
"Makan yu stef," ajak nana karena sudah jam makan siang.
"Ayok,mau makan dimana," ucap Stefani
"Direstoran deket kantor aja yuk," ajak nana
"Yuk," mereka berdua pun keluar menuju restoran dekat kantor
Setelah sampai mereka mencari cari tempat duduk karena memang tempat duduknya hampir penuh karena ini jam makan siang.
"Stefani," Stefani menoleh pada asal suara dan ternyata disitu ada sahabatnya
"Elin jessica," ucap Stefani menghampiri meja mereka berdua
"Kangen," ucap mereka bertiga sambil berpelukan
"Duduk yuk," ucap elin
Mereka bertiga duduk dan Stefani memperkenalkan nana pada elin dan jessica
"Kenalin ini nana temen aku," ucap Stefani pada elin dan jessica.
"Hay kenalin aku elin," nana pun berjabat tangan dengan elin "Nana''
"Dan gue jessica," aku nana
"Kalian kemana aja sih tega banget deh gak ngasih kabar lupa yah sama gue," ucap stefani mengerucutkan bibirnya
"Sorry gue kehilangan kontak loe handphone gue sama elin dirampok jadi gak bisa ngehubungin loe," ucap jessica tak enak
Memang benar handphone elin dan jessica dirampok dan dalam waktu bersamaan.
"Yaudah nanti dulu yah ceritanya kita pesen makanan dulu laper gue," ucap elin sambil cengir kuda
"Yaudah deh gue juga laper abis kerja," ucap Stefani.
Mereka pun memesan makanan mereka.
"Jadi nana temen loe dikantor stef," ucap jessica
"Iyah dia juga sering main kok kerumah,"
Drrrt drrrtt
"Selamat makan siang sayang," Stefani tersedak makanannya
elin jessica dan juga nana pun melihat kearah stefani, Stefani yang ditatap oleh mereka pun hanya nyengir tak jelas.
"Kenapa sih stef," tanya nana
"Jangan bilang loe dapet chat dari gebetan loe," ucap elin
Stefani yang mendengarnya pun langsung tersedak lagi makanannya.
"Uhuk uhuk apaansih gak jelas banget," ucap Stefani sambil meminum minumannya
"Loe gak balikan lagi sama sijohan berengsek itu kan," ucap jessica menyipitkan matanya menatap Stefani dengan tatapan horornya
"Ya enggak lah lagian dia udah tunangan sama Clara," ucap Stefani
"Kok loe tau," ucap elin dan jessica barengan
"Gue dateng ke acara tunangan mereka," ucap Stefani lagi
"Hah" elin dan jessica kaget menerka nerka kenapa Stefani datang ke acara tunangan mantan kekasihnya dan mantan sahabatnya itu.
"Nanti aja yah ceritanya udah mau abis nih waktu istirahat kita," ucap Stefani berdiri dari tempat duduknya
"Loe hutang cerita yah ke kita," ucap elin dan jessica
"Iyah iyah,bye gue pamit yah ini no pensel gue," Stefani melangkah pergi dengan nana
"mereka temen kamu yah stef," ucap nana karena terlihat mereka akur banget
"Iyah na mereka sahabat aku," ucap Stefani dan nana pun pergi kekantor dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Disisi lain max masih menatap handphone nya kenapa Stefani tidak membalas pesannya.
"Kemana lagi dia, awas aja yah nanti," ucap max tersenyum menyeringai.
"Stefani tolong antarkan ini ke ruangan pak max" ucap mangernya
"Baik pak," Stefani pun pergi ke ruangan atas tempat CEO nya entah kenapa Stefani deg deg gan akan pergi ke ruangan atasannya itu.
Saat sampai dia bertanya pada robert apa max ada didalam atau tidak Robert bilang max ada didalam.
Tok tok tok
Stefani mengetuk pintu ruangan CEO nya.
"Masuk," ucap max
Stefani pun masuk dilihatnya max sedang berkutat dengan berkas berkasnya max terlihat tampan.
"Aku memang tampan Stefani," ucap max tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas berkas nya.
Stefani pun gelagapan dan pipinya berubah jadi merah.