My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 61. Sleep With You



...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Setelah Rafa menghilang dari pandangannya, Nesya pun mengambil handphone diatas meja kemudian beranjak dari sofa.


Tok tok tok


" Masuk ." ucap Nesya.


" Permisi Bu, ini pesanannya Pak Rafa ." ucap pegawai yang membawa paper bag ditangannya.


" Oiya makasih ya ."


" Mau di taruh dimana bu ? ."


" Disini aja mbak ." tunjuk Nesya ke meja di hadapannya.


Pegawai tersebut pun meletakkan paper bag di meja tepat di hadapan Nesya.


" Kalau begitu saya permisi ya Bu ."


" Iya, makasih ya ."


" Sama - sama Bu ." ucap egawai tersebut dan ia pun melangkah keluar dari ruangan Nesya.


Nesya pun dengan segera membuka paper bag tersebut.


Di dalamnya terdapat dua cup thai tea dan Boba milk brown sugar .


Ting


Handphone Nesya berbunyi kembali, kali ini bunyi notifikasi pesan masuk.


Kutub Utara


" Mas beliin Boba juga buat kamu, biar kamu senang dan ngak terlalu bosan nungguin Mas ."


" Makasih Mas ." ketik Nesya dan langsung mengirimkan balasan chat Rafa.


Nesya lalu mengambil remote dan menghidupkan TV di hadapannya.


Dan kalian tahu channel apa yang dipilih Nesya.


Nesya memilih chanel yang menyayangkan dua bocah tk yang berkepala botak dengan kaus berwarna kuning dan biru.


Yupsss


Upin ipin


Tontonan semua orang dari anak - anak maupun yang sudah dewasa.


Ntah kenapa suka aja gitu.


Menonton serial animasi sembari menyeruput thai tea dan Boba secara bergantian.


Sungguh nikmat sekali.


Tak terasa sudah lima belas menit Nesya menonton serial animasi itu, dan minuman thai tea beserta Boba nya pun sudah habis tak bersisa. hanya menyisakan satu cup thai tea milik Rafa.


Ia mulai bosan, mematikan televisi tersebut, mengambil handphone dari atas meja dan beranjak dari sofa.


Berjalan menuju rak buku yang di ucapkan Rafa tadi, membuka buku bersampul coklat, setelah buku terbuka, tampaklah tampilan nomor seperti ketika membuka brankas, lalu tangannya dengan lihai memasukkan kode pin.


" 251299 ."


Cklek


Pintu pun langsung terbuka.


Terlihat ada ranjang king size disana, lengkap dengan TV dan sebuah freezer ukuran sedang, mungkin untuk tempat stok camilan.


" Perasaan bulan kemarin ngak gini deh kamarnya ." gumam Nesya.


Karena ia sudah pernah masuk ke kamar ini beberapa waktu lalu, namun keadaan kamar tidak seperti ini, mungkin Rafa mengubahnya.


Rafa mengubah pintu dan isi dalamnya, ntah apa maksud dan tujuannya.


Nesya langsung berjalan menuju ranjang, merebahkan dirinya disana.


Tangannya menaruh handphone dan mengambil remote ac dari atas nakas samping ranjang, menyalakan ac agar ruangan menjadi sejuk dan nyaman untuknya tidur.


Ya niat Nesya memang untuk tidur saat ini, pas banget lagi ini waktu buat tidur siang.


Ia memeluk guling dan mulai memejamkan mata memulai mengarungi mimpi.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Rafa saat ini masih duduk di kursi ruangan meeting, karena meeting masih berlangsung.


Sebenarnya ia sudah bosan disini, dan ingin segera kembali ke ruangan, menghabiskan waktu bersama gadis tercintanya.


Namun apalah daya, pekerjaan harus dilaksanakan.


Tik tok tik tok


Jarum jam terus berdenting menandakan waktu terus berjalan.


Empat puluh menit sudah meeting berjalan, akhirnya berakhirlah meeting kali ini.


Tanpa ba bi bu, Rafa segera meninggalkan ruang meeting.


Kali ini ia tidak pa pa langsung keluar dari ruangan meeting, kan ini meeting karyawan, bukan rekan bisnis, jadi ia adalah Rajanya.


Kakinya melangkah dengan langkah lebar menuju ruangannya.


Cklek


Tampak la ruangan yang kosong tanpa keberadaan satu orang pun.


Rafa pun masuk kedalam ruangannya.


" Mungkin dikamar ." gumam Rafa.


Karena menurut Rafa, kemungkinan besar gadisnya itu berada dikamar pribadinya.


