
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Sesampainya dirumah, Nesya langsung berganti pakaian dan bersiap memulai hari yang mendebarkan ini .
Sidang skripsi berasa uji nyali .
Ia segera mempersiapkan barang - barang yang akan dibawanya .
Untuk masalah snack para dosen, ia serahkan kepada sang suami, Rafa yang mengurus itu .
Ia tidak ingin istrinya kelelahan mengurus masalah yang menurutnya ia bisa membantu .
Kasihan bumil kesayangannya ini, udah lumayan sering muntah, belum lagi ditambah kepalanya yang sedikit - sedikit merasa pusing .
" Aku berangkat dulu ya Mas ." pamit Nesya yang tangannya sudah membawa tas berkas .
" Nyetir sendiri ? ." tanya Rafa .
" Enggak, diantar Pak Parjo ." jawab Nesya. Pak Parjo adalah supir Mami.
" Yaudah kalau gitu. "
" Hati - hati yang ." ucap Rafa yang masih duduk manis di atas sofa hendak mematikan laptop di hadapannya.
Ia membuak handphonenya, menelfon seseorang yang ia minta untuk menyiapkan konsumsi di sidang skripsi sang istri .
Memastikan apakah semuanya sudah siap, dan ternyata semua sudah siap .
πππ
Nesya berjalan menyusuri koridor fakultasnya, tentunya ditemani Vina dan Zura .
Nesya sidang skripsi lebih dulu dari Vina dan Zura, keduanya akan sidang skripsi minggu depan .
Dan dapat dipastikan, merek bertiga akan wisuda bersama .
Defenisi masuk bersama, keluar bersama .betapa indahnya .
Jadi pengen gitu deh, tapi ngak mungkin, yakali kembali ke masa lalu .
Ketiga gadis itu memasuki ruangan tempat sidang Nesya .
Masih sepi, namun snack sudah tertata rapi di atas meja .
Nesya mendapat giliran ujian pertama, yaitu di jam sembilan pagi .
" Kok udah tersedia semua ." heran Vina .
" Lo ngak ngeh banget jadi orang."
" Ya pasti ini semua kerjaannya Pak Rafa ."
" Karena bumil ngak boleh capek - capek nyiapin semuanya sendiri ." ucap Zura yang paham akan hal itu .
" Oiya..."
" Gue lupa kalau bestie kita yang satu ini istrinya Pak Dosen " ucap Vina menepuk jidat nya pelan, ya iya pula, kalau ngak pelan kan bakalan sakit .
" Tinggal sepuluh menit lagi sidang lo mulai Sya ." ucap Vina yang sudah duduk di kursi penonton sidang .
" Doa dulu Sya ." Zura mengingatkan .harus selalu ingat Allah bukan .
Rafa memasuki ruangan bersama Kevin dan tiga orang lainnya .
Yang merupakan penguji dan notulen di sidang kali ini .
Beberapa saat kemudian .
Sidang pun dimulai .
Nesya tambah sedikit gugup, ya maklum ya kan, namanya juga sidang .
" Bismillah dulu Nesya ."
" Jangan gugup ."
" Yang di depan ngak galak kok ."
" Udah ada pawangnya soalnya ."
" Jadi tenang aja ."ucap Kevin. dosen satu ini mulutnya , haduh .
Bahasanya kode - kodean pula .
Iya tau yang di depan Nesya bukan sekedar dosen, tapi juga merangkap jadi suami.
Ntah kenapa Rafa duduk tepat di depan Nesya , Nesya memandang lurus ya langsung tatapan dengan sang suami .
Nesya mempresentasikan skripsi nya dengan bantuan ms power point .
Mempresentasikan sembari sedari tadi menahan pusing, ntah kenapa kepalanya tiba - tiba pusing .
Efek masih pagi ini, morning sickness nya bumil .
Setelah mempresentasikan skripsi nya, mulai lah sesi tanya jawab oleh penguji dan pembimbing .
Rafa yang sudah mendapat peringatan keras dari sang istri pun hanya memberikan beberapa pertanyaan ringan sembari melihat sang istri yang terlihat pucat tidak seperti tadi ketika dirumah .
