
...Jangan Lupa Vote Dan Comment Yaa......
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
.......
" Buka mulutnya Mas ." perintah Nesya yang ketika iya menyuapkan bugeopang kepada Rafa.
Dan Rafa menurutinya dengan suka rela.
Rafa langsung mengunyah bugeopang yang disuapkan Nesya.
" Gimana? enak kan Mas ? ." Tanya Nesya ketika melihat Rafa mengunyah makanannya.
" Enak, isian kacang merahnya enak, ngak terlalu manis ." Ucap Rafa mengemukakan penilaiannya tentang bugeopang yang sedang dikunyahnya.
" Mas mau coba jajangmyeon nya ngak ? ." tawar Nesya.
" Boleh ." jawab Rafa.
" Aaa Mas. " Nesya kembali menguapi Rafa.
Rafa memakan semua makanan yang disuapi oleh Nesya, Rafa berasa jadi bayi sekarang.
" Aku berasa jadi bayi kamu sekarang sayang ."
" Gpp, aku suka ngurus bayi seperti kamu Mas ." jawab Nesya sambil terkekeh pelan.
" Kita buat bayi beneran aja ya sayang, biar Mas ngak perlu jadi bayi versi besar ." ucap Rafa memberi saran, saran sesat maksudnya.
Plak
Nesya memukul lengan Rafa pelan, iya pelan, tapi suaranya ngak pelan.
" Sakit yang ." ucap Rafa sambil mengelus lengannya yang baru saja terkena cap lima jari oleh Nesya.
" Makanya kalau bicara jangan asal ." ucap Nesya kesal.
" Mas ngak asal bicara ya ."
" Kan bentar lagi nikah, bisa buat dedek gemes ." ucap Rafa.
" Mas buat aja sendiri ." ucap Nesya yang seluruh wajahnya sudah memerah malu mendengar ucapan Rafa barusan.
" Buat sendiri pakai apa ? pakai tepung ? percuma dong ada kamu sebagai partner buat dedek nya ."
" Mendingan mas diem deh, pusing aku dengernya ." ucap Nesya kesal karena Rafa menggodanya terua menerus.
" Iya kan sayang, ada kamu sebagai partner mas besok ." ucap Rafa lagi tanpa mau mendengarkan perintah Nesya yang memintanya untuk diam.
" Mendingan Mas membelah diri ajalah, biar ngak perlu partner ."
Sungguh saran yang sangat bagus, baru kali ini ada saran untuk menusia berkembang biak dengan mbelah diri.
" Kamu kira Mas amuba apa mbelah diri ."
" Iya, Mas sejenis amuba yang ngeselin ."
" Udah yuk Mas, kita pulang ."
" Iya, sebentar Mas bayar dulu ." ucap Rafa.
Rafa kemudian beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kasir.
Tak berapa lama Rafa sudah menghampiri Nesya di meja nya.
" Yuk pulang ."
" Iya bentar ." Nesya lalu beranjak dari kursinya dan mengambil tasnya.
" Masih ada yang ketinggalan apa ngak ? ." tanya Rafa. takut takut ada barang yang tertinggal, kan repot jadinya.
" Ngak ada deh kayaknya Mas ." jawab Nesya.
" Yaudah kalau gitu, yuk ."
Mereka berdua pun melangkah keluar dari restaurant .
Dan dengan tangan Rafa yang melingkar di pinggang Nesya.
Kalian tau kenapa? karena Rafa saat ini sedang cemburu karena ada beberapa pasang mata yang melihat Nesya penuh minat.
Ingin rasanya Rafa mencongkel mata yang dengan lancang nya menatap gadisnya penuh minat .
πππ
" Eh Pak Rafa mau pergi tu ." ucap Giska ketika melihat Rafa dan Nesya beranjak dari kursinya.
" Harus gue liat benar - benar muka tu cewek ." ucap Disya.
" Tu orang kenapa tiba tiba berhenti sih, kan jadi nutupin muka cewek yang sama Pak Rafa ."
Pandangan Disya dan Giska terhalang oleh laki laki berbadan besar yang tiba - tiba berjalan lalu berhenti dan menutupi wajah Nesya dari pandangan mereka berdua.
