
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........❣..........
.......
Cklek...
Ia memasuki ruangan dan duduk di sofa yang tersedia.
Meletakkan buku buku yang dibawanya ke meja di depannya.
Lalu tangannya merogoh saku guna mengambil handphone.
Dengan iseng ia membuka akun sosmed gadisnya, ternyata gadisnya itu memposting foto beberapa jam lalu. postingan tersebut dengan caption.
" Naik kapal buat ke pulau, yuk liburan ."
Lalu men scroll beberapa postingan teman teman dan metanya tertuju pada suatu postingan.
" Kapal xxx yang membawa pengunjung menyeberangi pulau di pantai ABC meledak, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi, hingga saat ini diketahui .... orang meninggal dunia.
Rafa melihat postingan tersebut, lalu men scroll kebawah, tapi tiba - tiba ia teringat jika Nesya tadi memposting foto nya yang berada di depan sebuah kapal.
Rafa me scroll kembali, melihat postingan kapal terbakar yang tadi. kemudian membaca nama kapal tersebut.
Lalu ia mencari akun sosmed Nesya dan melihat postingan terakhirnya...
" NESYA....." teriak Rafa setelah melihat jika nama kapal yang ditumpangi Nesya untuk menyebrang sama dengan nama kapal yang diberitakan meledak.
Jantungnya langsung berdetak dengan sangat cepat, fikiran nya pun rasanya sudah tak karuan.
Ia dengan cepat langsung menelfon Nesya, berharap gadis itu segera mengangkat panggilannya. namun nihil, nomer Nesya tidak aktif.
Ia mencoba menelfon Vina, dan hasilnya juga sama.
Tak menyerah, ia menelfon Zura, harapan terakhirnya. namun hasilnya tetap sama. nomornya tidak aktif.
Rafa memang memiliki nomor kontak teman - teman Nesya, karena untuk jaga - jaga disaat saat seperti ini, namun ternyata itu juga tidak worth it juga.
Rafa segera menelfon Rui melalui aplikasi chat.
" Nomor yang anda tuju sedang berada di panggilan lain ."
" Ahhh..." teriak Rafa sembari meremas rambutnya.
Ia masih mencoba menelfon Rui lagi.
Ia segera mengambil kunci mobilnya dan berlari dengan perasaan tak karuan sembari menempelkan handphon ke telinga, ia masih berusaha menelfon Rui kembali.
Keluar ruangan dan berlari di koridor, menuruni tangga dengan cepat dan berlanjut dengan berlari dari koridor lantai satu menuju parkir.
Ia berlari dengan mata yang memerah menahan rasa khawatir yang membuatnya harus menahan tangis memikirkan gadisnya itu.
Membuat beberapa mahasiswa yang berpapasan dengannya dibuat bingung melihat dosennya yang berlari dengan raut wajah sedih dan khawatir.
" Itu Pak Rafa kenapa? ."
" Pak Rafa kenapa lari ? lagi ada apaan sih ? ."
" Gue liat muka Pak Rafa kayak lagi khawatir banget ."
" Tadi gue ngak sengaja liat matanya, matanya merah, Pak Rafa nangis kah ."
" Baru kali ini sih gue liat Pak Rafa lari begitu, kelihatan panik banget ."
" Kayaknya ada sesuatu deh, sampai buat Pak Rafa jadi gitu ."
" Lari sambil nelfon gitu, pasti bener - bener urgent banget ."
" Semoga ngak terjadi apa - apa, gue kasian liat Pak Rafa panik kayak gitu ."
Rafa masuk ke mobil, dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi dengan tujuan kantor Rui, karena kemungkinan besar Rui berada dikantornya saat ini. dirinya berharap mendapat kabar tentang Nesya.
Beberapa saat kemudian, sampailah Rafa di kantir Rui, ia segera keluar dari mobil dan berjalan cepat memasuki kantor.
" Bisa saya bertemu dengan Rui Xavier ? ." tanya Rafa pada pegawai di meja resepsionist.
" Saya konfirmasikan terlebih dahulu ya dengan Pak Rui, kalau boleh tahu dengan siapa ? ."
" Rafardhan dirgantara ." Rafa menyebutkan nama lengkapnya agar Rui mudah mengenali nya dan tidak mengira yang mencarinya adalah orang lain.
" Baik, ditunggu sebentar ya ."
Resepsionis tersebut menelfon untuk menginformasikan.
" Bapak Rui bisa ditemui, silahkan menuju ruangannya di lantai 14 ."
" Baik, terimakasih ."
Rafa segera berjalan dan memasuki lift yang akan membawanya menuju lantai 14 dimana ruangan Rui berada.
Ting...
Lift pun terbuka, ia segera melangkah keluar, matanya langsung tertuju di pintu yang bertuliskan Presdir .
Tok tok tok
" Masuk."
Rafa segera mambuka pintu dan masuk kedalam, ia langsung saja menghampiri Rui yang sedang duduk di kursi kebesarannya sembari mengerjakan pekerjaannya.
" Bang ." Panggil Rafa.
" Kenapa Raf ? , tumben banget lo nyari gue sampai kantor ." Rui heran dengan calon adik iparnya yang tidak seperti biasa.
" Nesya Bang ."
" Kenapa Nesya ? ."
Rafa memberikan handphonenya yang menampilkan tentang berita terbakarnya kapal penumpang wisata.
" Kapal xxx yang membawa pengunjung menyeberangi pulau di pantai ABC meledak, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi, hingga saat ini diketahui .... orang meninggal dunia ." Rui membaca berita tersebut.
