My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 120 . Sesi Mencari



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Rafa baru saja selesai kelas, ia berjalan menuju ruangannya .


Cklek


" Massss ."


Nesya langsung beranjak dari sofa Rafa dengan deraian air mata .


Ia berlari dan masuk kedalam pelukan sang suami .


" Llukee ..." ucap Nesya disela tangisnya .


Jangan lupakan juga kemeja Rafa yang sudah lumayan basah, kebanjiran air mata yang mulai menganak sungai .


Mendengar ucapan Nesya, Rafa baru tersadar jika Luke tidak ada bersama sang istri .


" Luke dimana yang ? ." Rafa melihat sekeliling, mana tau Luke sedang bersembunyi .


" Ngak tauu..."


" Huaaaa....."


Rafa mengajak sang istri untuk duduk di sofa .


Keduanya duduk sembari Rafa mengelus punggung Nesya yang saat ini tetap berada di pelukan nya .


" Coba jelasin dulu ke aku ."


" Pelan - pelan aja ngomongnya ." ucap Rafa lembut .


Setelah beberapa saat, tangis Nesya mulai mereda, efek ketenangan yang diberikan Rafa ngak main - main .


" Luke nya tadi lari ."


" Ngak tau kenapa ."


" Tiba - tiba aja lari kencang ."


" Aku berusaha kejar tapi ngak bisa lari cepat ."


" Takut Dedek kenapa napa ."


" Vina sama Zura juga bantuin kejar ."


" Tapi Luke nya keburu lari ntah kemana ." ucap Nesya menjelaskan bagaimana kronologi kejadian tadi .


" Jadi gitu kejadiannya ."


" Jadi tadi lari juga kan ? ." tanya Rafa


" Heem ." jawab Nesya sembari mengangguk kan kepalanya .


" Perutnya sakit ngak ? ." Rafa mengelus perut sang istri yang tentunya sudah tak rata lagi .


" Enggak ." Nesya menggeleng .


" Besok - besok jangan lari lagi ya ."


" Mas takut kamu sama Dedek kenapa - kenapa ." Rafa .


" Iya, besok - besok ngak gitu lagi ."


Setelah beberapa saat terdiam .


" Luke nya gimana ? ." Nesya kembali mengingat Luke .


Bagaimana kabar dari kucing milik Rafa itu .


" Nanti kita cari ." jawab Rafa menenangkan .


Padahal Rafa juga tidak yakin jika Luke bisa ditemukan, apalagi mencarinya di dalam Universitas yang luas ini .


Tapi ia harus meyakinkan sang istri dulu, yakin aja dulu .


" Ayo cari ." Nesya pun melepaskan pelukannya dan berdiri .


Menarik tangan Rafa, Rafa yang tangannya ditarik pun hanya menurut saja .


Ia berdiri dan melangkah mengikuti langkah sang istri .


Disela langkah keduanya menyusuri lorong fakultas, Rafa mengambil handphone nya dari dalam saku jas .


...Universitas Dirgantara...



Jika ada yang melihat kucing seperti foto diatas, kabari saya


Rafa mengirimkan foto Luke ke grup Universitas, mana tau ada yang melihat Luke .


Anak pemilik Universitas mah bebas, ngirim foto kucing di grup pun tidak masalah .


Gru Universitas berubah menjadi grup pencarian kucing hilang .


" Sya, gue sama Zura udah keliling dua fakultas cari Luke ."


" Tapi belum ketemu juga ." ucap Vina yang baru saja bertemu Nesya dan Rafa di lorong koridor lantai satu .


" Keliling dua fakultas aja udah cape banget gue ."


" Nasib remaja jompo ya gini ." Zura .


" Kalian tadi cari ke fakultas mana aja ? ." tanya Nesya .


" Di fakultas kita sama hukum ."


" Sekarang gue cari ke fakultas pertanian sama FKIP ."


" Lo sama Zura cari ke Ekonomi sama Teknik ."


" Oke ." Zura dan Vina meng iyakan .


" Yok ." Nesya kembali menarik tangan dosen sekaligus suaminya ini .


Tanpa melihat keadaan sekitar, dimana para mahasiswa melihat heran ke arah Rafa yang dengan pasrah ditarik oleh Nesya .


Jarang - jarang lo, bahkan hal langka melihat Rafa dalam situasi seperti sekarang .


" Kita naik mobil aja yang ."


" Fakultas pertanian sama Fkip jauh ."


" Nanti kamu lelah ."


" Tunggu disini ."


" Aku ambil mobil bentar ." Rafa pun berjalan menuju parkir khusus dosen .


" Nyetirnya pelanin lagi ."


