My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 30. Mulai Nyaman



...Jangan Lupa Vote dan Comment Yaa......


...Happy Reading...


..........❣..........


Hoammm....


Nesya bangun dari tidurnya. merasakan bahwa ada beban berat yang menimpa perutnya. langsung ia melihat kesamping dan tersadar bahwa ia tidak tidur seorang diri. dilihatnya Rafa masih tidur dengan nyamannya.


Nesya tidak beranjak dari tidurnya. ia mengamati wajah Rafa. satu kata untuk itu "TAMPAN". dengan hidung mancung, bulu mata lentik, alis tebal dan kulit mulus tanpa jerawat. ia jadi penasaran dimana Rafa merawat wajahnya.


Dan jangan lupakan bibir merah alaminya. kiss able banget menurutnya.


Ntah setan apa yang merasuki Nesya hingga tangannya telurur mengusap lembut bibir Rafa.


" Ini ni bibir yang pedas banget kalau ngomong ." gumam Nesya pelan.


" Kalau diem gini kan kelihatan kiss able banget. jadi pengen cium ." gumam Nesya lagi yang masih mengusap bibir itu.


Cuppp....


Rafa mencium bibir Nesya sekilas.


Ehhh....


Kaget Nesya ketika tiba - tiba Rafa menciumnya tepat dibibir. langsung ia menutup mulutnya dengan tangan.


" Kalau pengen cium ya cium aja...nih mau cium yang mana lagi, kening, pipi atau bibir? ." tanya Rafa sambil menunjuk kening, pipi dan bibirnya.


" Siapa yang pengen cium sih." Nesya mengelak.


" Oh ngak mau ngaku. tapi tadi aku denger ada yang pengen cium bibir yang kiss able ini ."


" Enggak Ya ." ucap Nesya yang masih menahan rasa malunya.


" Yaudah kalau ngak mau ngaku ." ucap Rafa. lalu ia beranjak dari ranjang.


" Ayo pulang. udah sore ." ucap Rafa sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Nesya berdiri.


Ya tau sendiri la ya. kalau cewek bangun tidur itu nyawanya masih berceceran. butuh beberapa saat untuk mengumpulkannya kembali.


Hemmm....


Lalu Nesya menerima uluran tangan itu dan turun dari ranjang. mengikuti langkah Rafa keluar dari kamar pribadinya.


Rafa mengambil handphone dan kunci mobil diatas meja kerjanya dan sedikit merapikan beberapa berkas yang tadi dikerjakannya setelah Nesya tertidur.


Karena tadi Rafa terbangun dan mengerjakan pekerjaannya sejenak sebelum menyusul Nesya tidur kembali.


Disaat Rafa merapikan mejanya. Nesya merebahkan diri dan memejamkan mata di sofa.


" Ayo. tasnya jangan lupa ." ucap Rafa berjalan kearah sofa.


Nesya lalu membuka matanya.


" Mau mas gendong atau jalan sendiri ? ." tanya Rafa.


" Jalan sendiri ." jawab Nesya yang langsung berdiri dari sofa dan mengambil tasnya dimeja.


" Ngak mau mas gendong aja? kamu masih ngantuk banget itu. takut ntar oleng pas jalan ."


" Enggak. udah ayo ." ajak Nesya.


Mereka berdua pun keluar ruangan Rafa dan berjalan menuju lift.


" Eemm Mas. kita lewat tangga aja ya ." pinta Nesya. karena masih sedikit trauma dengan kejadian tadi.


" Lewat lift aja sayang. lewat tangga ngak bakalan sanggup, lima belas lantai ini ." ucap Rafa.


" Sanggup Mas, kaki aku kuat kok, plisss ." pinta Nesya.


" Lift aja. kita pakai lift khusu Presdir itu yang sebelah kanan. percaya sama Mas ." Rafa mencoba meyakinkan Nesya.


" Tapi masih takut ." cicit Nesya pelan.


" Ngak usah takut. ada Mas yang jagain kamu ." ucap Rafa lagi yang masih mencoba meyakinkan Nesya.


Ting...


Rafa menggenggam tangan Nesya dan menariknya lembut untuk mengikutinya memasuki lift.


Nesya semakin mengeratkan genggaman tangan Rafa saat mereka sudah berada di dalam lift.


Tanpa ba bi bu...


Rafa menarik Nesya masuk kedalam dekapannya.


Nesya hanya diam. seketika dia merasakan kenyamanan yang berasal dari pelukan itu. rasa takutnya perlahan mulai tergantikan dengan Rafa aman yang Rafa berikan melalui dekapan hangatnya.


Setelah beberapa saat lift pun sampai di lantai dasar.


Ting... pintu lift pun terbuka.


Nesya seakan tuli dengan bunyi lift tersebut. ia masih nyaman berada di dekapan Rafa.


" Peluknya nanti lagi ya. kita keluar lift dulu ." ucap Rafa.


" Hah..." Nesya baru tersadar jika pintu lift sudah terbuka.


Langsung saja ia melepaskan diri dari dekapan hangat Rafa.


Dan berjalan keluar dari lift dengan wajah bersemu merahnya karena malu akan kelakuannya barusan yang terlalu nyaman berada di dekapan Rafa.


Rafa mengikuti Nesya dan mensejajarkan langkahnya dengan Nesya.


Tangannya tanpa permisi langsung menggenggam tangan Nesya. dan Nesya hanya bisa pasrah menerima perlakuan tersebut.


