
Max berjongkok didepan stefani lalu menangkup pipi stefani.
"Dengar stefa apapun yang terjadi kau tak sendirian ada aku, mommy daddy dan sahabat sahabatmu jangan merasa mundur dari hubungan kita kau mengerti" ucap max sungguh sungguh stefani hanya menganggukan kepalanya walaupun dia tak mengerti mengapa max berbicara seperti ini.
Pasti terjadi sesuatu dan mungkin menyangkut hubungannya dengan max.
Apapun itu stefani bertekad tak akan mundur stefani terlanjur mencintai max dan dia tak akan kalah lagi.
"Apa yang terjadi max?" pertanyaan dari stefani membuat max bungkam apa max harus membicarakan nya pada stefani atau tidak.
"Jangan merasa sedih stefa ada aku, aku akan mengurus semua nya kau mengerti" max berucap meyakinkan stefani.
Stefani mengangguk "Mereka mau membeli lahan yang di tempati peristirahatan ibu mu mereka juga mau menggusur tanah panti tempat kau tinggal dulu" stefani mengerti dengan mereka ibu tirinya.
Ibu tirinya pasti sedang memberi peringatan pada stefani karena mendekati max dan pasti itu karena permintaan raya saudara satu ayahnya.
Raya memang selalu syirik pada stefani entah apa yang selalu dia syirikan pada stefani, padahal stefani kekurangan kasih sayang apa yang harus disyirikan padanya.
"Terus aku harus berbuat apa max kenapa mereka selalu mengusik kehidupanku dan ibuku padahal ibuku sudah meninggal tapi mereka tetap saja mengganggu ibuku hikz hikz" stefani mulai terisak mengingat kejamnya ibu tirinya padanya padahal stefani merasa tak pernah mengganggu hidup mereka tapi mereka selalu saja mengusik hidupnya.
Max membawa stefani kedalam pelukannya stefani mulai menangis saat mengingat semua kelakuan ibu tiri nya dan ayahnya yang selalu membuat stefani tersakiti.
"Apa mereka tak puas membuatku menderita max" stefani berucap lagi membuat hati max teriris.
"Tenanglah aku sudah mengurus semuanya jangan bersedih lagi oke tenanglah" max mengusap punggung stefani mempererat pelukannya pada stefani membuat stefani berangsur tenang.
Tak lama kemudian srefani tertidur di pelukan max, max menidurkan stefani dan menyelimutinya.
Melihat mata stefani yang bengkak dan tangisan pilu tadi masih terdengar ditelinga max membuat hati max teriris iris.
"Hallo mom" suara max terdengar lesu membuat maria khawatir maria sudah tau tentang kejadian yang menimpa stefani Jayden memang selalu tau apapun yang terjadi pada kehidupan max.
"Apa stefani baik baik saja" maria khawatir sangat khawatir pada calon menantunya ini.
"Dia sedang tidur aku akan selalu memastikan dia baik baik saja mom" ucap max
"Aku percaya padamu son kau selalu bisa diandalkan" ucap maria walaupun max anak tunggal tapi max tak manja dengan segala kekayaan orangtua nya dia selalu berusaha sendiri malah dia mendapat beasiswa untuk pendidikannya sendiri.
"Ingat jika ada yang susah kau tidak bisa menyelesaikan sendiri kau masih punya daddy dan mom yang akan selalu membantumu" ucap maria
"Oh ayolah mom aku sekarang sudah dewasa munkin akan sedikit kemunkinan aku mendapat pertolongan darimu" ucap max
Maria terkekeh disebrang sana mendengar ucapan putranya ini "Baiklah baiklah kau memang mirip daddy mu max" ucap maria terharu.
"Sudahlah mom kau tak perlu menangis lagi jika aku mirip daddy aku anakmu juga jadi akupun mirip denganmu" max tau kebiasaan mommy nya ini jika bicara soal max yang sudah dewasa dan mirip daddy nya maria pasti terharu bangga pada max karena max sudah tumbuh dewasa dan bertanggung jawab.
"Baiklah mommy tak akan bersedih lagi" ucap maria "Dan jangan terus terusan mengurung stefa dikamar max dia butuh hiburan bukan hanya pelepasan" Jayden ikut menimpali
Max mendengus "Daddy pun begitu dulu pada mommy bahkan daddy rela menculik mommy untuk daddy nikahi" ucap max yang sekarang membuat daddy nya tersenyum "Kau memang persis seperti ku son" ucap jayden.
"Aku keturunan Stefano wajar jika aku mirip denganmu dad" ucap max.
Setelah perdebatan kecil itu maria memutuskan telepon nya membiarkan max untuk menemani stefani dan juga Jayden yang selalu menggodanya oh ayolah walaupun Jayden dan maria sudah berumur tapi Jayden masih gagah dalam urusan ranjang apalgi maria yang masih cantik diusianya yang baru berkepala empat.
Max menghampiri stefani dan ikut membaringkan tubuhnya dekat stefani dan memeluknya erat.
TBC jgn lupa vote like and comen...