." ucap Rafa sembari menepuk jidat nya.


" Udah sana kabarin dulu, suruh siapa gitu gantiin kelas kamu, atau ngak kasih kabar aja ke ketua kelas, kamu kasih tugas aja ."


" Bang, lo bolos ngantor ? ." tanya Nesya kepada abangnya yang sedang menikmati camilan tersebut.


" Hooh, gue khawatir sama lo dek ."


" Trus langsung ngusulin kesini deh sama tu anak ." ucap Rui seraya menunjuk Rafa yang sedang mengetik kan pesan di handphonenya.


" Kan kalau lo kenapa - kenapa gue juga yang susah, ngak ada yang diajak ribut ."


Plak


Nesya memukul lengan Rui lumayan keras.


Aww...


" lo yang kalem kenapa dek, sakit ini. "


" Ya lo sih Bang, harusnya khawatir kalau adeknya kenapa - kenapa tu karena lo sayang sama gue, bukannya takut ngak ada yang diajak ribut ." Omel Nesya.


Rafa yang selesai mengetik pun langsung mengirimkan pesan kepada Ketua kelas.


" Saya tidak bisa masuk kelas hari ini, untuk itu saya akan memberi tugas, tugasnya nanti saya kirimkan ke kamu, tolong beritahukan ke yang lainnya. " Rafa lalu mengirimkan pesan tersebut ke ketua kelas.


" Udah aku chat ketua kelasnya, aku kasih mereka tugas aja ." ucap Rafa memberitahukan kepada Nesya.


" Ya tugasnya tergantung materi sayang, ngak susah banget menurutku ."


" Menurut kamu ngak susah, tapi susah menurut mahasiswa , contohnya aku, kamu kalau ngasih tugas ngak kira - kira, sampai pusing ini kepala ." Nesya mengutarakan.


" Yaudah nanti dikasih yang ngak susah ." ucap Rafa menyudari perdebatan mereka.


" Gue pergi cari makanan dulu deh , cacing diperut gue udah demo, ngak kenyang kalau cuma dengerin kalian debat ." ucap Rui yang kemudian berlalu dari harapan mereka berdua.


" Kamu marah sama aku karena postingan Anggi ? sampai ngak mau nemuin aku ." ucap Rafa membuka pembicaraan mengenai Anggi.


" Ya lumayan, tapi lebih ke kesel aja ." jawab Nesya dengan nada sedikit ketus.


" Jangan marah dong sayang, aku kan ngak tau kalau dia posting begitu, trus kan aku udah jelasin ke kamu kalau aku aja ngak tau waktu di foto ." ucap Rafa dengan nada lemah lembut berusaha membujuk kekasihnya itu, eh bukan kekasih, kan udah jadi tunangan.


" Ya kamu sih kenapa bisa punya teman yang bentukannya kayak gitu, minta digaruk rasanya biar ngak gatel sama tunangan orang ."


" Cuma teman sesama dosen sayang ."


" Tapi dia ngarep banget kayaknya sama kamu ." Nesya.


" Ya aku ngak tau sayang, aku nganggap dia cuma teman, ngak dekat juga ." Ucap Rafa sembari bberharap agar Nesya tidak kesal lagi kepadanya.


" Aku juga udah minta dia buat hapus postingannya."


" Kamu bilang apa ke dia ? ."


" Aku bilang kalau pacar aku marah karena dia post foto itu ."


" Trus udah dihapus ? ." Nesya.


" Udah , kamu jangan kesel lagi ya sayang, jangan buat aku khawatir lagi ." ucap Rafa memelas.


" Kamu liburan pun ngak ngabarin aku ."


" Lagi males ngabarin kamu, yakali lagi kesel trus ngabarin kamu ."


" Tapi sekarang udah ngak kesal lagi kan ? ."


" Udah enggak, udah hilang kesalnya karena liburan ."


" Besok - besok, sekesal apapun kamu sama aku, tolong kabarin ya kalau mau pergi yang lumayan jauh kayak gini ." pinta Rafa sembari mengelus pucuk kepala Nesya.


" Iya deh ."


" Eh jadi kamu ada niat buat aku kesal besok - besok ? ."


" Ya enggak, kan aku ngak tau kalau besok - besok aku bakalan buat kamu kesal, tapi semoga aja ngak buat kamu kesal lagi ."


" Mas besok libur ? kalau iya kita sekalian liburan sehari lagi ya disini ."


" Besok libur sayang, tapi kalau ngak libur pun pasti mas minta libur kalau buat kamu ." ucap Rafa , Pak dosen mulai mengeluarkan kata - kata manisnya.


" Bagus kalau gitu, kita bisa sekalian liburan bareng ."


" Nanti Mas sama Bang Rui nginap dihotel yang sama kayak aku ."


" Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu ."


" Besok kita liburan ke tempat yang tadi dikasih tau Zura, pemandangannya bagus banget, aku pengen kesana ."


" Iya besok kita kesana ."


" Tapi lumayan jauh dari sini ." Nesya.


" Berapa lama perjalanan kesana ? ."


" Kata Zura sekitar tiga jam an ."


" Lumayan juga, tapi gpp, besok kita kesana, biar Mas yang nyetir ."


" Eh kalian kesini bawa mobil sendiri ? ."


" Bawa mobilnya Vina ."


" Mas kesini pakai mobil siapa? ." Nesya.


" Pakai mobil Bang Rui ."


" Yang warna hitam atau putih ? ."


" Yang hitam ."


" Besok kita jalan - jalannya pakai mobil Bang Rui aja ya Mas, lebih luas soalnya."


" Ya kamu bilang dulu ke Bang Rui ."


" Iya nanti aku bilang, sekalian nyuruh Bang Rui libur kantor ."


" Enak banget nyuruh Bang Rui buat libur ." Rafa.


" Iya dong, nanti aku bujuk dia biar libur, pasti bisa, percaya deh ."


..........❣..........


.......


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


Rengat Barat


Senin, 12 Desember 2022


Pukul 20.20 Wib


.......


^^^Salam Sayang Dari Namja Chingu Lee Haechan^^^