My Husband Lecturer

My Husband Lecturer
Bab 103 . Gemesin



...Jangan Lupa Like Dan Comment Yaa...


...Happy Reading...


..........❣..........


.......


Hari sudah semakin sore, dan cuaca terasa semakin dingin , mungkin sebentar lagi akan turun hujan .


" Masuk yuk yang ."


" Udah mau hujan soalnya ." ajak Rafa, karena langit semakin gelap .


" Iya udah mendung banget ."


" Yuk la ." jawab Nesya .


Keduanya beranjak dari kursi dan berjalan memasuki rumah .


Menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Nesya, dengan Rafa yang memeluk erat pinggangnya, takut sang istri jatuh .


Jiwa protektif Rafa belakangan ini semakin bertambah, karena ia berusaha menjaga semaksimal mungkin sang istri dan calon buah hati mereka .


Cklek


Melangkah memasuki kamar, Nesya langsung merebahkan diri di atas ranjang, ntah la, sejak ia mengetahui jika sedang hamil, tubuhnya terasa lebih cepat lelah , jalan dikit atau mengerjakan sesuatu sebentar saja sudah lelah .


Efek bumil di trimester pertama mungkin .


" Capek yang ? ." tanya Rafa ketika ia berjongkok di pinggir ranjang sembari mengelus rambut sang istri dengan lembut .


" Heem ."


" Jalan dikit aja udah capek ." adu Nesya kepada sang suami .


" Nanti Mas pijitin ."


" Mas mandi dulu ya ." ucap Rafa, lalu ia berdiri dan melangkah memasuki kamar mandi.


Setelah Rafa berlalu dari hadapannya, Nesya memejamkan mata, mungkin dengan tidur sebentar akan memgembalikan energinya .


Cklek


Rafa keluar dari kamar mandi, sepeti biasa, hanya dengan handuk yang melilit pinggang, ia melihat ke arah ranjang, tampak disana Nesya yang sudah tertidur sembari memeluk boneka .


Mungkin istrinya lelah, harap maklum, bumil memang gampang lelah .


Setelah melihat sang istri, Rafa pun memasuki walk in closed, mengambil kaus putih dan celana pendek berwarna abu - abu , kemudian mengenakannya.


Tak lupa ia juga menyisir rambutnya dan menggunakan pomade, terakhir menyemprotkan parfum agar wangi, biar istri makin lengket .


Selesai dengan kegiatannya , Rafa pun keluar dari walk in closed , ia melangkah menuju ranjang, merebahkan diri di ranjang dan memeluk istri tercinta tentunya .


Dan memejamkan mata, menyusul Nesya mengarungi lautan mimpi di sore hari .


Tidur satu jam cukup la, disaat jarum jam saat ini sudah menunjukkan pukul lima sore .


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


Nesya membuka matanya , mengedipkan beberapa kali, mencoba menyesuaikan cahaya .


Pemandangan pertama disaat Nesya membuka mata adalah dada bidang Rafa , pemandangan yang menyegarkan sekali bukan .


Tangan Nesya terulur, mengelus alis Rafa yang hitam, lalu turun ke bulu mata Rafa , turun lagi menuju bibir yang suka sekali memberikan jejak di sekujur tubuhnya .


Tindakan Nesya diketahui oleh Rafa yang memang sudah terbangun sedari tadi, sebelum Nesya membuka mata, namun Rafa masih dalam mode mengumpulkan nyawa, jadi ia enggan untuk membuka mata .


Nesya yang gemas sendiri dengan bibir sang suami , dan ntah ide darimana, ia mencubit bibir Rafa .


" Dicium aja yang ."


" Jangan dicubit ." ucap Rafa yang masih belum membuka kelopak matanya .


" Maunya cubit aja ."


" Gemes soalnya ." jawab Nesya .


Rafa yang mendengar ucapan sang istri , ia semakin mengeratkan pelukannya .


" Istri aku lebih gemesin ."


" Imut - imut kayak anak TK soalnya ." ucap Rafa , Nesya yang berada dalam pelukan Rafa hanya terkekeh mendengar itu.


" Tapi bentar lagi punya anak ."


" Pasti nanti anak kita bakalan gemesin banget deh yang ."


" Aku udah pengen uyel uyel pipinya ." ucap Rafa berceloteh panjang lebar, nah kan, Rafa mulai mode burung beo.


" Iya , nanti gemesin kayak aku ."


" Tapi ya jangan di uyel - uyel juga ."


" Nangis kalau kamu gituin. " ucap Nesya , ia tidak reka jika anaknya besok di uyel - uyel oleh Daddy nya sendiri Hingg menangis .


" Paling aku ciumin sampai nangis. "


" Soalnya aku paling duka bau bayi ."


" Enak aja gitu yang ."


" Uhh...jadi ngak sabar deh. "


" Cepat besar ya Dek ."


