Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
79



Nana, elin dan jessica tertawa terbahak bahak mendengar ucapan stefani tentang bagaimana reaksi larissa saat stefani mengancam nya, "Ah rasanya aku ingin melihat wajahnya itu" ucap elin ditengah tawa nya, "Benar pasti sangat lucu" ucap jessica lagi.


Suara tawa mereka memenuhi ruang tamu penthouse stefani dan max, "Kenapa gak suruh robert aja ngerekam sih" nana memberi saran, "Pasti seru liat wajah nya yang so cantik itu.


Mereka berempat pun tertawa lagi, "Kadang kita emang harus ngelakuin hal kasar jika menyangkut hubungan, apalagi hubungan suami istri," jessica menopang dagu disela tawanya yang mulai berhenti.


Elin, nana, stefani mengangguk menyetujui "Bener, perempuan kayak gitu tuh gak boleh disopanin, kalo bisa langsung hantam aja sekalian" ucap nana tertawa.


"Gue yakin silarissa itu nyangka nya loe bakal lari, dan bakal minta cerai ama max tapi ternyata gak sesuai sama ekspetasi nya," elin menunjuk kearah stefani yang duduk disebrang sofa bersama nana.


Stefani mengiyakan ucapan sahabat sahabat nya, stefani tak akan tinggal diam saja jika menyangkut kelangsungan hubungannya dengan max, dia tak akan menyerah dan dia tak akan mengalah.


Stefani tak ingin jika anaknya merasakan apa yang stefani rasakan,kekurangan kasih sayang dari seorang ayah, rasanya seperti hidup tanpa ada yang melindungi, mengingat itu stefani jadi teringat betapa cueknya sang ayah pada stefani, tapi stefani tak ingin memendam kemarahan dalam hatinya apalagi untuk ayahnya walaupun sang ayah memang tak pernah bersikap baik padanya.


"Gue hamil" ucapan stefani membuat nana,elin dam jessica menatap kearah stefani untuk memastikan apa mereka salah dengar atau tidak.


"Kenapa kalian liatin gue kayak gitu sih" stefani risih jika dilihat seperti itu, merasa seperti terintimidasi.


"Apa loe bilang," ucap elin "Gue pengen mastiin" ucap nana dam jessica bebarengan.


"Gue hami, kalian gak percaya apa kalo gue hamil" ucap stefani kesal pasalnya mereka bukan memperlihatkan wajah senang tapi memperlihatkan wajah tak percaya nya.


Tapi setelah itu stefani merasa engap karena sahabat sahabat nya ini memeluknya dan berteriak histeris tak percaya dengan apa yang stefani ucapkan, rasa bahagia membuncah ketiga sahabat stefani.


"Gue bakal punya ponakan" seru elin yang dijawab teriakan histeris oleh nana dan jessica.


***


Max sampai kantor sudah agak siang bahkan karyawan kantor pun terheran heran dengan sikap max yang seperti tidak disiplin itu.


Tapi yah, siapa yang berani menegur sang boss bisa bisa mereka dipecat karena cari gara gara dengan bos nya.


"Robert, apa jadwalku hari ini?" tanya max pada sang asisten saat mereka sudah menaiki lift menuju ruangan max, lift khusus untuk dirinya.


"Anda hanya ada rapat diluar, setelah itu tidak ada lagi," ucap robert menjelaskan.


"Baiklah, hari ini aku ingin pulang lebih cepat" ucap max.


Tak lama kemudian pintu lift pun terbuka max sampai diruangan CEO nya, "Aku sangat merindukan nya" gumam max melihat foto stefani di ponsel nya, max sekarang sudah duduk di kursi kebesarannya.


Mendadak jadi merindukan stefani, "Apa ini efek dari kehamilan nya" gumam max yang tak henti-hentinya tersenyum saat melihat foto stefani di ponsel nya.


Robert yang merasa aneh pun hanya mengernyit kan dahi bingung, "Kenapa dia senyum senyum sendiri" robert bergumam dalam hati, "Mungkin mood nya sedang baik" gumam robert lagi.


"Saya pamit ke ruangan saya dulu" ucap robert formal, saat robert akan mencapai gagang pintu max kembali memanggil nya, "Robert,? tanya max, "Yah tuan," ucap robert lagi, "Kau tau dimana toko yang menjual bunga?" pertanyaan dari max langsung diangguki oleh robert, "Saya tau biar nanti saya pesankan" belum robert menelpon untuk mwnyiapkan mawar apa untuk max, max sudah menghentikan kegiatan nya karena intruksi max, "Tidak, biar aku saja yang langsung membeli,kau tinggal mengantarkanku ke tempat nya." ucap max robert mengangguk sebagai jawaban.


TBC jgn lupa like comen and vote...