" Lama banget lagi jalannya, ngak bisa cepet dikit apa ."
" Itu mereka udah jalan lagi, sekarang malah ketutup Pak Rafa, kenapa pakai acara jalan disamping kanannya Pak Rafa coba ."
" Pupus sudah harapan kita ngeliat muka tu cewek ." ucap Disya
" Mau ngikutin tapi pesanan kita baru dateng, sayang kalau ngak dimakan ." ucap Giska sambil melirik makanan yang tersedia dimeja.
" Eh coba lo perhatiin, itu tangan Pak Rafa peluk pinggang tu cewek kan ? ."
" Iya beneran itu tangan Pak Rafa di pinggang tu cewek ."
" Kalau gitu udah pasti fix itu pacarnya ." ucap Disya yakin.
" Kebenaran Pak Rafa punya pacar ada di depan mata ." Giska berucap dengan muka memelas.
" Tapi kok gue masih belum bisa percaya ya ." ucap Giska.
" Lo sebagai salah satu contoh orang yang bucinin pacar orang lain ." ucap Disya.
" Belum rezeki kayaknya Gis ." ucap Disya
" Huhhh....kumohon hati jangan sakit banget ya ." ucap Giska sambil mengelus dadanya.
" Kayaknya lo butuh gue bawa ke dokter ." ucap Disya.
" Lo kira gue sakit sampai dibawa kedokter segala ." gerutu Giska kesal.
" Iya sakit, yuk la otw ke RSJ ."
" Lo fikir gue gila hah ." Giska bertambah kesal.
πππ
Nesya dan Rafa berjalan keluar dari mall dan langsung menuju parkiran.
Mereka berdua masuk ke mobil dan Rafa segera melajukan mobilnya ke jalanan.
Rafa menghentikan mobilnya di depan toko kue.
" Kenapa berhenti Mas ? ." tanya Nesya.
" Mau beli cake , yuk ikut ."
" Selamat datang ." ucap pegawai toko tersebut ketika Rafa dan Nesya masuk.
" Pesan brownies coklat sepert biasa dua box dan cupcake nya dua box ." ucap Rafa kepada pegawai tersebut.
" Baik Pak, silakan ditunggu sebentar ."
Ini adalah toko kue langganan Mama Kesya dan Rafa selalu mengunjungi bakery ini bersama Mama atau hanya sekedar mengambil pesanan sang Mama.
" Mas beli brownies sama cupcake buat Mama ? ." tanya Nesya.
" Iya, buat calon Mama mertua ." jawab Rafa.
" Kamu pilih aja cake yang kamu suka sayang, biar sekalian ."
" Emm...mbak, pesan red velvet nya satu box ya, tapi yang bentuk nya lingkaran ."
" Iya kak, ditunggu sebentar ya ." jawab pegawai tersebut.
" Kenapa harus ret velvet yang betuknya lingkaran sayang ? ."
" Ya gpp sih Mas, suka aja yang bentuknya lingkaran, kan kalau dipotong bentuknya cantik ." Nesya mengutarakan maksudnya.
" Ada ada aja kamu ." ucap Rafa sambil mengelus puncak kepa Nesya lalu mengacak acak rambutnya .
" Ih kan berantakan ." ucap Nesya sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat tangan jahil Rafa.
" Tetap cantik kok sayang ."
" Cantik apanya, berantakan gini rambutnya dibilang cantik ." gerutu Nesya kesal terhadap Rafa.
Ngak tau apa kalau Nesya menghabiskan waktu lima belas menit lebih untuk mencatok rambutnya agar rapi.
" Tetap cantik dimata Mas ."
" Hmmm..." Nesya
" Pesanan sudah siap, silahkan melakukan pembayaran di kasir Pak ." ucap pegawai menghampiri Rafa dan Nesya.
" Masih ada lagi yang mau dibeli sayang ? ." tanya Rafa.
" Enggak ."
Rafa dan Nesya lalu berjalan menuju kasir.
" Totalnya Rp 580.000 , pembayaran cash atau kartu ? ."
