
"Max aku boleh kerja lagi yah," ucap stefani memecah keheningan didalam mobil.
"Aku sudah bilang tidak stefa" kekeh max
Stefani cemberut dan melihat keluar jendela kekasihnya ini memang keras kepala.
"Kalau kau bosan bagaimana kalau kita liburan," max berucap membujuk karen Stefani terus cemberut.
Stefani melihat kearah max dengan mata berbinar senang seperti dugaan max, " mau liburan kemana," tanya stefani senang.
"Kamu maunya kemana," tanya max
"Gimana kalo kita kebali,"
"Boleh baby apapun untukmu," ucap max dan mengusap puncak kepala stefani dengan sayang.
Stefani tersenyum senang, " aku ajak temen temen aku yah," kata stefani
Max berpikir lalu menganggu kan kepalanya, " boleh biar aku juga ajak temen temen aku" max setuju dengan ide stefani karena mereka belum pernah menghabiskan waktu bersama tidak ada salahnya berlibur dulu karena bosan jika harus bekerja terus.
Tak lama kemudian mereka sampai didepan apartemen elin.
"Aku turun dulu yah, semangat kerjanya," ucap stefani dan mengecup pipi kiri max.
Max hanya tersenyum "iyah baby aku pergi dulu jaga diri baik baik yah," ucap max mengecup puncak kepala Stefani.
"Kau ini memangnya aku pergi kemana harus jaga diri segala," ucap stefani
Max hanya tersenyum "yasudah aku pergi dulu yah baby," ucap max memagut bibir Stefani singkat.
Stefani mengangguk lalu turun dari mobil dan melambaikan tangannya saat mobil max yang ditumpangi pergi meninggalkan gedung apartemen.
Stefani naik keatas menuju apartemen elin.
Tok tok tok
Elin membukakan pintu apartemen nya dan terlihat stefani berdiri dengan senyum ceria nya.
"Ngapain loe tumben ke apartemen gue," ucap elin
"Gak boleh aja loe kalo gue maen kesini," Stefani menerobos masuk karena mencium aroma masakan dan ternyata benar elin sedang selesai memasak.
"Wow tumben loe masak," pasalnya elin itu anti masak tapi sekarang tumben dia masak.
"Hidup itu harus ada perubahan stefani putri yang cantik calon istrinya Maxime Stefano," ucap elin stefani hanya tersenyum menanggapi omongan elin.
"Bibir loe kok kaya abis berdarah kenapa?" elin memegang sudut bibir stefani.
Stefani meringis "ini ditampar ama ibu tiri dan rani," ucap stefani meringis karena setelahnya elin langsung berteriak nyaring.
"Rani temen kantor yang sirik sama gue," ucap stefani.
"Biar gue kasih pelajaran tuh orang," ucap elin yang langsung berdiri.
"Udah deh biarin aja gue udah biasa kok," Stefani menahan lengan elin agar tidak beranjak dan membuat keributan dikantor max atau dirumah ibu tiri nya.
Stefani tersenyum meyakinkan walau terkadang dia merasa terasa sakit diulu hatinya saat ibu tiri nya memperlakukan dia begitu kasar.
"Jangan pernah ngerasa sendirian lagi oke gue bakal selalu ada disisi loe apapun yang terjadi," elin memeluk stefani karena dia tau stefani selalu berusaha tegar dalam cobaan yang dilalui nya.
"Udah deh jangan melow gue laper mending kita makan," ucap stefani tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
Elin tersenyum menanggapi " memangnya loe gak punya makanan apa dirumah loe," elin mencibir Stefani
"Gue sekarang tinggal di apartemen max sekarang," ucap stefani memakan makanan yang ada didepan meja elin.
"What sejak kapan,jangan bilang loe," elin memicingkan matanya curiga.
Stefani yang mengerti pun kemana arah pembicaraan elin langsung menyela, "gue gak ngapa ngapain sama max elin," ucap Stefani.
"Gak papa kok loe ngapa ngapain juga sama max jadi gue bisa cepet punya ponakan kan," ucap elin mengerlingkan matanya.
Stefani hanya memutar bola matanya malas setelah itu mereka makan tanpa suara.
____________
Dikantor max, max terlihat begitu serius dengan beberapa berkas yang ada di meja nya.
Sampai suara pintu yang terbuka "Nih yah pak CEO sibuk mulu," ucap alrey
Max mendongak dan melihat 3 sahabatnya berdiri dedapan pintu ruang kerjanya.
"Sejak kapan kalian berada disini," max berucap dingin seperti biasa.
"Yaelah orang kalo ada tamu tuh disuruh duduk dulu," ucap vano menimpali.
Max memutar bola mata malas, "Gimana mau disuruh orang kalian aja langsung duduk gitu aja," ucap max
Mereka bertiga hanya menyengir kuda tanpa rasa bersalah.
Mereka adalah sahabat max dari kecil.
Alfin,Alrey,Dan vano mereka pengusaha sukses sama seperti max tapi mereka masih ada dibawah max yah keluarga stefano memang keluarga yang kaya raya yang ada didunia dan keluarga Stefano terkenal dengan raja bisnis mereka menduduki no 1 pengusaha terkenal didunia.
TBC guysss jangan lupa vote, like and comen.