Ingi rasanya Rafa menanyakan bagaimana keadaan Nesya saat ini .
Ia sungguh khawatir .
Satu jam berlalu, sidang pun berakhir dengan Nesya yang mendapat nilai A .
Rafa dan Kevin masih setia duduk di kursinya, karena anak bimbingan mereka akan sidang pada jam kedua ini, dan di ruangan ini juga, maka dari itu keduanya tak beranjak .
Ketiga dosen lainnya sedang membereskan beberapa kertas di meja .
Pandangan Rafa hanya tertuju kepada Nesya yang sedang membereskan berkas dan mematikan laptopnya .
Terlihat keringan mulai membasahi kening Nesya .
" Pliss..."
" Tahan Sya tahan ."
" Serius ini pusing banget ."
"Mana mual lagi ." batin Nesya berkata .
Ia harus cepat - cepat menata berkas nya sembari dibantu oleh Vina dan Zura .
Ketika berdiri
Tenggg
Kepalanya semakin berdenyut .
Nesya yang lemas langsung memegangi pundak Vina .
" Sya ." panggil Vina yang langsung memegang tubuh sahabatnya itu .
Rafa yang melihat itupun langsung beranjak dari duduknya dan melangkah cepat ke arah sang istri .
Ia menggendong Nesya yang sudah tak bisa menopang berat tubuhnya . namun masih dalam keadaan sadar . Nesya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rafa .
" Malu sudah pasti ."
" Namun bagaimana lagi ."
" Ia sungguh lemas kali ini ."
" Jadi ya pasrah aja, mau gimana ." batin Lea .
" Kalau pernikahan mereka terbongkar ya bodo amat la ."
" Udah mau wisuda juga ." itulah fikiran Nesya saat ini .
" Tolong kalian urus barang - barangnya ." ucap Rafa kepada Vina Dan Zura .
" Kalau gue ngak balik ."
" Lo urus Vin ." ucap Rafa sembari melihat ke arah Kevin sebelum melangkah pergi sembari menggendong Nesya .
Pemandangan itu menjadi tontonan beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi penonton sidang saat ini.
Dosen muda itu menggendong mahasiwinya dengan raut wajah panik keluar dari ruang sidang .
Rafa melangkah cepat sembari menggendong istrinya ala bridal style .
" Mas mual ." keluh Nesya pelan .
Rafa mempercepat langkahnya menuju kamar wc .
Tanpa segan ia memasuki wc wanita , manurunkan Nesya dari gendongannya dan membantu istrinya berdiri .
Huekk
Huee
Huekk
Semua makanan keluar dari dalam perut Nesya termasuk lontong pecal yang ia makan tadi .
Setelah beberapa saat .
" Udah yang ."
Nesya menjawab dengan anggukan sembari memejamkan mata .
Rafa dengan telaten membasuh bibir Nesya dan mengelapnya dengan tisu toilet .
" Mau kerumah sakit dulu ? ." tawar Rafa . ia tak tega melihat sang istri seperti ini .
Nesya menggeleng .
" Pulang kerumah ya ? ."
Nesya mengangguk .
Rafa kembali menggendong Nesya , berjalan dan menuruni tangga menuju parkir .
Tentunya keduanya melewati beberapa puluh pasang mata .
" Itu siapa yang di gendong Pak Rafa ? ."
" Ngak keliatan lagi wajahnya ."
" Boleh tukar posisi ngak sama tu cewek ."
" Pak Rafa cepat banget jalannya ."
" Kelihatan khawatir gitu ."
" Gue jadi kepo bangett ."
" Eh bukannya Pak Rafa udah punya istri ya ."
" Siapa tahu itu istrinya ."
" Kalau itu istrinya ."
" Berarti istrinya mahasiswa disini dong ."
Ya mereka tahu bahwa gadis di gendongan Rafa adalah mahasiswi karena Nesya saat ini mengenakan rok batik dan kebaya putih, pakaian mahasiswi ketika mengikuti ujian di kampus ini .
" Eh ayok ke atas ke ruang sidang ."
