
...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...
...Happy Reading...
..........β£..........
.......
Hari sudah semakin sore, dan cuaca terasa semakin dingin , mungkin sebentar lagi akan turun hujan .
" Masuk yuk yang ."
" Udah mau hujan soalnya ." ajak Rafa, karena langit semakin gelap .
" Iya udah mendung banget ."
" Yuk la ." jawab Nesya .
Keduanya beranjak dari kursi dan berjalan memasuki rumah .
Menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Nesya, dengan Rafa yang memeluk erat pinggangnya, takut sang istri jatuh .
Jiwa protektif Rafa belakangan ini semakin bertambah, karena ia berusaha menjaga semaksimal mungkin sang istri dan calon buah hati mereka .
Cklek
Melangkah memasuki kamar, Nesya langsung merebahkan diri di atas ranjang, ntah la, sejak ia mengetahui jika sedang hamil, tubuhnya terasa lebih cepat lelah , jalan dikit atau mengerjakan sesuatu sebentar saja sudah lelah .
Efek bumil di trimester pertama mungkin .
" Capek yang ? ." tanya Rafa ketika ia berjongkok di pinggir ranjang sembari mengelus rambut sang istri dengan lembut .
" Heem ."
" Jalan dikit aja udah capek ." adu Nesya kepada sang suami .
" Nanti Mas pijitin ."
" Mas mandi dulu ya ." ucap Rafa, lalu ia berdiri dan melangkah memasuki kamar mandi.
Setelah Rafa berlalu dari hadapannya, Nesya memejamkan mata, mungkin dengan tidur sebentar akan memgembalikan energinya .
Cklek
Rafa keluar dari kamar mandi, sepeti biasa, hanya dengan handuk yang melilit pinggang, ia melihat ke arah ranjang, tampak disana Nesya yang sudah tertidur sembari memeluk boneka .
Mungkin istrinya lelah, harap maklum, bumil memang gampang lelah .
Setelah melihat sang istri, Rafa pun memasuki walk in closed, mengambil kaus putih dan celana pendek berwarna abu - abu , kemudian mengenakannya.
Tak lupa ia juga menyisir rambutnya dan menggunakan pomade, terakhir menyemprotkan parfum agar wangi, biar istri makin lengket .
Selesai dengan kegiatannya , Rafa pun keluar dari walk in closed , ia melangkah menuju ranjang, merebahkan diri di ranjang dan memeluk istri tercinta tentunya .
Dan memejamkan mata, menyusul Nesya mengarungi lautan mimpi di sore hari .
Tidur satu jam cukup la, disaat jarum jam saat ini sudah menunjukkan pukul lima sore .
πππ
Nesya membuka matanya , mengedipkan beberapa kali, mencoba menyesuaikan cahaya .
Pemandangan pertama disaat Nesya membuka mata adalah dada bidang Rafa , pemandangan yang menyegarkan sekali bukan .
Tangan Nesya terulur, mengelus alis Rafa yang hitam, lalu turun ke bulu mata Rafa , turun lagi menuju bibir yang suka sekali memberikan jejak di sekujur tubuhnya .
Tindakan Nesya diketahui oleh Rafa yang memang sudah terbangun sedari tadi, sebelum Nesya membuka mata, namun Rafa masih dalam mode mengumpulkan nyawa, jadi ia enggan untuk membuka mata .
Nesya yang gemas sendiri dengan bibir sang suami , dan ntah ide darimana, ia mencubit bibir Rafa .
" Dicium aja yang ."
" Jangan dicubit ." ucap Rafa yang masih belum membuka kelopak matanya .
" Maunya cubit aja ."
" Gemes soalnya ." jawab Nesya .
Rafa yang mendengar ucapan sang istri , ia semakin mengeratkan pelukannya .
" Istri aku lebih gemesin ."
" Imut - imut kayak anak TK soalnya ." ucap Rafa , Nesya yang berada dalam pelukan Rafa hanya terkekeh mendengar itu.
" Tapi bentar lagi punya anak ."
" Pasti nanti anak kita bakalan gemesin banget deh yang ."
" Aku udah pengen uyel uyel pipinya ." ucap Rafa berceloteh panjang lebar, nah kan, Rafa mulai mode burung beo.
" Iya , nanti gemesin kayak aku ."
" Tapi ya jangan di uyel - uyel juga ."
" Nangis kalau kamu gituin. " ucap Nesya , ia tidak reka jika anaknya besok di uyel - uyel oleh Daddy nya sendiri Hingg menangis .
" Paling aku ciumin sampai nangis. "
" Soalnya aku paling duka bau bayi ."
" Enak aja gitu yang ."
" Uhh...jadi ngak sabar deh. "
" Cepat besar ya Dek ."
