
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Rafa baru saja selesai kelas, ia berjalan menuju ruangannya .
Cklek
" Massss ."
Nesya langsung beranjak dari sofa Rafa dengan deraian air mata .
Ia berlari dan masuk kedalam pelukan sang suami .
" Llukee ..." ucap Nesya disela tangisnya .
Jangan lupakan juga kemeja Rafa yang sudah lumayan basah, kebanjiran air mata yang mulai menganak sungai .
Mendengar ucapan Nesya, Rafa baru tersadar jika Luke tidak ada bersama sang istri .
" Luke dimana yang ? ." Rafa melihat sekeliling, mana tau Luke sedang bersembunyi .
" Ngak tauu..."
" Huaaaa....."
Rafa mengajak sang istri untuk duduk di sofa .
Keduanya duduk sembari Rafa mengelus punggung Nesya yang saat ini tetap berada di pelukan nya .
" Coba jelasin dulu ke aku ."
" Pelan - pelan aja ngomongnya ." ucap Rafa lembut .
Setelah beberapa saat, tangis Nesya mulai mereda, efek ketenangan yang diberikan Rafa ngak main - main .
" Luke nya tadi lari ."
" Ngak tau kenapa ."
" Tiba - tiba aja lari kencang ."
" Aku berusaha kejar tapi ngak bisa lari cepat ."
" Takut Dedek kenapa napa ."
" Vina sama Zura juga bantuin kejar ."
" Tapi Luke nya keburu lari ntah kemana ." ucap Nesya menjelaskan bagaimana kronologi kejadian tadi .
" Jadi gitu kejadiannya ."
" Jadi tadi lari juga kan ? ." tanya Rafa
" Heem ." jawab Nesya sembari mengangguk kan kepalanya .
" Perutnya sakit ngak ? ." Rafa mengelus perut sang istri yang tentunya sudah tak rata lagi .
" Enggak ." Nesya menggeleng .
" Besok - besok jangan lari lagi ya ."
" Mas takut kamu sama Dedek kenapa - kenapa ." Rafa .
" Iya, besok - besok ngak gitu lagi ."
Setelah beberapa saat terdiam .
" Luke nya gimana ? ." Nesya kembali mengingat Luke .
Bagaimana kabar dari kucing milik Rafa itu .
" Nanti kita cari ." jawab Rafa menenangkan .
Padahal Rafa juga tidak yakin jika Luke bisa ditemukan, apalagi mencarinya di dalam Universitas yang luas ini .
Tapi ia harus meyakinkan sang istri dulu, yakin aja dulu .
" Ayo cari ." Nesya pun melepaskan pelukannya dan berdiri .
Menarik tangan Rafa, Rafa yang tangannya ditarik pun hanya menurut saja .
Ia berdiri dan melangkah mengikuti langkah sang istri .
Disela langkah keduanya menyusuri lorong fakultas, Rafa mengambil handphone nya dari dalam saku jas .
...Universitas Dirgantara...
Jika ada yang melihat kucing seperti foto diatas, kabari saya
Rafa mengirimkan foto Luke ke grup Universitas, mana tau ada yang melihat Luke .
Anak pemilik Universitas mah bebas, ngirim foto kucing di grup pun tidak masalah .
Gru Universitas berubah menjadi grup pencarian kucing hilang .
" Sya, gue sama Zura udah keliling dua fakultas cari Luke ."
" Tapi belum ketemu juga ." ucap Vina yang baru saja bertemu Nesya dan Rafa di lorong koridor lantai satu .
" Keliling dua fakultas aja udah cape banget gue ."
" Nasib remaja jompo ya gini ." Zura .
" Kalian tadi cari ke fakultas mana aja ? ." tanya Nesya .
" Di fakultas kita sama hukum ."
" Sekarang gue cari ke fakultas pertanian sama FKIP ."
" Lo sama Zura cari ke Ekonomi sama Teknik ."
" Oke ." Zura dan Vina meng iyakan .
" Yok ." Nesya kembali menarik tangan dosen sekaligus suaminya ini .
Tanpa melihat keadaan sekitar, dimana para mahasiswa melihat heran ke arah Rafa yang dengan pasrah ditarik oleh Nesya .
Jarang - jarang lo, bahkan hal langka melihat Rafa dalam situasi seperti sekarang .
" Kita naik mobil aja yang ."
" Fakultas pertanian sama Fkip jauh ."
" Nanti kamu lelah ."
" Tunggu disini ."
" Aku ambil mobil bentar ." Rafa pun berjalan menuju parkir khusus dosen .
" Nyetirnya pelanin lagi ."
" Jangan lupa lihat kanan kiri. " ucap Nesya sembari fokus melihat lihat sekitar .
