My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 115 . Roti Bantal



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


" Baby nya Daddy. "


" Besok kita periksakan kamu ya ."


" Sehat - sehat di dalam sana ."


" Daddy sayang kamu ." ucap Rafa sembari mengelus perut Nesya skin to skin .


Jika terhalang baju, Rafa tidak menyukainya .


" Aku gemes tau yang sama perut kamu yang mulai kelihatan buncit. "


" Pengen digigit ."


" Sebelas dua belas sama roti bantal. " Rafa sembari sesekali mencium perut Nesya yang sudah tampak tak rata lagi .


Tidak rata lagi karena ulah Rafa tentunya .


" Jangan digigit ."


" Ntar anak kamu marah baru tahu rasa ."


" Pas lahir ngak mau sama Daddy nya ." Nesya mencubit hidung mancung Rafa yang bak perosotan anak TK .


" Dia pasti mau sama Daddy nya yang ganteng ini ." balas Rafa dengan bangganya .


Sadar diri juga ternyata kalau ganteng .


" Semoga besok anak aku hidungnya kayak gini ." ucap Nesya sembari mengelus hidung rafa, kalau dicubit lagi kan kasihan .


" Anak aku juga yang ."


" Aku yang tanam saham kalau kamu lupa ." Rafa tak terima jika Nesya melupakannya sebagai seseorang yang berpartisipasi dalam proses pembuatan .


Pembuatan, dikira buat kue apa ya .


" Iya iya ."


" Anak kamu juga ."


" Ngak mungkin anak tetangga ."


" Kena gampar istrinya ntar ."


" Sahamnya Daddy ."


" Tumbuh dengan baik ya sayang ."


" Biar Daddy ngak rugi ." Rafa berbicara sembari menghadap perut sang istri .


" Anak sendiri di bilang saham ."


" Ntar pas lahir ."


" Trus langsung minta saham baru tau ."


" Gpp kalau minta saham ."


" Seluruh saham Daddy buat kamu juga boleh ."


" Eh tapi jangan deh ." elak Rafa .


" Kamu harus bagi - bagi sama adik kamu ."


" Bagi dua aja gpp ya kan ."


" Kasihan adik kamu kalau ngak dapat bagian ." ucap Rafa tanpa mendapat jawaban dari seseorang yang ia ajak bicara .


Ya gimana mau jawab, orang yang diajak bicara masih anteng di dalam rahim sambil berenang di air ketuban .


" Yang ini belum lahir ."


" Udah mikirin mau dikasih adik ." ucap Nesya sembari geleng - geleng kepala, tidak habis fikir dengan suaminya ini.


" Ya kan semua harus di planning sayang ."


" Baby umur dua tahun kita program ya ."


" Aku pengennya punya anak yang jaraknya ngak jauh ." Rafa mengutarakan keinginannya .


" Iya deh iya ."


" Istrinya nurut aja ." balas Nesya .


Karena ia tentu tahu, Rafa pasti sudah memikirkan segalanya ketika akan menambah anak kelak .


Dan tentunya dengan keadaan finansial Rafa, semua kebutuhan anak mereka akan tercukupi dengan sangat baik .


Dan Nesya juga menginginkan tidak hanya mempunyai satu anak saja, karena pasti ngak enak kalau jadi anak tunggal .


" Baby cowok atau cewek ya yang ."


" Cowok aja ya sayang ."


" Biar bisa main bola sama Daddy ."


" Cewek aja ." ucap Nesya, kan enak ya allah punya anak cewek .


Ntar bisa di ikat dua rambutnya, trus di pita in, lucu banget .


" Nanti bisa bantuin Mommy nya masak ."


" Trus bisa shopping bareng ."


" Cowok aja ya sayang ."


" Biar bisa jagain kamu ."


" Jadi bodyguard yang siap siaga dua puluh empat jam ." Rafa masih kekeuh menginginkan anaknya cowok .


Padahal yang menentukan segalanya adalah yang di atas, sang pencipta, kita sebagai ciptaannya hanya mengikuti alur saja .


" Yaudah ."


" Kamu harus doa banyak - banyak kalau gitu ." putus Nesya, kalau dilanjutkan debat nya, ngak bakalan habis .


Gini ni kalau debat, tapi partner debat nya dosen .


Debat sama suami rasa dosen .


" Temenin nonton yuk yang ." ajak Nesya yang baru saja membuka handphone dan mendapat notifikasi drama nya .