Ia menuju rak buku, memasukkan pim disana, dan pintu pun terbuka.


Jika kalian ingin tahu kenapa Rafa mengubah pintu kamar pribadinya dan menggunakan pin disana.


Jawabannya adalah.


" Kalau udah nikah, trus istri ke kantor, bisa isi energi dulu dikamar tanpa ada yang ganggu ."


Udah persiapan pula dia.


Rafa pun memasuki kamar, matanya langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang tertidur sembari memeluk guling.


Ia pun mendekati ranjang, berjongkok dan melipatkan tangannya ke ranjang, memandang wajah Nesya yang sedang tertidur.


" Tidur aja ngegemesin ." gumam Rafa pelan karena takut mengganggu tidur gadisnya.


Rafa memandangi wajah Nesya lumayan lama, sekitar lima menit an.


Lalu ia pun bangkit dari jongkok nya.


" Haduh, pegel juga ini kaki ." ucap Rafa.


Ia pun melangkah menuju ranjang bagian kiri, lalu merebahkan diri diatas ranjang, tepat di samping Nesya.


Dengan santai nya menggerakkan tangan dan memeluk pinggang gadisnya, dan ia pun mulai memejamkan mata menuju tidur nyenyak sembari memeluk gadis tersayang. apa ngak nyaman banget itu. simulasi dulu tidur berdua sebelum tidur berdua nya setelah halal.


Mereka berdua pun tidur di ranjang yang sama, dengan posisi seperti pasangan suami istri, posisi aja loh ya, bukan kegiatan.


Otak author udah mulai gersang ini. hahahaha


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Eugh


Nesya mulai mengerjakan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk.


Terdiam sejenak untuk mengumpulkan nyawa yang masih berceceran.


Ketika hendak duduk, ia merasakan adanya sesuatu yang memeluk pinggangnya.


" Eh ..."


Tangannya pun telulur untuk menyentuh pinggangnya, dan terasa jika ada tangan yang memeluknya.


Nesya menggerakkan kepalanya ke arah kiri.


Matanya langsung melotot ketika dirinya hampir saja mencium bibir Rafa.


" Untung ngak kena ." gumam Nesya setelah keterkejutannya.


Ia segera memalingkan kepalanya kembali.


" Tidur lagi ajalah, bangun pun percuma, mau bimbingan tapi dosbingnya masih tidur ." ucap Nesya pelan.


Ia pun kembali memejamkan mata menuju mimpinya yang tadi terputus.


Pasti mimpi indah yakan, kan tidur sambil dipeluk ayang.


Disaat jam menunjukkan pukul 15 .55 Wib. Rafa pun membuka matanya.


Dan menyadari bahwa Nesya masih tidur dengan ia yang memeluk pinggang gadisnya itu.


Matanya melirik jam dinding.


" Udah sore ternyata ."


" Untung ngak jadi meeting yang kedua. "


Beruntung sekali Rafa karena meeting yang kedua batal karena suatu alasan, dan ia bisa tidur nyenyak sembari memeluk gadisnya seperti saat ini.


Eughh


Nesya membalikkan badan, dan langsung berhadapan dengan Rafa, masih dengan mata terpejam, istilahnya ngelindur.


Rafa langsung melotot kan matanya ketika menyadari bibir mereka hampir bersentuhan.


Ini bibir minta kenalan kayaknya daritadi mau sentuhan mulu.


Setelah keterkejutannya, tangan Rafa dengan penuh kasih sayang menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nesya.


" Sayang ." panggil Rafa.


" Bangun yuk, udah sore ."


" Emmm ."


Nesya yang terusik akan panggilan Rafa pun mulai mengerjakan matanya. tangannya dengan refleks mengucek mata.


Rafa dengan segera memegang dan mencegah Nesya yang sedang mengucek mata.


" Jangan di kucek matanya ."


" Nanti merah sayang ."


" Heem ."


" Yuk bangun ." Rafa pun langsung mendudukkan diri diatas ranjang.


Menarik tangan Nesya untuk ikut duduk.


" Mau lanjut bimbingan atau langsung pulang ? ." tanya Rafa.


" Emmm ." Nesya berfikir.


" Langsung pulang aja gimana ? kamunya juga masih ngantuk, nyawa aja belum ke kumpul semua ."


Nesya hanya menjawab dengan anggukan kepala tanda setuju.


..........❣..........


.......


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Senin, 02 Desember 2023


Pukul 20.27 Wib.


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Haechanie ❀...