Sesampainya mereka di Fakultas Pertanian, Rafa dan Nesya pun keluar dari mobil .
Berharap dapat menemukan Luke .
Tak terasa satu jam pun berlalu .
" Luke...kamu dimana ." rengek Nesya, ia sudah lelah mencari .
Ini mencari kucing sudah seperti mencari jodoh, susah .
" Mau istrahat dulu bentar ? ."
" Atau mau makan sesuatu dulu ." tawar Rafa .
Sosok suami yang pengertian sekali bukan .
" Mau lanjut cari Luke ."
" Tapi laper juga ." Nesya .
" Yaudah yok makan dulu ."
" Nanti dilanjut lagi cari Luke nya ." ucap Rafa .
Nesya pun mengangguk setuju .
Keduanya pun berjalan menuju kantin Fakultas Pertanian yang lumayan ramai .
Setelah duduk di kursi kantin yang masih tersedia .
" Mau makan apa ? ." tanya Rafa .
" Terserah ." jawab Nesya, ia hanya butuh makanan, terserah apa aja .
Mendengar jawaban sang istri, Rafa pun berjalan menuju tempat pemesanan makanan .
Ia memesan dua porsi ayam bakar, dua sayap ayam geprek, dan dua hati ampela .
Tak lupa ia juga memesan dua lemon tea .
Rafa memesan sesuai kemauannya, karena tadi istrinya jawab terserah .
Semoga saja ini terserah yang tidak berkepanjangan .
Ting
...Gibah I Love You...
Zura
Keberadaan Luke belum terlihat hilalnya
Gue sama Vina isi perut dulu sebelum lanjut berjuang mencari kucing milik Bapak dosen .
^^^Gue juga lagi mau isi energi^^^
^^^Nanti lanjut lagi cari Luke nya^^^
" Kamu pesan apa Mas ? ." tanya Nesya ketika Rafa sudah duduk di kursi tepat di hadapannya .
" Pesan makan sama minum yang ." jawab Rafa seadanya, jawaban yang sangat tepat bukan .
" Mau kulit pangsit goreng pakai bumbu kacang ."
" Barusan aku lihat ada yang makan itu ." pinta Nesya .
Sesi nyidam mulai lagi .
" Oke, bentar aku pesankan ." Rafa kembali berdiri, walaupun ia baru saja duduk tak sampai dua menit .
Tapi sebagai calon Papa yang siap siaga, Rafa harus siap menuruti kemauan istri kapan saja .
Keberadaan Rafa dan Nesya dikantin Fakultas Pertanian membuat beberapa pasang mata melihat ke arah keduanya .
Mungkin mereka heran, mengapa Rafa, yang dikenal sebagai dosen FISIPOL dan Nesya yang merupakan mahasiswi fakultas Rafa itu sekarang berada di Fakultas Pertanian .
Namun tak hanya heran, keberadaan Rafa membuat mahasiswi sedikit cuci mata .
Cuci matanya dengan melihat suami orang, memang ya, yang berpawang lebih menggoda .
" Sungguh indah ciptaanmu ya Allah ." ucap seorang mahasiswi di ujung sana .
" Sempurna versi seiman ."
" Namun tak sehati ." tambah mahasiswi lain .
Berbeda dari pujian mahasiswi, mahasiswa yang sedang duduk berkumpul disalah satu meja pun ikut berkomentar .
" Mahasiswi yang cantik - cantik digaet dosen ." Ditra
" Mahasiswa kayak kita - kita dapatnya apa ." Reval .
" Dapat ayam kampus juga boleh la ." Tio .
" Gue sih lebih suka maba - maba gemes ." Refan .
" Buaya rawa kaya lo semua juge digaet ." Reval .
" Gue bukan buaya sebenarnya. "
" Cuma lagi cari yang pas aja ." Refan mencoba membela diri .
Sedangkan di meja orang yang mereka bicarakan, Nesya dan Rafa mulai menikmati makanan yang sudah tersaji .
" Ayam bakar nya enak ."
" Nanti mau dua porsi buat dirumah ya Mas. " pinta Nesya disela acara mengunyah makanan di mulutnya .
Rafa yang sedang menikmati makanannya pun hanya mengangguk meng iyakan.
Ting
...Universitas Dirgantara...
Mahasiswa saya ada yang melihat kucing seperti foto diatas Pak .
Tapi ...
Sebentar ya Pak
Saya minta tolong fotoin keadaan kucingnya sekarang sama mahasiswa saya
..........❣..........
^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
Rengat Barat
Minggu, 08 Oktober 2023
Pukul 15.21 Wib .
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan ❤...