My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 43. Lemah Letih Lesu



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Disaat Nesya beserta kedua sahabatnya sedang menikmati sarapan pagi ditepi pantai ditemani semilir angin dan deburan ombak yang menenangkan fikiran.


Disaat itu pula ada seorang laki - laki yang sedang sarapan bersama keluarganya yang terdiri dari sang kepala keluarga yaitu Papa beserta Mama tercinta dan adik tersayang nya.


Tapi dengan jiwa raga yang tak bersemangat pagi ini.


Ya dia adalah Rafa.


Lelaki yang dari kemarin uring - uringan karena memikirkan sang pujaan hati tercinta.


" Bang, abang sakit ? ." tanya Mama yang sedari tadi memperhatikan putranya tersebut.


" Enggak Ma ." jawab Rafa sembari mengunyah makanannya dengan enggan.


" Kok lesu gitu mukanya ? lagi ada masalah ? ." tanya Mami lagi.


" Ngak ada Mi, mungkin cuma kurang istirahat aja ." Jawab Rafa sedikit berbohong agar tidak membuat sang Mami khawatir. Ya walaupun dia tahu kalau berbohong itu dosa.


" Libur aja hari ini, atau ngak pergi liburan aja sana sekalian nyusul Nesya yang lagi liburan ." Mami.


" Enggak deh Mi, Abang ke kantor aja, soalnya kerjaan juga lagi padat ."


" Mami tau darimana kalau Nesya pergi liburan ? ." Tanya Rafa penasaran, karena dia saja tidak tahu bahwa yang tunangan pergi liburan.


Ya iyalah ngak tau, ngak mungkin juga Nesya memberi tahu nya disaat mereka sedang perang dingin.


" Dari Mami nya, kan kemarin sore ada arisan, trus Mami nya Nesya cerita ke Mama ."


" Ooh , emang liburan kemana Ma ? ." Rafa kembali bertanya untuk menjawab Rafa penasarannya.


" Kata Mami nya sih Nesya liburan ke pantai ABC bareng sahabatnya ."


" Nesya ngak ngabarin kamu ? ." Tanya Mama kepada putranya.


" Enggak Ma ." Jawab Rafa singkat, karena sebenarnya dia tidak tau harus bagaimana menjelaskan kepadanya Mamanya.


" Kalian ngak lagi berantem kan manaya Nesya pergi liburan tanpa ngabarin kamu ? ." Tanya Mama panjang lebar.


" Enggak kok Ma, Mama tenang aja ."


" Bang, Adek pengen liburan juga, liburan yuk bang ." Ucap Fisya setelah sedari tadi terdiam memperhatikan dan mendengarkan percakapan abangnya dan Mama.


Sedangkan Papa hanya memperhatikan mereka sembari meminum kopinya.


" Pengen juga ke pantai ABC, pengen main di pantai ." Fisya.


" Tuh adek kamu pengen liburan ." Mama.


" Bulan depan aja ya Dek, soalnya abang lagi banyak kerjaan sekarang ." ucap Rafa berusaha bernegosiasi dengan adiknya.


" Awal bulan depan kan Abang nikah, mana bisa liburan bareng, yang ada abang pergi honeymoon sama kak Nesya ." Fisya berkata sambil cemberut.


" Oiya ya Bang, aduh bulan depan anaknya Mama udah nikahin anak gadis orang ." Mama.


" Jadi gimana liburan nya Bang ?


" Dua minggu lagi abang usahain ya ." ucap Rafa sembari mengelus puncak kepala Fisya sayang.


" Janji ya ? ." Fisya menunjukkan jari kelingkingnya untuk tanda berjanji.


" Iya janji ." jawab Rafa sembari membuat tautan jari kelingking dengan adiknya itu.


" Papa bisa kan ikut liburan ? ." tanya Fisya kepada Papanya yang sedari tadi hanya memperhatikan.


" Papa sih tergantung Mama ." jawab Papa.


" Mama bisa kan Ma? pasti bisa yakan Ma ." Fisya.


" Mama mah kalau liburan ayuk aja, siapa yang ngak mau kalau diajak liburan ." Mama menjawab dengan entengnya.


" Yess, liburan i am coming ..." terima Fisya girang.


" Ngak usah teriak teriak juga dek. " Rafa.


" Heeh iya Abangku tersayang .."


" Abang duluan ya, soalnya ada meeting pagi ini. " ucap Rafa sembari beranjak dari kursinya.


" Iya Bang ." Mami.


Rafa lalu melangkah menuju kamarnya.


Sesampainya dikamar, ia mengambil tas kerja di beserta handphone yang ia letakkan di balas samping ranjang.


Ia lalu membuka handphonenya terlebih dahulu, berniat mengecek apakah Nesya sudah membalas pesan nya.


" Huhh." Rafa menghela nafas setelah membuka handphone dan melihat tidak ada satupun balasan pesan dari Nesya.


" Pesan aku ngak dibalas sama sekali, eh tau tau dapat kabar kamunya pergi liburan. " ucap Rafa.


Lalu ia pun berjalan keluar kamar dengan lesu.