" Kan tu cewek pastinya anak yang sidang hari ini ."
" Kita coba lihat di semua ruang sidang ."
" Pasti mereka tahu siapa tu cewek ."
Para mahasiswi sungguh kepo, bahkan ada yang patah hati lagi, setelah kemarin patah hati karena mengetahui dosen mereka sudah sold out .
Rafa mendudukkan Nesya di kursi samping kemudi .lalu ia memutari mobil dan duduk di kursi kemudi .
Mengambil air mineral yanh tersedia dan membukanya .
Memberikan kepada Nesya .
Nesya meminum air mineral, lambungnya terasa kosong akibat muntah tadi .ya emang beneran kosong .
Kan udah keluar semua .
Meneguk air mineral, yang langsung membuat tenggorokannya terasa lebih dingin .
Setelah beberapa tegukan, Nesya meletakkan botol air mineral ke tempatnya .
Rafa yang melihat sang istri sudah selesai minum, ia mulai melakukan mobilnya menuju rumah Mami.
Tak berapa lama, mobil yang di kemudikan Rafa memasuki pelataran rumah Mami .
Ia mematkirkan mobil dan segera turun .
Membuka pintu untuk Nesya, menggendong Nesya dan melangkah masuk kerumah .
" Loh ..Nesya kenapa Raf ? ." tanya Mami yang sedang mengelap vas bunga kesayangannya .
" Habis muntah - muntah Mi ." jawab Rafa .
" Rafa bawa Nesya ke kamar dulu ya Mi ." pamit Rafa .
Cklek
Memasuki kamar, Rafa merebahkan sang istri ke atas ranjang .
Menarik selimut hingga sebatas dada Nesya .
" Mas kembali ke kampus aja ."
" Aku udah gpp ." ucap Nesya . karena ia tahu jadwal Rafa hari ini .
" Beneran ? ." tanya Rafa .
" Iya ."
" Lagipula dirumah ada Mami ." ucap Nesya .
" Udah sana ke kampus ."
" Yaudah ..."
" Mas ke kampus ."
" Tapi kalau ada apa - apa kabarin ya ." ucap Rafa yang sebenarnya enggan meninggalkan sang istri saat ini .
Namun tanggung jawabnya dikampus harus ia lakukan .
Tok tok tok
" Mami boleh masuk ? ." tanya Mami setelah mengetuk pintu .
" Masuk Mi ." jawab Rafa .
Cklek
" Tuh , udah ada Mami ."
" Mas balik ke kampus lagi aja ." ucap Nesya .
" Huhhh ."
" Rafa titip Nesya ya Mi ." ucap Rafa kepada Mami mertuanya .
" Iya, kamu tenang aja ."
" Aman sama Mami ." ucap Mami meyakinkan menantunya itu .
Akhirnya Rafa keluar kamar untuk kembali ke kampus .
Kembali mengemudikan mobilnya menuju kampus, karena sudah dipastikan ia sedang ditunggu di ruang sidang.
Beberapa menit berlalu, Rafa memarkirkan mobilnya di parkir khusus dosen .
Ia segera keluar dan berjalan cepat menyusuri koridor, menaiki satu persatu anak tangga menuju lantai dua, dimana ruang sidang berada .
" Maaf terlambat ." ucap Rafa memasuki ruang sidang .
Ia langsung duduk di kursi sebelah Kevin .
Disana seorang mahasiswa sedang mempresentasikan skripsi nya, bisa diperkirakan jika sidang sudah berlangsung selama kurang lebih tiga puluh menit .
Cukup cepat Rafa mengendarai mobilnya bolak balik dari rumah Mami . sekitar empat puluh menit an, karena kan waktu istirahat sidang berlangsung selama sepuluh menit .
" Nyonya Sya gpp ? ." tanya Kevin pelan .
" Udah gpp ."
" Aman ." jawab Rafa .
..........β£..........
...Maaf Ya Lama Update...
...Authornya Sibuk Di Dapur Sama Mama...
...Mohon Dimaklumi Karena Sebentar lagi Lebaran...
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Minggu, 16 April 2023
Pukul 22.04 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...