" Biar cepat keluar trus bisa main sama Daddy ." ucap El sembari satu tangannya mengelus lembut perut Nesya .
Bahkan Rafa sudah membayangkan bagaimana bahagianya ia jika ada seorang anak kecil yang akan berada di tengah - tengah mereka dan memanggilnya dengan sebutan Daddy .
Rasanya menunggu waktu beberapa bulan lagi itu sungguh lama .
" Kira - kira anak kita cewek apa cowok ya Mas ? ." tanya Nesya .
" Kalau aku ngiranya sih cowok ."
" Biar bisa jagain adik - adiknya ." jawab Rafa, semoga saja tebakannya benar, kalau anak pertama mereka cowok kan bisa meneruskan perusahaan, itu fikir Rafa .
" Tapi kalau cewek juga gpp ."
" Yang penting sehat ." Rafa .
" Aku pengennya malah cewek ."
" Biar bisa di dandanin yang lucu - lucu. "
" Soalnya setiap lagi jalan ke mall ."
" Lihat gaun bayi cewek lucu - lucu banget ."
" Jadi pengen pakein baju itu buat anak sendiri ." ucap Lea sembari membayangkan anaknya kelak memakai gaun lucu - lucu itu, ditambah bando atau jepitan rambut .
Apalagi kalau rambutnya diikat dua, gemesin gitu .
" Terus bisa jadi partner di dapur juga ."
" Kalau cowok kan sukanya main bola atau mainan lainnya ."
" Ngak suka di dapur ." ucap Lea, karena ia melihat dari Abangnya yang memang tidak suka menemani Mami di dapur, sukanya cuma makan .
" Kalau yang pertama cowok ."
" Kita buatin adik cewek yang ."
" Kalau yang pertama cewek, ya kita buatin adik cowok ." ucap Rafa, gampang bukan, tinggal buat kok, kan partner nya ada .
" Kalau kita punya anak yang jarak antara adik kakak deketan gimana Mas ? ."
" Biar repotnya sekalian ." tanya Nesya, kan biar sekalian aja gitu, kalau udah pada besar kan enak .
" Gpp yang ."
" Kamu besok ngak usah KB setelah lahiran ."
" Biar bisa punya anak yang jaraknya cepat ." ucap Rafa memberi saran .
Ya semoga saja Nesya bisa lahiran normal, jadi bisa hamil lagi dalam waktu dekat .
" Boleh ."
" Tapi setidaknya kamu puasa tiga bulanan ya ."
" Takutnya kecepetan ."
" Kalau ngidamnya kayak gini lagi kan repot ."
" Anak kamu siapa yang ngurusin ."
" Kalau udah tiga bulanan kan udah lumayan nga repot banget ." ucap Nesya, ia sudah berfikir akan memakai jasa pembantu rumah tangga dirumah barunya .
Ia mengizinkan adanya pembantu rumah tangga, karena itu akan sangat membantu .
" Besok aku cariin pembantu sama baby sitter yang ."
" Tunggu kita pindah kerumah baru ." ucap Rafa, ia sudah berniat sejak lama, mungkin sebentar lagi Rafa akan menghubungi pihak yang menyediakan jasa itu .
" Pembantu rumah tangga aja dulu ."
" Cari baby sitter nya ntar aja ."
" Kalau aku udah ngak sanggup ."
" Karena aku pengennya ngurus anak mandiri ."
" Pengen ngerasain jadi ibu yang selalu melihat tumbuh kembang anaknya ." itulah keinginan Nesya, ia tidak ingin melewatkan satu hal pun perkembangan sang buah hati kelak .
" Istri idaman banget sih ."
" Jadi makin sayang ." ucap Rafa sembari mencium gemas pipi Nesya .
Istrinya ini emang gemesin banget , ditambah dengan fikiran dewasanya, istri idaman dan ibu yang baik .
" Mandi sana yang ."
" Udah sore ini ." ucap Rafa, takutnya nanti istrinya itu kedinginan .
Nesya adalah tipe orang yang tidak suka mandi dengan air hangat, walaupun jika cuaca dingin ia sering kedinginan .
Katanya , kalau mandi pakai air hangat, berasa ngak mandi, ngak ada segar - segarnya .
" Lima menit lagi ." jawab Nesya, ia masih malas untuk melepaskan diri dari dalam pelukan hangat Rafa .
Masih malas gerak juga, turun dari ranjang pastinya butuh niat .
" Oke, lima menit lagi ." Rafa .
..........β£..........
...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...
...See You Next Chapter...
...Bye Byee...
.......
Rengat Barat
Kamis, 05 Mei 2023
Pukul 22.33 Wib .
.......
...Salam Sayang Dari Namja Chingu...
...Lee Haechan β€...