My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 56. Bachelor Party



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Seorang lelaki masih setia duduk dikursi kebesarannya, sedang berkutat dengan beberapa berkas diatas meja.


Ia masih fokus dengan pekerjaannya disaat waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 Wib.


Ini Rafa berniat menginap di kantor ata gimana ya , sampai hampir tengah malam masih berada dikantor.


Berusaha mengerjakan perkerjaan yang harus diselesaikan dua minggu kedepan, karena ia akan mengambil cuti sekitar dua minggu.


Ting ting ting


Ponsel yang terletak diatas meja berbunyi, pertanda ada panggilan masuk.


Rafa segera mengangkat panggilan itu.


" Lo dimana ? ."


" Kantor ." jawab Rafa singkat.


" Buruan ke club A, Gue tunggu sama Dimas, ada Keenan juga, sekalian kita ngadain bachelor party buat lo ." ucap Kevin di seberang telfon sana.


" Bachelor party apaan ? ." tanya Rafa, ia tidak mengerti arti bachelor party yang ucapkan Kevin.


" Pesta lajang wahai Bapak CEO yang terhormat ." ucap Kevin menjelaskan.


" Oh ." Rafa berkata lalu menganggukkan kepalanya. ini Rafa mengangguk pun Kevin yang berada diseberang sana ngak bakalan tau.


" Buruan, ngak pake lama ."


" Hm ."


Setelah panggilan terputus, Rafa beranjak dari kursinya, mengambil dompet beserta kunci mobil, tak lupa handphone yang sudah berada ditangannya.


Ia berjalan keluar dari ruang kerjanya, memasuki lift yang akan membawanya ke lantai dasar.


Sesampainya di lantai dasar, ia langsung menuju mobilnya dan masuk kedalam.


Menyalakan mobil dan mulai melajukannya menuju club yang mana tadi sudah diberitahu oleh Kevin.


Tak berapa lama ia pun sampai di parkir club segera ia keluar dari mobil dan memasuki club.


Melangkah memasuki club dengan lampu temaram dan diisi oleh banyak orang.


Rafa melihat ke sekitar, mencari keberadaan Kevin.


Setelah melihat sekeliling, ia pun menemukan Kevin yang duduk di sofa. yang berarti Kevin sudah memesan open table untuk mereka.


Rafa pun berjalan ke arah sofa yang ditempati Kevin, Dimas dan Keenan.


" Woy Raf sini ." Teriak Kevin ketika melihat Rafa menuju ke arahnya. inget ya harus teriak biar kedengeran, soalnya kan lagi di club.


Rafa pun menghampiri mereka dan duduk di sofa yang pastinya sudah di pesan oleh salah satu dari ketiganya, karena kan kalau di club tidak bisa asal duduk tanpa membayar meja terlebih dahulu.


" Kita party malam ini, sebelum lo pecah telor ." ucap Kevin.


" Hitung - hitung ini hari terakhir lo ke club, kalau udah ada istri susah ." Dimas.


" Kalau ada istri pasti ngak bisa, kalau bisa pun, pas pulang dari club suruh tidur diluar ." ucap Keenan menimpali ucapan keduanya.


" Kalau ada istri ngapain ke club, mending kelonan dirumah, anget ." ucap Rafa santai.


" Heh kampret, enak bener kalu ngomong, buat iri yang jomblo aja lo ." ucap Kevin.


" Lo jomblo ? mustahil ."


" Noh pilih satu cewek buat dipacarin, banyak itu ." ucap Rafa sembari menunjuk ke arah gerombolan wanita.


" Sorry bro, gue ngak minat sama yang di club ." jawab Kevin.


" Pesen minum gih ." ucap Dimas menyuruh mereka bertiga.


" Gue pesan tonic coktail ." Kevin


" Lo apaan Raf ? ."


" Gue wiski ." Jawab Rafa


" Vodka ." Dimas.


" Wiski ." Keenan.


" Karena ini acara bachelor party Bapak CEO, jadi gue yang pesan ." ucap Kevin.


" Tapi bill nya tetap lo yang bayar Raf ."


" Hem ." jawab Rafa.


Kevin pun memesan minuman untuk mereka.