" Biar cepat keluar trus bisa main sama Daddy ." ucap El sembari satu tangannya mengelus lembut perut Nesya .


Bahkan Rafa sudah membayangkan bagaimana bahagianya ia jika ada seorang anak kecil yang akan berada di tengah - tengah mereka dan memanggilnya dengan sebutan Daddy .


Rasanya menunggu waktu beberapa bulan lagi itu sungguh lama .


" Kira - kira anak kita cewek apa cowok ya Mas ? ." tanya Nesya .


" Kalau aku ngiranya sih cowok ."


" Biar bisa jagain adik - adiknya ." jawab Rafa, semoga saja tebakannya benar, kalau anak pertama mereka cowok kan bisa meneruskan perusahaan, itu fikir Rafa .


" Tapi kalau cewek juga gpp ."


" Yang penting sehat ." Rafa .


" Aku pengennya malah cewek ."


" Biar bisa di dandanin yang lucu - lucu. "


" Soalnya setiap lagi jalan ke mall ."


" Lihat gaun bayi cewek lucu - lucu banget ."


" Jadi pengen pakein baju itu buat anak sendiri ." ucap Lea sembari membayangkan anaknya kelak memakai gaun lucu - lucu itu, ditambah bando atau jepitan rambut .


Apalagi kalau rambutnya diikat dua, gemesin gitu .


" Terus bisa jadi partner di dapur juga ."


" Kalau cowok kan sukanya main bola atau mainan lainnya ."


" Ngak suka di dapur ." ucap Lea, karena ia melihat dari Abangnya yang memang tidak suka menemani Mami di dapur, sukanya cuma makan .


" Kalau yang pertama cowok ."


" Kita buatin adik cewek yang ."


" Kalau yang pertama cewek, ya kita buatin adik cowok ." ucap Rafa, gampang bukan, tinggal buat kok, kan partner nya ada .


" Kalau kita punya anak yang jarak antara adik kakak deketan gimana Mas ? ."


" Biar repotnya sekalian ." tanya Nesya, kan biar sekalian aja gitu, kalau udah pada besar kan enak .


" Gpp yang ."


" Kamu besok ngak usah KB setelah lahiran ."


" Biar bisa punya anak yang jaraknya cepat ." ucap Rafa memberi saran .


Ya semoga saja Nesya bisa lahiran normal, jadi bisa hamil lagi dalam waktu dekat .


" Boleh ."


" Tapi setidaknya kamu puasa tiga bulanan ya ."


" Takutnya kecepetan ."


" Kalau ngidamnya kayak gini lagi kan repot ."


" Anak kamu siapa yang ngurusin ."


" Kalau udah tiga bulanan kan udah lumayan nga repot banget ." ucap Nesya, ia sudah berfikir akan memakai jasa pembantu rumah tangga dirumah barunya .


Ia mengizinkan adanya pembantu rumah tangga, karena itu akan sangat membantu .


" Besok aku cariin pembantu sama baby sitter yang ."


" Tunggu kita pindah kerumah baru ." ucap Rafa, ia sudah berniat sejak lama, mungkin sebentar lagi Rafa akan menghubungi pihak yang menyediakan jasa itu .


" Pembantu rumah tangga aja dulu ."


" Cari baby sitter nya ntar aja ."


" Kalau aku udah ngak sanggup ."


" Karena aku pengennya ngurus anak mandiri ."


" Pengen ngerasain jadi ibu yang selalu melihat tumbuh kembang anaknya ." itulah keinginan Nesya, ia tidak ingin melewatkan satu hal pun perkembangan sang buah hati kelak .


" Istri idaman banget sih ."


" Jadi makin sayang ." ucap Rafa sembari mencium gemas pipi Nesya .


Istrinya ini emang gemesin banget , ditambah dengan fikiran dewasanya, istri idaman dan ibu yang baik .


" Mandi sana yang ."


" Udah sore ini ." ucap Rafa, takutnya nanti istrinya itu kedinginan .


Nesya adalah tipe orang yang tidak suka mandi dengan air hangat, walaupun jika cuaca dingin ia sering kedinginan .


Katanya , kalau mandi pakai air hangat, berasa ngak mandi, ngak ada segar - segarnya .


" Lima menit lagi ." jawab Nesya, ia masih malas untuk melepaskan diri dari dalam pelukan hangat Rafa .


Masih malas gerak juga, turun dari ranjang pastinya butuh niat .


" Oke, lima menit lagi ." Rafa .


..........❣..........


...Jangan Lupa Like, Vote Dan Comment Yaa...


...See You Next Chapter...


...Bye Byee...


.......


Rengat Barat


Kamis, 05 Mei 2023


Pukul 22.33 Wib .


.......


...Salam Sayang Dari Namja Chingu...


...Lee Haechan ❀...