My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 53. Otw Bertemu Dia



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Pagi ini Rafa sedang menikmati secangkir americano sembari duduk di balkon apartemennya. jangan tanya kenapa Rafa sukanya nongkrong di balkon. alasannya adalah karena bisa menikmati pandangan yang tersaji dari ketinggian.


Secangkir americano ditemani dua slide roti bakar dengan selai coklat.


Itulah menu sarapan Rafa pagi ini sebelum ia berangkat menuju rumah Nesya untuk menjemput gadisnya.


Dan mereka akan pergi ke butik untuk fitting baju pengantin yang akan mereka kenakan pada acara resepsi tujuh hari lagi.


Tak terasa seminggu lagi Nesya dan Rafa akan halal.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Di dapur Nesya sedang memasak bersama Mami untuk sarapan pagi ini.


Keduanya memasak nasi goreng beserta ayam goreng dan teman temannya.


Keluarga Nesya memang lebih sering sarapan dengan nasi daripada roti dan yang lainnya. namun terkadang mereka juga sarapan dengan menu roti seperti sandwich.


" Mi, cobain nasi goreng nya, udah asin belum ." ucap Nesya ketika ia sedang mengaduk nasi goreng.


" Sebentar, mami ambil sendok dulu ." jawab Mami.


Mami pun mengambil sendok dan kemudian menghampiri Nesya. mencoba nasi goreng buatan purtinya itu.


" Masih kurang asin, tambahin garam sedikit ." ucap Mami.


Nesya lalu mengambil garam dengan sendok.


" Segini Mi ? ." ucap Nesya sembari menunjukkan sebanyak apa garam yang ada di sendok nya.


" Tambahin sedikit lagi ."


Nesya lalu menambah garam di sendok nya.


" Segini udah ? ." tanya nya lagi kepada sang Mami.


" Ha iya udah segitu ."


Setelah mendapat jawaban tersebut, Nesya lalu memasukkan garam ke dalam nasi goreng yang sedang dimasaknya. perlu diketahui, nasi goreng Nesya ngak gosong ya walaupun kelamaan bertanya tentang sebanyak apa garam yang perlu ditambahkan, karena tadi ia sudah mengecilkan api kompornya.


Nesya lalu melanjutkan memasak nasi goreng nya hingga matang. suka bingung deh, kenapa nasi yang udah matang, trus digoreng, jelas - jelas itu udah matang, tinggal dimakan aja tapi pakai acara di goreng lagi.


Awalnya mungkin gini, coba - coba goreng nasi, lah kok enak, jadi saya coba lagi, tambah enak, trus keterusan deh sampai sekarang.


Setelah beberapa saat Nesya pun selesai memasak nasi goreng nya dan menaruhnya di mangkuk besar.


Mami juga sudah selesai menggoreng ayam dan lainnya.


" Kamu bawa nasi gorenya ke meja makan dulu Sya ." perintah Mami.


" Iya Mi ." jawab Nesya.


Lalu ia membawa mangkuk berisikan nasi goreng itu ke meja makan.


Setelah menaruh nasi goreng diatas meja, Nesya pun berjalan kembali menuju dapur.


" Dek, bawain ayam gorenya kedepan, biar Mami yang bawa kopi sama susunya. " ucap Mami setelah melihat putrinya kembali ke dapur.


" Iya Mi ."


Nesya lalu mengambil piring berisikan ayam goreng favorit nya itu dan kembali berjalan menuju meja makan.


Sesampainya di meja makan, ia langsung menaruh piring tersebut.


Dan saat itu pula ia melihat sang Kakak menuruni tangga dengan sudah berpakaian rapi.


Kalau dilihat lihat abangnya ini ganteng juga kalau lagi rapi begini. tapi kalau lagi dalam mode berantakan ya bisa buat sakit mata.


" Dek, request hot coklat dingin ya ." ucap Rui setelah mendudukkan diri di kursi meja makan.


" Ya bener aja kalau request Bang, yakali hot coklat dingin." jawab Nesya atas permintaan abangnya itu.


" Yaudah coklat dingin aja deh ." Rui.


" Yaudah bentar adek buatin. " jawab Nesya.


Setelah itu ia kembali ke dapur untuk membuatkan pesanan abangnya itu.


