My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 77. Jaring Spiderman



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Nesya sudah selesai membersihkan diri, ia berdiri di depan kaca .


Memutar otaknya untuk mencari ide bagaimana ia mendapatkan pakaiannya ketika pakaian miliknya masih berada di luar sana, masih tersimpan di dalam koper .


Satu ide sudah muncul di fikiran nya, yaitu meminta Rafa untuk mengambilkan pakaian untuknya .


Namun Nesya masih merasa ragu merealisasikan hal itu .


Karena hal itu pula Nesya masih berdiam diri di kamar mandi .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Sembari menunggu Nesya mandi, Rafa memainkan game online di handphone nya sembari berbaring diatas ranjang hotel .


Jari jemarinya bergerak lincah memainkan gamenya dengan serius .


" Yahhhh ."


Teriak Rafa ketika layar ponselnya tertera tulisan Defeat .


Rafa melihat ke sekeliling, tak tampak di mata nya sosok sang istri .


" Perasaan mandinya udah lama ."


" Tidur dikamar mandi apa gimana istri gue " gumam Rafa.


Rafa pun beranjak dari ranjang, melangkah mendekati pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat .


Tok tok


" Sayang. " panggil Rafa sedikit keras agar terdengar dari dalam kamar mandi .


" I iya Mas ."


" Kamu usah siap mandinya ? kok lama banget ."


" Udah siap kok Mas ."


" Trus kenapa ngak keluar ? ."


" Gantian sayang, mas juga mau mandi ." Rafa .


" Mas ." Nesya.


" Apa sayang ."


" Bisa tolong ambilin baju aku di koper ? ." pinta Nesya .


" Bisa ."


" Sebentar mas ambilin ." Rafa pun berlalu dari pintu dan membuka koper Nesya.


Rafa terdiam setelah koper itu terbuka.


Karena di dalamnya berisi berbagai warna lingerie yang sudah pasti jika dipaksa Nesya akan menggoda imannya .


Sudut bibirnya naik keatas tersenyum penuh arti .


" Sayang ."


" Mau pakai yang warna apa ? ."


" Ambil yang warna pink aja Mas ." jawab Nesya karena setahunya ia membawa baju tidur berwarna pink di kopernya .


Rafa pun mengambil lingerie berwarna pink beserta pakaian dalam istrinya .


" Buka pintunya ."


Cklek


Pintu kamar mandi terbuka sedikit, celah untuk memberikan baju kepada Nesya .


" Dipakai ya sayang ." ucap Rafa dengan nada menggoda sembari mengulurkan tangannya memberikan baju kepada Nesya .


Dahi Nesya seketika mengernyit heran mendengar ucapan Rafa .


Namun tangannya mengambil baju yang diberikan Rafa .


Cklek


Pintu kamar mandi ditutup rapat oleh Nesya setelah ia mendapatkan baju tersebut .


" Loh kok gini ."


Heran Nesya ketika melihat baju yang berada di tangannya .


Segera ia membuka lipatan baju tersebut .


" Inimah bukan baju ."


" Lebih mirip jaring laba - laba ." gerutunya .


" Gimana sih ."


" Disuruh ambilin baju aja ngak bener ." ucap Nesya kesal .


" Pantesan barusan ngomong nya gitu ."


" Jiwa kemesumannya mulai keluar ."


Cklek.


Nesya kembali membuka pintu kamar mandi hingga memberikan sedikit celah disana .


" Mas ."


" Kenapa lagi yang ." jawab Rafa santai . dirinya tidak tahu jika sebentar lagi akan mendapat rentetan siraman rohani di pagi hari yang cerah ini .


" Ini kenapa ngasih aku baju kayak gini ."


" Kamu mau buat aku mirip kelengkeng yang dibungkus apa gimana ."


" Baju kok mirip jaring laba - laba ."


" Yang bener kenapa kalau dimintain tolong ."


" Tinggal ambil baju di dalam koper aja salah ." ucapan Nesya dengan kecepatan secepat kilat .


" Yang bentar bentar ."


" Kok kamu malah ngomel ."


" Aku kan ngak ada salah ." ucap Rafa membela diri .


" Ngak salah gimana ."


" Kamu ngasih aku baju ginian kok ."


" Dimana letak bener nya coba ." Nesya .


" Aku bener ya yang ."


" Kamu kan minta ambilin baju di dalam koper ."


" Ya kuambilin ." Rafa .


" Kamu ngambil baju di koper mana coba ."


" Di koper aku ngak ada baju kayak gini ." Nesya .