Perlahan kakinya melangkah menuruni tangga menuju lantai bawah.


" Abang berangkat, Assalamualaikum ." ucap Rafa agak keras agar terdengar sampai meja makan.


" Waalaikumsalam, hati - hati bang ."


Rafa melanjutkan langkahnya dan ketika sampai di garasi, ia langsung masuk ke mobil.


Memanaskan mobilnya sebentar lalu mulai melajukannya ke jalanan yang lumayan padat pagi ini.


Tak berapa lama sampailah ia di kantor, memarkirkan mobilnya di parkir khusus dan segera keluar membawa tas kerjanya.


Berjalan memasuki kantor dengan aura dinginnya yang membuat suasana kantor seketika berubah seperti kutub utara.


" Pagi Pak ." sapa karyawan yang berpapasan dengannya.


" Pagi Pak ."


" Pagi Pak .."


Dan Rafa hanya membalas sapaan tersebut dengan deheman singkat tanpa membuka bibirnya barang se inci.


Ia kemudian memasuki lift khusus yang akan membawanya ruang kerjanya.


Ting...


Lift pun sampai di lantai tempat ruangan Rafa berada.


Ia pun segera keluar dan menuju ruangannya.


" Pagi Pak." sapa sekretarisnya.


" Hemm ." jawab Rafa.


Ia melenggangkan kakinya memasuki ruangan.


Meletakkan tasnya diatas meja kerja dan segera mendudukkan diri di kursi kebesarannya.


Tok tok tok...


" Masuk ."


" Permisi Pak, lima menit lagi kita rapat ." ucap sekretarisnya.


" Oke ."


" Baik Pak, saya permisi ."


Rafa lalu beranjak dari kursinya dan melangkahkan kakinya untuk menuju ruang rapat.


Ia memasuki ruang rapat dan langsung duduk di kursi yang memang disediakan untuknya.


" Silahkan dimulai ." ucap Rafa menginterupsi.


Rapat pun dimulai.


Rafa yang hari ini seperti manusia dengan semangat 0,01% semangat hanya mendengarkan dan memperhatikan rapat itu dengan malas.


Rapat kali ini hanya rapat mingguan biasa jadi ia tak harus mengeluarkan pendapatnya.


Ya karena lagi ngak punya tenaga aja sebenarnya, soalnya biasanya ia akan memberikan banyak pendapat dan saran yang menurutnya perlu.


Rapat berlangsung selama kurang lebih tiga puluh lima menit.


Rafa pun kembali ke ruangannya dan duduk di kursi keberasannya.


Ia memulai pekerjaannya.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


" Iya bagus, dimana tu tempatnya ? ." Nesya.


" Di eexxooo , kalau dari sini sekitar tiga jam an la ." Zura.


" Apanya yang tiga jam an ? ." tanya Vina yang baru saja kembali dari toilet.


" Ini ke sini ." ucap Aura sembari menunjukkan postingan tersebut kepada Vina.


" Oo.." Vina.


" Kita kesana yuk, gue pengen kesana nih gara - gara lihat postingannya Della ." Zura.


"Kesananya besok aja gimana? hari ini gue pengen seharian di pantai ." Nesya.


" Oke, yang penting kita kesana ." Zura.


" Ke pulau yuk, naik kapal kayak gitu tuh ." tunjuk Vina ke arah kapal di depan sana.


" Yuk la, eh tapi bentar minta bill dulu ." Nesya.


Setelah membayar makanan, mereka bertiga pun membeli tiket kapal untuk ke pulau kecil di seberang sana.


Merekapun sampai di dekat kapal.


" Fotoin gue dulu Vin ." pinta Nesya seraya memberikan handphonenya.


" Oke, pose yang bener biar kelihatan aesthetic." Vina.


Ckrek ckrek ckrek


" Liat dulu ." Nesya mengambil handphonenya dari tangan Vina.


" Oke bagus, thank you bestie ."


Nesya pun mem posting foto tersebut di sosmednya.


" Ayok naik ke kapal ." Ajak Zura sembari menarik tangan Nesya yang sedang memainkan handphonenya.


" Iya Ra iya ." Nesya pun mengikuti langkah Zura.


Mereka bertiga memasuki kapal, dan tak berapa lama kapal yang mereka naiki mulai melaju menuju pulau.


Tak berapa lama kapal pun sampai di pulau, mereka bertiga pun turun dari kapal.


" Gue mau beli camilan dulu ." ucap Zura yang kemudian berlalu menuju tempat penjual camilan yang berjajar di pulau tersebut.


" Gue mau duduk di tepi pantai ah, berjemur dulu ." Nesya yang melangkah menuju tepi pantai yang lumayan sepi.


" Ikut Sya ." Vina pun mengikuti langkah Nesya.


Nesya menikmati pemandangan pantai sembari duduk meluruskan kakinya guna berendam dia air laut dan tangannya bermain pasir pantai.


Sedangkan Vina sibuk mengabadikan moment dengan handphonenya. membuat beberapa instrastory di akun sosmed nya.


" Yahh, disini ngak ada jaringan, kartu gue ngak bisa kayaknya dipakai disini ." gerutu Vina.


