Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
19 Masa lalu kelamku



Setelah sampai di apartemen Stefani max langsung masuk dan duduk disofa dekat tv,


"Aku belum menyuruh mu duduk tuan," ucap Stefani kesal bagaimana tidak kesal max langsung masuk mendahului Stefani.


"Apa aku butuh ijin untuk masuk kedalam apartemen istriku sendiri,' ucap max mengerling nakal


Stefani hanya memutar bola matanya jengah


"Aku mau mandi dulu," ucap Stefani masuk kedalam kamarnya


"Mau mandi bersama hmm," ucap max menggoda


Stefan melotot kan matanya tak percaya Ternyata bosnya ini maksudnya kekasihnya ini sangat mesum.


"Jangan harap," ucap Stefani menutup pintu kamar dengan keras


Max sudah tidak kuat menahan tawa nya lagi dia tertawa sekeras kerasnya.


Stefani yang mendengar pun hanya mendengus kesal betapa menyebalkan dan mesumnya kekasih nya itu.


Setelah selesai mandi Stefani keluar menggunakan baju tidur selutut bergambar minie mouse dan rambut yang tergerai masih basah.


"Apa kau tak mandi," tanya Stefani


Max yang sedang sibuk dengan ponselnya pun mengalihkan pandangannya pada Stefani betapa imutnya gadisnya ini memakai baju tidur bergambar minnie mouse.


"Aku akan mandi dan sebentar lagi Robert datang membawa baju ganti untukku," ucap max


Stefani pun duduk disebelah max, max terus menatap Stefani.


"Kenapa terus melihatku," ucap Stefani


"Kau manis" ucap max tulus.


"Sudah sana mandi, nanti kalo robert datang nanti aku yang akan membukakan pintunya," ucap Stefani


Cup


Satu kecupan dibibir yang membuat jantung stefa berdetak tak karuan dan pipi yang sudah memerah.


Max pun berlalu untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


"Rasanya max ingin menerkam Stefani malam ini."


5 menit max mandi pintu apartemen Stefani digedor dengan paksa"kenapa robert mengetuk pintu dengan tidak sabaran," gumam Stefani sambil berlalu ingin membukakan pintu.


Saat Stefani membuka pintu ternyata bukan robert melainkan ibu tirinya Rena Adhitama


Stefani hanya menatap datar pada ibu tirinya


"Kenapa dia datang kesini tau darimana apartemennya ini," ucap Stefani dalam hati.


"Dasar anak tidak tau di untung kenapa kau suka merebut milik orang lain dasar anak jalang," ucap rena marah marah


Plak


Rena menampar Stefani sehingga sudut bibir Stefani mengeluarkan darah.


"Kau memang sama saja dengan ibu mu yang suka merebut milik orang lain, kenapa kau merebut max dari Raya,hah"


"Apa yang kau maksud dengan max milik raya," ucap Stefani


"Raya menyukai maxime Stefano kenapa kau merebutnya,hah dasar anak jalang kau sama saja dengan ibumu yang suka merebut," ucap rena


"Jaga ucapanmu Nyonya Aditama bukan ibuku yang merebut suamimu tapi dirimu sendiri yang merebutnya dari ibuku." ucap Stefani marah pipinya tak seberapa perih tapi hatinya terasa perih saat rena menghina ibunya.


Dengan sengaja rena mendorong Stefani hingga terjatuh.


"Apa yang kau lakukan Ny.Adithama" ucap max marah yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan badannya.


Max membantu stefani berdiri dan ada darah disudut bibir Stefani max mengeraskan rahangnya tanda dia marah


"Kau menamparnya," ucap max dengan nada tinggi


Rena ketakutan bukan main melihat max yang terlihat marah padanya, tapi rena memberanikan diri untuk melawan max.


"Saya menamparnya memberi pelajaran padanya karena dia berani berani nya menggoda anda tuan padahal dia bukan siapa siapa, dia pasti memberikan tubuhnya padamu bukan." ucap rena


"Jangan menghinanya dia calon istriku bukan wanita penggoda seperti anakmu itu," ucap max kesal berani beraninya dia menghina stefani.


"Apa maksud anda tuan," ucap rena yang mulai kesal anaknya disebut penggoda


Max tersenyum miring" kau ingin tau bukan anakmu itu sudah beberapa kali ingin menyerahkan dirinya padaku, tapi aku tidak sudi hanya melihat wajah menjijikan nya itu," ucap max dingin dengan aura membunuh


Bersamaan dengan itu robert datang dan melihat tuannya sedang marah buru buru robert bertanya" Apa terjadi sesuatu tuan." ucap robert


"Bawa wanita tua sialan ini keluar dan pastikan dia tidak mengganggu stefani lagi kalau dia berani mengganggu lagi dia akan tau konsekuensinya." ucap max dingin dan kejam


Rena yang mendengar nya pun ketakutan.


"Ikut saya Nyonya," ucap robert menarik kasar tangan rena agar keluar.


"Awas saja kau stefani," ucap rena menggeram kesal.


Setelah rena diusir dan robert pamit untuk pergi.


max mengobati luka dibibir Stefani


"Apa sakit" ucap max meringis saat mengobati luka Stefani


"Kau pasti akan meninggalkan aku setelah apa yang kau dengar tadi,hiks hikss" Stefani menangis pilu dia sedih mengapa orang lain selalu menganggap ibunya seorang jalang apa salah ibunya dimasa lalu harus terbawa bahkan saat dia sudah meninggal sekalipun.


"Aku tak akan meninggalkanmu sudah diamlah kau punya aku sekarang tak akan ada yang berani menyakitimu lagi, kau mengerti" ucap max yang memeluk Stefani dan mengusap rambutnya untuk menenangkan nya.


TBC di part selanjutnya bakal diceritain soal rena yang datang marah marah yahh...