"Aku beneran ambil baju di koper kamu ya yang ."


" Masak iya ? ."


" Ngak percaya aku tu ." Nesya .


" Beneran yang ."


" Percaya deh ."


" Atau ngak kamu keluar aja biar bisa lihat sendiri. " tawar Rafa . kalau di iyakan kan bisa jadi pemendanfan indah di pagi hari. benak Rafa berkata .


" Ngak ada koper lain disitu ? ." tanya Nesya .


" Ngak ada ."


" Cuma ada dua koper ."


" Koper aku sama kamu ." jawab Rafa .


" Issss ."


" Trus aku pakai baju apa ? ." Nesya .


" Ya pakai baju itu lah yang ." jawab Rafa tanpa beban .


" Ngak mau ."


" Baju kayak jaring gini ." tolak Nesya .


" Trus pakai baju apa yang ."


" Adanya cuma itu ."


" Dari pada kamu di dalam kamar mandi terus ngak keluar - keluar ." Rafa .


Nesya terdiam sejenak .


Berfikir mana tau mendapat ide cemerlang .


Beberapa saat kemudian ia tak kunjung mendapat ide apapun .


Ting .


" Masak iya keluar cuma pakai handuk doang. "


" Tapi masih lumayan la daripada pakai jaring spiderman ."


" Udah la pakai handuk aja keluar ."


" Nanti bisa langsung tiduran pakai selimut ."


Cklek


Nesya pun keluar dari kamar mandi mengenakan handuk kimono berwarna pink .


Rafa yang mendengar pintu terbuka pun menolehkan kepalanya ke tempat asal suara .


Mengernyitkan dari melihat sang istri hanya mengenakan handuk dan tidak mengenakan baju yang tadi ia berikan .


" Kok pakai handuk yang ." tanya Rafa .


" Mendingan pakai handuk la daripada baju spiderman yang kamu kasih ."


Nesya pun melangkah dan menaiki ranjang, langsung merebahkan diri dan menyelimuti seluruh tubuhnya .


Rafa menggeser tubuhnya mendekati sang istri .


Memeluk tubuh mungil itu yang sungguh menjadi candu baginya .


" Jangan ngambek ."


" Aku barusan udah telfon asisten aku buat beliin kamu baju ."


" Kan kita juga harus kerumah Mama hari ini. "


"Heem ." jawab Nesya hanya dengan gunakan singkat dan mengenggukkan kepalanya .


" Udah ngak marah kan ? ." Tanya Rafa lembut sembari mengeratkan pelukannya .


Nesya hanya menggelengkan kepalanya. ia juga merasa bersalah karena tidak seharusnya ia marah pada sang suami.


Karena sang suami hanya mengikuti perintahnya agar mengbilkan baju di koper. tapi ntah mengapa koper itu hanya berisi lingerie .


Tangan jahil Rafa mulai mengelus permukaan kulit kaki Nesya .


Membuat Nesya seketika meremang karena usapan lembut itu .


Tangan Rafa lama kelamaan semakin naik mendekati bagian pribadi istrinya.


Eughhh


Lenguhan halus terdengar ditelinga Rafa .


" M mas ."


" Apa sayang ."


" Tangannya ih ." ucap Nesya sembari mencekal tangan Rafa yang sudah mendekati titik pusat tubuhnya .


" Tangannya ngak ngapa ngapain kok ."


" Ngak ngapa ngapain gimana ."


" Keliaran kemana mana gitu ." Nesya .


" Cuma elus yang ."


" Beneran deh ngak bakalan macem - macem ." ucapan Rafa yang perlu dipertanyakan kebenarannya .


" Ngak percaya aku ."


" Tangan kamu sama omongan ngak singkron ." Nesya .


" M mmmm ."


" Gini kan yang ngak singkron yang ." jemari Rafa bermain main disana . Tangan Nesya tidak bisa mencekalnya karena tenanganya kalah telak oleh tangan kekar Rafa .


Nesya hanya memejamkan mata , dan silahkan kalian bayangkan bagaimana kelanjutannya . silahkan bertraveling ria wahai para readers kesayangan author .


Soalnya author lagi ngak mau nambah dosa terlalu banyak.


Pun takut bab nya ditolak lagi kalau ada adegan 21 + .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...Maaf Ya Lama Banget Ngak Update...


...Mulai Besok Author Usahakan Update Setiap Hari Seperti Biasa...


...See You Next Chapter ...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Jum'at , 3 Februari 2023


Pukul 21.18 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan πŸ’š...