Mereka memasuki mobil. Rafa langsung menyalakan mobilnya dan melajukannya membelah jalanan di sore ini untuk mengantarkan Nesya pulang.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, merekapun sampai dirumah Nesya. Rafa memberhentikan mobilnya.


" Mas mau mampir dulu ? ." ucap Nesya menawarkan kepada Rafa.


" Enggak. lain kali aja. soalnya capek banget. pengen buru - buru istirahat sayang ." jawab Rafa.


" Yaudah. mas hati hati dijalan ya ." ucap Nesya lalu membuka pintu mobil dan keluar.


" Bye Sayang ." ucap Rafa.


" Bye Mas. kabarin kalau udah sampai rumah ".


Rafa kemudian melajukan mobilnya keluar dari rumah Nesya menuju apartemen nya.


Cklek...


Rafa kemudian masuk kedalam unitnya. berjalan memasuki kamar lalu meletakkan handphone, kunci mobil dan dompet ke atas nakas.


Tak lama Rafa sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian. lalu ia merebahkan diri diatas ranjang.


Tangannya terulur guna mengambil handphonenya diatas nakas. membuka aplikasi pesan makanan online. memilih menu dan memesannya.


Ketika melihat beranda di aplikasi tersebut yang menampilkan berbagai macam camilan. ia berniat untuk mengirimkan camilan tersebut kerumah Nesya. ya mana tau Nesya sedang membutuhkan camilan untuk menemaninya mengerjakan skripsi.


Langsung saja rafa memilih beberapa macam camilan dan memesannya dengan tujuannya adalah alamat rumah Nesya.


Lalu Rafa teringat bahwa ia belum mengabari Nesya kalau ia sudah sampai apartemen.


Rafa membuka aplikasi chat dan mulai mengetik kan pesan.


" Mas udah sampai sayang ." ketik Rafa, dan langsung mengirimkan pesan tersebut.


" Mas ada kirim camilan buat temenin kamu mengerjakan skripsi...dimakan ya..semoga kamu suka ." ketik Rafa lagi.


Lima belas menit kemudian pesanan Rafa datang. Rafa segera mengambilnya di lobi.


Cklek...


Rafa masuk ke unitnya setelah baru saja mengambil pesanannya. langsung ua menuju ke dapur untuk mengambil piring dan sendok beserta satu botol air mineral.


Membawanya ke sofa depan TV.


Langsung saja Rafa memindahkan makanannya dari kotak sterofoam ke piring dan mulai menyantapnya sambil menonton siaran TV.


Memang paling nikmat makan sambil menonton TV.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Ting Nong...


Bunyi bel dirumah Nesya. pertanda ada seseorang yang datang.


Ting Nong...


Ting Nongg...


Nesya keluar kamar dan berjalan menuruni tangga.


Nesya terpaksa turun menghentikan mengerjakan skripsinya karena bel sudah berbunyi beberapa kali tapi tidak ada yang membukakan pintu.


Cklek...


" Maaf Kak. ini ada pesanan untuk Nesya


kak Nesya nya ada? ." ucap kurir pesan antar tersebut


" Iya. Saya Nesya Pak ."


" Ini ada kiriman makanan buat kakaknya ." ucap kurir tersebut sambil menyerahkan paper bag kepada Nesya.


" Makasih Pak. kalau boleh tau dari siapa ya ? ." tanya Nesya.


" Sebentar Kak. saya lihat dulu ." ucap kurir tersebut lalu ia membuka handphonenya.


" Disini tertulis atas nama Rafa Kak ." jawab kurir tersebut.


" Rafa. Yaudah makasih ya Pak ."


" Iya sama - sama Kak ." jawab kurir tersebut lalu berlalu pergi.


Lalu Nesya masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.


Sampai dikamar ia langsung meletakkan papaer bag diatas nakas. membuka paper bag tersebut dan mengeluarkan isinya.


Dibukanya kotak pertama, ada tiga kotak di dalam paper bag tersebut dan satu cup minuman Boba rasa red velvet.


" Martabak keju...tau aja kalau aku suka keju ."


" Crepes keju.."


" Pancake durian.."


Nesya langsung meletakkan ketiga makanan tersebut di atas ranjang.


Lalu ia ikut duduk diatas ranjang. mengambil handphonenya dan mengetik kan pesan kepada Rafa karena sudah mengirimkannya camilan.


Setelah selesai mengirimkan pesan ke Rafa. ia lalu memangku laptopnya dan mulai mengerjakan skripsi nya sembari memakan camilan.


Memakan camilan diatas ranjang memang nikmat. tapi itulah salah satu kebiasaan buruk cewek.


Nanti ujung - ujungnya ranjang jadi kotor. tapi ya akan diulangi lagi memakan camilan diatas ranjang. soalnya enak aja gitu.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Tingg...


Handphone Rafa berbunyi.


Rafa mengambil handphonenya dan membuka pesan masuk.


Pesan masuk dari Nesya.


" Makasih kiriman camilannya Mas ."


Rafa langsung mengetikkan balasan.


" Sama - sama sayang ." ketik Rafa dan langsung mengimkannya.


..........❣..........


...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......


...Jangan Lupa Follow Juga......


...Pertama kalinya author double up....


...Semoga suka yaaa......


Rengat Barat


Senin, 21 November 2022


Pukul 21. 53 Wib.


...Salam Sayang Dari Namja Chingu Haechanie......


...πŸ’šβ€πŸ’š...


...Reaksi Haechan waktu aku ajak nikah...