" Trus hubungannya ini sama Nesya apa? ." tanya Rui yang tidak paham, ya gimana mau paham, kan belum dijelasin.
Rafa mengambil handphonenya kembali, mencari postingan Nesya. dan kembali memperlihatkan handphonenya kepada Rui.
" Nesya naik kapal itu, kapal xxx yang diberitakan terbakar beberapa jam lalu, udah gue hitung jamnya, waktunya ngak jauh dari Nesya post itu, dan gue udah coba telfon Nesya dan teman temannya, tapi ngak ada satupun yang aktif ." Rafa menjelaskan kepada Rui .
" Ngak mungkin kan Nesya...." ucap Rui yang mulai dilanda rasa khawatir. ia langsung berdiri dari duduknya.
" Kita susul sekarang ." Rui langsung melangkah keluar ruangan.
" Saya ada urusan mendadak, tolong kamu urus semuanya ." ucap Rui kepada sekretarisnya.
" Baik Pak ."
Mereka berdua berjalan dengan cepat memasuki lift dengan perasaan yang sama kalutnya.
Ting... lift terbuka.
Mereka berdua keluar dan sedikit berlari untuk segera sampai ke mobil.
Pemandangan tersebut pun tak luput dari banyak pasang mata.
Seorang CEO Xavier dan Dirgantara berlari dengan wajah panik.
" Pak Rui kenapa itu ? ."
" Pak Rui lagi sama CEO dirgantara bukan sih ? ."
" Iya sama CEO dirgantara, gue paham banget wajahnya, maklum gue salah satu fans nya ."
" Mereka berdua kenapa ya, sampai lari begitu ."
" Lo tanya ke gue, ya pastinya gue ngak tau ."
" Muka mereka panik banget masa ."
" Pakai mobil gue Raf ." ucap Rui.
Rafa mengikuti Rui menuju mobilnya.
" Biar gue yang nyetir Bang ."
Keduanya langsung masuk ke mobil dan Rafa dengan cepat langsung melajukan mobil tersebut dengan kecepatan lumayan tinggi.
Di perjalanan mereka berdua masih berusaha menghubungi Nesya, Vina dan Zura.
Kurang lebih tiga jam mereka sudah sampai di pantai xxx karena Rafa mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi seperti
"sedang mendekatkan diri kepada Allah." begitu menurut author ketika Rafa menyetir.
Mereka langsung turun dari mobil dan berlari menuju tempat evakuasi.
" Permisi Pak, boleh saya melihat para korban ? saya sedang mencari adik saya yang kemungkinan menaiki kapal xxx ." Ucap Rui.
" Silahkan ." ucap petugas itu yang kemudian memberikan tab berisi foto para korban. karena para korban yang sudah ditemukan sudah dibawa menuju rumah sakit .
" Terimakasih ."
Rui menerima tab tersebut dan melihat satu persatu foto para korban dengan tangan yang bergetar.
" Ngak ada Nesya Bang ." ucap Rafa yang juga melihat foto - foto korban ditab yang sama.
" Maaf Pak, yang ada disini apakah sudah keseluruhan korban ? ." Tanya Rafa.
" Belum Mas, masih ada beberapa pengunjung yang belum ditemukan ." jawab petugas tersebut.
Nafas keduanya seketika berhenti mendengar ucapan tersebut, karena baru saja mereka memiliki harapan ketika tidak menemukan foto Nesya, namun sekarang harapan mereka tiba tiba pupus begitu saja.
" Kapal ini beroperasi dari jam berapa Pak kalau boleh tahu ? Rui.
" Saya kurang tahu soal itu, tapi sepertinya dari pagi kapal ini sudah membawa beberapa pengunjung menyebrangi pulau ."
" Apakah di pulau masih ada pengunjung ? ." Rafa.
" Masih, pengunjung masih stay disana selama proses evakuasi, kemungkinan satu jam lagi baru dikerahkan kapal untuk menjemput mereka ."
" Kalau boleh tahu, kapal mana yang akan menuju pulau ? ." Rui.
" Kapal yang itu ." Tunjuk petugas tersebut ke kapal yang tak jauh dari mereka.
" Yang warna biru itu Pak ? ." Rafa memastikan.
" Iya yang biru ."
" Iya Pak, Terimakasih Pak atas bantuannya ."
Setelah mengucapkan terimakasih kepada petugas tersebut, mereka berdua pun langsung melangkah menuju kapal yang di katakan oleh petugas tadi.
Rafa langsung membeli tiket untuk menaiki kapal menuju pulau.
Mereka menunggu kurang lebih satu jam untuk menyeberangi pulau menggunakan kapal, karena kapal akan berlayar ketika situasi sudah kondusif.
Mereka berdua pun naik ke kapal dan tak berapa lama kapal pun melaju di atas air laut.
Sekitar sepuluh menit perjalanan, akhirnya keduanya sampai di pulau. bergegas untuk segera turun.
Keduanya pun berjalan sembari melihat sekitar, berharap menemukan Nesya dalam keadaan baik - baik saja.
Tiba - tiba penglihatan Rafa tertuju pada pendopo yang disitu terdapat tiga orang sedang bersantai .
Rafa langsung berlari ke arah pendopo.
Rui yang melihat Rafa berlari pun mengikuti Rafa.
" SAYANG ."
Teriak Rafa ketika sudah berjarak sekitar tujuh meter dari pendopo tersebut.
.......
..........❣..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa......
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Sabtu, 10 Desember 2022
Pukul 21. 4**1**
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu ...
...Lee Dong Hyuck ❤...