
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Wake up in 5 seconds
5 4 3 2 1
Don't wake up
Wake up.....
I said wake up.....
Alarm berbunyi dengan suara seorang zhong chenle yang melengking seperti lumba - lumba.
Nesya langsung membuka matanya dengan kaget syok dan dibarengi dengan mulutnya yang terbuka siap melahap sang pelaku pembuat alarm tersebut.
" MasyaAllah Allahuakbar ...Zuraaaaaaa ." teriak Nesya kesal pada sang pelaku pembuat alarm.
" Ish berisik Sya ." Gumam Zura masih dengan mata terpejam.
" Lo buat alarm buat bangunin kita atau buat kita pindah alam karena serangan jantung apa ." ucap Nesya kesal, ingin rasanya makan orang saat itu juga.
" Ya buat bangunin la, yakali buat pindah alam, pahala gue belum cukup buat masuk syurga ." Zura.
" Nada alarm lo ngak ada yang lebih mainstream lagi apa ? udah kayak mau bangunin orang sekampung tau gak ." gumam Vina yang berusaha menutup telinganya dari tadi.
" Ini itu nada alarm yang paling anti mainstream tau gak, karena pasti langsung bangun, hebat kan gue ." Aura membanggakan diri.
" Ah ntah la, ngak lagi - lagi gue nyuruh lo buat alarm, mana suaranya chenle melengking banget kek ngajak tawuran ." Nesya.
" Udah la yok bangun, sejam kita siap - siap, trus otw, jangan ngaret lo pada ." Zura.
" Siapa duluan yang mandi ? ." Tanya Vina pada keduanya.
" Lo duluan aja Sya, lo kan kalau mandi lama keg lagi bertapa ." ucap Zura.
" Heh enak aja kalo ngomong, gue tu mandinya bentar tau, palingan cuma lima belas menit, lebih dikit gpp wajar la, namanya juga biar bersih cemerlang ." Nesya.
" Bersih cemerlang, seperti tanpa kaca, kek iklan pembersih kaca aja lo ." Zura.
" Gue otw mandi la, bye guys ."
Nesya lalu beranjak dari kasur menuju kopernya guna mengambil pakaian dan masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Zura dan Vina beranjak dari kasur dan membereskan bantal mereka yang berserakan ntah kemana perginya.
Setelah itu mereka berdua pun memasukkan beberapa barang yang akan mereka bawa ke pantai ke dalam tas masing - masing, dari mulai sunblock, topi, sandal dll.
" Vin, gue mau pesan sandwich, lo mau juga ngak ? ." Tawar Zura.
" Mau deh, buat ganjel perut sebelum otw, sekalian pesan tiga aja, si Nesya pasti mau juga ." jawab Vina.
" Oke ." Zura pun memesannya.
Setelah lima belas menit lebih Nesya baru keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap dengan handuk yang melilit rambutnya.
" Nah kan bener lo mandinya lama, nih liat udah lima belas menit lebih ." Vina menunjukkan timer di handphonenya.
" Ngak lama itu, yang lama itu satu jam ." elak Nesya.
" Iyain la Sya, gue yang mandi duluan ya Ra ." ucap Vina lalu beranjak melangkah menuju kamar mandi.
" Nih makan sandwich, gue sama Vina udah makan tadi ." ucap Zura sembari menyerahkan sepiring sandwich pada Nesya.
" Makasih Zura ku sayang, tau aja kalo gue udah laper ." ucap Vina sembari menerima piring berisi sandwich tersebut.
Nesya pun memakan sandwich tersebut dengan lahap, memberi makan cacing - cacing yang sudah berdemo ria.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.50 , dan mereka bertiga pun sudah selesai bersiap.
" Kalian berdua udah siap kan ? ." tanya Zura pada keduanya yang sedang asik memainkan handphone menonton para bujang kesayangan masing - masing sembari senyum senyum menghalu ria.
" Udah ." jawab keduanya bersamaan.
" Yok berangkat ." Zura.
" Yok ."
Mereka bertiga pun membawa tas yang berisi keperluan masing - masing lalu melangkah keluar kamar hotel.
Berjalan di lorong hotel dan memasuki lift yang akan membawa mereka menuju lobi.
Sesampainya di lobi, merekapun langsung menuju parkir.
" Gantian lo yang nyetir ya Ra ." Pinta Vina.
" Oke , driver Zura siap melayani ."
Merekapun memasuki mobil.
Zura langsung saja menyalakan mobil dan melajukannya membelah jalanan di pagi hari yang cerah ini .
" Segar banget udaranya ." ucap Nesya yang baru saja membuka jendela mobil full.
" Heeh, berasa bersih banget udaranya ." Vina menimpali dari kursi belakang.
" Jadi pengen sebulan liburan disini ." Nesya.
" Silahkan kalau lo mau sih gpp, palingan Pak Rafa cari pengantin pengganti buat di nikahin ." Zura ikut dalam pembicaraan keduanya sembari melihat jalanan di depan.
" Oiya yakan Ra, kan lo nikah tinggal dua mingguan lagi Sya ." Vina.
" Kita - kita sampai lupa kalau bawa calon pengantin liburan ." Ucap Vina.
" Calon pengantin juga butuh liburan kali ." Nesya.
" Gpp liburan sebelum nikah, nanti kalau udah nikah kan namanya bukan liburan, tapi honeymoon ." Zura.
