My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 24. ACC



...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa......


...Happy Reading...


..........❣..........


Ting...


Bunyi pesan masuk di handphone Nesya. membangunkannya dari mimpi indahnya yang sedang menggenggam tangan Jaehyun.


Oke oke sebaiknya jangan terlalu menghalu. nanti keterusan dan susah berhenti seperti seorang Nesya Xavier ini.


Eughh....


Tangannya terukur mengambil ha dphone diatas nakas samping ranjang. membuka aplikasi chat. ternyata chat dari Rafa.


Dibacanya perlahan.....


" Yesss.... ACC..." Terima Nesya setelah membaca chat tersebut.


tol tok tok...


" Dek. jangan teriak teriak kenapa. masih pagi ini." Ucap Rafa dibalik pintu kamar Nesya.


Nesya beranjak dari ranjang dan menuju pintu.


Clek...


" Abang tu ganggu aja. ngak tau apa adeknya lagi bahagia." Ucap Nesya.


" Ya ngak usah teriak teriak pakai level toa juga. lama lama bisa budek ni telinga." Jawab Rui.


" Hehh...mana ada budek. abang tau ngak sih?." Ucap Nesya antusias.


" Ya ngak tau la. emang lo kira gue cenangang tau segalanya." jawab Rui.


" Skripsi adek ACC...aaaaaa akhirnya ACC juga." Nesya.


" Bahagianya hatikuuuuu..uuuuu." Nesya.


" Ya Allah salah apa gue bisa punya adek kayak gini kelakuannya. udah mulut kayak toa masjid lagi." gerutu Rui.


" Heh...harusnya abang tu bersyukur punya adek kayak aku. udah cantik, pinter lagi ." Jawab Nesya membanggakan diri. pede sekali Nesya ini. tingkat pd nya setara dengan Lucas kayaknya.


Jadi kangen Lucas kan.....I miss you


" Tapi mulut kayak toa. sama aja enggak." Jawab Rui lalu melangkah pergi masuk ke kamarnya.


" Ih punya abang gini amat...ah bodo amat la. yang penting ACC...yuhuu" ucap Nesya lalu melangkah menuju kamar mandi.


Beberapa saat Nesya keluar dari kamar mandi dan kemudian bersiap.


Dia keluar kamar dan melangkah menuruni tangga menuju meja makan untuk sarapan.


" Dek. kamu ke kampus hari ini? bukannya hari ini seharusnya kamu libur ya?." Tanya Mami yang melihat anak gadisnya sudah berpakaian rapi.


" Ke kampus mi. mau ngurus berkas - berkas buat seminar proposal." Jawab Nesya.


" Oo...alhamdulillah udah mau sidang. bentar lagi wisuda. trus nikah. trus Mami punya cucu deh.." ucap Mami.


" Mami pikirannya Cucu mulu. minta sama abang dulu aja Mi. tu abang." Jawab Nesya yang sudah bosan dimintain cucu terus.


" Eh..kok abang. kamu dulu la. kan kamu bentar lagi nikah." ucap Rui yang baru saja duduk.


" Abang nikah duluan gpp kok. adek ikhlas lahir batin." Nesya.


" Gimana mau nikah. abang kamu aja ngak punya pacar." Ucap Mami.


" Punya ya Mi...eh keceplosan." Ucap Nesya yang setelah itu langsung menutup mulutnya.


Rui langsung melirik tajam adiknya itu. Nesya tau jika dia punya pacar dan waktu itu mereka sarapan bersama. bisa disebut sarapan double date.


" Bener bang kamu punya pacar? kok Mami ngak tau." Mami.


" Hehe...iya mi punya. tapi belum lama pacarannya kok Mi." Rui.


" Bawa kerumah dong bang. Mami kan pengen kenalan sama pacar kamu." Mami.


" Tunggu aja ya Mi." Jawab Rui.


" Adek duluan Ya Mi, Pi, Bang." ucap Nesya yang baru selesai sarapan.


" Assalamualaikum." Dia pun langsung mengambil tas dan beranjak pergi.


Nesya melajukan mobilnya membelah jalanan di pagi hari menuju kampus.


Dia pagi ini berniat meminta tanda tangan acc proposal dari Rafa dan Kevin. karena itu merupakan salah satu syarat pengajuan seminar proposal.


Mobil yang dikemudikan Nesya memasuki area kampus. langsung saja iya memarkirkan mobilnya di parkir fakultas khusus mahasiswa.


Mengambil tasnya yang ada di kursi samping kemudi. lalu keluar dari mobil. tidak lupa mengunci mobilnya.


Kemudian ia berjalan memasuki gedung fakultas untuk menuju ruangan Rafa.


" Pagi Sya..".


" Pagi honey.."


" Hay Sya.."


Itulah sapaan dari para mahasiswa ketika melihat Nesya berjalan di koridor.


Setelah berjalan melewati koridor dan menaiki tangga menuju lantai dua. akhirnya ia sampai juga di depan pintu ruangan Rafa.


Terlihat dari pintu kaca Rafa sedang fokus memeriksa beberapa skripsi dengan serius.


Tok tok tok


Assalamualaikum...


" Masuk ". ucap Rafa dari dalam ruangan.


Cklek...


Assalamualaikum Pak.


Waalaikumsalam....


" Saya ingin meminta tanda tangan Bapak untuk pengajuan seminar proposal ".


" Iya. Bawa kemari lembar persetujuannya ".


" Ini Pak ..". Nesya menyerahkan map biru yang sudah dibuka dan terdapat lembar persetujuan yang akan ditanda tangani Rafa.


Tok tok...


