
Stefani menatap kosong kedepan dengan masih menggenggam erat ponsel ditangannya, setelah mendapat telepon tadi stefani melamun dengan fikiran yang berkecamuk dan amarah yang tak bisa dikendalikan.
Setelah memakan rujak tadi stefani bergegas naik ke atas ke kamar nya untuk membersihkan badan tapi saat sampai kamar ponselnya berbunyi menandakan ada telepon masuk, stefani mengangkatnya dan betapa terkejutnya dia saat mendengar suara yang menelponnya yang ternyata ayahnya, "Stefa ini ayah," ucap Aditya diseberang sana, stefani belum menjawab lidah nya terasa kelu untuk menjawab panggilan dari sang ayah, rasa marah dan rindu bercampur jadi satu, kenapa ayah nya baru datang sekarang kemana saja dia saat stefani butuh sosok ayah, selama ini stefani selalu menanggung semuanya sendirian tanpa ada sandaran, sebelum max datang stefani selalu menangisi takdirnya yang sangat menyedihkan menurutnya, tapi max mengubahnya dengan kenangan manis dan perlindungan yang nyata.
Dibawah max memutuskan untuk naik kelantai atas untuk melihat stefani sekalian akan mengajak stefani ke kebun buah buahan dan sayuran miliknya yang berada di dekat mansion ini, max menapaki tangga yang menghubungkan lantai bawah dan lantai atas dengan kamar miliknya, sampai di atas dikamar mereka max melihat stefani sedang melamun dengan menggenggam erat ponsel yang ada ditangannya, stefani belum mandi terlihat dari pakaian yang dia gunakan masih sama dengan yang tadi, max menghampiri stefani dan memegang pundak stefani, stefani terperanjat dan menengok kearah max yang berada dibelakangnya, stefani tersenyum, "Apa kau belum mandi?" tanya max pada stefani, stefani menggeleng, "Belum, kenapa naik keatas apa ada sesuatu?" tanya stefani, "Aku ingin mengajak mu jalan jalan ke kebun buah dan sayuran didekat mansion ini" ajak max, stefani tampak antusias "Aku ingin pergi, aku akan siap siap" ucap stefani beranjak mencium pipi max kemudian tertawa.
Max menatap punggung stefani yang menghilang dibalik pintu kamar mandi, segera max mengambil ponsel yang berada disaku celananya dan menghubungi robert, "Robert cari tau siapa yang menelpon stefani hari ini" perintah max tanpa minta persetujuan dari robert max langsung mematikan ponselnya, max bukannya tidak menyadari tatapan kosong stefani tadi tapi max memilih untuk diam karena dia menunggu stefani untuk bercerita saja padanya.
***
Stefani dan max berjalan jalan santai dengan tangan yang terpaut satu sama lain stefani membawa keranjang yang sudah terisi dengan buah apel, dan sekarang mereka masih melihat lihat buah apa yang akan dipetik, stefani seperti nya tampak senang dengan jalan jalan sore yang sederhana ini, "Kenapa baru beritau aku kalau di sini ada kebun buah buahan dad" ucap stefani melihat kearah max yang juga melihat kearahnya, "Waktu itu buah buahan nya belum matang jadi aku merasa percuma memberitahu mu jika buah nya belum siap dipanen" ucap max menjelaskan, stefani mengangguk tanda mengerti, "Kau ingin duduk di kursi itu" tanya max stefani tertawa senang, "Tapi aku belum mendapatkan buah buahan nya" stefani mengerucutkan bibirnya.
Max pun memanggil pelayan dan menyuruh mereka untuk mengambilkan buah buahan segar untuk stefani, setelah itu max mengajak stefani untuk duduk dibangku yang ada disitu dibawah pohon rindang yang menyejukkan, lama terdiam max melihat stefani yang berada di pelukannya, "Tidak ingin bercerita sesuatu?" tanya max pada stefani, stefani yang sedang melamun pun mendongakkan kepalanya melihat max "Ayahku tadi menelpon" ucap stefani, max bukannya tidak tau dia sudah tau tadi dari robert saat stefani sedang mandi, "Kau rindu padanya bukan?" tanya max, stefani mengangguk "Aku memang merindukannya tapi kesalahannya belum bisa aku maafkan, mungkin aku anak yang egois tapi setiap aku melihat ayahku penderitaan ibuku selalu terlihat jelas dimataku" isak stefani, yah seberapa kuat pun dia mencoba penderitaan ibunya selalu terlihat jelas stefani selalu merasa benci dengan ayahnya.
"Aku tau itu baby, tapi bagaimana pun juga dia tetap ayah mu, cobalah untuk memaafkan kesalahan nya, oke" ucap max mencium kening stefani, stefani mengangguk mengiyakan.
Setelah itu datanglah pelayan yang tadi diperintahkan oleh max untuk memetik buah untuk stefani, "Ini makanlah buahnya, ini baik untukmu dan anak kita" ucap max tersenyum berusaha menghibur stefani.
TBC jgn lupa like comen and vote...