" Masak iya ngak ada jaringan ." ucap Vina yang langsung memeriksa jaringan di handphonenya.


" Jaringan gue juga ngak ada satupun Vin ." Nesya.


" Hay bestie ." ucap Vina yang menghampiri kedua sahabatnya tersebut.


Keduanya pun langsung menoleh kebelakang dimana asal suara tersebut.


" Nih camilannya ." Zura memberikan nampan berisi beberapa camilan kepada Nesya, dan langsung diterima Nesya.


" Duduk di pendopo itu yuk sambil ngemil ." Zura mengajak keduanya sembari menunjuk pendopo yang tak jauh dari tempat mereka berada.


Tanpa menjawab, keduanya hanya mengangguk.


Zura lalu berdiri dan melangkah diikuti Vina dan Nesya yang membawa nampan camilan mereka.


Disaat mereka asik menikmati Camila dan pemandangannya di depannya, tiba - tiba...


Duarrr.... bunyi keras terdengar mengagetkan ketiganya dan semua yang ada di pulau.


" Apaan tuh ." Ucap Nesya sembari masih memegang dadanya karena kaget.


" Liat itu tu, liat itu, kapal nya meledak." Vina menunjuk kearah kapal yang sudah dikepung asap.


" Allahuakbar ." Zura.


" Itu gimana orang di dalamnya ? ." ucap Nesya dengan khawatir.


" Ya ya ngak tau ." Zura.


Semua orang yang berada di pulau pun berhamburan ke tepian pantai guna melihat kapal yang baru saja meledak tersebut.


" Gue mendadak jadi takut naik kapal, gimana ini , pulangnya gimana ? ." Ucap Nesya dengan gelisah.


" Ya mau gimanapun kita harus naik kapal buat balik Sya, yakali mau berenang nyebrang pulau ." jawab Vina yang menghentikan sejenak kegiatan minumnya.


" Itu bukan kapal yang tadi kita naik buat nyebrang ngak sih ? ." Zura bertanya.


" Kalau iya, berarti kita Allah masih sayang sama kita" Nesya.


Lalu terdengar suara pengumuman mengenai kapal yang meledak lewat speaker yang ada di pantai.


" Guys, beneran itu kapal yang tadi kita naikin tau, nama kapal nya sama ." ucap Zura sembari memperlihatkan foto Nesya yang tadi diambil Vina dengan posisi berdiri di dekat kapal.


" Coba liat ." Vina pun mengambil handphone Zura dan melihat foto tersebut.


" Huhh...badan gue tiba - tiba lemes ." gumam Nesya pelan.


Kemudian terdengar kembali pengumuman yang menghimbau agar orang - orang yang berada di pulau tetap tenang dan stay di pulau selama proses evakuasi kapal tersebut berlangsung.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Rafa baru saja menginjakkan kakinya di koridor kampus karena sebentar lagi ia ada jadwal mengajar.


Berjalan sembari membawa beberapa buku yang akan digunakan untuk membantu proses mengajar nya.


Ia memasuki kelas yang sudah dipenuhi oleh mahasiswa.


Rafa pun memulai proses pengajarnya, menjelaskan beberapa materi dan juga mengadakan sesi tanya jawab.


Setelah selesai kegiatan mengajar nya sebanyak dua sks, Rafa pun menuju ke ruangannya yang berada di lantai dua.


Cklek...


Ia memasuki ruangan dan duduk di sofa yang tersedia.


Meletakkan buku buku yang dibawanya ke meja di depannya.


Lalu tangannya merogoh saku guna mengambil handphone.


Dengan iseng ia membuka akun sosmed gadisnya, ternyata gadisnya itu memposting foto beberapa jam lalu. postingan tersebut dengan caption.


" Naik kapal buat ke pulau, yuk liburan ."


Lalu men scroll beberapa postingan teman teman dan metanya tertuju pada suatu postingan.


" Kapal xxx yang membawa pengunjung menyeberangi pulau di pantai ABC meledak, saat ini sedang dilakukan proses evakuasi, hingga saat ini diketahui .... orang meninggal dunia.


Rafa melihat postingan tersebut, lalu men scroll kebawah, tapi tiba - tiba ia teringat jika Nesya tadi memposting foto nya yang berada di depan sebuah kapal.


Rafa me scroll kembali, melihat postingan kapal terbakar yang tadi. kemudian membaca nama kapal tersebut.


Lalu ia mencari akun sosmed Nesya dan melihat postingan terakhirnya...


" NESYA....." teriak Rafa setelah melihat jika nama kapal yang ditumpangi Nesya untuk menyebrang sama dengan nama kapal yang diberitakan meledak.


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote dan Comment Yaa......


...Bab Terpanjang Yang Author Tulis...


...See You Next Chapter...


.......


Rengat Barat


Jumat, 09 Desember 2022


Pukul 22.59


.......


...Salam Sayang Dari Fullsun 🐻...


...Bonus foto adek nya author yang lagi pamerin pacar - pacarnya, katanya sih pacar pertamanya itu Taeyong 🌹...