" Boleh ."


" Tapi maksimal satu jam ."


Kesehatan bumil harus sangat diperhatikan, sebagai suami yang baik tentunya Rafa memberikan perhatian yang melimpah ruah .


" Sipp Bos ."


Dengan segera Nesya mengambil laptopnya dari dalam laci nakas .


Menghidupkan dan mulai mem play drama yang akan di tonton .


" Eh ." kaget Nesya saat Rafa mengambil laptop dari pangkuannya .


" Radiasi ."


" Ngak baik buat Baby ."


" Biar dipangkuan aku aja ." Rafa meletakkan laptop ke atas pangkuannya .


Nesya menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami yang sender able itu .


Menonton drama berdua sama suami di atas ranjang terasa sweet gitu ya kan .


Apalagi suaminya seperti Rafa gini, yang mau aja di aja nonton drama favorit istri, walaupun sebenarnya tidak terlalu menyukai apa yang ia tonton .


Tapi demi istri ia rela .


Rela banget malah .


Kan nyenengin istri dapat pahala.


Waktu terus berlalu, melalui detik, menit, dan berakhir jam .


" Selesai episode ini udah ya yang ."


" Udah satu jam ." ucap Rafa mengingatkan .


" Iya ."


" Selesai episode ini udah kok ."


" Janji deh ." Nesya menyodorkan jari kelingkingnya ke sang suami .


Dan Rafa pun menyambutnya, membuat tanda janji dengan jari kelingkingnya .


Tak lama, hanya lima belas menit, drama yang keduanya tonton sudah berada di akhir episode .


" Selesai ." ucap Rafa, yang akan langsung mematikan laptop di pangkuannya .


" Belum selesai ."


" Masih ada beberapa episode lagi tau ." balas Nesya .


" Dilanjut kapan - kapan ." jawab Rafa yang baru saja menutup laptop .


Rafa kembali menaruh laptop kedalam laci nakas , kemudian memeluk sang istri .


Waktunya menyelami dunia mimpi dengan ditemani guling versi bernyawa .


Keduanya pun beristirahat guna mengisi energi sebelum memulai aktifitas esok hari .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


" Yang. " Panggil Rafa yang sedang melangkah menghampiri sang istri sembari membawa dasi ditangannya .


Nesya yang sudah paham pun mengambil dasi dari tangan Rafa, kemudian memakaikan dasi suaminya dengan rapi .


" Dah ." ucap Nesya ketika selesai merapikan keras kemeja Rafa .


" Jam satu Mas pulang buat jemput kamu ."


" Oke ." balas Nesya .


" Udah buat janji sama dokter ? ." tanya Nesya sembari merapikan rambut sang suami .


" Udah tadi ."


" Habis dari dokter kita lihat rumah baru ."


" Lihat - lihat apa yang kurang ."


" Oke ." Angguk Nesya meng iyakan .


Ia sudah tidak sabar untuk pindah kerumah baru, akhirnya setelah sekian lama yakan .


" Morning kiss ." ucap Rafa sembari menunjuk bibirnya .


" Muachh ."


" Morning kiss diterima ."


Rafa mengambil handphone nya dari atas meja nakas .


" Bye sayang ."


" Assalamualaikum ."


" Waaalaikumsalam ." jawab Nesya sembari melihat sang suami yang sedang melangkah keluar dari kamar .


Setelah sang suami sudah berangkat kerja, Nesya berinisiatif untuk merapikan walk in closed.


Berniat memasukkan beberapa barang kedalam kotak yang kemarin ia beli secara online, karena sebentar lagi kan mereka akan pindah kerumah baru .


Ia harus mulai mem pack barang - barang mereka dari sekarang .


Karena kemungkinan besar tiga atau empat hari lagi waktunya pindahan, dan pastinya riweh, mana ada pindahan yang ngak ribet .


Maka dari itu, Nesya mulai mempersiapkan dari sekarang .


" Huhh ..." helaan nafas kerena lelah .


" Baru dua kardus aja udah capek. " ucap Nesya sembari mengelap keringat di keningnya dengan tisu .


" Butuh minum dulu kalau gini ." ia beranjak dan melangkah untuk mengambil air mineral .


..........❣..........


^^^Jangan lupa Like, Vote Dan Comment Yaa^^^


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


Rengat Barat


Rabu, 19 Juli 2023


Pukul 19.53 Wib .


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...