" Cash aja mbak ." ucap Rafa lalu mengambil dompet dari sakunya dan mengeluarkan beberapa lembar kertas berwarna merah lalu menyerahkannya ke kasir.
" Ini kembalian dan stuknya Pak ."
" Dan ini cake nya ." pegawai tersebut menyerahkan kembalian, struk dan paper bag besar berisi cake yang dibeli Rafa.
Rafa menerimanya dan kemudian mereka melangkah keluar dari toko tersebut dan kembali masuk kedalam mobil.
" Biasanya laki - laki itu beliin martabak buat orang tua pacarnya, tapi Mas kok bawanya brownies ? ." tanya Nesya ketika Rafa mulai menjalankan mobilnya.
" Bawain martabak udah biasa, jadi bawain brownies aja biar luar biasa ." jawab Rafa tanpa menoleh ke arah Nesya, karena harus fokus ke jalanan.
" Iyain deh ."
Rafa dan Nesya langsung hening ketika percakapan mereka barusan.
Rafa yang fokus menyetir dan Nesya yang asik memainkan handphonenya karena tadi ada notifikasi biasnya sedang live.
Rafa melihat ke kursi samping, terlihat Nesya sedang fokus menonton sesuatu.
" Kamu lihat apa sih sayang ? fokus banget ."
" Ini lihat Bubu lagi live ."
" Bubu siapa ? kayak toko roti yang barusan kita datengin ."
" Bubu bias aku, nama aslinya Lee Taeyong, tapi panggilannya Bubu ." Nesya menjelaskan.
" Terong ? itu nama orang apa sayuran ." ucap Rafa karena di telinga nya terdengar Nesya berbicara terong.
" Taeyong Mas T ata E Y oyo ONG, Taeyong, buka terong." Nesya mengeja huruf per huruf.
" Oh Taeyong ." ucap Rafa sambil menganggukkan kepalanya.
" Aaaa gantengnya, masih banget ih Bubu ." teriak Nesya ketika menonton live tersebut.
Kemudian Nesya terdiam ketika menyadari ia sedang berada di mobil bersama Rafa dan melihat ke kursi samping . Rafa masih fokus menyetir.
" Haduh, bisa - bisa ni kulkas cemburu karena barusan gue puji Taeyong ."
Ia melihat lagi ke arah Rafa, Rafa masih diam dan fokus kearah jalanan.
" Mas ngak cemburu barusan aku puji Taeyong ? ." Nesya memberanikan diri untuk bertanya kepada Rafa.
" Enggak, buat apa cemburu sama bias kamu itu ."
" Percuma juga kamu ngehaluin dia ."
" Dia tau kamu hidup aja enggak ."
Jlebbb
Kata - kata Rafa barusan langsung menghunus hati dan jiwa raga Nesya. langsung lemah pokoknya setelah mendengar ucapan Rafa.
" Ya emang benar sih, dia tahu gue hidup aja enggak, tapi ya jangan jujur banget la ." batin Nesya berkata.
" Benar kan ? ." tanya Rafa sambil melihat kearah Nesya sekilas.
" Iya sih benar ."
" Nah kan benar, kamunya aja yang suka menghalu ."
" Punya tunangan mulutnya pedes banget, gigih buat gue sadar diri ." gumam Nesya.
" Tapi tetap gue ngak mau berhenti ngehaluin bias biasku tersayang ."
" Semangat Nesya semangat, menghalu tetap harus berjalan, semoga tahun depan NCT ke indo lagi, biar bisa ketemu bias ." Nesya mengangkat tangannya memberi semangat pada diri sendiri.
.......β£.......
...Jangan Lupa Vote, Like dan Comment Yaa......
...See You Next Chapter...
...πππ...
Rengat Barat
Jumat, 25 November 2022
Pukul 21.46
^^^Salam Sayang Dari Namja Chingu bujang Dream^^^
...π¦π―πΉπ°π¬π»πΆ...
...Ini Versi jagoan neon, kue putu atau dadar gulung ya......
...Atau malah kelihatan kayak kue lemper......
Ayo readers silahkan tulis komentar kalian ...