" Masuk ".


Assalamualaikum..


Waalaikumsalam..


" Iya sebentar ya ".


" Baik Pak ".Jawabnya.


Rafa langsung menandatangani lembar persetujuan Nesya dan menyerahkannya kembali.


" Ini..sudah saya tandatangani. setelah ini baru kamu meminta tanda tangan Pak Kevin." ucap Rafa.


" Iya baik Pak. terimakasih." Ucap Nesya.


" Sama - sama ".


" Saya permisi Pak. Assalamualaikum ". Setelah itu Nesya pun meninggalkan ruangan Rafa.


Tujuan keduanya adalah menuju ruangan Pak Kevin yang letaknya hanya berjarak lima ruangan dari ruangan Rafa.


Karena pintu ruangan Pak Kevin di desain menggunakan kaca yang tidak tembus pandang. maka tidak terlihat apakah ada seseorang atau tidak di dalam ruangan itu.


Tok tok tok..


Assalamualaikum...


Tidak ada jawaban dari dalam ruangan.


Nesya mencoba mengetuk sekali lagi.


tok tok tok..


Dan masih tidak ada jawaban dari dalam ruangan.


Nesya kemudian mengambil handphone dari tasnya dan mengirimkan pesan Kepada Pak Kevin.


Nesya kemudian duduk di kursi depan ruangan sambil menunggu balasan chat dari Pak Kevin.


Waktu sudah berjalan sekitar 15 menit. dan belum ada balasan dari Pak Kevin.


Akhirnya Nesya berinisiatif menanyakan keberadaan Pak Kevin Kepada Rafa.


" Mas. Mas tau Pak Kevin ada dimana sekarang? ". ketik Nesya dan langsung mengirimkannya ke Rafa.


Tak berapa lama Nesya sudah mendapat balasan pesan Dari Rafa.


" Kevin kemungkinan lagi di perjalanan menuju kantor Mas ". Balasan Rafa.


" Kenapa Mas ngak bilang dari tadi. aku udah nungguin Pak kevin selama lima belas menit di depan ruangannya ". Balas Nesya yang sedikit kesal.


" Ya Maaf. lupa Sayang. gimana kalau kamu ikut Mas ke kantor aja biar bisa minta tanda tangan Kevin ". Balas Rafa yang memberi tawaran kepada Nesya untuk ikut dengannya ke kantor.


" Urusan Pak Kevin di kantor kamu lama ngak? kalau ngak lama ya biar aku tunggu dikampus aja ". Balas Nesya.


Karena bagi Nesya lebih baik menunggu Kavin dikampus daripada ikut dengan Rafa ke kantor karena dia tidak nyaman mendapat berbagai macam tatapan dari karyawan di perusahaan Rafa.


"Lumayan lama. soalnya ada beberapa proyek yang harus dibahas hari ini. dan kalau ngak salah besok Kevin akan pergi ke singapura selama seminggu. ". Balas Rafa.


" Gimana? kamu jadi ikut Sayang? ".


Dan baru saja Sekretarisnya menelefon jika Kevin sudah sampai dikantor.


Ting...


" Saya tidak berada dikampus Sya. Kalau kamu ingin meminta tanda tangan, kamu bisa menemui saya di kantor dirgantara saat ini ". itulah balasan pesan dari Pak Kevin untuk Nesya.


" Aku ikut Mas ke kantor ". Pada akhirnya dia memutuskan untuk ikut ke kantor Rafa demi mendapat tanda tangan Kevin.


Nesya langsung beranjak dari duduknya bersamaan dengan Rafa yang baru saja keluar keluar dari ruangannya.


" Sya...". Suara panggilan yang berasal dari belakangnya langsung membuat Nesya seketika menolehkan pandangannya dari Rafa yang sedang mengunci pintu ruangannya.


" Len...".


" Lo nungguin Pak Kevin Sya? ". Tanya Vallen. karena Nesya duduk di kursi tunggu depan ruangan Kevin.


" Pagi Pak..." ucap Vallen dan Nssya bersamaan saat Rafa berjalan di koridor dan akan melewati mereka.


" Pagi ". Jawab Rafa datar.


" Itu muka datar banget. persis kanebo kering ". batin Nesya berkata.


" Gue cari Pak Kevin. Tapi Pak Kevin ngak ada ". Jawab Nesya. melanjutkan obrolannya setelah kepergian Rafa.


" Mungkin Pak Kevin lagi ada jadwal di kelas Sya. coba lo chat deh ". Ucap Vallen memberi saran.


" Udah gue chat barusan. Pak Kevin ngak dikampus hari ini. ". Jawab Nesya.


" Gue duluan ya Len ". ucap Nesya mengakhiri obrolannya. karena dia harus segera menemui Rafa.


" Iya Sya ". balas Vallen.


Nesya kemudian berjalan menuju lantai satu. Baru beberapa langkah.


Ting..


Terdengar suara notifikasi pesan dari handphonenya. dia berhenti dan membuka pesan yang masuk.


Baru beberapa langkah. terdengar suara notifikasi pesan dari handphonenya. dia berhenti dan membuka pesan yang masuk.


" Mas tunggu Dimobil. jangan lama ". Pesan dari Rafa.


" Iya. sebentar ". balas Nesya yang kemudian melanjutkan langkahnya menuruni tangga menuju tempat parkir dosen.


.......❣.......


...Jangan Lupa Like dan Comment Ya......


...Jangan Lupa Follow Juga......


...See You Next Chapter...


Rengat Barat


Minggu, 13 November 2022


Pukul 13.40


...Salam Sayang Dari Dandanies......


...❤❤❤...