" Gue pesan ponakan yang lucu plus gemoy ya Sya ." Ucap Vina.
" Gue juga, gue mau ponakan cowok sama cewek ya Sya ." Zura ikut menimpali.
" Kalian fikir gue jualan Nasi padang main pesan - pesan ."
" Nikah aja belum, udah request ponakan ." Nesya.
Ting ting
Ting ting ting
" Kan kita kita udah ngak sabar punya ponakan Sya, malam pertama gas ya Sya buat ponakan ." Zura.
" Lo enak banget nyuruh gue gas gas ." Ucap Nesya kesal.
" Pasti langsung digas sih sama Pak Rafa, gue yakin 1000% ." Vina.
" Tinggal lo nya aja Sya yang mau arau enggak ." Zura.
" Ni anak satu pastinya pasrah aja, yakali nolak Pak Rafa yang paket komplit kayak gitu, sayang lah ." Vina.
" Lo bener banget Vin, pastinya ni anak ngak bakalan nolak, yakan Sya ." Zura.
Vina dan Zura kompak menjahili Nesya kali ini.
" Iyain deh, dosa nolak suami ." balas Nesya pasrah pada akhirnya.
" Aaa gue ngak bisa bayangin gimana malam pertama lo Sya ." Vina.
" Pak Rafa kan cool banget tuh, kalau di ranjang gimana ya, kalau dari cerita cerita di novel yang gue baca, orang yang cool tu kalau di ranjang hot banget tau ." Ucap Zura yang otaknya mulai sedikit terganggu akan hafalan cerita cerita yang ia baca.
" Wihh, gue bisa bayangin sih ." Vina.
" Ya Allah kenapa gue bisa punya sahabat kayak mereka ." Nesya.
" Ya karena udah takdir, gitu aja masak ngak tau ." jawab Zura.
" Takdir lo adalah dipertemukan dengan kami berdua yang sangat membuatmu bahagia. " Vina berkata dengan nada orang yang sedang membaca puisi.
" Lebih ke menderita sih daripada bahagia ." Nesya.
Ting ting
ting ting ting...
" Sya, daritadi handphone lo bunyi, ngak lo angkat dulu ." ucap Vina yang mulai risih kerena bunyi panggilan yang terdengar sedari tadi.
" Enggak, lagi males gue ." Jawab Nesya.
" Dari Pak Rafa ? ." tanya Zura.
" Heeh ." jawab Nesya.
" Lo masih kesel sama Pak Rafa? ." Vina.
" Ya lumayan la, udah la guys kita fokus aja liburan tanpa membicarakan kulkas kutub satu itu ." Nesya.
" Okelah kalau gitu ."
Merekapun terdiam sembari menikmati perjalanan menuju pantai.
Setelah menempuh perjalanan selama kirang lebih empat puluh menit, merekapun sampai di pantai, Zura segera memarkirkan mobil.
Ketiganya langsung membuka pintu dan keluar.
" Pantaiii ." teriak Nesya girang.
" Air laut nya udah melambai lambai minta disamperin ." ucap Vina.
" Yuk guys kesana ." ucap Zura menunjuk ke tempat dimana ada pendopo yang berjejer di sekitar pantai.
" Yok, sarapan pagi di tepi pantai, healing terbaik sih ini ." Nesya.
Mereka berjalan menuju pendopo yang ditunjuk oleh Zura.
Sesampainya di sana, merekapun duduk.
" Selamat Pagi kak, Ini buku menunya, silakan dilihat dulu ." ucap pelayan yang menghampiri mereka.
Nesya pun membuka buku menu dan melihat menu satu persatu.
" Saya mau kepiting saus tiram nya satu, trus cumi asam pedas nya satu, sama nasi putihnya satu ." ucap Nesya memberitahukan pesanannya.
" Nih Vin, lo mau pesan apa ." ucap Nesya sembari menyerahkan buku menu kepada Vina.
Vina pun menerimanya dan melihat lihat menu yang tersedia bersama Zura yang duduk di sebelahnya.
" Cumi bakar nya satu sama kakap asam manisnya satu dan nasi putihnya satu ya kak ." ucap Vina.
" Saya pesan Kerang asam manisnya satu, cumi petenya satu sama nasi putihnya satu ." Zura.
" Baik kak, minumnya apa ? ."
" Red velvet nya satu ." Nesya.
" Matcha satu ." Zura.
" Sama custard coklatnya satu ya kak ." Vina.
" Baik Kak, ditunggu sebentar ya ."
" Iya kak ." Jawab Nesya.
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan mereka pun sudah tersedia di atas meja.
" Saatnya sarapan ." ucap Nesya dengan mata berbinar melihat hidangan yang tersedia di depannya.
" Doa dulu Sya ." Vina mengingatkan ketika Nesya sudah memegang sendok nya.
" Iya Mami Vina ." jawab Nesya.
Kemudian merekapun sarapan pagi ditemani pemandangan indah memanjakan mata dengan deburan ombak yang memanjakan telinga.
.......
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote dan Comment Yaa......
...Maaf Author Telat Update, soalnya lagi meriang, merindukan kasih sayang haechan sepertinya....
...See You Next Chapter...
.......
Rengat Barat
Kamis, 8 Desember 2022
Pukul 19. 45 Wib.
...Salam Sayang Dari Fullsun π...