Bapak CEO dan merangkap jadi Bapak Dosen kita ini ngak terlalu polos ya guys, bukan berarti sering ke club, hanya sesekali saja jika diajak oleh ketiga orang yang ada bersamanya saat ini.


No, Rafa dan ketiganya tidak seperti itu, mereka masih memikirkan kelanjutan masa depan nya.


Mereka hanya pergi ke club untuk menghilangkan penat, hanya untuk minum beberapa gelas, ya maksimal sepuluh gelas.


Jangan heran kalau kadar toleransi alkohol mereka cukup tinggi, karena mereka berempat sudah mengenal club sejak SMA.


Awalnya sih mereka memasuki club karena coba - coba, eh kok enak, keterusan deh sampai sekarang walaupun jarang.


Tak lama kemudian minuman mereka pun datang.


" Battle bro ? ." tanya Keenan.


" Gue sih ayok ." jawab Kevin.


" Gue ngak ikutan ." Rafa.


" Gue...ya pasti ikut la ." Ucap Dimas.


Mereka bertiga pun battle , ketiganya sudah sama - sama meminum lima gelas vodka.


Tapi ketiganya belum mabuk, karena ini masih dibawah batas toleransi alkohol ketiganya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Disaat keempat laki - laki sedang asik battle minum di sebuah club.


Berbeda dengan seorang gadis yang saat ini sedang mengerjakan skripsi nya ditemani sekotak martabak coklat keju.


Malam ini Nesya mengerjakan skripsi nya karena besok ia akan bimbingan dengan Rafa.


Walaupun dirinya masih kesal pakai banget sama seorang Rafa, tapi kalau bimbingan harus tetap jalan dong.


Kan urusan pribadi sama kampus itu beda, ngak boleh disamakan.


" Huh...buat skripsi menguras tenaga dan fikiranku, jadi niat bayar joki kalau gini ." gumam Nesya sembari mengerjakan skripsi nya.


" Tapi kalau buat joki, bisa habis kena siraman rohani sama tu dosen kulkas ."


" Aaaa Mami anakmu pusing, mau langsung lulus aja trus nikah ."


" Eh barusan gue bilang apa , mau nikah ."


" Baru inget enam hari lagi nikah, lulus aja belum udah di nikahin ."


" Nikah sama dosen sendiri lagi ."


" Tambah pusing aja kalau gini ."


" Ah terserah lah mau enam hari nikah kek, mau dua hari lagi, intinya gue harus fokus sama skripsi dulu ."


Nesya pun melanjutkan mengerjakan skripsi nya dengan fokus, skripsi nya harus mendekati sempurna, karena dosen pembimbing nya menginginkan sesuatu yang sempurna, skripsi tidak diperkenankan ada typo sedikitpun. gila banget kan. padahal manusia itu tempatnya salah.


" Hoammm...."


Nesya pun mengambil handphone dan menghidupkannya, terlihat disitu waktu sudah menunjukkan pukul 00.27 Wib.


" Udah pagi ternyata, harus otw tidur ini ."


Ia lalu mematikan laptop dan merapikan beberapa buku yang berserakan diatas ranjang, tak lupa juga memindahkan kotak martabak yang sudah habis tak bersisa ke meja nakas samping tempat tidur. mau buang ke tong sampah, tong sampah nya agak jauh, kan jadi males.


Setelah selesai dengan semuanya, ia lalu merebahkan diri dan memeluk boneka panda berwarna hitam putih kesayangannya.


Menutup matanya guna memulai menyelami alam mimpi, mengistirahatkan tubuh dan fikiran.


Semoga saja ia tidak mimpi buruk. karena ia adalah orang yang sering bermimpi buruk.


Maka dari itu, ia selalu berdoa agar tidak bermimpi apapun ketika hendak tidur. doa tidur Nesya


" Bismika Allahumma Ah ya Wa Bismika Amut , Ya Allah semoga aku ngak mimpi apa - apa, ngak diganggu apa - apa , aamiin ."


Unik bukan doa tidur seorang Nesya Xavier.


Ayo komentar, gimana doa tidur kalian para readers.


..........❣..........


.......


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Sabtu, 24 Desember 2022


Pukul 20.15 Wib


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Haechanie ❀...