Mr.CEO Ku

Mr.CEO Ku
75



Didalam mobil Stefani mengipasi dirinya karena merasa gerah dan marah secara bersamaan rasanya dia ingin menghajar wajah so cantik silarissa itu.


Sedangkan max hanya duduk disamping stefani memperhatikan tingkah stefani dari tadi stefani mengipasi dirinya dan terlihat jelas jika wajahnya sangat marah.


Max kagum saat stefani berani melawan larissa dia fikir stefani akan berlari dan menangis tapi nyatanya tidak!


Stefani menatap max dan langsung memeluknya "Aku ingin mencakar wajah larissa" ucap stefani dalam pelukan max.


"Lakukan saja jika itu yang membuatmu tenang" ucap max mengelus rambut stefani, stefani pun mendongak "Jangan berpaling dariku daddy" ucap stefani sungguh sungguh dia tak mau kehilangan max.


"Tidak akan!" jawab max tegas diiringi senyum meneduhkan yang hanya bisa stefani rasakan, max tak pernah senyum meneduhkan pada orang lain selain stefani dan orang terdekat nya.


Stefani bernafas lega mendengar penuturan max, dia bukan tidak percaya hanya ingin memastikan dan bertanya.


***


Stefani memutuskan untuk pulang karena merasa lelah sedangkan max sudah kembali kekantor setelah mengantarkan stefani sampai penthouse nya.


"Ah aku sangat lelah" gumam stefani yang sudah terbaring dikasur empuk.


Tak sadar stefani mulai memejamkan matanya karena merasa lelah baru ingin memasuki alam mimpi Stefani harus terbangun lagi karena bunyi ponselnya.


Meraba raba dimna letak ponselnya setelah menemukan benda pipih itu stefani langsung mengangkat panggilan.


"Hallo" ucap stefani "Kemana saja kau hah tidak mengabari kami" ucap orang disebrang sana stefani pun langsung duduk dari rebahannya "Aku sedang di indonesia kapan kalian akan main kesini" ucap stefani lagi setelah tau siapa yang menelponnya.


Itu adalah elin sahabatnya sepertinya mereka sedang berkumpul karena terdengar suara berebut ingin bicara dengan stefani.


"Ayo berkumpul" ajak stefani pada sahabat sahabat nya ini dia merasa rindu pada mereka karena sudah lama tidak saling bertemu.


"Ayok,kapan nih?" tanya elin memastikan tempat mana yang akan jadi berkumpulnya mereka.


"Di cafe xxx aja gimana?" tanya stefani yang langsung di angguki oleh sahabat sahabat nya.


Sambungan telepon pun terputus setelah bicara sebentar dan berpamitan untuk melanjutkan aktifitas mereka.


Hari memang sudah sore matahari pun memang mulai akan hilang digantikan dengan malam stefani menghirup udara sore dibalkon kamar nya.


"Minum coklat panas kaya nya, mandi dulu ah" ucap stefani beranjak dari balkon menuju kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan badannya yang terasa lengket stefani keluar menggunakan gaun malam berwarna hitam selutut yang sexy turun menuju dapur untuk membuat coklat panas saat memanaskan air tiba tiba lengan kekar memeluknya dari belakang "Sedang apa hmm" ucap max yang sudah menelusupkan wajahnya pada ceruk leher stefani.


"Kok udah pulang" tanya stefani "Hanya ingin rindu istriku yang sexy ini" ucap max tersenyum.


Stefani menyikut perut max karena suaminya ini menggoda nya "Mandi sana kau ingin kopi?" menyuruh max.


"Boleh buatkan okeh aku akan mandi dulu" setelah mengucapkan itu max mengecup pipi kanan stefani dan berlari menuju kamar mereka yang ada dilantai atas.


Stefani selalu dibuat tersenyum oleh tingkah max, dan Stefani selalu dibuat jatuh cinta oleh tingkah max.


Setelah selesai membuat coklat panas dan segelas kopi untuk max stefani membawanya keatas menuju kamar miliknya dan suami tercintanya.


Saat masuk max sudah keluar dari walk in closet memakai kaos putih dan celana selutut terlihat lebih segar dari waktu pulang kerja tadi.


"Sudah mandi" tanya max pada stefani yang sedang meletakkan nampan berisi coklat panas dan kopi milik max.


"Udah dong" jawab stefani yang sudah duduk di kursi dekat balkon tapi max buru buru menarik stefani agar duduk dipangkuan nya.


"Besok aku ikut lagi kekantor yah" ucap stefani pada max kini posisi mereka stefani menghadap max "Boleh baby" ucap max.


"Ada apa memangnya?" tanya max penasaran "Aku ingin berkumpul dengan sahabat sahabatku yah" jawab stefani.


Max pun mengangguk mengiyakan keinginan stefani.