
Angin berhembus kencang stefani sedang berdiri dibalkon kamar milik nya dan max stefani menepati ucapannya jika dia ingin tidur di lantai atas max tak menolak karena keadaan stefani yang sudah membaik.
Pikiran stefani menerawang dari awal dia bertemu dengan max hingga sekarang dia menjadi istri sah Maxime Stefano tak percaya karena diluaran sana banyak wanita yang mengejar max dan lebih sempurna dari dia tapi max malah memilih nya menjadikannya istri sah nya dan satu satu nya.
"Apa kau tidak takut masuk angin baby" ucap max yang tiba tiba muncul dan memeluk tubuh stefani dari belakang.
"Kapan kau pulang" ucap stefani pada max hari memang sudah sore "barusan dan aku melihat istriku berdiri dibalkon ini sendirian" ucap max mencium ceruk leher milik stefani membuat sang empu tertawa karena geli.
"Geli max" ucap stefani disela tawa nya "oh yah biar ku gelitik lagi" max makin menggelitik stefani tapi bukan hanya di ceruk leher nya sekarang beralih ke pinggang stefani sampai suara tawa mereka terdengar didalam kamar ini.
Stefani terjatuh diatas kasur dengan max yang berada diatas nya mereka terdengar engah karena aktifitas mereka yang saling bercanda dan tertawa bersama.
Max mengelus rambut stefani dan mereka saling menatap ada rasa rindu yang teramat max mencium bibir Stefani memagut dan saling mencecap satu sama lain menyalurkan rasa rindu yang terpendam cukup lama.
Max makin gila sekarang mereka sudah saling tak memakai sehelai benang pun sama sama polos bertatapan saat max yang akan memasuki stefani terjadilah adegan yang sudah lama mereka tak lakukan.
Hanya ada suara erangan dan bunyi khas dari kegiatan mereka didalam kamar mewah milik sepasang manusia yang saling mencintai dan menyayangi.
****
"Permisi nyonya ada surat undangan untuk nyonya" ucap pelayan pada stefani yang sedang memasak sarapan untuk max, stefani pun menoleh "simpan saja bi diatas meja" ucap stefani.
Stefani pun bukan tak bisa bahasa inggris tapi disini pelayan sudah bisa bicara bahasa indonesia.
"Pagi baby" ucap max mencium puncak kepala stefani "pagi juga sayang, duduk yah kita sarapan aku udah masak nasi goreng" ucap stefani pada max, max pun menurut dan langsung duduk aroma nasi goreng tercium oleh max.
Wanginya enak max sudah tak sabar ingin makan nasi goreng buatan istri tercinta nya ini "Wow seprti nya enak" ucap max pada stefani yang sudah mengambil masi goreng pada piring max.
"Cobalah" ucap stefani yang duduk dan melihat max yang memasukan masi goreng pada mulutnya "Enak" ucap max tersenyum tulus.
Stefani pun ikut tersenyum senang jika masakan yang dibuat cocok dengan lidah max, disela sela makan max menatap kertas yang ada dimeja "Ini apa" tunjuk max pada kertas undangan "gak tau tadi kata bbi ada yang ngirim ini buat aku tapi aku belum lihat" ucap stefani.
Max pun mengagguk dan mengambil kertas undangan dan melihatnya ternyata surat undangan dari johan mantan stefani "ini dari johan" ucap max setelah selesai membaca.
"Ohh kamu diundang juga" ucap stefani "Diundang kamu mau dateng ke acara mereka" ucap max menatap stefani "Aku ikut kamu aja" ucap stefani lagi max tersenyum senang stefani ternyata sudah melupakan mantan nya itu.
"Yaudah kita hadir nanti" ucap max pada stefani "Aku berangkat kerja dulu yah" ucap max mencium puncak kepala stefani dan beranjak pergi stefani ikut mengekor dibelakang max memastikan max sampai depan.
TBC jgn lupa lika comen and vote.