Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
25 kekasih



"Apa yang telah kau lakukan pada stefa,hah" johan menarik kerah kameja max, max hanya terkekeh menanggapi berbeda dengan stefani yang sangat terlihat marah.


"Apa yang kau lakukan pada max" ucap stefani berusaha melepaskan cengkraman di kerah kameja max


"Dia harus diberi pelajaran berani beraninya dia menyentuh mu aku saja tidak berani menyentuh mu dulu," ucap johan yang malah semakin mengeratkan cengkraman dikamje max


"Dia kekasihku wajar jika dia melakukan apapun padaku dan aku menginginkannya lepaskan tanganmu dari kerah kemeja kekasihku" ucap Stefani yang semakin marah


"Kekasihmu,, apa maksud dari kekasihmu Stefani kau pasti berbohong jika dia kekasihmu kan, kau hanya ingin membuatku marah padamu iyakan jawab aku Stefani," kini johan tidak lagi menarik kerah kemeja max tapi mencengkram kedua tangan Stefani


Max sangat marah berani beraninya johan mencengkram tangan stefani,


"Kau fikir kau siapa sehingga aku harus repot repot membuatmu cemburu kepada max," ucap Stefani


"Kau mencintaiku stefani aku bisa jelaskan padamu tentang hubunganku dengan clara itu tidak seperti apa yang kau pikirkan," ucap johan yang ingin menjelaskan pada Stefani tapi Stefani buru buru menjawab.


"Aku tidak butuh penjelasanmu,sekarang lepaskan aku" ucap Stefani


"Sudahlah tuan johan yang terhormat bisa kah kau pergi sekarang kita jadi bahan tontonan banyak orang karena ulahmu yang memalukan ini," ucap nana kesal karena sedari tadi mereka jadi bahan tontonan orang orang yang ada di restoran.


"Jika kau tidak mau pergi biar aku saja yang pergi," ucap Stefani langsung menarik tangan max


Nana tersenyum senang melihat wajah kecewa johan.


Max kesal sangat kesal kenapa mantan kekasihnya itu masih mengganggu Stefani dan tanpa sadar sekarang dia yang menarik pergelangan tangan Stefani dan berjalan terburu buru.


"Jangan kenceng kenceng jalannya perut aku sakit," ucap Stefani max langsung menghentikan langkahnya dan melihat kearah Stefani dan melihat Stefani memang pucat.


"Maafkan aku Stefa biar kita kerumah sakit," max langsung menggendong Stefani ala bride style menuju mobil nya sehingga banyak karyawan yang memerhatikan mereka ada yang melihat dengan tatapan sinis dan ada juga yang melihat dengan kagum melihat betapa gentle nya max.


"Max turunkan aku, aku tidak papa," ucap Stefani yang menyembunyikan wajahnya didada bidang max malu karena banyak pasang mata yang memerhatikan nya.


Saat sampai dekat mobil max membukakan pintu dengan sebelah tangannya walaupun stefani sudah bilang bahwa dia tidak papa dan bisa buka mobil sendiri tapi max tetap kekeh tak mau menurunkan stefani dari gendongannya.


Saat mobil sudah melaju dengan kencang max terus menenangkan Stefani" tenanglah kita akan segera sampai," dengan nada khawatir yang jelas terpancar dari wajahnya.


Stefani terkekeh melihat max seperti kalang kabut seperti itu lagi dan lagi max selalu membuatnya tersentuh dan merasa dilindungi.


"Max aku tidak papa aku hanya sedang datang bulan makanya perutku sakit,"


Ckiittt suara mobil yang direm mendadak untung saja jalanan kota tidak terlalu ramai kalau ramai mungkin sudah terjadi kecelakaan.


Max melihat kearah stefani dan membulatkan matanya, Stefani rasanya ingin tertawa melihat wajah konyol kekasihnya ini.


"Tapi jika terjadi apa apa denganmu bagaimana" ucap max


"Hey datang bulan memang seperti ini selalu sakit perut dan itu hal biasa kau tidak usah khawatir berlebihan seperti ini," ucap Stefani


"Syukurlah aku fikir kau stres karena bertemu dengan sijohan itu" ucap max yang wajahnya kini sudah berubah menjadi kesal.


"Kenapa aku harus stres olehnya lebih baik aku stres karena memikirkanmu" ucap Stefani yang disusul tawa oleh max


"Ternyata kekasih ku ini bisa gombal juga ternyata," ucap max sambil mengusap rambut Stefani.


"Yasudah sekarang kita cari restoran yah, kamu mau makan apa" ucap max sambil kembali menjalankan mobilnya.


"Sushi," ucap Stefani antusias yang dibalas senyum manis oleh max.


TBC..