" Ini enaknya kalau punya adek cewek, minta buatin makanan atau minuman pasti mudah ." gumam Rui ketika melihat adiknya berjalan menuju dapur.


Memang salah satu keuntungan cowok yang punya adek cewek tu gini, bisa disuruh suruh, apalagi kalau adeknya kayak Nesya gini.


Karena Rui juga lumayan sering meminta adiknya untuk memasak makanan saat malam hari, dimana itu adalah waktu ternikmat untuk me makanan sesuatu.


Sesampainya di dapur, Nesya pun segera mengambil coklat bubuk dan es batu dari kulkas.


" Dek, buat coklat dingin untuk siapa ? perasaan tadi kamu udah buat susu dingin buat sarapan ." tanya Mami yang melihat anaknya sedang membuat coklat dingin.


" Buat Abang Mi ."


" Ooh, kira Mami buat siapa ."


Selesai membuat coklat dingin, Nesya lalu membawa segelas coklat dingin itu ke meja makan.


Menaruhnya di meja tepat di depan abangnya yang sedang duduk sembari memainkan ponsel.


Dan dengan jahil ia mengintip layar ponsel Rui yang sedang chat dengan kekasihnya itu.


Nesya bisa melihat itu karena ia sekarang berada di belakang Rui setelah menaruh coklat dingin dan duduk di sebelah abangnya itu.


" Jangan telat sarapan ya sayang ." Nesya membaca chat tersebut.


" Bucinn...eh abang lagi bucin ." ucap Nesya mengejek abangnya itu.


" Sirik bilang Dek " ucap Rafa menjawab ejekan adiknya itu.


" Heh, mana ada sirik " jawab Nesya sembari memukul lengan abangnya lumayan keras, tapi ngak keras banget ya. karena ia tidak mengeluarkan seluruh tenanganya.


Disaat kedua anaknya sedang sibuk berdebat, Mami dan Papi hanya menjadi penonton setia. terkadang keduanya merasa lelah melihat perdebatan kedua anaknya tersebut.


" Bilang aja kalau sirik, udah jujur aja sama abang ." Rui.


" Enggak ya ."


" Kalau mau di perhatiin kayak kak Qia, nanti abang bilangin ke Rafa Dek ."


" Ishh..Abang ngeselin." ucap Nesya lalu memukul abangnya berkali kali karena geram.


" Udah - udah debat nya, kalian kalau ngak diberhentiin ya bakalan debat sampai besok ." Ucap Mami menghentikan perdebatan antara kedua anaknya .


Kalau Papi ya dia hanya diam menikmati pertunjukan kedua anaknya, dia hanya menunggu sang nyonya menghentikan itu.


Setelah ucapan Mami, atau biasa disebut sang nyonya rumah.


Mereka ber empat pun sarapan dengan damai, mau lanjut berdebat pun tidak berani, karena jika sang nyonya sudah marah, bisa tamat riwayat mereka.


" Adek mau mandi dulu, bye Mi Pi ."


" Bye abangku yang paling ngeselin ...wekk." ucap Nesya yang kemudian menjulurkan lidahnya ke arah Rui.


Nesya lalu beranjak dari kursi dan berjalan menuju kamarnya di lantai dua.


" Lah belum mandi si adek, abang kira udah mandi dia ." ucap Rui setelah adiknya itu pergi dari meja makan.


" Kayak ngak tau aja kebiasaan adek kamu Bang, sukanya sarapan dulu baru mandi , katanya sih keburu laper kalau mandi dulu ." jawab Papi.


" Tapi kayaknya lebih ke males mandi sih Pi ." ucap Rui.


" Nah tu tau Bang ." ucap Mami.


Cklek


Nesya pun melangkah memasuki kamarnya, berjalan ke arah kamar mandi, lalu masuk ke dalam guna membersihkan diri .


Sebaiknya kebiasaan Nesya jangan ditiru ya readers, soalnya lebih baik mandi dahulu sebelum makan, selain untuk kebersihan, juga untuk kesehatan.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...Maaf Author Ngak Update Beberapa Hari Ini...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Kamis, 22 Desember 2022


Pukul 14.35 Wib.


.......


...Salam Sayang Buat Mama, Mami, Ibu, Mommy Dan Bunda Diluar Sana...


...Selamat Hari Ibu Mama...


..." Sri Lestari ❀ ."...