" Jangan lupa lihat kanan kiri. " ucap Nesya sembari fokus melihat lihat sekitar .


Sesampainya mereka di Fakultas Pertanian, Rafa dan Nesya pun keluar dari mobil .


Berharap dapat menemukan Luke .


Tak terasa satu jam pun berlalu .


" Luke...kamu dimana ." rengek Nesya, ia sudah lelah mencari .


Ini mencari kucing sudah seperti mencari jodoh, susah .


" Mau istrahat dulu bentar ? ."


" Atau mau makan sesuatu dulu ." tawar Rafa .


Sosok suami yang pengertian sekali bukan .


" Mau lanjut cari Luke ."


" Tapi laper juga ." Nesya .


" Yaudah yok makan dulu ."


" Nanti dilanjut lagi cari Luke nya ." ucap Rafa .


Nesya pun mengangguk setuju .


Keduanya pun berjalan menuju kantin Fakultas Pertanian yang lumayan ramai .


Setelah duduk di kursi kantin yang masih tersedia .


" Mau makan apa ? ." tanya Rafa .


" Terserah ." jawab Nesya, ia hanya butuh makanan, terserah apa aja .


Mendengar jawaban sang istri, Rafa pun berjalan menuju tempat pemesanan makanan .


Ia memesan dua porsi ayam bakar, dua sayap ayam geprek, dan dua hati ampela .


Tak lupa ia juga memesan dua lemon tea .


Rafa memesan sesuai kemauannya, karena tadi istrinya jawab terserah .


Semoga saja ini terserah yang tidak berkepanjangan .


Ting


...Gibah I Love You...


Zura


Keberadaan Luke belum terlihat hilalnya


Gue sama Vina isi perut dulu sebelum lanjut berjuang mencari kucing milik Bapak dosen .


^^^Gue juga lagi mau isi energi^^^


^^^Nanti lanjut lagi cari Luke nya^^^


" Kamu pesan apa Mas ? ." tanya Nesya ketika Rafa sudah duduk di kursi tepat di hadapannya .


" Pesan makan sama minum yang ." jawab Rafa seadanya, jawaban yang sangat tepat bukan .


" Mau kulit pangsit goreng pakai bumbu kacang ."


" Barusan aku lihat ada yang makan itu ." pinta Nesya .


Sesi nyidam mulai lagi .


" Oke, bentar aku pesankan ." Rafa kembali berdiri, walaupun ia baru saja duduk tak sampai dua menit .


Tapi sebagai calon Papa yang siap siaga, Rafa harus siap menuruti kemauan istri kapan saja .


Keberadaan Rafa dan Nesya dikantin Fakultas Pertanian membuat beberapa pasang mata melihat ke arah keduanya .


Mungkin mereka heran, mengapa Rafa, yang dikenal sebagai dosen FISIPOL dan Nesya yang merupakan mahasiswi fakultas Rafa itu sekarang berada di Fakultas Pertanian .


Namun tak hanya heran, keberadaan Rafa membuat mahasiswi sedikit cuci mata .


Cuci matanya dengan melihat suami orang, memang ya, yang berpawang lebih menggoda .


" Sungguh indah ciptaanmu ya Allah ." ucap seorang mahasiswi di ujung sana .


" Sempurna versi seiman ."


" Namun tak sehati ." tambah mahasiswi lain .


Berbeda dari pujian mahasiswi, mahasiswa yang sedang duduk berkumpul disalah satu meja pun ikut berkomentar .


" Mahasiswi yang cantik - cantik digaet dosen ." Ditra


" Mahasiswa kayak kita - kita dapatnya apa ." Reval .


" Dapat ayam kampus juga boleh la ." Tio .


" Gue sih lebih suka maba - maba gemes ." Refan .


" Buaya rawa kaya lo semua juge digaet ." Reval .


" Gue bukan buaya sebenarnya. "


" Cuma lagi cari yang pas aja ." Refan mencoba membela diri .


Sedangkan di meja orang yang mereka bicarakan, Nesya dan Rafa mulai menikmati makanan yang sudah tersaji .


" Ayam bakar nya enak ."


" Nanti mau dua porsi buat dirumah ya Mas. " pinta Nesya disela acara mengunyah makanan di mulutnya .


Rafa yang sedang menikmati makanannya pun hanya mengangguk meng iyakan.


Ting


...Universitas Dirgantara...


Mahasiswa saya ada yang melihat kucing seperti foto diatas Pak .


Tapi ...


Sebentar ya Pak


Saya minta tolong fotoin keadaan kucingnya sekarang sama mahasiswa saya


..........❣..........


^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Minggu, 08 Oktober 2023


Pukul 15.21 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❤...